Sabtu, 11 Januari 2020

Inilah 21 Traveler yang Gratis Main Salju ke Trans Snow World

 Trans Snow World di Bekasi menawarkan kesempatan traveler untuk menikmati salju tanpa jauh-jauh ke Eropa. Inilah 21 orang yang beruntung dapat tiket gratis ke sana.

Pada tanggal 9 Juli 2019, detikcom telah menempuh 21 tahun perjalanan yang mana para detikers memiliki peran penting di dalamnya. Kali ini detikcom menghadirkan program d'Amazing yang berlangsung selama 21 hari.

Salah satu program yang ditawarkan yaitu d'AMA21NG: Main Ke Trans Snow World Gratis. Ratusan traveler sudah mendaftar untuk memenangkan promosi seru ini.

Inilah 21 pemenang untuk d'AMA21NG: Main ke Trans Snow World Gratis:

1. Abigael Harianja
2. Yusriyyani Nabillah
3. Ani Triani
4. Karina Devi
5. Novia Maharani
6. Vici Fajar Adiansah
7. Sri Wahyuningsih
8. Tri Handayani
9. Margaretha
10. Reginald Marthen Alvaro Izaac
11. Silvi Enggar Budiarti
12. Aditya Sage Pamungkas
13. Tri Cahyono
14. Alexandra
15. Zuli
16. Anton Darmawan
17. Yayang Anggrenesia Mutiara
18. Dyan
19. Aldino Suryana
20. Rini
21. Yuli

Masing-masing pemenang akan mendapatkan hadiah berupa 2 tiket Masuk Trans Snow World di Bekasi. Pemenang akan dihubungi oleh tim detikcom, pastikan ponsel kalian aktif ya. Selamat berpuas-puas main salju ya!

Separuh Cinta Ada di Lombok

Lombok bisa menjadi destinasi yang begitu luar biasa bagi sebagian traveler. Apalagi untuk yang traveling pertama kalinya.

Sejak usia 19 tahun saya sudah mulai kuliah sambil kerja. Di usia 20 sampai 25 tahun, saya hanya sibuk dengan kerja, kerja, dan kerja. Tidak pernah ada keberanian untuk keluar dari kota kesayangan.

Sampai akhirnya di tahun 2016 untuk pertama kalinya saya liburan seorang diri dan yaitu cuma ke Lombok sih. Mungkin untuk sebagian orang tidak spesial tapi buat saya itu spesial banget.

Saking spesialnya, jadwal pesawat ke Lombok pukul 17.00 sore dan saya sudah standby di bandara dari pukul 10.00 pagi. Mungkin kedengarannya kampungan banget ya.

Tapi karena jarak dari rumah saya ke bandara itu 3 jam, jadi saya putuskan untuk berangkat lebih awal untuk menghindari macet. Tahunya malah nggak macet sama sekali. Hahaha.

Menunggu di abandara lebih dari 6 jam sudah sampai bikin saya mati gaya. Nggak tahu mau ngapain lagi. Akhirnya jam 5 pun tiba. Selama jalan kaki menuju pesawat, hati rasanya kayak nano-nano, senang, sedih, deg-degan juga karena itu pertama kalinya saya naik pesawat.

Saat pesawatnya sudah landing dan saya lihat tulisan Lombok gede banget di bandaranya, mata sudah berkaca-kaca. Mau menangis tapi malu sama orang-orang. Singkat cerita saya jatuh cinta dengan Lombok. Karena harus kembali kerja, jadi nggak bisa lama menikmati Lombok.

Dan jodoh tuh siapa yang tahu ya. Akhirnya saya menikah dengan orang Australia, yang mimpi saja saya nggak pernah. Jadi sekarang sudah nggak kampungan lagi naik pesawat, karena bolak balik terus Australia-Indonesia.

Sebelum saya lihat Dream Destination Dubai ini, Saya sudh kepikiran terus tentang Dubai. Kayaknya saya bakal jatuh cinta sama Dubai mungkin lebih dari Lombok. Karena Dubai tuh eksotis banget, salah satu negara yang paling cepat juga pertumbuhannya, mulai dari infrastruktur, fasilitas, shopping center. Semoga bisa menginjakian kaki di Dubai cepat atau lambat.

