Senin, 03 Februari 2020

Dilarang 'Jomblo' dan Hal Lain yang Harus Kamu Tahu Saat Diving

Sebagai negeri kepulauan, Indonesia punya banyak surga bawah laut yang harus kamu selami. Sebelum menyelam, yuk intip beberapa hal yang harus kamu tahu.

Diving menjadi salah satu olahraga yang masuk cabang berat. Resikonya tidak main-main, keselamatan menjadi hal yang utama saat menyelam.

Indonesia sendiri disebut-sebut sebagai surganya penyelam. Rangkaian terumbu karang cantik membingkai negeri kita tercinta. Namun sayang, banyak karang rusak karena tingkah penyelam yang bertanggung jawab.

Untuk itu, sebelum menyelami keindahan Indonesia ada baiknya traveler tahu beberapa hal penting saat diving. Berikut seperti dirangkum detikcom, Rabu (17/4/2019):

1. Equalizing

Equalizing adalah hal pertama yang harus kamu lakukan saat turun ke dalam laut. Ini adalah cara untuk menyeimbangkan tekanan udara di rongga telinga. Sehingga gendang telinga tidak pecah.

Caranya cukup mudah. Saat turun ke dasar laut, coba untuk menutup hidung dan mulut. Kemudian tekan udara seperti mau dikeluarkan lewat hidung. Jangan terlalu keras, cukup pelan saja.

Equalizing hanya diperlukan ketika terjadi perubahan kedalaman yang signifikan. Jadi jangan terus dilakukan ya..

2. Tenang

Hal lain yang tak kalah penting saat menyelam adalah tenang. Posisikan kedua tangan di samping tubuh atau seperti melipat tangan di ke arah depan. Sehingga posisi tubuh tetap seimbang.

Ketenangan juga berpengaruh pada pernapasan. Kamu yang panik akan membuat oksigen dalam tank scuba jadi cepat habis. Pernapasan yang tidak teratur juga akan mempersulit bouyancy atau keseimbangan di dalam air.

Kalau kehilangan bouyancy atau grasa grusu, bisa membuat kamu menabrak karang atau membuat ikan takut lho.

3. Bahasa Isyarat

Karena manusia tidak bisa bicara di dalam air, kamu harus hapal beberapa bahasa isyarat penyelam. Ada beberapa bahasa isyarat yang harus kamu hapal. Ini diperlukan saat kamu berkomunikasi dengan buddy atau penyelam lain.

Saat merasa ada masalah atau trouble dengan peralatan selam, kamu bisa memberitahu penyelam lain dengan membuat tanda dengan tangan. Caranya posisikan telapak tangan di depan tubuh dan gerakkan ke samping beberapa kali. Selanjutnya tunjuk area yang dirasa bermasalah, misalnya kuping atau kaki kram.

Bahasa isyarat juga digunakan untuk menujukkan rute dalam menyelam. Kalau mau naik gunakan jempol dan tunjuk ke atas, sedangkan turun kebalikannya. Kamu yang mau terus melaju ke depan bisa menggunakan salah satu tangan dan tunjuk ke depan.

Tanda ok atau tidak ada masalah juga harus kamu pahami. Setelah masalah atau trouble selesai, traveler bisa memberi tanda ok untuk melanjutkan penyelaman. Kamu bisa memberikan tanda ok dengan membuat lingkaran dari kedua tangan di atas kepala atau cukup dengan membuat huruf O dengan jari.

Jangan berikan tanda dengan jempol, ini memberikan kode bahwa kamu ingin naik ke permukaan. Jadi jangan salah ya..

Bukan cuma saat masalah, penyelam juga memiliki tanda untuk berhenti. Tandanya hampir sama dengan di daratan. Kamu cukup menunjukkan telapak tangan untuk memberik kode berhenti.

4. Buddy

Penyelam memiliki istilah you never dive alone. Ini adalah peraturan bagi penyelam untuk tidak menyelam sendiri atau harus berpasangan. Traveler bisa menyelam dengan jumlah minimal 2 orang, jadi dilarang 'jomblo' ya...

Buddy boleh berenang berdampingan atau beriringan. Namun jaraknya tak boleh terlalu jauh sehingga bisa saling mengawasi. Lebih banyak teman akan lebih seru.

Buddy juga berfungsi sebagai alarm untuk saling mengingatkan jumlah tabung gas atau sekedar mengecek keadaan.

5. Hilang

Tersesat di bawah air berbeda dengan daratan. Kamu harus memiliki perjanjian dengan buddy jika nanti kehilangan arah dan tersesat. Biasanya pencarian akan dilakukan satu menit untuk saling mencari.

