Kamis, 16 Januari 2020

Pasca Tsunami Banten, Menpar: Lampung Fully Recovered

Hari ini Menteri Pariwisata (Menpar) Menpar Arief Yahya meninjau Terminal Merak - Bakauheni. Dia sekaligus meninjau Lampung pasca Tsunami Banten.

Tsunami Banten yang terjadi pada bulan Desember akhir tahun 2018 lalu telah meluluhlantakkan pariwisata di Banten hingga Lampung. Setengah tahun berlalu, Menpar Arief Yahya pun kembali meninjau kondisi pariwisata di lapangan dalam kunjungan kerja hari Jumat ini (5/7/2019).

"Sebenarnya saya ke sini dalam rangka recovery Selat Sunda aman. Tadi laporannya menggembirakan dan tidak menggembirakan," ujar Arief.

Arief mengatakan, pasca tsunami Banten daerah di sekitar termasuk Lampung mulai berangsur pulih. Hal itu pun dijelaskannya usai mendapat laporan kunjungan wisatawan saat Lebaran lalu yang cukup baik.

"Yang menggembirakan lebaran kemarin okupansinya hampir normal 100% tapi setelah itu baru 70% lah kalau dirata-rata, tapi untuk Lampung udah fully recovered," ujar Arief di lokasi.

Lebih lanjut, kehadiran Terminal Eksekutif Merak Sosro dan Bakauheni yang kian baik juga kembali membuka potensi untuk wisata overland seperti dahulu kala. Terlebih didukung oleh harga tiket pesawat domestik yang kian mahal dewasa ini.

"Ada beberapa kebetulan yang terjadi. Tol jadi nih Trans Sumatra dan Trans Jawa sampai pintunya di depan. Yang kedua tiket pesawat mahal, terjadilah overland seperti dulu lagi," ujar Arief.

Dijelaskan, sekarang Jakarta ke Merak butuh waktu 2 jam plus 1 jam untuk menyeberang. Dengan waktu yang tak terlalu lama itu traveler sudah bisa menikmati atraksi yang berbeda. Tak menutup kemungkinan pula kalau terminal itu bisa jadi atraksi wisata.

"Bisa, jadikan saja ini pusat wisata. Cukup luas katanya lebih dari 700 hektar. Jadikan saja resort, nggak perlu khawatir. Ada banyak sekali partner yang kita kerjasama untuk membangun tourism resort di mari," tutup Arief.

6 Keseruan 'Little Venice', Miniatur Kota Venesia di Bogor

Little Venice termasuk dalam kawasan wisata puncak Bogor favorit. Dengan berkunjung ke sana akan membuat kamu merasakan sedang berada di Kota Venesia, Italia.

Little Venice beralamatkan di Batubalang, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur Jawa Barat. Lokasinya masih berada dalam kawasan Kota Bunga.

Dengan keindahan dan udaranya yang sejuk dapat membuat liburan bersama keluarga atau teman lebih menarik. Banyak pengunjung yang yang datang untuk berfoto karena spot-spot Instagramable-nya.

Apa saja yang menjadi daya tarik Little Vanice lainnya? Berikut beberapa fakta menarik dan seru yang detikTravel himpun dari berbagai sumber.

6 Keseruan 'Little Venice', Miniatur Kota Venesia di BogorLittle Venice yang berada di Bogor. Foto: detikTravel

1. Miniatur Kota Venesia

'Little Venice' merupakan miniatur dari Kota Venesia, Italia yang bisa dirasakan oleh masyarakat Indonesia. Dengan konsep tempatnya yang mirip dengan Kota Venesia membuat kita seolah-olah sedang berada di luar negeri. Inilah yang menjadi daya tarik kota wisata ini.

2. Berkeliling dengan Gondola

Wahana gondola yang disuguhkan membuat kamu seakan benar-benar tengah berada di Venesia. Di sepanjang perjalanan menggunakan gondola, kamu akan menikmati keindahan arsitektur bagunan-bangunannya. Mengajak pasangan bisa menjadi pilihan terbaik karena suasana yang disajikan cukup romantis.

3. Wahana Air yang Menyenangkan

Wahana air yang bisa kamu nikmati tidak saja gondola. Kamu bisa mencoba wahana kapal, perahu, sepeda air, rubber boat, perahu naga, dan lainnya. Masing-masing wahana ini memiliki tiket yang berbeda, dan pastikan kamu manyakan sebelum mencobanya ya.

Seperti Inilah Al Quran Raksasa

Palembang punya destinasi wisata religi yang buat takjub. Inilah Al Quran raksasa!

