Rabu, 04 Maret 2020

Jarang Orang Tahu, Pulau Kecil Cantik di Tengah Laut Flores Timur

Masih banyak bentang alam Flores yang jarang orang tahu. Salah satunya Meko, si pulau kecil alias pasir timbul yang cantik di tengah laut Flores Timur.

Mungkin bila mendengar nama Kabupaten Flores Timur (Flotim) di Nusa Tenggara Timur, langsung terbesit di kepala yaitu perayaan Semana Santa di Larantuka. Namun, Flotim memiliki destinasi yang tak kalah indah mulai pemandangan sunset, hingga hamparan pasir timbul di tengah laut yang berada dekat Dusun Meko, Kecamatan Witihama, Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur.

Warga setempat menamainya Pasir Timbul Meko. Dinamai pasir timbul, lantaran terdapat gundukan pasir di tengah laut seperti pulau kecil tak berpenghuni. Luasnya kurang lebih tidak sampai 1 kilometer persegi. Pasir putih yang sedikit berwarna pink ini kontras dengan warna laut yang biru kehijauan, seperti dalam informasi dari siaran pers Kementerian Pariwisata yang diterima detikTravel, Selasa (29/1/2019).

Pasir warna pink itu berasal dari karang yang hancur. Keindahan ini tampak sempurna dengan dipadu pulau-pulau berwarna hijau yang subur. Tak ada ombak di pantai pasir itu, hanya riak-riak kecil yang menyapu pasir putih yang lembut. Jika air laut pasang, pulau itu akan tenggelam.

Namun, Keindahan Pasir Timbul Meko harus dibayar dengan perjalananan yang cukup panjang. Dari Pelabuhan Pelni Larantuka di Kota Larantuka, traveler akan menyeberang ke pelabuhan Tubilota di Pulau Adonara. Traveler dapat menumpang kapal motor dengah harga Rp 5 ribu dengan waktu tempuh kira-kira hanya 10 menit.

Kemudian, melintasi Pulau Adonara. Sewa mobil jadi cara yang tepat menuju ke Meko. Lantaran minimnya transportasi umum dan jauhnya perjalanan menjadi alasan. Butuh waktu sekitar 2 jam untuk sampai di Dusun Meko.

Di dusun Meko dihuni oleh suku Bajo yang mata pencahariannya sebagai nelayan. Mereka hidup sehari-hari dari hasil tangkapan ikan. Dengan menggunakan sampan kecil, mereka menebar jaring untuk menangkap ikan.

Warga dusun di sana bisa mengantarkan traveler ke Pasir Timbul Meko. Kamu dapat menyewa perahu nelayan lokal dengan harga Rp 400 ribu PP. Dalam perjalanan menuju pulau itu, traveler akan disuguhi pemandangan yang tak kalah indah.

Traveler akan melintasi Laut Meko yang airnya sangat jernih. Sepanjang jalan siap-siap melihat terumbu karang warna warni. Lalu, jika kamu melihat ke belakang akan melihat Ile (Gunung) Boleng, di sisi kiri dan kanan ada Bukit Sandosi dan Lembata. Sementara di depan, ada gunung api.

Secara aksesibilitas, menuju Pasir Timbul Meko bisa melalui Kota Larantuka yang bisa dijangkau dengan dua penerbangan dari Kupang, pada Pagi hari menggunakan Trans Nusa dan Sore hari menggunakan Wings Air. Via Maumere dengan menempuh perjalanan darat 4 jam bisa menjadi alternatif perjalanan ke Larantuka.

Terkait Amenitas atau fasilitas pendukung pariwisata seperti hotel dan restoran yang memberikan keamanan dan kenyamanan bagi para wisatawan juga sudah tumbuh berkembang. Di Kota Larantuka sudah tumbuh hotel-hotel bahkan homestay.

