Jumat, 14 Februari 2020

Wisata Air Terjun Ditutup Pasca Gempa Lombok, Gili Trawangan Aman

 Untuk sementara, wisata Air Terjun Tiu Kelep ditutup pasca gempa dan longsor. Namun, untuk destinasi wisata lain seperti Gili Trawangan tetap aman.

Gempa bumi yang terjadi pada Minggu (16/3) siang, bermagnitudo 5,8 dan 5,4 secara beruntun berpusat di Lombok Timur berdampak pada kerusakan ratusan rumah warga yang ada di sana.

Pada waktu yang sama, saat guncangan gempa terjadi puluhan turis mancanegara dan wisatawan lokal terjebak di area terjadinya longsor di kawasan wisata air terjun Tiu Kelep.

Dari data Kantor SAR Mataram menyebut sebanyak 16 wisman asal Malaysia dan 8 wisatawan lokal terjebak di dalam kawasan. Dua WN Malaysia dan satu warga lokal dinyatakan meninggal dunia di lokasi.

Akibat peristiwa nahas itu, Pemkab Lombok Utara memutuskan untuk sementara waktu lokasi wisata dua air terjun yang berada di Desa Senaru, Kecamatan Bayan itu, yakni Sendang Gile dan Tiu Kelep yang merupakan satu jalur kawasan.

"Tiu Kelep belum pernah ditutup aksesnya, tetapi dengan adanya musibah ini, Sekda Kabupaten Lombok Utara Drs H Suardi menghimbau masyarakat dan wisatawan untuk sementara menghindari tempat wisata air terjun, selama keadaan belum pulih. Selain itu pula, cuaca sedang buruk," ujar Kabag Humas Setda Lombok Utara Mujaddid Muhas, Selasa (19/3/2019).

"Belum ditutup, hanya imbauan saja, agar menghindari wisata air terjun untuk sementara waktu," sambungnya.

Namun demikian, destinasi wisata yang ada di Lombok Utara, selain air terjun, seperti pantai di tiga gili serta objek lainnya tidak ikut terdampak. Kondisinya pun sudah berangsur normal.

"Ya, aman, normal saja. Ya, stabil kok," ungkap Manager Warna Beach Hotel Gili Trawangan, Ricky Jumas.

Libur Pemilu 17 April, Reservasi Hotel di Pangandaran Tinggi

Libur pemilu 17 April 2019 yang diikuti long weekend dimanfaatkan sebagian masyarakat untuk berlibur. Di Pangandaran, reservasi hotel mulai berdatangan.

Sales and Marketing Manager Hotel Horison Palma Pangandaran, Ratih Anggraini menginformasikan, reservasi di hotelnya pada 17 hingga 21 April tercatat sudah di atas 50 persen.

Ratih menyampaikan, seperti sebelumnya, libur hari pencoblosan dimanfaatkan warga kota yang pulang kampung di sekitar Pangandaran untuk berlibur. Sebagian lainnya, kata Ratih, memang menyengajakan untuk plesiran ke Pangandaran, baik pada tanggal 17 maupun pada akhir pekan setelahnya.

"Reservasi sebagian mulai tanggal 17 (April). Banyak dari sekitar Priangan Timur," ujar Ratih kepada detikcom, Senin (18/3/2019).

Untuk mengoptimalkan penjualan pada momen tersebut, Ratih mengaku menyiapkan promo khusus 'Paket Pemilu' dengan penawaran kombinasi kamar dan makan-minum.

Selain hotel, reservasi tur wisata juga mulai padat. Pemilik agensi tur Pangandaran Wisata Seru Ipik Taupik menyampaikan, perusahaannya telah mendapat reservasi untuk tanggal 18-19 April.

"Kita ada rombongan corporate dari Semarang," kata Ipik.

Kepala Dinas Parwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran Undang Sohbarudin berharap, momen libur pemilu dan long weekend bisa mendongkrak kunjungan ke Pangandaran yang mengalami penurunan dalam satu-dua bulan terakhir.

"Prediksi kita memang akan ramai, apa lagi kita siapkan juga event-event, ada event motor, sepeda, dan lain-lain," ujar Undang.

