Minggu, 01 Desember 2019

Benarkah Makan Nasi Putih Bikin Gemuk? Begini Faktanya

 Nasi merupakan salah satu makanan pokok yang paling populer di seluruh dunia. Sayangnya banyak kesalahpahaman terkait konsumsi nasi, seperti membuat gemuk dan meningkatkan kadar gula darah.

Sehingga kebanyakan orang yang ingin memulai diet adalah memotong konsumsi nasi. Tinggi akan karbohidrat, nasi dianggap makanan terburuk untuk membantu proses diet. Namun benarkah hal tersebut?

Dikutip dari Times of India, dalam satu butir beras nasi terdiri dari tiga bagian: kulit, biji, dan endosperm. Kulit yang menyelubungi beras kaya akan serat, mineral, dan antioksidan. Sementara biji lebih kaya akan nutrisi seperti karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral, dan antioksidan.

Bagian endosperm adalah bagian terbesar dari butir beras dan keseluruhannya terdiri dari karbohidrat dan sedikit protein. Kini banyak orang yang beralih memilih nasi merah sebagai pengganti nasi putih. Berikut adalah daftar nutrisi dari kedua nasi tersebut:


Nasi merah memang lebih bernutrisi ketimbang nasi putih dan kaya akan serat serta antiooksidan. Dalam satu butir nasi beras merah mengandung sekitar 130 kalori, 29 gram karbohidrat, 2 gram protein, 0 gram lemak, serta beberapa vitamin seperti mangan, magnesium, fosfor, vitamin B6, dan selenium.

2. Nasi putih

Menjadi nasi terpopuler yang dikonsumsi hampir seluruh negara di Asia, nasi putih biasanya dikonsumsi lepas dari kulitnya untuk meningkatkan kualitas nasi. Namun justru banyak nutrisi yang terbuang sehingga menjadikannya hanya mengandung karbohidrat, maka dari itu nasi merah jadi pilihan yang lebih sehat daripada nasi putih. Dalam nasi putih terkandung 112 kalori, 24 gram karbohidrat, 2 gram serat, 1 gram lemak, dan beberapa nutrisi yang sama seperti nasi merah.

Membandingkan nutrisi yang dikandung keduanya, sudah jelas bahwa nasi merah lebih sehat daripada nasi putih. Serat, nutrisi, dan senyawa nabati dalam nasi merah bisa membuatmu kenyang lebih lama dan membuatmu mengonsumsi kalori lebih sedikit, dan banyak riset yang menyebutkan bahwa nasi merah memang bisa membantu menurunkan berat badan.

Menyoal nasi putih, riset-riset yang dilakukan untuk mengkaji kaitan antara konsumsi nasi putih dan naiknya berat badan cukup membingungkan. Beberapa studi menyebutkan bahwa pola diet yang banyak mengonsumsi biji-bijian seperti nasi putih bisa menyebabkan kegemukan dan obesitas.

Sementara studi lainnya menyebutkan tidak ada kaitan antara konsumsi nasi putih dan obesitas. Faktanya, nasi putih malah dikaitkan dengan penurunan berat badan, sehingga dapat disimpulkan bahwa keduanya bisa menjadi menu dietmu.

"Kegemukan sebenarnya bergantung pada porsi makanan yang kamu konsumsi. Semua makanan yang kita konsumsi kaya akan nutrisi dan bermanfaat bagi tubuh kita. Tapi jumlahnya itulah yang biasanya berdampak. Ada banyak bukti yang bisa menunjukkan bahwa nasi putih tidak membuat gemuk. Semuanya bergantung pada jumlah nasi yang kamu konsumsi dalam sehari," tulis situs tersebut.

Beberapa studi juga menyebutkan bahwa mengonsumsi makanan dalam porsi yang besar bisa meningkatkan asupan, apapun makanannya. Jadi, jika kamu sedang dalam diet, jangan takut untuk makan siang dengan nasi putih, namun catat bahwa semuanya bergantung pada porsi yang kamu ambil, maka dari itu konsumsi dalam asupan yang lebih sedikit. http://indomovie28.com/northern-limit-line-2015/

Benarkah Nasi Merah Hanya untuk Diet? Ini Kata Dokter

 Tubuh ideal adalah dambaan setiap orang. Banyak orang yang berupaya keras mendapatkan tubuh ideal. Alasan diet biasanya untuk menjaga kesehatan hingga menjaga bentuk tubuh ideal. Salah satu cara yang sering dilakukan ialah diet.

