Jumat, 10 Januari 2020

Jalur Pendakian Raja Brawijaya di Gunung Lawu Sempat Ditutup, Ini Alasannya

Gunung Lawu punya jalur pendakian yang dibuka lagi setelah tutup 32 tahun. Inilah jalur petilasan Raja Brawijaya.

Jalur klasik pendakian via Singolangu diyakini sebagai Petilasan Raja Brawijaya. Jalur Singolangu yang berada di Desa Sarangan, Kecamatan Plaosan Magetan ini merupakan jalur klasik yang sudah ada sejak tahun 1980. Namun sejak 32 tahun terakhir jalur ini ditutup. Apa alasannya?

"Jalur ini sudah ada sejak sekitar tahun 1980-an, sudah dibuka jalur ini. Namun sekitar 32 tahun lalu ditutup," kata Ketua pos pendakian jalur Singolangu, Nuryanto, kepada detikcom Rabu (24/7/2019).

Jalur pendakian Singolangu atau petilasan Raja Brawijaya, kata Nuryanto, dijadikan jalur pendakian para pelaku spiritual pada era 1980-an. Namun sekitar tahun 1987 jalur ini ditutup karena ada insiden pendaki yang hilang.

"Sebenarnya ini jalur spiritual. Namun sekitar tahun 1987 tutup, pernah ada pendaki yang hilang," ujarnya.

Kini sebanyak 40 pemuda dari Dusun Singolangu melakukan pendakian serta membersihkan jalan setapak yang mulai tertutup semak. Jalur mulai dibuka untuk umum 5 Mei 2019 lalu dan bulan pertama telah dilalui 300 pendaki.

"Pada 5 Mei kemarin, jalur klasik Singolangu diresmikan dengan melakukan pendakian massal. Ada 300 pedaki melakukan pendakian dari jalur sini," jelasnya.

Hingga saat ini jalur pendakian petilasan Raja Brawijaya telah dilalui lebih dari seribu pendaki baik lokal maupun luar daerah. Tertarik mau coba jalur ini?

Video Viral Gerombolan Bebek Marah Usir Aligator

Wisata olahraga golf di Florida, AS, jangan kaget kalau berjumpa aligator di lapangan. Tapi ada video viral dimana aligator ini diusir gerombolan bebek.

Florida memang habitat alami aligator di Amerika Serikat. Bukan sekali dua kali aligator nongol di dekat lapangan golf. Para pegolf tentu akan menghindari atau memanggil petugas keamanan. Tapi ada kejadian yang unik.

Dirangkum detikcom dari beragam sumber, Rabu (24/7/2019) sebuah video mendadak viral di Youtube. Video dengan latar lapangan golf ini memperlihatkan sekelompok bebek marah pada seekor aligator.

Diketahui, video ini diambil di pada saat acara golf tahunan di PGA National Golf Club, di Kota Palm Beach Gardens, Florida pada tahun 2018 lalu. Video ini diambil oleh salah satu pemain dari mobil golf.

Dari video terlihat bagaimana aligator tersebut pasrah saja menghindari sekelompok bebek yang sedang marah. Terdengar suara seekor bebek yang seperti mengusir aligator menjauh dari lapangan golf.

Aligator yang terlihat pasrah itu hanya menurut saja mengikuti irama bebek yang marah. Sedikit demi sedikit dia pun mulai berjalan meninggalkan lapangan golf. aligator ini pun diikuti oleh segerombolan bebek yang mengiring dia keluar lapangan.

Video berdurasi 36 detik ini begitu menarik perhatian para netizen. Bahkan mereka menuliskan beragam candaan berupa percakapan konyol antara bebek dengan aligator yang malang tersebut.

Butuh 20 Jam ke Pulau Banyak di Aceh, Tapi Surga Banget!

Perjalanan ke Pulau Banyak di Aceh Singkil membutuhkan waktu hingga 20 jam dari Banda Aceh. Kelelahan seketika sirna ketika melongok keindahan alamnya. Cantik banget!

