Senin, 13 Januari 2020

Dani Alves Bikin Pariwisata Indonesia Makin Mendunia

Dani Alves, pesepakbola asal Brasil liburan ke Bali. Itu menambah daftar pemain sepakbola top dunia yang liburan ke Indonesia.

Sejak Sabtu (13/7) kemarin, Dani Alves diketahui tiba di Bali bersama sang istri, Joana Sanz. Pesepakbola Brasil tersebut liburan ke Bali untuk berbulan madu.

Sebelum Dani Alves, sudah ada dua pesepakbola top dunia yang lebih dulu liburan ke Indonesia. Mereka adalah Arjen Robben dan David Beckham.

Arjen Robben datang ke Indonesia pada bulan Juni 2018. Bintang pesepakbola Belanda yang jadi legenda di Bayern Munich tersebut, menghabiskan waktu di Labuan Bajo.

Kabarnya, Robben bersama keluarga menikmati live on board alias berlayar dan tidur di dalam kapal. Serta, mereka mengunjungi Pulau Komodo untuk melihat si Naga Purba.

Sedangkan David Beckham, legenda Manchester United sudah beberapa kali datang ke Indonesia, baik untuk urusan bisnis dan liburan. Di bulan Agustus 2018 tepatnya, Beckham bersama keluarga mengunjungi Bali dan Sumba.

Selama di Bali, pemain yang juga pernah memperkuat Real Madrid ini mengunjungi air terjun, menginap resort mewah, main-main di pantai dan menyaksikan tarian Bali. Saat di Sumba, Beckham menghabiskan waktu 1 minggu di sana.

Datangnya pesepakbola top dunia ke Indonesia disebut sebagai suatu berkah. Artinya, keindahan destinasi wisata di Indonesia makin mendunia.

"Kedatangan pesepakbola top dunia akan membuat pariwisata Indonesia makin dikenal dunia. Mereka pemain-pemain top yang punya banyak fans," kata Guntur Sakti, Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata kepada detikcom, Senin (15/7/2019).

Menurut Guntur, ketika Dani Alves memposting foto-foto di Bali, itu sudah jadi promosi gratis. Followers Instagram Dani Alves sendiri, sebanyak 21 juta lebih.

"Saat mereka memposting di sosial media, orang-orang di seluruh dunia akan tahu dan orang-orang akan penasaran seindah apa sih Bali dan Indonesia," terangnya.

Soal Dani Alves yang liburan ke Bali, Guntur berujar, Bali memang destinasi yang sudah mendunia. Banyak aktivitas wisata di Bali dan lengkap, dari alam, kuliner hingga budaya ada!

"Pilihan Dani Alves berlibur ke Bali tentu bukan alasan. Pulau Dewata ini selalu menjanjikan pesona alam dan budayanya yang memberi kenangan indah," tutur Guntur.

"Kita berharap semoga Dani Alves senang dan dapat melanjutkan perjalanannya ke berbagai destinasi wisata di daerah lain di Indonesia, yang menjanjikan pesona yang berbeda," tutupnya.

Pesona Maldives di Rusia, Cantik Tapi Berbahaya!

Perairan biru yang tenang dengan warna biru cantik jadi pesona danau ini. Disebut sebagai Maldives Rusia, ternyata ada fakta mengagetkan di baliknya. Apa ya?

Mendengar nama Maldives, yang terbesit di pikiran kita adalah keindahan yang eksotis. Maldives yang asli sebenarnya berlokasi di Sebelah Barat Daya Sri Lanka. Namun, Maldives-nya Indonesia juga tak kalah indah.

Ada kepulauan Derawan, Kalimantan, Pulau Sombori, Sulawesi Tengah, Raja Ampat, Papua Barat, Kepulauan Kei, Maluku Tenggara hingga Pulau Cinta, Gorontalo. Lampung juga punya Maldives yang bernama Pulau Tegal Mas dengan keindahan laut mirip seperti Maldives.

Danau di Rusia yang tampak jernih dan biru seperti laut Maldives ternyata berbahaya. Berikut beberapa fakta soal Novosibirsk Maldives yang dirangkum dari beberapa sumber oleh detikTravel.

1. Lokasi

Danau cantik yang sekilas mirip seperti laut Maldives ini berlokasi di Siberia, Rusia. Disebut-sebut Maldives Rusia, tetapi nama asli danau ini adalah Novosibirsk TEZ-5.

Danau ini sudah dibuat sejak tahun 1970 dan jadi danau buatan terbesar yang pernah dibangun di Siberia, Rusia.

