Senin, 09 Desember 2019

Luhut Ingin Kapal Eks Asing Tak Ditenggelamkan, Tapi Buat Ini

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan bicara soal keinginannya untuk memanfaatkan kapal-kapal ilegal yang berhasil ditangkap pemerintah. Hal ini disampaikannya saat menghadiri acara Rapat Umum Anggota Indonesian National Shipowner Assosiation (Insa) 2019 di Hotel Borobudur, Jakarta Selatan, Senin (9/12/2019).

Awalnya, Luhut bicara soal kunjungannya ke sebuah sekolah pelayaran di Makassar. Dia prihatin dalam pelajaran navigasi awak kapal, sekolah tersebut tidak memiliki alat peraga.

"Saya pergi ke sekolah pelayaran di Makassar, mereka belajar navigasi awak kapal. Saya lihat masak nggak ada alat raganya. Saya tanya gimana raganya? Bayang-bayangin aja pak," kata Luhut.

Luhut bilang hal ini bisa diantisipasi dengan pemanfaatan kapal-kapal asing yang ditangkap masuk ke perairan Indonesia. Salah satu pemanfaatannya untuk alat praktik di sekolah pelayaran.

"Saya heran kok bisa begitu," lanjutnya.

Dia melanjutkan, kapal-kapal tangkapan pemerintah harusnya jangan ditenggelamkan. Salah satunya bisa digunakan untuk alat peraga bagi sekolah pelayaran.

"Makanya kita mau kapal-kapal yang ditangkap jangan ditenggelamin semua lah. Kan bisa dipakai buat gini-gini (pendidikan sekolah pelayaran)," ucap Luhut.

Di Depan Luhut, Pengusaha Tolak Investasi Asing di Pelayaran RI

Pengusaha kapal laut yang tergabung dalam Indonesian National Shipowner Assosiation (INSA) 2019 meminta agar industri kapal laut masuk dalam daftar negatif investasi asing.

Ketua umum INSA, Carmelia Hartoto menyatakan bahwa pelayaran nasional sejauh ini berhasil untuk membangun ekosistemnya sendiri.

"INSA memohon pelayaran nasional masuk daftar negatif investasi asing. Karena sejauh ini kita berhasil bangun semua sendiri," ucap Carmelita dalam sambutannya pada RUA INSA 2019, di Hotel Sultan, Jakarta Selatan, Senin (9/12/2019).

Carmelita khawatir apabila ada kapal laut dengan investasi asing ujungnya hanya menjadi kapal berbendera Indonesia saja. Keuntungan diambil pemodal asing yang menanamkan uangnya.

"Bila investasi dibuka malah hanya ada investasi modal asing dengan kapal berbendera Indonesia saja. Keuntungan akan diambil mereka lagi, nggak menambahkan ekonomi kita, justru nambah defisit," ucap Carmelita.

Soal usulan ini, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan pun menanggapi permintaan pihak INSA. Dia meminta Carmelita dan jajarannya membuat kajian untuk permintaannya untuk kemudian diteliti oleh pemerintah.

"Ibu bikin kajian sendiri dari INSA nanti kasih ke saya, kalau masuk akal kita kenapa tidak," ujar Luhut.

Luhut juga mengingatkan soal investasi jangan terlalu idealis memanfaatkan dalam negeri. Pasalnya, di dunia internasional Indonesia tidak hidup sendiri.

"Kita jangan abaikan juga kita hidup berinternasional. Jangan pro-Indonesia saja tapi lupakan yang lain, meski pokoknya itu national interest," ucap Luhut.

Di Depan Pengusaha Kapal, Luhut: Kita Belum Jaya di Laut

Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pagi ini berkumpul dengan para pengusaha kapal laut. Keduanya hadir dalam Rapat Umum Anggota Indonesian National Shipowner Assosiation (INSA) 2019.

Dalam pidato pembukaannya, Luhut mengatakan bahwa sektor kelautan Indonesia masih belum jaya. Dia meminta semua pihak, baik pengusaha dan pemerintah untuk bekerja sama mengolah laut.

"Kita belum jaya di laut padahal besar sekali ini laut kita. 70% wilayah kita laut. Masih banyak yang perlu kita selesaikan, saya rasa semuanya belum puas. Untuk itu kita semua mesti bekerja sama," ucap Luhut, di Hotel Sultan, Jakarta Selatan, Senin (9/12/2019).

Minggu, 08 Desember 2019

Netizen China Sebut Mark Zuckerberg Pengkhianat, Kenapa?

Walau Facebook diblokir di China, Mark Zuckerberg banyak diidolakan di sana. Zuck bahkan cukup sering mengunjungi negeri Tirai Bambu. Akan tetapi, beberapa pernyataannya belakangan membuat Zuck menuai kritikan.

