Minggu, 09 Februari 2020

Pendakian Gunung Rinjani Masih Ditutup Karena Faktor Keselamatan

 Pendakian Gunung Rinjani yang sedianya dibuka 1 April 2019, ditunda. Pendakian masih ditutup, karena faktor keselamatan pendaki.

Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) masih berupaya mencari jalur alternatif pendakiannya. Pendakian ditunda karena faktor cuaca dan pertimbangan keselamatan pendaki.

Hasil survei yang dilakukan di Senaru, Kecamatan Bayan, Lombok Utara, sementara menyatakan kondisi jalur pendakian Gunung Rinjani relatif baik.

Hanya saja di beberapa medan ditemukan retakan tanah, seperti di Pos II serta pohon tumbang mulai dari kilometer 0,5 hingga sebelum Pos III.

Jalur menuju Segara Anak terputus dan tidak dapat dilewati. Selain itu, tim survei yang di jalur Senaru tidak didampingi oleh tim ahli geologi maupun tim ahli kegempaan dari PVMBG maupun Dinas ESDM.

"Survei akan dilakukan kembali, masih nunggu info cuaca dari BMKG. Hasilnya nanti tergantung kajian dan rekomendasi tim dari PVMBG Bandung," tutur Kepala BTNGR Sudiyono kepada detikcom, Minggu (31/3/2019).

Jalur Senaru layak dilakukan kegiatan pendakian, tetapi hanya sampai Pelawangan Senaru dengan catatan tidak mengadakan camping di bibir kaldera.

Lokasi camping di Pos II mengalami keretakan dan disarankan untuk digeser ke atas sekitar 50 meter. Di sana ada tempat landai yang bisa dijadikan area camping. Jika dibuka, perlu dipasang papan informasi larangan beraktivitas di area yang rawan longsor.

Pada jalur Senaru disepakti akan dilakukan survei kembali guna memastikan kelayakan jalur untuk aktivitas pendakian dengan melibatkan ahli geologi dan kegempaan dari PVMBG. Rencananya akan dilakukan koordinasi teknis dan rekomendasi waktu yang akan ditentukan kemudian bersama tim PVMBG dan BMKG sebelum survei dilakukan.

"Kegiatan pendakian direkomendasikan untuk sementara ditutup mengingat masih terjadinya pergerakan tanah dan gempa hingga kondisi memungkinkan," kata Sudiyono.

Perlu pemasangan papan informasi berupa himbauan dan larangan pada titik-titik rawan bencana dan pemagaran pada lokasi yang tidak boleh dilewati. Semua guide harus menggunakan alat komunikasi handy talky (HT) yang terhubung dengan Information Centre.

Sudiyono menegaskan rencana pembukaan jalur pendakian Gunung Rinjani sementara ini ditunda, namun akan dibuka kembali setelah dilakukan survei dan proses kajian.

"Insya Allah pendakian akan kita buka, cuma kapan tanggalnya nanti yang akan menyesuaikan," ujarnya.

Untuk diketahui, ada 4 jalur resmi pendakian Gunung Rinjani yang ditetapkan BTNGR, yaitu melalui Sembalun dan Timba Nuh di Kabupaten Lombok Timur. Selain itu ada jalur di Desa Senaru, Lombok Utara dan jalur Aik Berik, Lombok Tengah.

Selamat Datang di Dusseldorf, Ibu Kota Operasi Plastik di Jerman

 Kalau Asia punya Bangkok dan Seoul, maka Eropa punya Dusseldorf. Selamat datang di Dusseldorf, Ibu Kota Operasi Plastiknya Jerman.

Siapa sangka, Kota Dusseldorf di Jerman punya sisi lain yang jarang diketahui wisatawan. Kota populer di kawasan Lembah Ruhr ini rupanya sering jadi destinasi wisata medis.

Secara kualitas dan harga, Dusseldorf sangat bersaing, bila dibandingkan dengan negara lain seperti Israel. Selain berobat penyakit, rupanya orang-orang datang ke Dusseldorf untuk operasi plastik.

"Dusseldorf adalah Plastical Surgery Capitol in German. Di sini ada 14 rumah sakit besar, dengan lebih dari 300 dokter pribadi yang ahli operasi plastik," ungkap Dimitri Belov, Kepala Deputi Pengembangan Pasar Dussldorf Tourism Board kepada detikTravel, Sabtu (23/3/2019) lalu.

Dimitri pun berseloroh bahwa ada beberapa selebriti dunia yang dikabarkan pernah menjalani operasi plastik di Dusseldorf. Bahkan, konon katanya, hidung aktor ganteng George Clooney adalah buatan Dusseldorf.

"Kata beberapa kolega saya, dengar-dengar hidungnya George Clooney itu Made in Dusseldorf. Tapi itu hanya katanya, belum tentu itu benar," lanjut Dimitri.

