Jumat, 03 Januari 2020

Khusus Idul Adha, Bandara Sultan Iskandar Muda Aceh Tutup 3,5 Jam

Bandara Sultan Iskandar Muda akan tutup 3,5 jam hari Minggu (11/8) nanti. Hal ini dilakukan untuk menghormati petugas bandara yang melakukan salat Idul Adha.

Manajemen Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Aceh Besar, Aceh menghentikan operasional bandara selama 3,5 jam saat lebaran Idul Adha. Penutupan ini dilakukan untuk menjawab permintaan Bupati Aceh Besar Mawardi Ali.

"Setelah dilakukan koordinasi, imbauan Bupati Aceh Besar tersebut dapat diakomodir dengan tetap mematuhi peraturan yang berlaku. Oleh karena itu, manajemen Bandara SIM menghentikan sementara operasional bandara pada 11 Agustus 2019 dari pukul 07.25 WIB sampai dengan pukul 11.00 WIB," kata GM PT Angkasa Pura-2 Bandara Sultan Iskandar Muda, Yos Suwagiono, Jumat (9/8/2019).

Saat operasional dihentikan, petugas bandara akan melaksanakan salat Idul Adha dan penyembelihan hewan qurban. Kegiatan itu dilakukan di halaman parkir Bandara SIM.

Menurut Yos, untuk tahun ini Bandara SIM akan menyembelihkan empat ekor sapi dan satu ekor kambing. Daging qurban ini nantinya dibagikan kepada masyarakat sekitar bandara.

"Terkait penyembelihan hewan qurban, manajemen bandara SIM sudah melaksanakannya setiap tahun. Namun, penyelenggaraan salat Idul Adha bersama di bandara, ini untuk yang pertama kali diadakan oleh Bandara SIM," jelas Yos.

"Untuk itu, Bandara SIM membutuhkan dukungan positif dari semua pihak, baik dari komunitas bandara, pemerintah daerah dan segenap lapisan masyarakat agar pelayanan kepada pengguna jasa bandara menjadi lebih baik dengan tetap mendukung penerapan syariat Islam yang kaffah di Provinsi Aceh," ungkapnya.

Seperti diketahui, pada jam 7.25 WIB sampai 11.00 WIB, ada dua penerbangan ke Bandara SIM. Keduanya yaitu Air Asia dari Kuala Lumpur mendarat pukul 08.00 WIB serta Citilink dari Bandara Halim mendarat pukul 09.00 WIB.

Diberitakan sebelumnya, permintaan larangan penerbangan ini dilakukan Bupati Aceh Besar Mawardi Ali lewat surat yang dikirim ke GM Angkasa Pura. Perihal surat tersebut adalah 'Menghentikan penerbangan saat hari raya Idul Fitri dan Idul Adha'.

"Kepada seluruh maskapai penerbangan yang melakukan take off dan landing di Bandara SIM, Aceh Besar, untuk menghentikan penerbangan pada saat hari pertama Idul Fitri dan Idul Adha mulai pukul 00.00 WIB sampai pukul 12.00 WIB. Kepada seluruh komunitas bandara dan kru pesawat untuk melaksanakan salat Idul Fitri dan Idul Adha di bandara atau di tempat masing-masing," bunyi sub poin b surat tersebut seperti dikutip detikcom.

Penutupan itu juga merujuk pada perayaan Nyepi, yang menghentikan seluruh penerbangan sehari penuh. Bupati Mawardi berharap agar hal itu bisa terjadi di Aceh Besar.

"Kenapa di Bali bisa sampai 24 jam, kalau hari Nyepi itu dari jam 6 pagi sampai jam 6 pagi besoknya. Itu tidak ada pesawat. Jangankan pesawat yang terbang, pesawat yang bergerak saja tidak ada," ungkap Mawardi di kediamannya di kawasan Lambaro, Aceh Besar, Jumat (26/7/2019).

Traveler Mulai Nikmati Rute Citilink Denpasar-Banyuwangi

Maskapai Citilink Indonesia resmi mengoperasikan rute Denpasar-Banyuwangi dengan Airbus A320. Wisatawan kini bisa bepergian di antara 2 destinasi populer ini.

