Kamis, 13 Februari 2020

Kemenpar Tunda Festival Crossborder Skouw 2019 hingga Mei

Festival Crossborder Skouw 2019 ditunda. Keputusan ini sebagai bentuk empati Kementerian Pariwisata (Kemenpar) atas bencana di Sentani, Jayapura, Papua. Edisi 1 festival tersebut akan dirilis pada pekan kedua Mei 2019.

Sebagaimana diketahui Sentani, Papua, diterjang banjir bandang dan tanah lonsor pada Sabtu (16/3/2019). Karena efek yang ditimbulkannya, Gubernur Papua menerbitkan surat Status Siaga Darurat. Surat bernomor 362/3146/SET, tanggal 19 Maret 2019, menerangkan, status itu diberikan selama 7 hari.

Menyikapi kondisi tersebut, Kemenpar memutuskan menunda pelaksanaan edisi 1 Festival Crossborder Skour 2019. Festival ini dijadwalkan ulang pada 9-11 Mei 2019. Lokasinya ada di PLBN Skouw, Jayapura, Papua. Event ini sekaligus menjadi perayaan ulang tahun PLBN Skouw. Seharusnya, festival ini digelar pada 26-28 Maret 2018. Tata waktu ini H+1 dari batas Status Siaga Darurat di wilayah Papua.

"Bencana ini adalah kejadian luar biasa. Semua pasti tidak menginginkannya. Kemenpar berempati pada seluruh korban. Imbauan gubernur harus diperhatikan. Upaya pemulihan dikedepankan. Untuk itu, Festival Crossborder Skouw ditunda Mei. Kami berharap publik bisa memahami," ungkap Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenpar Muh. Ricky Fauziyani, dalam keterangan tertulis, Jumat (22/3/2019).

Karena ditunda, komposisi konten festival mengalami sedikit perubahan. Festival Crossborder Skouw 2019 tetap mempertahankan amunisi Ras Muhammad dan Dave Solution. Namun memberi kesegaran dengan merangkul band asal Papua Nugini, Vanimo Natives. Vanimo ini mengisi slot yang sebelumnya diisi Mixmate Band. Untuk itu publik Papua Nugini (PNG) dan Papua tetap bisa menikmati sensasi pesta reggae.

"Ada sedikit perubahan pengisi konten utamanya. Vanimo masuk menggantikan Mixmate. Vanimo ini juga populer di PNG dan Papua. Mereka kerap tampil di crossborder. Tetap full dengan genre reggae, kami harap event ini bisa menjadi pelipur kesedihan. Untuk itu, kami tetap mengundang seluruh elemen masyarakat untuk datang ke Skouw pada Mei nanti," terang Ricky lagi.

Selain komposisi utamanya, Festival Crossborder Skouw juga akan mempertahankan konten lainnya. Event ini akan menampilkan Festival Paduan Suara lintas bangsa dengan 11 peserta. Komposisinya, ada 6 peserta dari Skouw dan 5 group asal Vanimo, PNG. Paduan suara ini berasal dari gereja-gereja di dua wilayah tersebut.

Sementara dari potensi bisnisnya, Festival Crossborder Skouw 2019 tetap memberi ruang utama bagi para pelaku usaha dengan adanya bazaar yang digelar secara lengkap dengan beragam produk. Selama ini, Skouw terkenal sebagai daerah penghasil kerajinan tangan dan kuliner. Ricky menambahkan, Festival Crossborder Skouw menjadi momentum bangkit Papua.

"Mari berbagi kegembiraan dan cerita optimisme di Skouw. Festival Crossborder Skouw pada bulan Mei nanti harus menjadi momentum kebangkitan Papua secara menyeluruh. Sebab, masih ada kesempatan dan peluang besar untuk menjadi lebih baik lagi. Potensi besar dimiliki destinasi ini," lanjut Ricky.

Mengusung tema 'Satu Dalam Keberagaman', Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan Papua harus bangkit lagi dan kembali menata optimisme. Sebab, ada potensi pariwisata yang besar di Bumi Cenderawasih tersebut. Menurutnya dengan kekuatan wisatanya, pergerakan wisatawan PNG menuju Papua menjanjikan. Sepanjang 2018, arus wisman tetap naik 1,31%. Angka riil dari pergerakan wisatawan PNG sekitar 143.143 orang di sepanjang 2018.

