Minggu, 05 Januari 2020

Penang dan Wisata Budayanya

Keindahan budaya Penang di Malaysia tak kalah dengan objek wisatanya. Salah satu yang populer adala mural di sana.

Ketika saya melakukan sebuah perjalanan, tidak hanya keindahan alam yang saya cari, tapi juga keindahan warisan budayanya. Keindahan alam menggambarkan betapa baik manusia merawat alamnya. Sedangkan keindahan warisan budaya menggambarkan betapa manusia menghormati budayanya.

Penang atau Pulau Pinang adalah salah satu tempat di Malaysia yang ingin saya kunjungi. Akhir Bulan April 2019, saya berkesempatan melihat secara langsung keindahan dan kekayaan warisan budaya dunia di Penang. Budaya yang terjaga di Penang ternyata lebih beragam dari yang saya kira sebelumnya.

Georgetown Penang misalnya, terletak di sebelah timur laut pulau dan menyimpan banyak perpaduan budaya. Mulai dari budaya Tiongkok sampai India bisa kita temukan di sini. Tidak salah memang jika UNESCO menetapkannya sebagai World Heritage Site pada tahun 2008.

Seperti yang dilakukan banyak orang jika berkunjung ke Penang, saya berburu foto di Street Art yang tersebar di Georgetown. Tapi sebelumnya, saya mulai penjelajahan Georgetown saya dari Clan Jetty. Saya berangkat sangat pagi sebelum matahari terbit, karena saya ingin melihat matahari terbit di pesisir Penang.

Clan Jetty ini adalah perkampungan klan Tiongkok yang bermigrasi ke Penang sejak abad ke-19. Ada banyak klan yang mendiami perkampungan pesisir ini, seperti klan Chew hingga Lee.

Pada umumnya, setahu saya, jika perkampungan nelayan atau perkampungan pesisir itu cenderung kumuh, tapi hal seperti itu tidak berlaku di sini. Clan Jetty sangat cantik, bahkan jadi tempat yang wajib dikunjungi oleh turis.

Jika ingin berfoto dengan nyaman, saya sarankan untuk datang pagi-pagi seperti yang saya lakukan. Namun jika datang lebih siang juga tidak kalah menarik. Kita bisa melihat penduduk Clan Jetty beraktivitas dan suasana perkampungan terasa lebih hidup. Cantik dan rapinya rumah-rumah di Clan Jetty ditambah orang-orang yang sedang beraktivitas akan membuat kita merasa di tengah-tengah budaya tua yang terawat.

Puas mengunjungi Clan Jetty, saya bergerak ke Lebuh Acheh dan sekitarnya untuk berburu Street Art Penang. Saya sendiri sering melewatkan mural-mural karena terlalu fokus melihat bangunan serta kios-kios di dalam bangunan tua yang cantik. Lagi-lagi, saya kagum dengan Penang karena mural-mural tersebut tidak mengurangi estetika bangunan-bangunan kuno yang masih berdiri kokoh.

Mural-mural tersebut terlihat sangat menyatu dengan kegiatan warga dan bangunan di sana. Tidak memaksa tampilan bangunan tua yang menjadi warisan budaya supaya terlihat lebih modern, justru street art tersebut seperti menggambarkan bahwa kebudayaan di Penang tarawat dengan sangat baik.

Dream destination saya memang terkesan tua sekali karena sangat senang mengunjungi situs-situs warisan budaya dunia. Tidak berhenti di situ, jika ada kesempatan lagi, saya ingin melanjutkan dream destination saya untuk mengunjungi warisan budaya negara lain, seperti Kota Dubai.

Dubai yang digambarkan orang-orang adalah tempat yang sangat indah dengan segala kemudahan dan ke-modernannya. Tapi saya justru ingin melakukan Extraordinary Traveling di Dubai, yaitu melihat warisan budayanya. Heritage and Diving Village Dubai, nama ini sangat mencuri perhatian saya. Tempat ini merupakan warisan arsitektur, budaya, dan maritim Dubai. Bangunan bersejarah yang menopang perekonomian Dubai di masa lalu. Sama seperti namanya, di tempat ini para pengunjung bisa melihat dan mengikuti kelas menyelam untuk mencari mutiara. Semoga suatu saat bisa mengunjungi destinasi impian saya ini.

