Kamis, 06 Februari 2020

Savana Doro Ncanga, Nuansa Afrika di Bumi NTB

Siapa yang bisa menampik pesona Gunung Tambora. Destinasi ini menawarkan seribu satu keunikan yang menawan. Salah satunya Padang Savana Doro Ncanga di Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB). Hamparan savana membentang indah.

Nuansanya mirip seperti Afrika. Saking indahnya Doro Ncanga pun menjadi tempat dilaksanakannya puncak acara Festival Pesona Tambora 2019.

"Soal pesona NTB memang jagonya. Daerah ini memiliki destinasi petualangan yang menakjubkan. Seperti halnya Doro Ncanga yang suasananya mirip dengan suasana padang savana di benua Afrika," ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya, Kamis (11/4/2019).

Destinasi unggulan yang terletak sebelah selatan kaki Gunung Tambora ini memang keren. Uniknya jika di Afrika wisatawan disuguhkan hewan liar, di Doro Ncanga wisatawan disuguhkan pemandangan hewan ternak yang dilepas liar oleh pemiliknya.

Sapi, kerbau hingga kuda dapat ditemukan berkeliaran bebas mencari makan. Para pemiliknya pun tidak takut hewan peliharaannya ini tertukar atau pun hilang.

Para hewan ternak ini ditandai dengan diberi simbol, dicetak di badannya sesuai dengan ketentuan pemiliknya.

Hal ini tentu berbeda dengan daerah di Pulau Jawa, di mana hewan ternak dikandangi dan diikat. Namun, di tempat ini hewan dilepas agar bisa mencari makanan yang disukai di alam.

"Doro Ncanga menjadi destinasi yang pas bagi wisatawan pencinta fotografi. Jutaan hewan berkeliaran di padang savana setiap harinya menjadi objek foto yang eksotis. Apalagi dengan background Gunung Tambora yang indah," ucap Menpar Arief.

Bonus lainnya adalah bebatuan hasil letusan gunung Tambora pada tahun 1815. Hamparan bebatuan ini semakin membuat suasana semakin indah. Panas terik pun tak menyurutkan hewan-hewan ternak ini mencari makan. Kala siang mereka mendinginkan diri di beberapa mata air yang ada di Doro Ncanga.

"Pelepasan hewan ternak di padang savana sudah dilakukan turun-temurun dan sudah puluhan tahun lamanya. Ini sudah menjadi sebuah budaya bagi warga Dompu," ujar Kepala Dinas Pariwisata, NTB, Lalu Mohammad Faozal.

Faozal menambahkan, hewan-hewan ternak di sini sangat mahir dalam menjelajahi savana. Bahkan mereka pandai mengatur waktu hidupnya sesuai dengan kebutuhan tanpa diatur oleh pemiliknya, mulai dari tidur, istirahat, makan, dan minum.

Ketika memasuki kawasan padang savana pada pukul 04.00 WITA, hewan ternak yang makan di kaki Gunung Tambora akan berjalan ribuan meter menuju pusat air minum di sekitar pinggir pantai.

Pada pukul 12.00 WITA, hewan ternak akan mengatur jadwal istirahat hingga sore hari. Sedangkan pada pukul 16.00 WITA, hewan-hewan tersebut akan kembali berjalan mencari makanan di sekitar kaki gunung.

Pemandangan padang savana di sore hari juga sangat menarik, karena akan terlihat ratusan ternak yang melintasi area padang savana.

Bahkan pengguna jalan raya yang melintasi savana ini banyak yang turun dari kendaraannya untuk memotret momen ini. Kadang hewan-hewan ini melintasi jalan raya dan cukup berbahaya bagi pengendara yang tidak hati-hati.

"Tidak hanya di Padang Savana Doro Ncanga yang menjadi tempat pelepas hewan ternak, area kaki Gunung Tambora lain seperti di Padang Savana Saraenduha pun terjadi hal yang sama. Meski area pelepasan memang tidak terlalu luas seperti Doro Ncanga. Silahkan datang dan rasakan sendiri sensasi berpetulang di Doro Ncanga," ucap Faozal.

Ketua Pelaksana CoE 2019 Kemenpar Esthy Reko Astuti pun terpukau dengan keindahan Doro Ncanga. Nuansa padang savana yang indah berpadu manis dengan kemegahan Gunung Tambora. Belum lagi balutan keindahan Teluk Saleh yang menghimpitnya di sebelah selatan.

"Salah satu tujuan Festival Pesona Tambora adalah untuk mengangkat destinasi eksotis disekitar Gunung Tambora. Seperti halnya Doro Ncanga ini. Keberadaannya menjadi sebuah destinasi yang wajib untuk disambangi wisatawan," tutup wanita yang juga Staf Ahli Menteri Bidang Multikultural Kemenpar itu.