2. Dinamakan Maldives Lake

Kenapa danau ini kerap dinamakan Maldives Lake? Karena danau ini memiliki warna yang cantik mirip sekali dengan warna perairan Maldives Island. Memiliki warna hijau toska dengan semburat warna biru sangat enak dipandang mata.

Gempa di Bali, Wisatawan Diimbau Update Informasi

Gempa dengan magnitudo 6 terjadi di Nusa Dua, Bali pagi ini. Wisatawan di sana diimbau untuk update informasi.

Gempa tersebut terjadi pukul 08.18 WITa. Lokasi gempa ada di koordinat 9,11 Lintang Selatan dan 114,54 Bujur Timur.

Pusat gempa ada di 83 km arah barat daya Nusa Dua.Hiposenter gempa ada di kedalaman 68 km. Gempa ini dilaporkan tak berpotensi tsunami.

Dari pernyataan Tim Crisis Center Kementerian Pariwisata seperti dalam siaran pers yang diterima detikcom, Selasa (16/7/2019) dilaporkan bahwa beberapa fasilitas publik mengalami kerusakan ringan. Badan Penanggulangan Bencana Pusat dan Daerah sedang melakukan asesmen dampak gempa.

Kementerian Pariwisata terus berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan pariwisata di Bali untuk mendapatkan informasi sektor pariwisata terdampak. Saat ini, Bandara Internasional Ngurah Rai tetap beroperasi secara normal.

Wisatawan yang berada di Pulau Dewata, juga diimbau untuk terus meng-update informasi. Serta, mengikuti instruksi dari pihak-pihak terkait.

"Kementerian Pariwisata mengimbau wisatawan untuk mengikuti instruksi pemerintah dan memperbarui informasi mereka dari akun resmi pemerintah, seperti @Kemenpar_RI, @BNPB_Indonesia, @baliairports, dan @infoBMKG," tulis pernyataannya.

Cara Unik Australia Merayakan Natal di Bulan Juli

Kalau biasanya Natal jatuh pada Desember, sedikit berbeda dengan Australia. Negeri Kangguru ini merayakan Natal pada bulan Juli dengan Winter Night Market.

Kegembiraan Natal umumnya dirasakan pada Bulan Desember. Namun Australia punya tradisi yang sedikit berbeda. Australia akan kembali merayakan Natal pada Bulan Juli.

Bukan tanpa sebab, hal ini dikarenakan oleh budaya Eropa dan Inggris yang merayakan Natal pada musim dingin. Sedangkan pada Bulan Desember, Australia sedang mengahadapi musim panas.

Untuk tetap terkoneksi dengan Natal ala nenek moyang, warga Australia akan kembali merayakan Natal pada bulan Juli. Bulan di mana musim dingin tiba.

Tapi ini bukan Natal sungguhan, hanya selebrasi dengan salju dan musim dingin. Natal di Bulan Juli ditandai dengan adanya Winter Night Market. Seperti yang detikcom lihat di Melbourne, Australia awal Juli lalu.

Ada apa saja di sana?

Winter Night Market kembali hadir ke Queen Victoria Market, Melbourne menyajikan beragam kuliner lezat dari 30 lebih vendor kuliner berbagai bangsa. Sebut saja di antaranya The Black Sheep, Brazilian Barbeque, dan Hot Doughnuts, yang seolah menjadi primadona di malam itu.

Pasar kala itu disulap menjadi dunia musim dingin untuk merayakan Natal pada bulan Juli. Ya, hanya setiap Rabu di bulan Juli saja pengunjung bisa menikmati event seperti ini. Queen Victoria Market di Melbourne, memang tempat wisata di Australia yang favorit.

Event yang digelar sejak bulan Juni hingga 28 Agustus 2019 ini tak hanya menghadirkan beragam kuliner saja, tetapi juga panggung hiburan dan stand suvenir, dari mulai dompet, tas, hingga boneka yang nuansanya Australia banget.

Oh iya, jangan lupakan wine alias anggur yang ada di sini. Tentu bisa menghangatkan malam night market kali ini, bukan?

Soal suasana? Jangan ditanya. Rasa-rasanya hampir sulit mencari tempat untuk sekadar duduk santai sambil menikmati barbeque atau pasta dengan tenang di sini.

Acara yang dimulai sejak pukul 17.00 waktu Melbourne kali ini makin meriah dengan hadirnya salju buatan dan gemerlap pohon Natal mini. Salju buatan turun dan menambah kemeriahan night market bersama suara ceria dari para penyanyi Natal.