Palembang bukan hanya terkenal dengan pempe, tetapi palembang juga memiliki berbagai macam tempat wisata yang tak kalah menarikanya dari Jembatan Ampera. Salah satu wisata yang menakjubkan ialah Wisata Religi Al - Qur'an Raksasa yang berlokasi di Jalan M Amin Fauzi, Soak Bujang, RT 03, RW 01, Kelurahan Gandus, Kecamatan Gandus, Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel).

Museum ini didirikan pada tahun 2011 yang menghabiskan dana sekitar Rp 2 M dan membutuhkan waktu sekitar 7 tahun dalam pembuatannya. Bahan utamanya pun terbuat dari kayu tembesu, yaitu kayu yang tumbuh di hutan rawaƂ  di Sumatra.

Di museum ini terdapat Al Quran berukuran raksasa dengan 30 juz ayat suci Al Quran yang dipahat atas kayu tembesu berukuran panjang 177 cm dengan ketebalan 2,5 cm. Telah diakui oleh MURI sebagai Al Quran terbesar dan terberat di dunia.

Al Quran di museum ini bisa dibolak-balik layaknya kalian membuka sebuah pintu, dan terdiri dari 5 lantai yang dimana setiap lantainya terdiri dari 3 juz. Ukiran ayat Al Quran-nya pun berwarna emas dan di latari dengan warna dasar cokelat yang membuat mata tak bisa lepas dari pandangan karena takjub akan ayat-ayat Al Quran yang indah.

Semakan hari kian banyak pengunjung yang berdatangan ke museum ini. Baik yang hanya memuaskan rasa penasarannya saja atau pun wisata rohani, dari masyarakat lokal dalam maupun luar negeri. Bahkan turis dari mancanegara, terutama dari negara-negara Arab banyak yang sengaja berkunjung untuk membuktikan sendiri karya seni yang tiada duanya dan ingin melihat keindahan, kemegahannya.

Bagi Anda yang berasal dari luar Kota Palembang, akses menuju lokasai destinasi tersebut bisa dimulai dari pendaratan di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang. Selanjutnya, pilihan untuk anda bisa menggunakan taksi atau menumpang alat transportasi umum kebanggaan wong Palembang, yakni Trans Musi atau pun LRT Palembang

Jika menggunakan taksi, mungkin Anda perlu mengeluarkan uang ongkos sekitar Rp 100 ribuan dengan waktu tempuh sekitar 30 menit. Tapi kalau menggunakan Trans Musi atau LRT Palembang cukup membayar Rp 5.500.

Perlu di perhatikan lagi, jika Anda ingin berkunjung ke museum ini perlu menaati peraturan yang telah berlaku, yaitu berpakaian sopan menutupi aurat. Untuk masuk ke sini Anda tidak perlu mengeluarkan banyak uang, cukup Rp 5.000.

Pasca Tsunami Banten, Menpar: Lampung Fully Recovered

Hari ini Menteri Pariwisata (Menpar) Menpar Arief Yahya meninjau Terminal Merak - Bakauheni. Dia sekaligus meninjau Lampung pasca Tsunami Banten.

Tsunami Banten yang terjadi pada bulan Desember akhir tahun 2018 lalu telah meluluhlantakkan pariwisata di Banten hingga Lampung. Setengah tahun berlalu, Menpar Arief Yahya pun kembali meninjau kondisi pariwisata di lapangan dalam kunjungan kerja hari Jumat ini (5/7/2019).

"Sebenarnya saya ke sini dalam rangka recovery Selat Sunda aman. Tadi laporannya menggembirakan dan tidak menggembirakan," ujar Arief.

Arief mengatakan, pasca tsunami Banten daerah di sekitar termasuk Lampung mulai berangsur pulih. Hal itu pun dijelaskannya usai mendapat laporan kunjungan wisatawan saat Lebaran lalu yang cukup baik.

"Yang menggembirakan lebaran kemarin okupansinya hampir normal 100% tapi setelah itu baru 70% lah kalau dirata-rata, tapi untuk Lampung udah fully recovered," ujar Arief di lokasi.

Lebih lanjut, kehadiran Terminal Eksekutif Merak Sosro dan Bakauheni yang kian baik juga kembali membuka potensi untuk wisata overland seperti dahulu kala. Terlebih didukung oleh harga tiket pesawat domestik yang kian mahal dewasa ini.

"Ada beberapa kebetulan yang terjadi. Tol jadi nih Trans Sumatra dan Trans Jawa sampai pintunya di depan. Yang kedua tiket pesawat mahal, terjadilah overland seperti dulu lagi," ujar Arief.