Minggu, 09 Februari 2020

Festival Crossborder Aruk Gaet 2.361 Wisatawan Malaysia

 Sebanyak 2.361 wisatawan perbatasan asal Malaysia tercatat masuk melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk, untuk menghadiri dua hari pelaksanaan Festival Crossborder Aruk Sajingan 2019.

Banyaknya wisatawan crossborder yang berkunjung membuat Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili memberikan apresiasi kepada Kemenpar, karena membuat Sambas selalu dipadati wisatawan.

"Animo masyarakat yang ingin menyaksikan Festival Crossborder Aruk 2019 sangat luar biasa. Untuk itu, kami ucapkan terima kasih kepada Kemenpar, sebab event Kemenpar ini memberikan pengaruh positif yang bagus bagi Sambas. Perbatasan kami semakin bergairah," kata Atbah dalam keterangan tertulis, Senin (1/4/2019).

Tingginya kunjungan wisatawan ke Festival Crossborder Aruk Sajingan 2019 di antaranya juga karena acara yang dimeriahkan pedangdut Juwita Bahar dan Tika Zein. Ramainya kunjungan ke festival ini pun menurut Atbah telah menggerakkan perekonomian Sambas secara menyeluruh.

"Setiap harinya, event digelar penuh. Kondisi ini tentu menguntungkan bagi kami. Perekonomian pada zona perbatasan dan Sambas secara umum ikut bergerak. Semoga event seperti ini akan lebih sering lagi digelar di PLBN Aruk. Dengan begitu, ekonomi di perbatasan dan Sambas secara umum akan terus tumbuh," harapnya.

Atbah menjelaskan pendapatan pedagang yang berada di sekitar venue melonjak signifikan. Pedagang minuman mampu meraup omzet penjualan hingga Rp 1 juta per hari. Padahal, di hari normal pendapatannya hanya sekitar Rp 100 ribu.

Selanjutnya bagi pedagang makanan, ia mengatakan mereka mampu mendapatkan pemasukan hingga Rp 4 juta per hari. Pada hari normal, pendapatan mereka hanya sekitar Rp 1 juta.

Sementara itu Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional II Kemenpar Adella Raung mengungkapkan masyarakat banyak mendapatkan manfaat melalui aktivitas transaksi.

"Kehadiran artis Juwita Bahar dan Tika Zeins menjadi daya tarik luar biasa. Wisatawan banyak datang dan terjadi aktivitas transaksi. Impact positifnya pun melebar. Selain festival, wisatawan mengekplorasi potensi lain dari Sambas, sebab Sambas memiliki banyak destinasi. Hal ini tentu bagus bagi masyarakat Sambas secara umum," kata Adella.

Ia mengungkapkan Sambas memiliki destinasi Pantai Tanjung Kemuning, Air Terjun Riam Cagat, Danau Sebedang, Pantai Tanjung Batu, dan Pantai Bukit Raya Putri Serai. Ada juga destinasi Air Terjun Merasap, Pantai Selimpai, Pantai Dungun Laut, Pantai Camar Wulan, hingga Pantai Tanjung Dato.

"Selain destinasi, Sambas juga banyak memiliki koleksi kuliner unik dan nikmat. Momentum ini pasti dimanfaatkan para wisatawan sembari menunggu jadwal live music. Secara profil, wisatawan Malaysia ini sangat potensial. Progres positif ini akan terus berlanjut di waktu mendatang," ujarnya.

Menurutnya wisatawan Negeri Jiran rata-rata punya kemampuan spending USD 139,01 per hari. Waktu kunjungan wisatawan Negeri Jiran biasanya hingga durasi 5,11 hari.

Lebih lanjut Kabid Pemasaran Area III Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional II Kemenpar, Sapto Haryono menjelaskan Sambas sukses melakukan branding melalui Festival Crossborder Aruk 2019 ini.

"Profil pariwisata Sambas akan terus berkembang. Festival ini memberi kesan bagus bagi branding pariwisata Sambas. Dengan experience terbaik yang ditawarkan, wisatawan Malaysia pasti akan kembali lagi ke Aruk dan Sambas di waktu lain. Jumlah wisatawan dan keuntungan bagi masyarakat pasti akan lebih optimal lagi," terang Sapto.

