Selasa, 07 Januari 2020

Diver Cilik Ikut Aksi Guinness Record di Manado

Aksi pemecahan rekor selam Guinness World Record di Manado melibatkan ribuan diver. Bahkan ada diver remaja yang ikutan.

Pantauan detikcom di Pantai Manado, Kawasan Megamas, Manado ribuan orang melakukan persiapan akhir baik polisi, tentara, penyelam untuk event yang digagas organisasi Wanita Selam Indonesia (WASI). Sementara warga dan wisatawan menonton. Di antara mereka, ada penyelam remaja.

Misalnya Shinta Ayu Nur Faradilla (14) siswa kelas 9 SMP 4 Kendari. Anak bungsu dari 3 bersaudara ini memang sudah punya sertifikasi open water dari SSI lho.

"Ini pengalaman pertama ikut event diving. Kalau fun diving sih sudah sering, sudah setahun, di Bokori dan Wakatobi," kata Shinta di Hotel Whiz Megamas, Manado, Jumat (2/8/2019).

Untuk persiapan, Shinta mengaku berlatih rutin 1-2 kali seminggu. Jadi yang paling muda di antara 3.000-an diver yang akan terlibat dalam aksi pemecahan Guinness Record tentu jadi pengalaman istimewa, tapi Shinta tidak grogi.

"Senang sih, apalagi bisa jadi yang termuda. Tapi santai saja, nggak grogi," kata dia.

Shinta adalah keluarga diver. Ayahnya adalah anggota polisi dari Kendari. Kedua orangtuanya pun ikut dalam aksi rekor Guinness.

"Suka diving karena mama papa juga diving. Inspirasinya papa sama mama," ujarnya.

Menyambut aksi besok, Shinta menjaga kesehatan, cukup istirahat dan makan. "Cita-citanya pengen dapat sertifikasi master," tutupnya.

Sebelumnya pada Kamis (1/8) sudah dipecahkan Guinness World Record rantai manusia penyelam terpanjang di dunia dengan total 578 penyelam. Besok Sabtu (3/8) akan dipecahkan rekor bendera bawah laut terpanjang dan penyelaman massal terbanyak sedunia.

Canopy Park, Atraksi Wisata Terbaru di Jewel Changi

Setelah Changi Experience Studio, Jewel juga punya satu wahana terbaru yang tak kalah menarik. Inilah Canopy Park yang punya banyak atraksi permainan menarik.

Baru dibuka pada 10 Juni kemarin, Canopy Park di L5 Jewel menjadi salah satu atraksi terbaru Bandara Changi yang tak boleh dilewatkan. detikcom pun sudah mencobanya atas undangan dari Changi Airport Group Rabu pekan lalu (24/7/2019).

Sesuai namanya, Canopy Park mengambil format layaknya taman yang berfungsi sebagai kanopi di titik tertinggi Jewel. Tak jauh beda dengan Shiseido Forest Valley yang mengelilingi HSBC Rain Vortex, Canopy Park juga menghadirkan suasana hijau nan asri.

Hanya saja, area Canopy Park lebih istimewa dari area lainnya di Jewel Changi. Alasannya, di sini dapat dijumpai sejumlah permainan menarik layaknya di taman rekreasi. Berikut wahana permainan yang ada:

1. Hedge Maze

Masuk ke dalam area labirin yang dikelilingi oleh semak-semak setinggi 1,8 meter, traveler akan diajak untuk mencari jalan keluar. Harga tiketnya adalah SGD 12 untuk orang dewasa dan SGD 8 untuk anak-anak.

2. Mirror Maze

Masih dalam konsep labirin, traveler kembali diajak mencari jalan keluar. Hanya bukan dari semak-semak, melainkan labirin kaca yang seakan tanpa batas. Harga tiket masuknya adalah SGD 15 untuk orang dewasa dan SGD 10 untuk anak-anak.

3. Topiary Walk

Salah satu area menarik yang dihiasi oleh aneka patung hewan dan lainnya. Asyik untuk foto-foto. Gratis dan tak dikenakan biaya.

4. Discovery Slides

Ini merupakan perosotan yang terletak di atas sebuah instalasi seni yang reflektif. Harga tiketnya adalah SGD 5 baik untuk orang dewasa maupun anak-anak.

5. Foggy Bowls

Wahana permainan anak berupa taman kecil yang dimeriahkan oleh kabut dan awan buatan. Harga tiketnya adalah SGD 5 baik untuk orang dewasa maupun anak-anak.

