Kamis, 06 Februari 2020

21 Tempat Wisata Kuliner di Yogyakarta yang Bikin Liburan Kamu Berkesan

Yogyakarta memang istimewa. Tempat wisata, keseniannya, dan, kulinernya juara. Wisata kuliner di Yogyakarta pasti bikin liburan kamu berkesan.

Kalau kamu ke Yogyakarta jangan lupa mencoba kuliner enak di sini. Berikut 25 kuliner di Yogyakarta.

1. Gudeg Yu Djum

Gudeg merupakan makanan khas di Yogyakarta. Yang terkenal di Yogyakarta yakni Gudeg Yu Djum. Gudeg di sini sudah terkenal. Kamu bisa makan di tempat dan ada musik live yang akan membuat makan kamu berkesan. Untuk oleh-oleh, kamu bisa membelinya dalam kaleng atau tempat khusus.


2. Sate Klathak Pak Bari

Sate Klathak Pak Bari ini sangat terkenal. Di sini pernah menjadi tempat syuting film Ada Apa dengan Cinta (AADC) 2.

Kuliner ini memiliki ukuran lebih besar dari sate lainnya. Makanan dari Bantul ini memiliki cara memasak yang unik. Daging ditusuk dengan besi sehingga bagian dalamnya ikut terpanggang rata.

3. Mie Lethek Mbah Mendes

Kuliner yang enak di Yogyakarta yakni Mie Lethek Mbah Mendes. Mie Lethek maksudnya mie-nya kotor. Lethek artinya kotor. Namun bukan karena mie-nya kotor, melainkan warnanya yang hitam pekat. Di sini kita bisa makan mie rebus, goreng, atau mie dicampur nasi. Ditambah lagi suwir daging ayam kampung.

4. Bakmi Jawa Mbah Mo

Bakmi Jawa merupakan makanan khas di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Kuliner yang disajikan bersama suwiran daging ayam kampung dan telur ini sangat mudah ditemukan. Salah satu yang paling terkenal adalah Bakmi Mbah Mo di Desa Code, Trirenggo, Bantul.

5. Mangut Lele Mbah Marto

Kalau lagi di Yogyakarta, jangan lupa mencoba Mangut Lele Mbah Marto. Kuliner enak ini bisa kamu temukan di daerah belakang ISI Yogyakarta, tepatnya Ngireng-ireng, Sewon, Panggungharjo, Bantul. Seporsi mangut berisi nasi, sambal goreng krecek, serta lele yang diberi bumbu mangut. Rasanya nikmat banget karena dimasak menggunakan tungku. Siapa yang nggak tergoda?

6. Ingkung Mbah Kentol

Satu lagi kuliner khas Yogyakarta yakni Ingkung Ayam di warung Mbah Kentol. Makanan ini berupa ayam kampung utuh yang diikat dan dimasukkan dalam kreneng (anyaman bambu), kemudian dimasak menggunakan bumbu rempah. Makanan disajikan bersama lalapan.

7. Sego Abang Lombok Ijo Mbah Widji

Liburan ke Yogyakarta jangan takut gemuk. Ada warung yang menyediakan menu yang tidak akan membuat kamu gemuk. Tentunya makanan ini bergizi. Namanya Warung Makan Lombok Ijo Mbah Widji yang terletak di Jalan Pakem-Turi Km 1 Mangunan, Harjobinangun, Turi, Sleman. Menu yang disajikan berupa sego abang atau nasi merah dengan beragam menu menggiurkan. Ada ayam goreng, empal sapi, tahu dan tempe bacem, sayur pepaya, serta sambal lombok ijo.

8. Tengkleng Gajah

Menu ini bukan berbahan daging gajah loh. Melainkan potongan tulang kambing yang disajikan dengan ukuran besar. Sekilas mirip dengan gulai kambing, tetapi kuahnya lebih encer. Biasanya disajikan dalam kondisi panas, dengan daging yang masih menempel di tulang. Lokasi yang terkenal di Jalan Kaliurang KM. 9.3, Bulurejo, Minomartani, Ngaglik, Sleman.