Gua Ini Jadi Bukti Kalau Dulu Flores Ada di Bawah Laut

Sebelum jadi destinasi wisata populer, dahulu sebagian Pulau Flores ada di bawah laut. Buktinya bisa kamu lihat lewat gua ini.

Di balik keindahannya, Pulau Flores menyimpan jejak sejarah dan geologi yang terbentuk sejak jutaan tahun lalu. Bagi kamu yang ingin tahu, bisa mampir ke Gua Cermin yang ada di Labuan Bajo.

Berlokasi di Desa Waesambi, Manggarai Barat, Labuan Bajo, detikcom bersama rombongan media lain sempat menyambanginya pada hari Selasa pekan lalu (26/3/2019). Mencari tahu lebih dalam soal sejarah gua tersebut, kami pun dipandu oleh warga lokal bernama Mario Sahadoen.

Dijelaskan oleh Mario yang telah bertugas sejak tahun 2008, bahwa awalnya gua tersebut diketemukan pertama kali tahun 1951 oleh misionaris Belanda bernama Theodore Verhoven. Selain menemukan gua tersebut, Theodore juga menemukan fakta unik terkait gua tersebut.

"Dulu posisi gua ini ada di bawah laut, ada gempa lalu ada beberapa yang terangkat ke atas," pungkas Theodore sambil menunjuk bebatuan di bagian luar Gua Cermin.

Setelah berkeliling melihat bagian luar, Mario pun mengajak kami masuk ke dalam gua dengan memakai senter. Jangan lupa memakai helm pengaman yang tersedia di pintu masuk gua demi keamanan kepala Anda. Soalnya, stalaktit yang ada di dalam gua akan memaksa Anda menunduk karena cukup sempit.

Sekitar beberapa menit masuk, kami pun sampai ke dalam ruang utama yang berukuran cukup luas. Memakai senter, Mario menunjukkan fosil terumbu karang hingga penyu di sisi gua.

"Itu salah satu bukti batu karang, berpori-pori. Batu ini juga kalau dilihat mirip kura-kura," ujar Mario.

Dari ruang utama, Mario kembali mengajak kami bergeser ke sisi gua lain. Dengan menggunakan senternya, Mario menunjuk satu batuan yang disebut orang mirip sosok Maria dalam agama Katolik. Namun, yang tak kalah menarik adalah lubang yang jadi asal muasal nama gua.

"Lihat lubang di atas. Ada saat-saat tertentu di mana sinar matahari lurus dan bisa menerangi 62% gua," ujar Mario.

Dijelaskan oleh Mario, gua itu dinamakan batu cermin karena merujuk pada sinar matahari yang masuk dari lubang tersebut. Dari lubang itu sinar matahari masuk dan memantul ke seisi gua, meneranginya dari bayang-bayang kegelapan.

Lebih lanjut, keseluruhan gua itu memiliki luas 19 hektar. Terdapat juga batu unik berbentuk payung yang berlokasi di luar gua. Jika ingin masuk, traveler harus membeli tiket seharga Rp 20 ribu. Sedangkan untuk wisman harga tiketnya adalah Rp 50 ribu.

Pendakian Gunung Rinjani Masih Ditutup Karena Faktor Keselamatan

 Pendakian Gunung Rinjani yang sedianya dibuka 1 April 2019, ditunda. Pendakian masih ditutup, karena faktor keselamatan pendaki.

Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) masih berupaya mencari jalur alternatif pendakiannya. Pendakian ditunda karena faktor cuaca dan pertimbangan keselamatan pendaki.

Hasil survei yang dilakukan di Senaru, Kecamatan Bayan, Lombok Utara, sementara menyatakan kondisi jalur pendakian Gunung Rinjani relatif baik.

Hanya saja di beberapa medan ditemukan retakan tanah, seperti di Pos II serta pohon tumbang mulai dari kilometer 0,5 hingga sebelum Pos III.

Jalur menuju Segara Anak terputus dan tidak dapat dilewati. Selain itu, tim survei yang di jalur Senaru tidak didampingi oleh tim ahli geologi maupun tim ahli kegempaan dari PVMBG maupun Dinas ESDM.

"Survei akan dilakukan kembali, masih nunggu info cuaca dari BMKG. Hasilnya nanti tergantung kajian dan rekomendasi tim dari PVMBG Bandung," tutur Kepala BTNGR Sudiyono kepada detikcom, Minggu (31/3/2019).

Jalur Senaru layak dilakukan kegiatan pendakian, tetapi hanya sampai Pelawangan Senaru dengan catatan tidak mengadakan camping di bibir kaldera.

Lokasi camping di Pos II mengalami keretakan dan disarankan untuk digeser ke atas sekitar 50 meter. Di sana ada tempat landai yang bisa dijadikan area camping. Jika dibuka, perlu dipasang papan informasi larangan beraktivitas di area yang rawan longsor.