Minggu, 02 Februari 2020

Destinasi Wisata Madura Ini Jarang Diketahui Turis

Pulau Madura termasuk yang eksotis dari Pulau Jawa. Kalau ke sana jangan lupa abadikan destinasi-destinasi wisata ini ya!
Kali ini saya berkesempatan untuk mengunjungi Pulau Madura. Seperti biasa perjalanan saya melalui jalur udara dari Soekarno Hatta menuju Bandara Juanda. Perjalan dari Surabaya menuju Madura yaitu sekitar 1 jam dengan motor maupun mobil ada juga bis yang bisa kita naiki dari Terminal Bungurasih.

Pulau Madura adalah pulau yang berada di provinsi Jawa Timur yang terbagi menjafi 4 kabupaten, yaitu Bangkalan, Sumenep, Pamekasan dan Sampang. Kali ini saya hanya bisa bercerita salah satu kabupaten saja yaitu Bangkalan.

Bangkalan adalah Kabupaten terluar dan yang terdekat dari arah Surabaya yang mempunyai jembatan di atas laut yaitu Jembatan Suramadu yang dibangun oleh pemerintahan SBY. Langsung saja tempat yang membuat saya kagum ialah Gua Pote.

Goa Pote merupakan bekas tambang kapur yang sekarang menjadi tempat remaja untuk berfoto dan menghabiskan ujung pekan karena tempat nya sangat unik dan intragramable. Di sana mata kita dimanjakan dengan perbukitan putih yang menjulang dan di hiasi ornamen yang sangat indah.

Selanjutnya ada juga Mercusuar TNI AL. Ini bukan tempat wisata tapi hanya mercusuar yang tidak banyak orang mengetahuinya. Tidak ada pungutan biaya sepeserpun untuk melihat dan memasuki kawasan tersebut.

Namun sayang kita belum menjadi orang yang beruntung untuk bisa masuk dan naik ke mercusuar tersebut. Kita hanya bisa melihat dari luarnya saja. Tapi destinasi ini cukup memukau mata juga karena berseberangam dengan laut.

Sate Ratu Yogyakarta, Destinasi Wisata Kuliner Turis 72 Negara

Liburan ke Yogyakarta tak lengkap jika tak wisata kuliner. Kota ini dikenal dengan ragam kuliner yang nikmat dan murah meriah. Mendengar Yogyakarta, pasti langsung teringat gudeg. Selain gudeg, masih banyak kuliner yang wajib dicoba. Salah satunya adalah Warung Sate Ratu. Kuliner ini wajib masuk itinerari traveler.

Warung Sate Ratu yang didirikan sejak 2016 ini sukses mengundang banyak wisatawan lokal maupun turis asing. Hingga April 2019, Warung Sate Ratu telah menerima tamu dari 72 negara seperti Jepang, China, Korea, Singapura, Aruba, Saudi Arabia, Maroko, hingga Tanzania.

Ramainya Warung Sate Ratu karena menu yang disajikan sangat nikmat dan berbeda dari sate biasanya. Belum lagi harganya yang murah meriah, yakni sekitar Rp 20 ribuan. Tak heran jika Warung Sate Ratu selalu ramai wisatawan maupun warga lokal.

Warung Sate Ratu milik Fabian Budi Seputro ini punya ragam menu yang sedap nikmat. Jika ke sana, cicipi sate merah yang dibuat dari potongan daging ayam besar empuk juicy. Tambah nikmat, sate merah dilumuri bumbu rempah spesial yang dicampur cabai.

Pesan juga sate lilit basah yang dihidangkan tanpa tusuk sate dan sedikit berkuah. Sate ini diolah dari daging ayam cincang lalu diuleni dengan bumbu spesial. Kemudian dikukus dengan dipanaskan dengan mentega. Terakhir, lengkapi wisata kuliner traveler menu ceker tugel yang gurih pedas mirip bumbu rica-rica.

Salah satu kunci Sate Ratu diminati banyak wisatawan adalah menunya selalu disajikan fresh. Maka kualitas dan cita rasanya tetap terjaga. Hal ini pula yang mengantarkan Warung Sate Ratu meraih banyak penghargaan seperti 'Certificate of Excellence' dari Trip Advisor pada 2017 dan 2018.

Bahkan Sate Ratu terpilih menjadi 1 dari 22 besar finalis nasional Penerus Warisan Kuliner Kecap Bango dari 7.000 peserta serta 1 dari 95 Food Startup Indonesia yang terkurasi dari ratusan food startup se-Indonesia yang diadakan Bekraf.

Yuk, liburan ke Yogyakarta dan wisata kuliner di Warung Sate Ratu! Sebagai informasi, warung sate ini belum memiliki franchise dan cabang di manapun. Jadi satu-satunya Warung Sate Ratu berlokasi di Jogja Paradise Food Court, Jalan Magelang KM. 6, Sleman, Yogyakarta (depan The Rich Hotel).

Festival Crossborder Keerom Ajak Traveler Kenali Satwa Langka Papua

 Bumi Papua dikenal memiliki banyak satwa khas, di antaranya bahkan berstatus langka. Melalui Festival Crossborder Keerom 2019, kampanye pelestarian satwa langka pun dilakukan. Menurut Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya, Festival Crossbroder Keerom juga menawarkan beragam konten terbaik.