9. Lontong Goreng Cik Tong

Kamu wajib coba kuliner di Yogyakarta ini. Namanya Lontong Goreng Cik Tong di Jalan Pandega Marta No.58, Caturtunggal, Depok, Sleman. Kuliner ini menggunakan bumbu khas Sumatera. Sementara isinya mie kuning, bakwan, wortel, serta kacang panjang. Rasanya sedap!

Trenggalek Punya Wisata Jelajah Hutan Sambil Berburu Buah Segar

Destinasi wisata di Trenggalek ini layak dicoba. Yakni jelajah hutan yang menawarkan sensasi petualangan sekaligus berburu buah segar.

Destinasi baru ini mulai diuji coba oleh Perhutani melalui salah satu unit wisatanya di kawasan Banyunget Desa Dukuh, Kecamatan Watulimo, Trenggalek. Pengunjung akan diajak menelusuri keasrian kawasan hutan International Durio Forestry (IDF).

Sebelum mencoba wisata di IDF, pengunjung harus memastikan diri memiliki fisik dan tenaga yang prima. Sebab, dalam penjelajahan wisatawan akan berkeliling di kawasan hutan dengan jalur setapak yang berliku.

Nah, begitu masuk di kawasan hutan durian, pengunjung akan disuguhi oleh hamparan pepohonan durian maupun manggis yang ditanam secara berdampingan. Kawasan IDF di Desa Dukuh tersebut cukup asri dan terjaga kelestariannya.

Di sepanjang jalur penjelajahan, rimbunnya pohon durian dan aneka tanaman lain seolah memayungi setiap pengunjung yang datang. Udaranya pun terasa sejuk dengan suasana teduh.

"Kami mencoba mengembangkan wisata ini untuk lebih mengenalkan kepada masyarakat sebetulnya seperti apa hutan durian itu dan bagaimana cara memetiknya," kata Wakil Administratur Perhutani Kediri Selatan, Andi Iswindarto, Kamis (4/4/3/2019).

Di kawasan tersebut, pengunjung akan disuguhi durian lokal yang masih segar dari pohonnya. Anda pun dapat menikmati 'raja buah' langsung di tengah hutan dan tentu akan menjadi sensasi tersendiri.

"Makanya di sini juga dibangun gubuk yang bisa digunakan untuk istirahat sambil makan durian. Makan durian yang masih baru dipetik itu rasanya pasti lebih nikmat," jelasnya.

Andi menjelaskan hutan durian di Trenggalek memiliki lebih dari 150 varietas lokal. Di mana masing-masing varietas memiliki cita rasa dan ciri khas yang berbeda-beda.

Selain buah durian, di lokasi yang sama, pengunjung juga bisa mengetahui dan menikmati buah manggis. Itu dipetik langsung dari pohon.

"Di sini ini memang selain durian juga ada tanaman manggis, nah kedua buah tersebut musimnya juga bersamaan, yakni antara akhir tahun sampai dengan bulan April," ujarnya.

Program jelajah hutan IDF juga memiliki fungsi ganda. Selain untuk wisata juga sekaligus sarana edukasi bagi warga agar lebih mencintai dan melestarikan alam, terutama hutan.

"Seperti di wilayah Kecamatan Watulimo ini masyarakat menjaga betul kelestarian kawasan hutan, sehingga hutanpun akan memberikan manfaat yang lebih kepada masyarakat, melalui aneka buah, seperti durian, manggis, duku dan sebagainya," kata Andi.

"Wisata ini kami integrasikan dengan wisata Banyunget. Jadi kalau mau jelajah bisa tanya ke Banyunget," imbuhnya.

Kata salah seorang pengunjung, Prasetya, mengaku senang bisa berkeliling di kawasan hutan IDF. Hal itu dikarenakan bisa melihat dan menikmati langsung durian yang masak di pohon.

"Penjelajahannya juga keren, kayak petualangan, yang paling seru tentu pas lagi menikmati durian dan buah lainnya," kata Prasetya.

Ia mengaku destinasi jelajah hutan IDF layak dikembangkan. Sehingga keberadaannya bisa lebih dikenal luas oleh wisatawan.