Jika tidak saling menemukan dalam waktu satu menit maka semuanya harus naik ke permukaan. Semakin lama di bawah air akan membuatmu semakin bingung dan memperparah keadaan.

6. Lisensi

Lisensi ibarat SIM bagi pengendara motor. Sebelum menyelam, ada baiknya kamu mengikuti pelatihan dan sertifikasi selam. Sehingga traveler memiliki pengetahuan dan kemampuan dasar di dalam air.

Jadi, selamat menyelam ya!

Inovasi Pesawat di Awal 2019: Kursi Berdiri Sampai Kasur di Kabin

Inovasi terus dilakukan perusahaan-perusahaan penerbangan. Tahun ini, ada inovasi di kursi pesawat seperti berbentuk sofa, kasur di kabin sampai kursi berdiri.

Interior pesawat terus berinovasi dari zaman ke zaman. Mulai dari kursi yang besar, sampai kursi minim yang menghemat biaya. Baik maskapai maupun perusahaan armada, sama-sama membuat terobosan baru untuk penumpang.

detikTravel pun mengumpulkan inovasi yang dibuat di awal tahun 2019 ini. Setidaknya, ada jenis keluaran baru untuk kursi pesawat. Kita mulai dari ukuran sandaran kursi yang dipotong.

Masakapai asal AS, Delta membuat terobosan baru dengan memotong sandaran kursi di armada Aribus A320. Sandaran dipotong setengah, dari 10 cm menjadi 5 cm. Sedangkan kelas bisnis dari 13 cm menjadi 8 cm.

Sebagai bayangan, Airbus A320 juga digunakan sejumlah maskapai Tanah Air. Seperti maskapai bujet Garuda Indonesia grup Citilink dan Premium Service Lion Group yakni Batik Air.

Hal ini, dilakukan Delta agar penumpang mendapatkan ruang gerak lebih luas. Ditambah jika penumpang didepannya sedang menurunkan sandaran, yang kadang menganggu ruang gerak. Namun, pemotongan ini hanya digunakan untuk penerbangan domestik di AS dengan durasi 1-2 jam.

Selain itu, perusahaan interior pesawat asal Italia, Aviointeriors membuat inovasi kursi berdiri untuk pesawat. Meski dinilai aneh dan tidak nyaman, namun nyatanya hal ini bisa menghemat biaya karena menampung lebih banyak penumpang.

Kursi ini, bisa dibilang cukup menghemat ruang. Kursi Skyrider menempati ruang yang jauh lebih sedikit daripada rata-rata kursi ekonomi, hanya 23 inch atau 58 cm, sehingga maskapai dapat pula menjejalkan kursi ekonomi mereka dan masih memungkinkan penumpang lain untuk memesan tiket jenis lain pada penerbangan yang sama.

Beralih ke kursi yang lebih mewah, inovasi kursi sofa dibuat oleh penyedia armada pesawat Airbus. Mereka menghadirkan kursi bernama 'Settee Corner', yang memungkinkan penumpang untuk duduk di kursi mirip sofa.

Selain kursinya lebih lebar ke samping, penumpang juga akan lebih nyaman terbang dengan kursi kelas bisnis seperti ini. Airbus bekerjasama dengan produsen interior pesawat Geven, yang membuat kursi sofa ini lebih nyaman dan luas. Mereka mendasarkan konsep ini dengan konfigurasi three-seat atau kursi baris 3 di kelas ekonomi. Tentunya, difungsikan untuk penerbangan jarak jauh yang membutuhkan kenyamanan ekstra.

Beralih ke kelas ekonomi, maskapai Thomas Cook baru saja meluncurkan inovasi berupa sleeper seat untuk kelas ekonomi di rute penerbangan long haul dengan pesawat Airbus A330.

Sleeper seat merupakan fasilitas di kelas ekonomi berupa matras panjang yang dibuat di atas tiga bangku penumpang yang berada di bagian belakang pesawat, mirip seperti yang dilakukan Airbus di kursi bisnis sofa. Fasilitas tambahan berbayar itu akan mulai tersedia dari 13 Mei mendatang.

Harga fasilitas itu pun dihargai sekitar 200 Poundsterling atau sekitar Rp 3,8 juta untuk sekali jalan. Dalam setiap penerbangan, ada 4 kelas sleeper seat yang dapat disewa oleh traveler. Harganya memang setara 2 tiket, tapi lebih murah daripada membeli 3 bangku terpisah atau tiket pesawat kelas bisnis.

Bagaimana menurutmu, mana yang paling inovatif?