"Bisa menikmati satwa langka di alam tentu menjadi sesuatu yang luar biasa. Bagi pengguna aktif media sosial, satwa langka di alam Keerom adalah konten terbaik. Saat menikmati Festival Crossborder Keerom 2019, pastikan luangkan waktu guna mengeksplorasi sisi eksotis tersebut. Bila mengunggahnya di media pasti akan mendapatkan banyak likes," kata Menteri asal Banyuwangi ini dalam keterangan tertulis, Senin (22/4/2019).

Di Keerom sendiri ada 3 jenis satwa yang cukup dikenal, yaitu Burung Cenderawasih Kuning-Besar, Kakaktua Raja, dan Kakaktua Besar Jambul Kuning. Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenpar Muh Ricky Fauziyani juga mengungkapkan bahwa Papua dan Keerom memiliki potensi fauna yang perlu dilestarikan.

"Papua dan Keerom punya kekayaan hayati yang luar biasa. Potensi besarnya harus dilestarikan, apalagi faunanya. Keerom memiliki beragam satwa unik yang dilindungi. Meski demikian, keindahannya bisa dinikmati. Boleh difoto, tapi jangan diburu untuk ditangkap. Biarkan hidup bebas di alam," ungkapnya.

Keerom memiliki kekayaan berupa Cenderawasih Kuning-Besar atau dikenal dengan nama latin Paradisaea Apoda. Ukuran tubuhnya sekitar 43 cm dengan bulu berwarna coklat marun dihiasi mahkota kuning. Pada lehernya terdapat warna hijau zamrud dengan bantalan dadanya cokelat kehitaman. Pada Paradisaea Apoda jantan terdapat bulu-bulu panggul lengkap dengan ekor kawat panjang, namun untuk betina berbulu coklat marun tak bergaris.

"Burung Cenderawasih adalah khas Papua. Jenisnya banyak dengan ukuran berbeda-beda. Paradisaea Apoda salah satu jenis yang besar. Burung ini banyak dijumpai di hutan-hutan Keerom. Selain warna, suara burung ini juga indah. Siapkan dahulu kamera sebelum 'berburu' Burung Surga di hutan Keerom. Memakai kamera handphone pun jadi. Yang penting momen langka tidak terlewatkan," tambah Ricky lagi.

Selain Paradisaea Apoda, hutan Keerom juga menyimpan keunikan Burung Kakaktua Raja yang memiliki panjang mencapai 60 cm. Burung ini memiliki warna bulu hitam, dihiasi warna merah pada bagian pipi, dan bagian kepala terdapat jambul yang bisa ditegakkan. Makanan burung tersebut adalah biji-bijian dengan paruh yang besar hitam pekat.

Sebagai pemakan biji, paruh Kakaktua Raja memiliki ukuran berbeda di sisi atas dan bawahnya. Beda ukuran itu berguna untuk menahan dan membuka biji-bijian yang dikonsumsinya. Selain Papua, burung tersebut juga berkembang bagus di Australia bagian utara.

Ricky menambahkan, Burung Kakaktua Raja harus dilestarikan walaupun menurut IUCN Red List masuk kategori risiko rendah.

"Kakaktua Raja burung yang khas. Tampilannya garang dengan bulu hitam dan jambul di kepalanya. Silahkan eksplorasi kekayaan alam Papua ini. Tapi, sekali lagi jangan menangkap apalagi membunuh untuk diawetkan. Kakaktua Raja tetap harus dilestarikan meski jumlahnya masih aman di alam bebas," terang Ricky lagi.

Deret panjang burung Kakaktua yang bisa dinikmati di Keerom bertambah. Venue festival tersebut juga memiliki koleksi Kakaktua Besar Jambul Kuning atau nama latinnya Cacatua Galerita. Kakaktua Jambul Kuning pun mudah dijumpai di hutan-hutan Keerom. Fisiknya berukuran sekitar 35 cm dengan semua bulunya berwarna putih, lalu ada jambul kuning di kepalanya.

Cacatua Galerita memiliki zona tinggal hutan primer dan sekunder. Pakannya berupa biji-bijian, kacang, dan beragam buah segar. Kakaktua tersebut memiliki keunikan, yaitu sarangnya berupa lubang pohon. Burung betina akan menetaskan 3 telurnya di sana. Ricky menjelaskan, wilayah Keerom sangat bagus sebagai tempat tinggal fauna unik dan langka.

"Keerom zona tinggal ideal banyak satwa langka, seperti 3 burung tersebut. Menikmati keindahan burung itu di alam tentu memberikan sensasi dan experience berbeda. Lebih menarik lagi, hutan-hutan di Keerom juga banyak menyimpan satwa uniknya," papar Ricky lagi.

Hutan Keerom terbagi dalam 9 blok dengan total luasnya 173.456 hektare. Untuk Hutan Lindung memiliki luasan sekitar 49.196 hektare, sisa luasannya adalah hutan produksi dengan ragam fungsi dan peruntukannya.