Selain libur pemilu yang jatuh pada 17 April (Rabu), terdapat juga tanggal merah hari raya Jumat Agung yang jatuh pada pada 19 April (Jumat).

Tahun ini, libur pemilu 17 April (Rabu) disusul libur hari Jumat Agung pada 19 April (Jumat). Bagi mereka yang memilih cuti pada 18 April, maka tersedia lima hari untuk berlibur, mulai 17 April hingga 21 April. 

Cerita 4 Presiden Terpukau Patung Buatan Warga Komodo

Selain bekerja sebagai nelayan, sebagian warga Pulau Komodo juga berprofesi sebagai perajin souvenir. Karyanya pun telah memukau 4 Presiden.

Saat singgah di Pulau berpenduduk 1.740 jiwa tersebut, tim detikcom menemui salah seorang pemahat patung yang karyanya sudah dikenal oleh empat presiden RI.

Perajin bernama Ishaka Mansur (56) asal Desa Komodo, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, mengaku sudah bertemu dengan beberapa presiden RI. Pengalaman pertamanya ialah saat bertemu dengan presiden 3 RI B.J. Habibie yang saat itu masih menjabat sebagai Menristekdikti.

"Beberapa presiden mengundang saya. Waktu tahun pertama pada masa Pak Habibie itu 1985 saya ke Jakarta yang pertama kali. Dia mempertanyakan saya, Anda itu latih di mana sehingga Anda itu buatannya asli sekali," tutur Ishaka menirukan pertanyaan Habibie, Rabu (27/2/2019) lalu.

Setelah B.J. Habibie, ia juga diundang oleh Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sewaktu menjabat jadi presiden RI era 1999-2001. Ia datang untuk mengikuti acara pelatihan dan sarasehan bersama Gus Dur.

"Dia bilang bersyukur orang komodo itu bisa membangun pekerjaan ini sehingga di sana alamnya utuh tidak merusak di laut, tidak merusak di darat," katanya.

Selanjutnya ia juga pernah diundang oleh Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri dan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono.

"Kalau diundang itu kita pasti dikasih bantuan. Itu waktu Bapak Susilo saja Rp 300 juta untuk seluruh masyarakat. Begitu juga Megawati dulu dia langsung bagikan sendiri Rp 500 juta," tutur Ishaka.

Dia bercerita, kalau ilmu memahatnya itu didapatkan dari pelatihan di Bali dan Jepara. Kemiripan patung komodo yang dibuatnya berdasarkan kebiasaan sehari-sehari yang sering melihat komodo.

"Karena kita yang membuat patung ini lihat komodo. Misalkan komodo ini makan kambing, oh begini style-nya, oh begini kerutnya, begini putarnya, sampai guru saya di Bali sendiri heran," kata dia.

Setiap harinya Ishaka mampu mengerjakan patung pahatan dua komodo. Sementara satu patung komodo bisa dibuatnya sebanyak 4 patung.

Patung-patung tersebut ia jual kepada penjual souvenir yang masih dari Desa Komodo. Dalam sebulan ia bisa mengumpulkan omzet Rp 2 juta atau Rp 5-6 juta di musim ramai pengunjung.

Adapun pasokan materialnya, ia dapatkan dengan cara membeli dari penjual kayu di Pulau Longos. Tiga jenis kayu yang dia gunakan adalah waru laut, jati dan kelumpang.

"Waru laut paling dicari karena itu asli dari (Pulau) Komodo. Itu bisa beli di Longos harganya lebih mahal. 1 meter Rp 250 ribu," katanya.

Untuk menjalankan usaha dan kebutuhan kuliah anaknya, Ishaka juga meminjam modal dari Bank BRI melalui layanan Teras BRI Kapal Bahtera Seva. Di bank terapung Bahtera Seva II.

"Bank apung ini menurut kami sebagai perajin itu sangat membantu kami. Kami bersyukur pada Allah SWT dengan adanya bank yang bukan kami yang mendatangi bank, tapi bank yang mendatangi kami," pungkasnya. Baca berita lainnya mengenai Teras BRI Kapal Bahtera Seva di Ekspedisi Bahtera Seva.