Beijing yang Ramah Turis Muslim (2)

Mungkin lebih dari itu, setiap melakukan perjalanan, akan ada energi baru dengan positive vibe yang merasuk ke dalam jiwa. Energi baru yang akan menjadi penambah semangat atau penyembuh bagi jiwa, sebagaimana layaknya saya saat itu.

Traveling selalu membuat nagih. Cita-cita saya salah satunya adalah berkunjung menikmati keindahan dan keunikan belahan bumi lainnya. Jika ada kesempatan, saya ingin sekali mengunjungi beberapa negara seperti Mekkah, Eropa, Turki dan Dubai.

Negara yang punya kelebihan dan keunikan masing-masing. Misalnya saja Dubai. Saya ingin sekali merasakan kemegahan Kota Dubai. Kota yang juga jadi impian banyak orang untuk bisa berkunjung kesana.

Landmark yang pertama kali saya kenal dari Kota Dubai ini adalah Burj Khalifa dan Dubai Mall. Menara pencakar langit yang kecantikannya sudah menjadi rahasia umum. Menara tinggi dengan jumlah lantai sebanyak 160 lantai ini pasti akan menarik hati siapapun yang sedang berkunjung kesana, termasuk saya. Ada kabar, menara ini juga punya lift tercepat dengan kecepatan 60 km/jam.

Bagaimana rasanya? Menuju lantai 160 dengan naik lift tercepat. Setelah mencapai puncaknya, saya ingin melihat pemandangan Kota Dubai dari atas menara. Lokasi ke dua yang ingin dikunjungi adalah Dubai Mall yang menghamparkan mata dengan segala fasilitas terbaiknya. Mall terbesar di dunia ini memiliki akuarium terbesar di dunia dan lapangan ice skating seluas lapangan olimpiade.

Menikmati malam dan alunan musik di Dubai Fountain. Impian yang terbentuk saat saya melihat atraksinya di youtube. Kecantikan lampu-lampu di malam hari serta keuletan liukan gelombang air mancur pasti menambah damai dan kekayaan batin.

Maha besar Allah yang menganugerahi manusia dengan pikiran kreatif sehingga bisa menghasilkan mahakarya cantik tersebut. Bagaimana rasanya berada ditengah-tengah Palm Jumeirah dan mengitari pantainya? atau lebih serunya lagi menikmati kota Dubai dengan memandangi dari atas.

Kepulauan buatan ini sayang untuk dilewatkan. Tidak lengkap rasanya kalo kamu tidak menikmati kota Dubai dengan sensasi menelusuri sungai di Dubai Creek. Baik siang atau pun malam hari, megahnya kota Dubai bisa dinikmati dengan menyusuri Dubai Creek.

Melihat hentakan terbangan burung atau melihat mereka sedang bercengkrama dengan latar belakang sungai, sungguh pemandangan yang tak terlukisakan dengan kata-kata. Lengkapi keseruan travelingmu dengan mengunjungi Ski Dubai dan Dubai Marina.

Arena main ski indoor terbesar di dunia lengkap dengan suasana pegunungan seperti di Alpen. Mahal sekali pengalaman tersebut, di arena Dubai Marina kita bisa bermain air sepuasnya.

Jangan lupakan sisi sejarah, karena dengan belajar sejarah kita bisa sedikit lebih mengenali suatu negara. Mengunjungi Museum Dubai menjadi salah satu pilihannya. Lewat museum ini, kabarnya kita bisa melihat kehidupan masyarakat Emirat sebelum penemuan minyak.

Menarik bukan? Traveling akan seru kalau kita menikmati sajian kuliner khasnya. Nasi Kabsa, Shawarma, Shish taouk, hummus, kunafa, jadi kuliner inceran utama saat berada di sana. Suguhan daging, kebab, gurih, khas Timur Tengah bisa dinikmati langsung dari kota aslinya. Dengan lidah Indonesia sepertinya masih nyaman dengan sajian Timur Tengah. Can't wait for the next ultimate travelling. See you.