Rabu, 12 Februari 2020

Masuk 5 Besar Dunia, Event Yoga Terbesar Dunia Digelar di Bali

Salah satu event yoga terbesar di dunia, yakni Bali Spirit Festival baru akan dimulai petang nanti. Namun, keseruan sudah digelar sejak 15 Februari lalu. Gaung Bali Spirit pun dilakukan hingga ke Surabaya dan Jakarta.

"Kita ingin kemeriahan Bali Spirit Festival juga dirasakan di daerah lain. Dan kali ini kita memilih Jakarta serta Surabaya. Nuansa yang dihadirkan juga seperti halnya pelaksanaan event di Bali," papar Ketua Tim Calendar of Event 2019 Kementerian Pariwisata Esthy Reko Astuty, dalam keterangan tertulis, Minggu (24/3/2019).

Menurut Esthy, Bali Spirit telah mendapatkan tempat di hati para pecinta yoga Indonesia.

"Bali Spirit Festival adalah event besar. Event yang tidak hanya milik masyarakat Indonesia. Bahkan masyarakat internasional sangat menunggu event ini. Mengapa? Karena kelas Bali Spirit memang sudah mendunia. Masuk dalam 5 besar dunia," ujarnya.

Adapun kegiatan pertama yang digelar adalah Lokakarya di Bober Café, Surabaya, Jawa Timur. Tema yang diangkat adalah 'Happy People, Happy Life' dengan menghadirkan Novia Kusumawardhani sebagai pembicara.

Selain lokakarya, event di Surabaya juga melibatkan media. Lebih tepatnya melalui event Kumpul Media "Road to Bali Spirit Festival 2019". Pesertanya adalah media-media asal Surabaya dan sekitarnya.

"Dalam kumpul media, kita memberikan gambaran mengenai pelaksanaan Bali Spirit Festival. Seperti apa event ini pada awalnya hingga kemudian menjadi salah satu event yoga terbesar dunia," terang Esthy.

Nuansa Bali Spirit Festival 2019 semakin terasa kental di Surabaya dengan hadirnya Wellness Day, 24 Februari di Resto Nine. Dalam event ini, digelar Sunrise Musical Yoga, Self Healing, Yoga Pilates, hingga Dance Hall Reggae.

Selain Surabaya, 'virus' Bali Spirit Festival juga telah merambah ke Jakarta. Ada dua event yang digelar di Jakarta. Pertama konferensi pers. Event ini diakukan di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta. Kegiatannya berupa sosialisasi dan pengenalan event, serta diskusi.

Acara kedua adalah Sosialisasi Bali Spirit Festival 2019 oleh Yoga Gembira, di Taman Suropati, Jakarta. Kegiatan yang digelar berupa aktivitas yoga, dan sosialisasi event.

Wanita yang menjabat Staf Ahli Menteri Bidang Multikultural Kementerian Pariwisata itu menjamin pelaksanaan Bali Spirit Festival 2019 akan seru. Hal itu karena promosi telah dilakukan sejak jauh-jauh hari.

"Kita sudah menggaungkan event ini sejak lama. Dan sejak akhir tahun lalu, kita sudah umumkan jika Bali Spirit Festival masuk dalam Calendar of Event 2019. Dan sambutan yang diperlihatkan masyarakat juga luar biasa. Jadi kita yakin tahun ini event akan ramai," paparnya.

Sementara itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya, juga memberikan acungan jempol untuk pelaksanaan Bali Spirit Festival.

"Yang membuat Bali Spirit Festival layak ditiru adalah kesiapan penyelenggaranya. Event ini telah dipromosikan sejak akhir tahun 2018. Dan, tidak ada perubahan jadwal. Ini memudahkan wisatawan mancanegara untuk mengatur waktu. Dan ini yang membuat Bali Spirit selalu dikunjungi peserta mancanegara, karena sustain dan memberikan kemudahan buat peserta dan pengunjung," paparnya.

Bahkan, lanjut Arief, dalam situs resminya, Bali Spirit juga memberikan gambaran akses ke lokasi, penginapan sekitar venue, juga instruktur yoga.

