Minggu, 12 Januari 2020

Citilink Mau Tambah Frekuensi Penerbangan Kuala Lumpur-Banyuwangi

Maskapai LCC Citilink berniat menambah frekuensi penerbangan rute Kuala Lumpur-Banyuwangi. Rencananya, penerbangan internasional Citilink Kuala Lumpur-Banyuwangi akan ditingkatkan dari 1x per minggu menjadi 2x per minggu. Penambahan ini mulai efektif 1 Agustus 2019.

Membahas soal ini, Kementerian Pariwisata menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Hotel Aston Banyuwangi, 16 Juli 2019 yang mengahdirkan narasumber dari maskapai Citilink, Pemkab Banyuwangi, ASITA, PHRI, VITO Malaysia, dan Kemenpar.

Peserta yang dilibatkan cukup beragam. Baik dari kalangan pemerintah pusat dan daerah maupun stakeholders industri terkait dari wilayah Jawa Timur khususnya Banyuwangi.

Dalam FGD, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas memaparkan strategi dan plan pengembangan destinasi Banyuwangi ke depan. Termasuk pengembangan infrastruktur dan amenitasnya.

"Saya gembira dengan langkah Kemenpar mengadakan event ini. Diharapkan kunjungan wisatawan mancanagera khususnya dari hub Kuala Lumpur Malaysia dapat meningkat secara signifikan," ujar Bupati Anas dalam keterangan tertulis, Rabu (17/7/2019).

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata Rizki Handayani mengatakan, tujuan dari diadakannya FGD ini untuk memberikan pandangan kepada industri terkait mekanisme pembuatan paket Hot Deals Banyuwangi.

"Industri diarahkan untuk berkolaborasi membuat paket yang sangat kompetitif. Tujuannya menarik wisman untuk berkunjung ke destinasi-destinasi di Banyuwangi," ujar Rizki.

Dikatakannya, Banyuwangi terbilang lengkap dari sisi 3A seperti akses, akraksi dan amenitas yang terus menerus dikembangkan.

"Destinasinya pun komplit, mulai dari underwater, landscape seperti savana, hingga gunung pun ada," tambahnya.

Citilink juga mengabarkan bahwa maskapai tersebut sudah mendapatkan slot di bandara I Gusti Ngurah Rai untuk rute Banyuwangi-Denpasar. Ini semakin menambah lengkapnya pilihan paket wisata yang akan dibuat oleh para travel agent dan menarik bagi wisatawan untuk mencoba paket Banyuwangi dan Bali.

Sementara Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional II Kemenpar Adella Raung mengatakan saat ini Citilink juga sudah memiliki rute BWX-CGK pp, BWX-SUB pp dan BWX-MDC pp. Sehingga sebagai destinasi, Banyuwangi bisa berperan sebagai End Destination, Twin Destination (Banyuwangi-Bali) dan bagian dari WI journey.

"Namun perlu memperbaiki strategi promosi rute ini di Malaysia agar lebih efektif menjaring wisman. Karena sejauh ini rute BWX-KUL pp lebih banyak terisi oleh wisnas. Untuk itu Citilink, Kemenpar dibantu VITO Malaysia segera akan menyiapkan program marketingnya," ungkap Adella.

Adella mengungkapkan, Kadispar Banyuwangi juga segera akan memimpin workshop bersama seluruh industri pariwisata Banyuwangi. Workshop untuk menghasilkan paket Hot Deals yang kompetitif (air fare, hotel rate, tarif atraksi, rental kendaraan, biaya agent, dll).

Sementara, ASITA Pusat akan bekerja sama dengan Tourism Board Malaysia untuk menunjuk 10 TA/TO di Malaysia sebagai business partner yang akan menjual paket/tiket Banyuwangi. Sedangkan VITO Malaysia diminta membantu memfasilitasi komunikasi dengan stakeholders pariwisata di Malaysia (KL).

"Semua stakeholder dilibatkan. Baik Akademisi, Bisnis/Industri pariwisata, Government, Community dan Media (ABGCM) untuk mencari peluang pasar," kata Adella.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menilai, peningkatan frekuensi rute internasional Kuala Lumpur-Banyuwangi menjadi bukti komitmen Citilink Indonesia. Terutama dalam membantu pengembangan pariwisata Indonesia.

"Hal ini diharapkan mampu mempercepat proses go International Banyuwangi. Khususnya sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Indonesia," ujar Menpar Arief Yahya.

Menurut Menpar Arief Yahya, Banyuwangi memiliki potensi pariwisata yang luar biasa untuk dikembangkan. Seperti Kawah Ijen yang identik dengan blue fire, Taman Nasional Baluran, dan Pantai G-Land, yang banyak diminati wisman.