6. Manulife Sky Nets-Walking

Berada di atas ketinggian 25 meter, wahana Manulife Sky Nets-Walking menawarkan sensasi berjalan di atas jaring dengan panorama Jewel Changi. Harga tiket masuknya adalah SGD 15 untuk orang dewasa dan SGD 10 untuk anak-anak.

7. Manulife Sky Nets-Bouncing

Merupakan versi lebih seramnya dari Manulife Sky Nets-Walking. Bukan hanya berjalan, traveler juga diajak jumpalitan di atas jaring sepanjang 250 meter. Rasanya greged banget! Harga tiketnya adalah SGD 22 untuk orang dewasa dan SGD 16 untuk anak-anak.

Bersantai di Kota Melbourne, Serasa Bukan Turis

Meski hanya perkotaan, Melbourne punya berbagai tempat seru untuk bersantai. Cocok jadi pilihan destinasi saat ke Australia.
Melbourne tidak memiliki banyak atraksi wisata seperti Sydney dengan Opera House-nya. Seperti tidak ada yang spesial, namun hal-hal kecil dan kebiasaan sehari-hari di sana membuat saya merasa nyaman layaknya penduduk setempat.

Dijuluki sebagai the most liveable city in the world, setelah kurang lebih seminggu mengeksplor kota ini beberapa bulan lalu, saya pun mengangguk dalam hati setuju. Jika ditanya kenapa, jujur saya pun bingung.

Melbourne bukanlah kota yang paling modern. Cuaca pun tergolong murung dan tidak terprediksi, tetapi kota ini berhasil membuat saya betah dan merasa sangat familiar dengannya.

Saya bukan pecandu kopi, tetapi menikmati kopi di Melbourne terasa sangat menyenangkan! Berbagai kedai kopi lokal kecil bertebaran di seluruh kota. Tiap kedai menyambut tamu dengan suasana hangat nan sederhana. Barista yang ramah menyajikan secangkir kopi hangat dan seringkali mengajak para tamu berbincang kecil. Benar-benar terasa nyaman.

Budaya brunch di Melbourne juga sangat kental. Makanannya tidak hanya terlihat sangat cantik di mata dan di media sosial, namun sangat terasa bagaimana hidangan disiapkan dengan sepenuh hati dengan porsi yang jauh dari kata pelit.

Rindu dengan comfort food? Jangan khawatir, di seluruh penjuru Melbourne banyak hidangan khas Asia. Mulai dari Tiongkok, Vietnam, Thailand, Jepang bahkan Indonesia.

Berjalan kaki bukan menjadi suatu masalah di sini, bahkan terasa menyenangkan. Rata-rata bangunan di pusat kota tidak terlalu tinggi, campuran antara bangunan kuno dengan toko-toko lokal yang unik.

Gang-gang yang semakin tersembunyi memiliki banyak keseruan. Lelah berjalan kaki? Melbourne menawarkan Free Tram Zone, dimana orang lokal maupun turis dapat menggunakan tram ke titik-titik utama di kota, tanpa biaya!

Mengunjungi Melbourne Museum dan State Library of Victoria bukanlah kegiatan yang membosankan. Melihat-lihat berbagai karya dan instalasi yang terawat dengan baik membuat para turis benar-benar menikmati dan menghargai karya seni yang ditampilkan. Satu gedung penuh dengan pameran seni yang menarik, saya pun sampai lupa waktu.

Kebanyakan toko sudah tutup pukul 6 sore. Bahkan, late night shopping disana tutup lebih awal dari pusat perbelanjaan di Jakarta.

Saya pun bertanya kepada teman yang sudah lama tinggal disana. Ternyata, penduduk lokal sangat menghargai quality time dan tidak terlalu terfokus pada kesibukan seperti kota-kota besar pada umumnya. Saya langsung merasa bersyukur dan tersadar untuk lebih menikmati momen-momen kecil di sela-sela kesibukan di Jakarta.

Setiap perjalanan memiliki kenangan dan memorinya masing-masing. Seperti liburan saya ke Melbourne yang membekas di ingatan dan membuat perjalanan ini terasa extraordinary. Setelah menikmati liburan yang santai, kali ini saya ingin mengunjungi destinasi liburan yang spesial, tidak seperti biasanya.

Destinasi itu adalah Dubai yang merupakan kota pusat hiburan dunia. Melihat bagaimana Palm Jumeirah yang sangat cantik dan megahnya Burj Khalifa terletak di satu destinasi yang sama dengan Gurun Arab dan Al Fahidi yang bersejarah. Saya harap Dubai akan menjadi extraordinary traveling saya selanjutnya.