Melihat Indahnya Danau Toba dari Hotel Bintang 4 Pertama di Balige

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengunjungi lokasi Pembangunan Hotel Labersa. Labersa merupakan hotel berbintang 4 pertama di Balige, Tobasa. Kehadiran Labersa digadang-gadang akan memperkuat amenitas di Danau Toba.

Kehadiran Menpar turut didampingi Bupati Toba Samosir Darwin Siagian dan Dirut PT Hutahaean St HW Hutahaean dan Dirut BODT Arie Prasetyo.

Rombongan menteri bersama bupati, diajak oleh Dirut PT Hutahaean berkeliling memantau progres pembangunan hotel tersebut. Dari lantai 9 hotel itu, mereka menikmati pemandangan yang langsung ke Danau Toba.

Tak hanya view Danau Toba, dari puncak bangunan ini juga dapat dinikmati pemandangan alam ke Bukit Barisan yang terlihat sangat jelas.

Tepat di sebelah pintu masuk Hotel Labersa yang sedang dibangun, telah berdiri Batikta, toko oleh-oleh dan sekaligus rest area di Balige bagi wisatawan yang melintas dari akses rute Silangit menuju Parapat, Danau Toba.

"Saya berterima kasih dulu dan semoga bisa diluncurkan saat Natal (Desember) tahun ini. Dan Saya juga janji akan datang kembali ke sini saat diresmikam nanti," ujar Arief dalam keterangan tertulis, Sabtu (20/7/2019).

Arief menambahkan, kunjungan jumlah turis di Danau Toba akan ditarget mencapai satu juta wisatawan. Target itu akan dicapai, meski saat ini jumlah wisatawan yang hadir ke Danau Toba berjumlah 300 ribu pengunjung.

Menurut Menpar, dari jumlah satu juta pengunjung itu akan menghasilkan proyeksi devisa sebanyak US$ 1 miliar. Sehingga dengan US$ 1 miliar devisa artinya akan menghasilkan Rp 14 triliun.

"Kalau US$ 1 miliar USD itu berarti Rp 14 triliun. Kalau dapat menghasilkan Rp 14 triliun dan saya harus investasi di sini Rp 2 triliun, itu adalah hal yang kecil," ungkapnya.

Menpar Arief Yahya mengaku tidak sabar untuk hadir kembali pada saat nanti pembangunan rampung. Dirinya bersedia melakukan peresmian Hotel Labersa bersama Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, yang diharapkan dapat dilakukan pada September 2019.

Bupati Toba Samosir, Darwin Siagian juga memberi dukungan kehadiran Hotel dan Waterpark Labersa Toba tersebut. Dia berharap pengerjaan selesai tepat waktu, sebagai upaya mendukung pemerintah untuk membangun infrastruktur di kawasan Toba.

"Kalau di kawasan Toba Samosir pasti bakal ada lagi pembangunan. Tapi itu nanti Badan Otoritas Danau Toba yang ngelola semua. Ada beberapa hotel, resort-resort yang akan dibangun di Sibisa nanti. Intinya kita mendukung program pemerintah," kata Darwin.

Labersa yang artinya Delapan Bersaudara ini dibangun pengusaha St Harangan Wilmar Hutahaean. Wilmar sengaja berinvestasi di Balige guna mendukung pariwisata Danau Toba dengan membangun fasilitas hotel berbintang empat di kampung halamannya.

"Hotel ini dibangun sebagai amanat mengingat petuah orang tua Batak terdahulu 'Ingot Bona Ni Pinasam' (Ingat Kampung Hala-manmu). Hotel itu dibangun di atas luas lahan ± 6 Ha, Labersa Hotel (4 star) dengan pemandangan langsung ke Danau Toba," ujarnya.

Dikatakan Harangan Wilmar, hotel dibangun dengan kapasitas 120 kamar serta dilengkapi dengan Water Park dan Theme Park. Investasi pembangunan Hotel, Waterpark dan Themepark yang ditargetkan rampung akhir tahun ini mencapai Rp 530 miliar.

"Saat ini progres pembangunan 58% dan direncanakan pembangunan akan selesai pada akhir November 2019. Agustus 2019 sudah akan mulai melakukan rekrut pegawai, diutamakan dari masyarakat sekitar," ungkapnya.