Wisata Golf di Indonesia Menjanjikan, Ini yang Harus Dikembangkan

Sejumlah langkah diusulkan untuk mengembangkan Indonesia sebagai destinasi wisata golf kelas dunia. Potensi yang dinilai menjanjikan.

Saat ini negara-negara di kawasan Asia berlomba mendatangkan wisatawan mancanegara (wisman) lewat wisata golf ke negaranya. Termasuk Indonesia yang juga ingin mengambil pasar yang saat ini didominasi Thailand sebagai kompetitor utamanya.

Kepala Bidang Pengembangan Area III Regional I Florida Pardosi saat SPH Golf Travel Fair 2019 di Takashimaya Shopping Center, Singapura, Minggu (24/3/2019) mengatakan golf adalah bagian dari wisata olahraga yang cukup efektif menarik wisman dengan tingkat pertumbuhannya yang sangat signifikan.

"Nantinya, Indonesia akan dikembangkan menjadi destinasi golf yang sejati, sekaligus menjadi kompetitor utama Thailand dalam bisnis ini. Untuk itu kami hadir mempromosikan golf Indonesia dalam ajang Singapore Press Holdings (SPH) Golf Travel Fair 2019, agar pegolf Asia datang menjajal golf di Indonesia," katanya seperti dalam siaran pers Kementerian Pariwisata yang diterima detikcom.

Pada kesempatan yang sama, salah satu pelaku usaha di bidang golf Indonesia, Merry Kwan, mengusulkan beberapa langkah strategis yang efektif untuk menawarkan wisata golf kepada wisatawan.

"Yang pertama adalah penyelenggaraan turnamen internasional di Indonesia. Di tengah isu politik dan bencana, turnamen golf internasional bisa menjadi awareness para pegolf asing untuk datang. Hal itu jadi salah satu kebanggaan pegolf untuk menjajal lapangan yang dijadikan turnamen internasional itu. Dan turnamen internasional itu minimum return media valuenya 20 kali lipat dari nilai investasinya," katanya.

Kedua, lanjut Merry, mengadakan pameran wisata khusus golf di Indonesia. Hal itu bisa membuat pegolf untuk menjajal lapangan berkelas internasional di Indonesia yang tidak kalah dengan negara lain. Hal itu juga sudah dilakukan Indonesia melalui Kemenpar beberapa tahun belakangan ini melalui Sales Mission dan mengikuti travel mart di originasi pegolf di Asia.

"Di negara lain Anda mungkin bisa menemukan lapangan golf yang lebih baik, dan infrastruktur yang lebih mumpuni, namun tak ada yang bisa menandingi keramahan masyarakat Indonesia," kata Merry.

Di Indonesia paket wisata golf juga lebih murah dengan cuaca yang lebih bersahabat karena hanya ada dua musim. Rate harga saat weekdays untuk sekali bermain golf berkisar Rp 500 ribu - Rp 1 juta dan saat weekend di bawah Rp 2 juta.

"Itu sekali bermain sudah termasuk layanan caddie dan golf car. Kalo di luar negeri belum termasuk itu semua," katanya.

Lalu yang ketiga adalah dukungan atau support pemerintah untuk Industri golf. Hal itu yang juga dilakukan Pemerintah Thailand yang selalu hadir dan sudah terbukti. Negeri Gajah Putih menjadi destinasi utama para pegolf Dunia.

"Kita tinggal amati tiru dan modifikasi apa yang sudah dilakukan Thailand. Perlu diketahui, wisata golf itu memikat wisman berusia matang dan mapan. Golongan ini berkunjung dalam durasi lama dan biasanya menghabiskan uang tiga kali lebih banyak dari wisman reguler. Mereka rata-rata adalah wisatawan berkantong tebal dan loyal," katanya.

Seorang pegolf asing umumnya rela mengeluarkan USD 5.000 hingga USD 6.000 dalam setiap kunjungannya ke Indonesia. Atau sekitar Rp 70 sampai Rp 80 jutaan.

"Pengeluaran itu enam kali lebih besar dibandingkan spending wisman pada umumnya. Potensi raksasa wisata golf inilah yang harus diakui dan digarap," pungkasnya.