Sebuah artikel tentang Zuck beredar di WeChat, di mana Zuck berkomentar tentang kebebasan berekspresi di Facebook. Ia beberapa kali menyinggung China, termasuk keputusan Facebook tidak memblokir iklan politik adalah karena tidak mau menyensor seperti yang dilakukan Cina.

"Apakah itu internet yang kita inginkan?" kata Zuck sembari mengklaim bahwa perbedaan pandangan itulah yang membuat Facebook diblokir di sana.

Dikutip detikINET dari South China Morning Post, Facebook memang kena cekal di China namun mereka tetap berbisnis di sana. Sekitar 10% dari pendapatan tahunan Facebook yang sekitar USD 5 miliar berasal dari China.

Zuck mengkritik pula TikTok yang disebutnya patuh pada pemerintah China lantaran menyensor konten mengenai demonstrasi Hong Kong. Kemudian dia membela mata uang digital Libra yang sedang banyak diawasi dan dipertanyakan, dengan argumen bahwa China bisa dominan tanpa pesaing.

Artikel di WeChat itu telah menuai lebih dari 100 ribu pemirsa dan komentar pun berdatangan. Ada yang menganggap Zuck sebagai pengkhianat dan menusuk dari belakang.

Padahal dulu Zuck sukses merebut hati warga China dengan kemampuannya berbahasa Mandarin, mengunjungi dan jogging di Beijing sampai rutin mengucapkan selamat tahun baru China. Namun memang tujuan utamanya agar Facebook kembali beroperasi di China tidak tercapai.

Jelang Tutup Tahun, Oppo Ajak Unbox Your 2020

Di penghujung 2019, Oppo membesut kampanye Unbox Your 2020. Lewat program tersebut vendor asal China ini mengajak seluruh pengguna setia maupun calon penggunanya untuk bergerak mewujudkan impian mereka yang belum terwujud.

Pembukaan rangkaian kampanye ini dimulai dengan menghelat Oppo Festive Event yang berlangsung di Mall Gandaria City, Jakarta Selatan. Gelaran tersebut akan berlangsung 7 hingga 31 Desember 2019.

"Kami membangun suasana Natal dan liburan Tahun Baru dengan membuat Digital Christmas Tree yang ditempatkan pada lobby utara mall. Di sana, Oppo menggelar aktivitas untuk para pengunjung mall dan memberikan kesempatan memenangkan hadiah puluhan juta rupiah," ujar Aryo Meidianto, PR Manager Oppo Indonesia.

Lanjut dijelaskan Aryo, untuk bisa membawa pulang hadiah yang dijanjikan tadi, pengunjung diminta follow dan like akun Instagram dan Facebook Oppo Indonesia. Kemudian, pengunjung diwajibkan untuk mengambil foto pada area Christmas Tree dan mengunggahnya melalui media sosial instagram.

Di kesempatan ini pula, Oppo mengumumkan kolaborasinya dengan Sorak Gemilang Entertainment (SGE Live). Mereka adalah promotor 'teamLab Future Park and Animals of Flowers, Symbiotic Lives', yang merupakan instalasi digital kelas dunia dari sebuah kelompok seni asal Jepang.

Kerja sama keduanya akan memberikan nilai tambah bagi pemilik perangkat smartphone Oppo berupa diskon tiket masuk sebesar 20% hanya dengan menunjukkan perangkat saat melakukan pembelian tiket 'teamLab Future Park and Animals of Flowers, Symbiotic Lives'. Satu unit perangkat smartphone Oppo akan berlaku untuk pembelian 1 tiket.

Promo tersebut berlangsung mulai 7 hingga 31 Desember 2019. Konsumen juga berkesempatan memenangkan 3 perangkat Oppo Reno 10x Zoom apabila mengikuti kompetisi foto kontes yang diadakan pada area 'teamLab Future Park and Animals of Flowers, Symbiotic Lives'.

Dalam campaign Unbox Your 2020, Oppo juga memberikan berbagai kejutan untuk pengguna setianya. Kejutan tersebut antara lain kehadiran varian warna baru perangkat Reno2 F untuk menyambut tahun baru yakni Nebula Green. Tidak cukup hanya meluncurkan varian warna baru, Oppo juga memberikan cashback sebesar Rp 400 ribu. Kini, Reno2 F bisa didapatkan dengan harga Rp 4,999 juta.

Selain Reno2 F, cashback sebesar Rp 300 ribu juga diberikan untuk perangkat A9 2020, sehingga saat ini perangkat ini hadir lebih terjangkau dengan harga Rp. 3,699 juta. Promo juga diberikan kepada seluruh pengguna Oppo berupa potongan harga Rp 300 ribu untuk pembelian Enco Q1, sementara bagi pengguna Reno Series, A9 2020 dan A5 2020 4GB akan mendapatkan potongan lebih sebesar Rp 500 ribu.