Tingginya pamor Tour de Bintan 2019 tergambar dari banyaknya warga negara asing yang mendaftar sebagai peserta. Tak kurang dari 2.000 peserta dari 48 negara bakal ambil bagian dalam kegiatan yang berlangsung selama tiga hari yaitu 29-31 Maret mendatang.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bintan Wan Rudy mengatakan, Tour de Bintan 2019 diikuti peserta dengan usia rata-rata 40 tahun. Untuk peserta tertua berusia 73 tahun, yaitu Russell Bell dari Inggris yang akan berpartisipasi dalam Tour 3 Hari. Sedangkan peserta termuda berumur 16 tahun, yakni Ryan Wippell yang akan mengikuti Challenge 82 Km.
Adapun lima negara dengan peserta terbanyak adalah Singapura (22 persen), Inggris Raya (18 persen), Indonesia (11 persen), Australia (10 persen), Jepang (5 persen), USA (4 persen), Malaysia (3,2 persen), Prancis (3,2 persen), Jerman (2,7 persen), dan Filipina (2,6 persen).
"Tour de Bintan 2019 jelas akan mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan, khususnya mancanegara. Mereka yang datang ke Bintan tentu bukan hanya peserta, tapi kemungkinan juga membawa keluarga dan official dari masing-masing negara," ujarnya, Senin (25/3).
Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizky Handayani menyatakan, Tour de Bintan selalu mempunyai warna tersendiri. Apalagi, ajang ini diikuti oleh pebalap-pebalap top dunia. Ini tentunya menjadi sinyal positif bagi promosi pariwisata Bintan.
"Yang menarik, kegiatan ini juga menjadi kualifikasi kejuaraan dunia UCI Gran Fondo. Di mana, hanya ada dua event di Asia dan 21 event di dunia yang merupakan bagian dari Seri Dunia UCI Gran Fondo tersebut. Tour de Bintan sendiri menjadi salah satu event yang tergabung di dalamnya. Bayangkan efek promosi yang didapatkan," jelasnya.
Asdep Bidang Pemasaran I Regional I Kemenpar Dessy Ruhati menyatakan, peserta akan mendapat keuntungan dobel dari ajang ini. Selain bisa mengukir prestasi, mereka juga dapat menikmati keindahan alam dengan jalan-jalan yang ditata lebih baik, serta sejumlah resor kelas internasional yang mengagumkan.
"Dengan adanya kejuaraan ini, kawasan Lagoi khususnya Bintan Lagoon Resort akan terangkat. Sejauh ini, sport tourism selalu membawa multi efek yang besar. Dampak langsungnya hotel menjadi penuh, karena pebalap juga membawa keluarga serta official," ungkapnya.
Menteri Pariwisata Arief Yahya menyatakan, sport tourism menjadi salah satu konsep yang cukup berhasil menarik wisatawan mancanegara. Terbukti, dari tahun ke tahun kunjungan wisman ke Bintan terus meningkat. Ini menjadi kabar baik bagi industri pariwisata setempat.
"Sebagai sport event, yang terbesar dicari adalah indirect impact, atau yang lebih sering disebut sebagai media value. Itulah yang tersebar luas di seluruh dunia, dan membuat pamor Indonesia khususnya Bintan makin tenar," tandasnya.
Mengenal Indonesia Lewat Museum Gunungapi Merapi
Gunung Merapi di Yogyakarta meninggalkan banyak kisah saat meletus beberapa waktu lalu. Salah satunya adalah jejak untuk mengenal Indonesia.
Menurut beberapa sumber penelitian ilmiah , wilayah Indonesia yang terletak di kawasan cincin api (Ring of Fire) memiliki banyak zona sesar atau patahan dan rangkaian gunung api aktif sehingga wilayah Indonesia sering dilanda gempa bumi dan letusan gunung berapi. Beberapa letusan besar gunung api pernah tercatat dalam sejarah masa lalu kita, sebut saja dua di antaranya: letusan Gunung Tambora yang dahsyat di tahun 1815 dan letusan gunung Krakatau tahun 1883 yang juga mengejutkan dunia.
Ada satu lagi bencana geologi yang masih begitu membekas di ingatan kita yaitu gempa bumi dan tsunami besar yang melanda Aceh pada tahun 2004 yang lalu.
Namun di sisi lain, kondisi dan letak geografis negara kita yang berada di kawasan cincin api juga memberikan keuntungan. Bentang alam yang terdiri dari rangkaian pegunungan memberikan panorama yang indah bagi dunia wisata Indonesia, abu vulkanik dari letusan gunung berapi bisa menyuburkan tanah yang sangat berguna bagi pertanian dan wilayah pegunungan merupakan daerah resapan dan tangkapan air yang baik untuk cadangan air bersih.