"Terima kasih Citilink yang turut berkontribusi aktif dalam program Pemerintah Indonesia untuk mendatangkan 20 juta wisatawan mancanegara pada tahun 2019," pungkas Arief.

Cantik Rupawan Pulau Lengkuas di Bumi Laskar Pelangi

Bumi Laskar Pelangi alias Belitung diberkahi pantai-pantai yang cantik. Salah satunya adalah Pulau Lengkuas dengan mercusuar ikonik.

Pulau Lengkuas terletak di Provinsi Bangka Belitung, dapat ditempuh dari Pantai Tanjung Kelayang. Kalau dari kota Tanjung Pandan, dapat ditempuh sekitar 20-30 menit, kemudian naik kapal sekitar 15-20 menit.

Salah satu yang ikonik dari pulau ini adalah Mercusuar yang menjulang tinggi. Mercusuar dibangun pada jaman pemerintahan kolonial Belanda pada tahun 1882 silam. Dengan tinggi 18 lantai mercusuar ini masih kokoh dan berfungsi dengan baik sebagai penuntun kapal yang keluar masuk Pulau Belitung.

Namun sayang, sejak tahun 2016 pengunjung sudah tidak diperbolehkan lagi naik ke atas mercusuar karena alasan keamanan. Jadilah hanya bisa berkeliling di sekitarnya saja.

Tapi jangan khawatir, di sekitarnya masih banyak atraksi yang bisa dilihat. Seperti pasir putih dengan hamparan laut biru yang cantik banget. Dijamin, betah kalau duduk santai di sana.

Saat detikcom datang, angin cukup kencang dan matahari sedang cerah-cerahnya sekitar pukul 10 pagi. Hamparan pasir putih terlihat jelas, begitupun gradasi air laut biru yang menyejukkan mata.

Sejumlah orang yang berkunjung biasanya bermain pasir karena ombak yang cenderung tenang. Ada juga yang menikmati dengan bersantap, karena beberapa penjual makanan juga tersedia di sini.

Kapal-kapal berjejer di bagian depan pulau, membawa pengunjung yang asyik bermain ke sana. Bisa dibilang pantai cukup bersih sehingga kegiatan mantai pun cukup nyaman dilakukan.

Selain itu, traveler juga harus mencoba snorkeling. Beberapa biota laut bisa ditemukan, dengan ikan-ikan yang bervariasi. Jangan lupa mengabadikan momen dengan membawa underwater camera ya!

Batu-batu granit, yang jadi ikon pulau di Belitung juga ada di Pulau Lengkuas. Wisatawan pun umumnya mengabadikan momen di sini. Hati-hati jika naik ke atas batu, jangan sampai terjatuh. Karena jika basah, cenderung licin.

Untuk masuk ke Pulau Lengkuas, traveler pun tidak perlu membayar biaya alias gratis. Jika ikut agen perjalanan, umumnya traveler akan di bawa ke sini sebagai salah satu tempat yang paling populer.

Citilink Mau Tambah Frekuensi Penerbangan Kuala Lumpur-Banyuwangi

Maskapai LCC Citilink berniat menambah frekuensi penerbangan rute Kuala Lumpur-Banyuwangi. Rencananya, penerbangan internasional Citilink Kuala Lumpur-Banyuwangi akan ditingkatkan dari 1x per minggu menjadi 2x per minggu. Penambahan ini mulai efektif 1 Agustus 2019.

Membahas soal ini, Kementerian Pariwisata menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Hotel Aston Banyuwangi, 16 Juli 2019 yang mengahdirkan narasumber dari maskapai Citilink, Pemkab Banyuwangi, ASITA, PHRI, VITO Malaysia, dan Kemenpar.

Peserta yang dilibatkan cukup beragam. Baik dari kalangan pemerintah pusat dan daerah maupun stakeholders industri terkait dari wilayah Jawa Timur khususnya Banyuwangi.

Dalam FGD, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas memaparkan strategi dan plan pengembangan destinasi Banyuwangi ke depan. Termasuk pengembangan infrastruktur dan amenitasnya.

"Saya gembira dengan langkah Kemenpar mengadakan event ini. Diharapkan kunjungan wisatawan mancanagera khususnya dari hub Kuala Lumpur Malaysia dapat meningkat secara signifikan," ujar Bupati Anas dalam keterangan tertulis, Rabu (17/7/2019).

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata Rizki Handayani mengatakan, tujuan dari diadakannya FGD ini untuk memberikan pandangan kepada industri terkait mekanisme pembuatan paket Hot Deals Banyuwangi.