Beberapa orang berasumsi bahwa ketika diet lebih baik mengganti nasi putih dengan nasi merah. Banyaknya serat yang terkandung dalam nasi merah dinilai cocok untuk program diet.

Menurut Prof Dr dr Mardi Santoso, DTM&H, SpPD-KEMD, FINASIM, FACE, Ketua Persatuan Diabetes Indonesia (PERSADIA) Wilayah Jakarta, Bogor, Bekasi dan Depok, ketika seseorang yang gemar makan diberikan nasi merah, berat badannya tidak akan mudah naik. Karena terdapat banyak kandungan serat yang dapat menghambat penyerapan glukosa.

"Yang kedua memang dia (nasi merah) glukosa indeksnya rendah," tambahnya kepada detikcom, saat ditemui di Jl Sudirman, Jakarta Pusat, Sabtu (30/11/2019)

Selain cocok untuk diet, kadar glukosa yang rendah juga baik dikonsumsi oleh penyandang diabetes. Penyandang diabetes yang memiliki kadar gula darah tinggi dapat membatasi konsumsi gulanya dengan nasi merah ini.

Tak hanya untuk orang diet, nasi merah juga bisa saja dikonsumsi oleh semua orang. Hanya saja tergantung selera masing-masing orang.  http://indomovie28.com/legendary-shuttle-2016/

"Siapa saja boleh (konsumsi). Masalahnya kan nggak enak aja," kata Dokter Mardi.

Berhenti Memusuhi Nasi! Salahkan Porsi Jika Gemuk atau Kena Diabetes

Nasi merupakan sumber karbohidrat yang jadi salah satu sumber pangan masyarakat Indonesia. Tapi nasi 'katanya' bikin diabetes karena kandungan gulanya. Benarkah demikian?

Ahli metabolik endokrin Dr dr Aris Wibudi, SpPD-KEMD yang juga Ketua Umum PEDI (Perhimpunan Edukasi Diabetes Indonesia) menegaskan bahwa diabetes tidak semata-mata diakibatkan oleh nasi.

"Tidak ada nasi menyebabkan diabetes. Jangan salah. Tetapi nasi yang berlebihan bisa meningkatkan gula darah. Terutama pada diabetes," katanya pada Senin (11/11/2019).

Mau nasi putih, merah, atau hitam, ketiganya sebenarnya boleh dikonsumsi. Asal kadar gula darahnya terjaga.

"Sebetulnya semua nasi sama. Nasi merah, putih, hitam, sama. Yang penting jumlahnya. Makin banyak jumlahnya makin tinggi kenaikan gula darah," pungkas dr Aris.

Menurutnya anggapan bahwa nasi bisa menyebabkan diabetes itu muncul karena banyak yang tidak peduli pada porsi nasi dalam setiap makan. Selain itu juga kabar burung yang muncul di media sosial yang tidak jelas asal-usulnya.

Benarkah Makan Nasi Putih Bikin Gemuk? Begini Faktanya

Nasi merupakan salah satu makanan pokok yang paling populer di seluruh dunia. Sayangnya banyak kesalahpahaman terkait konsumsi nasi, seperti membuat gemuk dan meningkatkan kadar gula darah.

Sehingga kebanyakan orang yang ingin memulai diet adalah memotong konsumsi nasi. Tinggi akan karbohidrat, nasi dianggap makanan terburuk untuk membantu proses diet. Namun benarkah hal tersebut?

Dikutip dari Times of India, dalam satu butir beras nasi terdiri dari tiga bagian: kulit, biji, dan endosperm. Kulit yang menyelubungi beras kaya akan serat, mineral, dan antioksidan. Sementara biji lebih kaya akan nutrisi seperti karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral, dan antioksidan.

Bagian endosperm adalah bagian terbesar dari butir beras dan keseluruhannya terdiri dari karbohidrat dan sedikit protein. Kini banyak orang yang beralih memilih nasi merah sebagai pengganti nasi putih. Berikut adalah daftar nutrisi dari kedua nasi tersebut:  http://indomovie28.com/perfect-imperfection-2016/