"Kami turut berduka cita atas bencana yang menimpa Sentani. Kami yakin, bencana ini justru memberi kekuatan. Keteguhan untuk kembali bangkit. Upaya pemulihan harus dilakukan. Kami akan support. Performa pariwisata bagus Jayapura dan Papua tidak boleh turun. Kami optimistis, Festival Crossborder Skouw 2019 di bulan Mei akan memberikan banyak momentum terbaik," tutur Arief.

Siap-siap Goyang Bareng di Festival Crossborder PLBN Aruk

Festival crossborder akan kembali digelar di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk, Kalimantan Barat, pada 30 dan 31 Maret mendatang. Kali ini PLBN Aruk Sanjingan akan menghadirkan dua penyanyi dangdut Juwita Bahar dan Tika Zein. Siap-siap goyang bareng!

Menurut Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional II Kementerian Pariwisata Adella Raung, Festival Crossborder di PLBN Aruk Sajingan akhir Maret ini dijamin tidak kalah heboh dari perhelatan pertama lalu.

"Karena, dua bintang tamu yang kita hadirkan juga berkelas. Ada Juwita Bahar dan Tika Zein. Juwita Bahar membawa nama besar ibunya, Anissa Bahar. Sedangkan Tika Zein adalah jebolan Bintang Pantura yang sukses menggoncang PLBN Entikong," papar Adella, dalam keterangan tertulis, Jumat (22/3/2019).

Pada perhelatan Festival Crossborder Aruk pertama, akhir Februari lalu, hadir Sandrina yang tenar dengan lagu Goyang Dua Jari, serta penyanyi dangdut jebolan KDI Belinda. Saat itu, Aruk dibanjiri wisatawan. Hal ini yang membuat Adella yakin perhelatan kedua bakal lebih ramai. Karena, nama Juwita Bahar dan Tika Zein lebih dikenal.

Selain faktor dua penyanyi dangdut terkenal, promosi yang sudah dilakukan jauh-jauh hari diyakini akan berdampak pada banyaknya wisatawan crossborder yang hadir.

"Promosi sudah kita lakukan. Baik di media sosial maupun media lain. Bahkan hingga ke negara tetangga Malaysia. Promosi Festival Crossborder ini sudah kita lakukan di salah satu stasiun radio di Malaysia. Promo akan terus kita lakukan hingga mendekati waktu pelaksanaan," paparnya.

Sedangkan Kabid Pemasaran Area III Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional II Kemenpar Sapto Haryono menambahkan, kegiatan yang digelar di Festival Crossborder Aruk Sajingan tidak hanya pentas musik dangdut.

"Seperti kegiatan Festival Crossborder lainnya, kita juga menyiapkan berbagai kegiatan yang akan melibatkan masyarakat. Kali ini, kita membuat Band Performance, Culinary and Bussiness Exhibition, juga pementasan budaya Melayu dan Dayak," terang Sapto.

Ditambahkannya, Kemenpar juga menyediakan sejumlah stand untuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar wilayah Aruk.

"Kita selalu melibatkan masyarakat dan pelaku UMKM dalam setiap Festival Crossborder. Termasuk di Aruk Sajingan ini. Kita berharap masyarakat bisa memaksimalkan event crossborder. Karena, kegiatan ini selalu mampu menarik wisatawan asal Malaysia," paparnya.

Sementara itu Menteri Pariwisata Arief Yahya mendukung sepenuhnya Festival Crossborder Aruk Sajingan. Di menegaskan, crossborder menjadi senjata andalan Kemenpar untuk memenuhi target kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara di tahun 2019.

"Selain melakukan sales mission atau promosi ke luar negeri, cara paling ampuh untuk menggenjot kunjungan wisatawan mancanegara adalah melalui crossborder. Karena, ada unsur kedekatan yang bisa kita maksimalkan. Atau melalui berbagai event seperti Festival Crossborder. Selama ini, festival musik terbukti ampuh untuk mendatangkan wisatawan dalam jumlah besar," tuturnya