Perjalanan dari Banda Aceh dapat ditempuh melalui jalur darat ke Aceh Singkil dalam waktu 15 hingga 16 jam. Jika bergerak dari Medan, Sumatera Utara jarak tempuhnya lebih singkat yaitu sekitar tujuh jam.

Setelah tiba di pusat kota Aceh Singkil, traveler menyambung lagi menuju ke pelabuhan penyeberangan untuk menyeberang ke Pulau Banyak. Ada dua pilihan transportasi tersedia. Pertama kapal fery dengan waktu berlayar sekitar empat jam dan kedua kapal kayu dengan lama perjalanan tiga hingga empat jam.

Harga tiket kedua transportasi ini tidak jauh beda. Untuk kapal feri, harganya berkisar Rp 25.000 hingga Rp 33.000. Sementara kapal kayu tiketnya dibandrol Rp 30.000. Hari-hari biasa, kapal feri rute Aceh Singkil-Pulau Banyak berlayar sebanyak tiga kali dalam seminggu. Total butuh 20 jam untuk sampai ke sana.

Bagi traveler yang ingin mempercepat durasi penyeberangan, tersedia satu alternatif. Pelancong dapat menyewa speedboat dengan harga sekitar Rp 1,8 juta dan lama perjalanan satu atau dua jam.

Kelebihannya, traveler yang menggunakan speedboat dapat langsung menuju ke pulau-pulau yang ingin dijelajahi. Sedangkan kapal kayu atau feri, hanya sampai ke Pulau Balai di Kecamatan Pulau Banyak.

Dari Pulau Balai inilah perjalanan menjelajah pulau-pulau dimulai. Traveler dapat menyewa boat nelayan yang tersedia di pelabuhan. Harganya tergantung ukuran boat dan bisa dinego.

"Untuk kapal besar harga sewa untuk 12 jam itu Rp 2,5 juta. Itu bisa muat puluhan orang," kata Feri (28) nahkoda kapal yang melayani penyeberangan antar pulau.

Menurut Feri, traveler biasanya menikmati keindahan Pulau Palambak, Pulau Panjang, Pulau Rangit dan sejumlah pulau kecil lainnya. detikcom berkesempatan menjelajahi pulau-pulau yang ditumbuhi pohon kelapa dengan pantainya berpasir putih serta air laut biru pada pekan lalu.

Saking jernihnya air, traveler dari atas kapal dapat melongok bawah laut dengan mata telanjang. Panorama keindahan alam yang tersajikan membuat kelelahan seketika hilang.

Di sana, ada dua pulau yang sudah dikembangkan dan punya resort yaitu Pulau Palambak dan Pulau Panjang. Jarak antar kedua pulau ini sekitar satu jam penyeberangan.

Pulau Panjang lebih ramai. Traveler di sana dapat mandi di laut, naik banana boat atau sekadar leyeh-leyeh. Jangan lupa siapkan kamera atau gawai untuk mengabadikan setiap momennya.

Sedangkan Pulau Palambak, tergolong lebih sepi. Pulau ini sangat menakjubkan. Hamparan pasir putih membentang sejauh mata memandang. Pohon-pohon kelapa yang tumbuh rapi membuat pulau ini sangat indah.

Air laut yang mengelilingi pulau jernih dan biru. Pulau ini juga sangat bersih sehingga membuat nyaman para traveler ketika menikmati keindahannya. Pulau ini memang dikhususkan sebagai lokasi wisata karena tidak ada masyarakat yang tinggal di sana.

Di pulau yang dikembangkan Pemkab Aceh Singkil ini tersedia balai-balai untuk traveler istirahat. Mandi di pantai ini dijamin sangat seru.

"Traveler ke sini rata-rata berangkat dari luar Medan. Kalau turis asing hampir setiap hari ada," jelas Feri.

Wisatawan ke pulau-pulau ini memang belum terlalu ramai. Pulau Banyak saat ini juga masih kalah hits dibanding pulau lain di Aceh. Padahal keindahannya bak surga dunia.

"Kalau ke Pulau Asok itu bisa snorkeling. Pengunjung di sini masih musiman," ungkap Feri.