Tak Perlu ke Kedutaan, Bikin Visa Jerman Kini Cuma 7 Hari

Jerman merupakan salah satu destinasi yang populer di kalangan traveler dunia. Jika traveler berniat untuk melancong ke negara yang satu ini, pastikan seluruh persiapan telah siap, termasuk urusan visa.

Namun jika baru berniat membuat visa, pastikan traveler membuatnya jauh-jauh hari sebelum jadwal berkunjung ke Jerman. Sebab proses pembuatan visa Jerman biasanya memakan waktu hingga 14 hari kerja.

"Dulu pembuatan visa bisa memakan waktu hingga 14 hari kerja, bahkan ada yang sampai 90 hari kerja atau 3 bulan," ujar Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Peter Schoof di VFS Global, Jakarta Selatan, Selasa (29/1/2019).

Untungnya, kini traveler bisa membuat visa dengan proses yang lebih cepat dan tidak ribet di Jakarta Selatan. Caranya adalah dengan membuatnya di VFS Global yang berlokasi di Kuningan City.

VFS Global menjadi kantor penerimaan pusat yang menangani permohonan visa Schengen dengan tujuan perjalanan utama ke Jerman. VFS Global bekerja sama langsung dengan Kedutaan Besar Jerman untuk Indonesia di Jakarta. Kerja sama ini baru saja dimulai beberapa hari lalu, tepatnya sejak 21 Januari 2019.

"Kami senang bisa bekerja sama dengan VFS Global dalam membantu masyarakat Indonesia untuk membuat visa Jerman dengan lebih cepat dan mudah," ungkapnya.

Kerja sama ini tentu membuat traveler tidak perlu lagi mengajukan permohonan visa ke kedutaan lagi. Proses pembuatan visa melalui VFS Global pun hanya memerlukan proses 7 hari kerja sejak pengajuan permohonan visa. Tentunya, visa dapat diselesaikan saat sudah disetujui oleh Kedutaan Besar Jerman untuk Indonesia.

"Dengan adanya kerja sama ini, kami berharap masyarakat Indonesia dapat lebih mudah dan lebih cepat dalam proses pembuatan visa dengan adanya layanan ini. Kami juga berharap mereka mendapatkan pelayanan yang nyaman dan memuaskan. VFS Global adalah tempat yang bagus," lanjutnya.

Selain itu, VFS Global juga menawarkan beberapa keunggulan lainnya seperti layanan On-Demand Mobile Visa (OMDV), Prime Time, dan Premium Lounge.

Jarang Orang Tahu, Pulau Kecil Cantik di Tengah Laut Flores Timur

Masih banyak bentang alam Flores yang jarang orang tahu. Salah satunya Meko, si pulau kecil alias pasir timbul yang cantik di tengah laut Flores Timur.

Mungkin bila mendengar nama Kabupaten Flores Timur (Flotim) di Nusa Tenggara Timur, langsung terbesit di kepala yaitu perayaan Semana Santa di Larantuka. Namun, Flotim memiliki destinasi yang tak kalah indah mulai pemandangan sunset, hingga hamparan pasir timbul di tengah laut yang berada dekat Dusun Meko, Kecamatan Witihama, Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur.

Warga setempat menamainya Pasir Timbul Meko. Dinamai pasir timbul, lantaran terdapat gundukan pasir di tengah laut seperti pulau kecil tak berpenghuni. Luasnya kurang lebih tidak sampai 1 kilometer persegi. Pasir putih yang sedikit berwarna pink ini kontras dengan warna laut yang biru kehijauan, seperti dalam informasi dari siaran pers Kementerian Pariwisata yang diterima detikTravel, Selasa (29/1/2019).

Pasir warna pink itu berasal dari karang yang hancur. Keindahan ini tampak sempurna dengan dipadu pulau-pulau berwarna hijau yang subur. Tak ada ombak di pantai pasir itu, hanya riak-riak kecil yang menyapu pasir putih yang lembut. Jika air laut pasang, pulau itu akan tenggelam.