Di sisi lain Menteri Pariwisata Arief Yahya juga turut mengapresiasi Festival Crossborder Aruk Sajingan 2019. Menpar menegaskan, Aruk dan Sambas menjadi destinasi terbaik bagi wisatawan Malaysia.

"Sambas beserta Aruk menjadi destinasi bagus. Alam, budaya, dan kulinernya sangat menarik. Silakan datang saudara-saudara kita dari Malaysia," kata Arief.

ASPPI Gelar Kepri Magnificent Crossborder untuk Majukan Pariwisata

Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Kepulauan Riau akan menggelar kegiatan bertajuk 'Kepri Magnificent Crossborder' di Batam dan Tanjung Pinang. Kegiatan ini bakal diikuti 150 travel agent dari Singapura, Malaysia dan Indonesia.

Ketua ASPPI Kepulauan Riau, Irwandi Azwar mengatakan kegiatan yang akan dilaksanakan pada 2-5 April ini merupakan upaya untuk memperkenalkan potensi wisata Kepulauan Riau, khususnya Kota Batam. Kegiatan ini meliputi jamuan makan malam dengan sajian kuliner Kepri, dan atraksi seni serta budaya setempat.

"Ini merupakan sebuah kegiatan yang dilatarbelakangi oleh keinginan untuk memajukan pariwisata Indonesia, sejalan dengan visi dan misi Kepulauan Riau. Kegiatan akan dikemas menarik dengan mengundang para pelaku pariwisata seluruh Indonesia dan Asia. Mereka akan memperkenalkan potensi wisata, produk dan pikiran, serta ide-ide kreatif untuk satu tujuan, yaitu memajukan pariwisata Kepulauan Riau," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (1/4/2019).

ASPPI merupakan organisasi profesional pariwisata terbesar yang bergerak secara individu di Indonesia. Organisasi ini dideklarasikan di Bali pada tahun 2008 dan merupakan organisasi yang resmi terdaftar, serta memiliki perwakilan di setiap provinsi dan kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani mengatakan Kepri Magnificent Crossborder kali ini mengangkat isu 'Segitiga Wisata Travel Mart'. Tujuannya adalah untuk meningkatkan peluang sektor pariwisata antara Indonesia, Singapura dan Malaysia. Tidak hanya dari 3 negara ini saja, tapi seluruh negara ASEAN juga memiliki potensi yang sama.

"Dari kegiatan ini, diharapkan dapat membentuk hubungan yang kuat antara pembeli dan penjual. Atau saling bekerja sama dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di antara negara-negara tersebut. Integrasi pariwisata dan kekompakan ini tentu dapat berkontribusi dalam perekonomian global yang telah disepakati oleh para pemimpin ASEAN, yakni Masyarakat Ekonomi ASEAN (AEC)," bebernya.

Asdep Bidang Pemasaran I Regional I Kemenpar Dessy Ruhati pun menyatakan Pulau Batam terletak di dalam kelompok inti sentral dari Kepulauan Riau. Batam juga menjadi strategis hubungan antara Indonesia, Singapura dan Malaysia, serta menjadi pusat pariwisata selama bertahun-tahun.

"Batam adalah kota dengan pertumbuhan yang tercepat di Indonesia dalam multibudaya dan multiagama. Batam sekaligus menjadi titik temu bagi transportasi udara dan laut yang patut diandalkan dan diperhitungkan," ungkapnya.

Di samping itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Batam Ardiwinata berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak yang efektif untuk mempromosikan pasar wisata antara hotel, agen perjalanan wisata, dan objek wisata dari ketiga negara.

Menteri Pariwisata Arief Yahya pun menuturkan bahwa crossborder tourism menjadi salah satu program unggulan yang akan terus digerakkan sepanjang tahun 2019 ini. Karenanya, ia akan selalu mendukung segala bentuk kegiatan yang ada hubungannya dengan wisata perbatasan, baik di Kepulauan Riau maupun perbatasan lain yang memiliki potensi mendatangkan wisman.

"Selain Batam (Kepulauan Riau), daerah lain yang diprediksi mampu mendongkrak kunjungan turis mancanegara adalah Atambua, NTT, yang berbatasan dengan Timor Leste. Termasuk Entikong, Kalimantan Barat. Kita juga mengapresiasi inisiatif ASPPI untuk menggelar kegiatan Kepri Magnificent Crossborder tersebut," jelasnya.