Capres Joko Widodo saat berkampanye di Malang sempat mampir ke Sentra Kuliner Sriwijaya. Tempat ini memang cocok untuk wisata kuliner lho.
Saat berkampanye di Malang, capres petahana Joko Widodo datang ke Sentra Kuliner Sriwijaya, Senin (25/3) malam. Tempat wisata kuliner ini lokasinya berada di seberang Stasiun Kota Malang. Jokowi datang bersama tim suksesnya, usai berkampanye di GOR Ken Arok, Kota Malang.
detikcom pun pernah berkunjung ke sana. Sentra Kuliner Sriwijaya adalah tempat wisata di Malang yang juga bisa jadi pilihan wisatawan. Tempat wisata kuliner ini buka 24 jam non stop.
Lokasinya berada di Jalan Trunojoyo, Kota Malang. Beragam makanan bisa ditemui di sana, mulai lalapan ayam, bebek, tempe, tahu. Ada juga aneka masakan tradisional Jawa Timuran seperti soto, rujak cingur, rawon atau nasi pecel. Komplit deh!
Harga makanan dan minuman di tempat wisata kuliner ini cukup ramah di kantung wisatawan. Banyak masyarakat dan traveler yang memilihnya sebagai alternatif menyantap makanan atau sekadar minum kopi.
Sentra Kuliner Sriwijaya ini bentuknya memanjang seperti kereta. Kios penjual makan berjejer di satu sisi. Di bagian tengah ada jejeran kursi dan meja yang terbuat dari besi stainless, untuk tempat makan pengunjung
Pembeli juga bisa bersantai dengan memilih lesehan yang disediakan penjual. Waktu bukanya 24 jam non stop. Wisatawan bebas memilih mau datang jam berapa dan bisa berlama-lama sepuasnya tanpa kuatir tempatnya tutup.
Sentra Kuliner Sriwijaya ini sengaja dibuat menghadap Taman Trunojoyo. Pada malam hari lampu-lampu taman bersinar membuat suasana asyik bagi para pengunjung yang ingin bersantai di sana.
Karena ada di depan Stasiun Kereta Malang, adanya sentra kuliner Sriwijaya cukup membantu para traveler. Usai menghabiskan perjalanan panjang, mereka bisa bersantai sejenak di sini sebelum melanjutkan perjalanan. Yuk coba mampir ke sana!
Ada Yang Tahu Isi Batu Caves?
Batu Cave menjadi satu atraksi menarik saat liburan ke Malaysia. Punya tangga warna-warni dan gua, rupanya ada pemandangan menarik dari balik gua.
Batu Cave, Kuil umat Hindu terbesar di Malaysia ini sepertinya memang menjadi salah satu destinasi wisata yang wajib dikunjungi. Tentu yang paling menarik adalah Patung Dewa yang berukuran besar dibagian depan dan tangga yang dicat berwarna warni.
Perjalanan kami dari Hotel di pusat KL menuju Batu Cave menggunakan Grab, karena transportasi online yang ada di Malaysia hanya Grab saja dan lebih cepat.
Mobil Grab akan mengantarkan teman-teman sampai gerbang masuk ke kuil ini dan harus berjalan kaki kurang lebih 150 meter untuk sampai ke anak tangganya. Tapi jangan terburu-buru untuk naik ke atas.
Karena untuk yang menggunakan celana pendek, wajib menggunakan selendang yang sudah disediakan bawah dan membayar 5 RM, 3 RM untuk deposit dan 2 RM untuk sewa selendang. Serta banyak spot foto yang bisa abadikan termasuk tentunya view bagian depan yang memang cakep banget.
Saatnya naik tangga, ini adalah bagian yang paling menyiksa karena tangganya banyak sekali. Selain itu juga cukup terjal, hati-hati buat teman-teman yang sudah kecapean, sebaiknya istirahat jangan dipaksakan, apabila pingsan di tengah jalan otomatis akan menggelinding kebawah.
Setelah sampai di bibir gua, kita akan disambut dengan 1 patung yang cukup besar juga tapi maaf saya tidak tahu pasti nama patung-patung ini.
Setelah berjalan sedikit lagi kedalam, akan dijumpai para pedagang yang menjual cendera mata maupun alat-alat untuk sembayang. Masuk lagi, akan menemukan satu ruangan gua yang besar dan di dalam sini terdapat 1 kuil yang cukup besar dan berarsitektur menarik.
Nah, untuk ruangan paling ujung yang menarik, agak sedikit naik lagi menggunakan anak tangga. Di sini ada 1 kuil yang dimana bagian atas dari gua terbuka, sehingga cahaya yang masuk sangat bagus sekali.
Memang gua ini secara ukuran cukup besar dan bagian dalamnya juga cukup bagus serta bersih. Hal yang cukup mengganggu hanya dari bau kotoran Kelelawar dan kelembabannya. Bagi yang alergi mungkin sebaiknya tidak masuk ke dalam gua ini.