Filosofi Toilet Tanpa Pintu di China

Perjalanan ke negeri lain biasanya meninggal banyak kenangan, entah karena budaya atau peradaban. Satu yang sulit dilupakan dari China adalah toiletnya.

China memang dikenal sebagai negeri yang punya peradaban sedikit berbeda. Hal ini tentu saja berkaitan dengan budaya dan kultur yang berkembang di sana.

Selain menikmati keindahan alamnya, detikcom juga mendapat pengalaman unik terkait kamar mandi umum di China, khususnya Shandong. Mungkin banyak dari traveler yang pernah liburan ke China dan merasa kurang nyaman karena salinitas kamar mandi.

Provinsi Shandong di China pun punya kisahnya. Kebanyakan kamar mandi publik di Shandong terbilang bersih. Termasuk toilet kering, traveler bisa dengan mudah mengakses kamar mandi di area tempat wisata.

Namun tetap saja, ada beberapa kamar mandi yang meninggal kesan tersendiri dalam perjalanan. Sebuah toilet di area tol dari Kota Taian menuju Qingdao salah satunya.

Toilet ini berada di ujung kawasan pengisian bensin dan swalayan kecil. Tak ada yang aneh sampai saya menyadari bahwa toilet tersebut tidak memiliki pintu.

Hanya di lindungi atap dan tembok yang dibuat menjadi labirin untuk satu jamban itu. Sehingga jangan kaget kalau tiba-tiba ada yang masuk. Tapi itu belum seberapa. Rupanya, toilet ini benar-benar kering alias tak ada air untuk menyiram.

Jadi pengguna harus berjongkok tanpa melihat ke dalam lubang jamban. Karena segala sampah tisu bekas dan kotoran manusia terongok begitu saja di bawah sana. Baunya pun tak perlu diragukan lagi.

Mempertimbangkan hal tersebut, saya mengurungkan niat untuk mengambil foto di toilet tersebut. Namun kesan yang ditinggalkan berbekas di benak saya.

Itu tadi bukan cuma di toilet wanita, pria pun demikian. Hanya saja ada dua jamban yang bersebelahan tanpa bilik. Semacam toilet gandeng. Karena jarak satu jamban dengan yang lainnya sangat dekat bahkan bisa untuk gandengan.

Toilet gandeng ini tak hanya sekali saya jumpai. Di tol selanjutnya, juga ada toilet tanpa pintu dan berdampingan. Bedanya, toilet punya air. Sebaskom air juga diletakkan di antara jamban. Mungkin untuk cuci tangan ya...

Saya pernah mendengar cerita bahwa toilet tanpa pintu sengaja dibuat dengan suatu maksud. Katanya, tangan yang menyentuh pintu sehabis buang air menjadi salah satu penyebaran penyakit. Sehingga dibuatlah toilet tanpa pintu.

Namun, hal tersebut dibantah oleh pemandu wisata saya.

"Kita sebenarnya tidak punya filosofinya (toilet tanpa pintu). Di beberapa pedesaan, toilet memang dibuat sangat simpel, bahkan mereka tidak punya air dan pintu seperti di kota-kota besar," ujar Dennis, dari China Travel International Service.

Menurutnya, China di masa lalu terkenal dengan toilet kotor dan bau. Namun seakrang, pemerintah terus memperbaiki hal tersebut. Dan Shandong salah satu Provinsi yang memiliki ruang toilet publik cukup bersih.

Savana Doro Ncanga, Nuansa Afrika di Bumi NTB

Siapa yang bisa menampik pesona Gunung Tambora. Destinasi ini menawarkan seribu satu keunikan yang menawan. Salah satunya Padang Savana Doro Ncanga di Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB). Hamparan savana membentang indah.

Nuansanya mirip seperti Afrika. Saking indahnya Doro Ncanga pun menjadi tempat dilaksanakannya puncak acara Festival Pesona Tambora 2019.

"Soal pesona NTB memang jagonya. Daerah ini memiliki destinasi petualangan yang menakjubkan. Seperti halnya Doro Ncanga yang suasananya mirip dengan suasana padang savana di benua Afrika," ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya, Kamis (11/4/2019).

Destinasi unggulan yang terletak sebelah selatan kaki Gunung Tambora ini memang keren. Uniknya jika di Afrika wisatawan disuguhkan hewan liar, di Doro Ncanga wisatawan disuguhkan pemandangan hewan ternak yang dilepas liar oleh pemiliknya.

Sapi, kerbau hingga kuda dapat ditemukan berkeliaran bebas mencari makan. Para pemiliknya pun tidak takut hewan peliharaannya ini tertukar atau pun hilang.

Para hewan ternak ini ditandai dengan diberi simbol, dicetak di badannya sesuai dengan ketentuan pemiliknya.

Hal ini tentu berbeda dengan daerah di Pulau Jawa, di mana hewan ternak dikandangi dan diikat. Namun, di tempat ini hewan dilepas agar bisa mencari makanan yang disukai di alam.