Pesawat Citilink dengan kapasitas 180 penumpang tersebut memulai penerbangan berangkat dari Bandara Banyuwangi pukul 08.00 WIB, dan menempuh perjalanan selama 40 menit untuk tiba di Bandara Ngurah Rai, Bali.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengapresiasi atas dibukanya kembali jalur penerbangan yang menghubungkan Bali dan Banyuwangi secara langsung. Dengan jalur ini, kata dia, rute yang dilayani Bandara Banyuwangi semakin lengkap, mulai dari Jakarta, Surabaya, hingga Kuala Lumpur.

"Bali adalah gerbang utama pariwisata Indonesia. Tiap tahun ada 5-6 juta wisatawan mancanegara menuju Bali. Kalau Banyuwangi dapat 5 persen saja, sudah dapat minimal 250.000 wisman. Apalagi destinasi dan atraksi wisata kami terus berkembang, kami yakin Banyuwangi bakal menjadi alternatif menarik bagi turis asing untuk melakukan perjalanan wisatanya setelah atau sebelum ke Bali," ujar Anas kepada wartawan, Jumat (9/8/2019).

Dengan terhubungkannya Banyuwangi dengan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi dan wisata di Indonesia, Anas optimis kunjungan wisatawan akan semakin meningkat. Dan sebentar lagi, rute Banjarmasin-Banyuwangi dilayani Xpress Air pada 10 Agustus 2019.

"Ini ujungnya akan mengembangkan Banyuwangi, khususnya di sektor pariwisata. Dan saya yakin, kunjungan wisata Banyuwangi akan terus meningkat seiring penerbangan ke Banyuwangi yang kian semarak," kata Anas.

Pesawat Citilink memulai penerbangan dari Bandara Banyuwangi menuju Bandara Ngurah Rai Denpasar setiap harinya pada pukul 08.00 WIB dan mendarat di Bandara Ngurah Rai pukul 09.40 WITA. Selanjutnya, pesawat akan bertolak dari Bali menuju Banyuwangi pada pukul 10.05 WITA.

Jumlah penumpang di Bandara Banyuwangi sendiri melonjak dari 7.826 orang pada 2010 menjadi lebih dari 366.164 pada 2018.

Untuk kunjungan wisatawan Nusantara, melonjak dari 500 ribu wisatawan pada 2010 menjadi 5,3 juta orang pada 2018. Adapun wisatawan mancanegara naik dari kisaran 7.000 (2010) menjadi 127.420 wisman pada 2018 lalu. Tingkat kepuasan wisman di Banyuwangi khususnya Kawah Ijen, berdasarkan big data TripAdvisor, cukup tinggi, yaitu 76 persen wisman memberi nilai "excellent". Capaian itu di atas rata-rata destinasi lain di Indonesia.

Dikatakan Dadang Teguh Setiawan District Sales Manager Citilink Banyuwangi, pada penerbangan perdana rute Banyuwangi - Denpasar ini, pesawat mengangkut 151 penumpang. Untuk itu, dia mengaku rute ini bakal memiliki prospek cerah. Terbukti, penerbangan perdana sudah dijejali penumpang.

"Bahkan untuk Sabtu besok (10/8/2019), penumpang yang akan terbang ke Bali dari Banyuwangi sudah mencapai 106 orang. Sebaliknya Denpasar - Banyuwangi sudah terisi 141 pax," katanya.

Dadang pun optimis tingkat keterisian penumpang ini akan terjaga dengan baik. Mengingat Banyuwangi yang telah terkoneksi dengan Jakarta maupun Kuala Lumpur akan memudahkan wisatawan.

"Wisatawan dari Kuala Lumpur yang berlibur ke Banyuwangi bisa dengan mudah melanjutkan perjalanannya ke Bali, pun sebaliknya. Ataupun mereka yang dari Jakarta, bisa lanjut ke Bali keesokan harinya. Banyuwangi kini bisa dibilang menjadi mini hub. Ini tentunya akan memudahkan wisatawan bepergian," kata Dadang.

Selain itu, lanjut Dadang, daya tarik Banyuwangi lainnya adalah keunikan destinasi dan budaya lokal. "Banyuwangi punya Kawah Ijen dengan eksotika api biru yang telah mendunia, 99 atraksi wisata seni budaya yang digelar sepanjang tahun. Apalagi, fasilitas di Banyuwangi semakin lengkap dengan banyaknya hotel berbintang baru. Untuk itu, kami optimis dengan dibukanya rute baru ini," pungkas Dadang.