Kamis, 05 Maret 2020

Sayonara! Peserta d'Traveler of The Year 2018 Kembali ke Tanah Air

 Para pemenang d'Traveler of The Year 2018 harus mengakhiri petualangannya hari ini, Sabtu (26/1/2019). Namun, banyak kisah seru yang terjadi di Bangkok.

Mulai dari Rabu, (23/1) para pemenang d'Traveler of the year dan tiket.com sampai di siang hari kemudian menjelajahi aneka tempat di Pattaya. Hari selanjutnya, mereka berwisata belanja di Ibukota Thailand, Bangkok.

Sudut-sudut Bangkok pun memang tidak ada habisnya. Mulai dari aneka pasar seperti pasar di rel kereta sampai pasar terapung yang ikonik di Negeri Gajah Putih.

Selain itu, Thailand terkenal dengan aneka street food yang beragam. Makanan ekstrem seperti serangga dan Buaya pun dijajakan di berbagai tempat.

"Menyenangkan banget. Semua sudutnya unik dan menarik, ada aja yang bikin penasaran. Mulai dari tempat bersejarah sampai belanjanya asyik banget. Lain kali mau datang lagi ke Bangkok atau daerah Thailand lain," ujar Azizah, salah satu peserta.

Annisa, peserta lainnya juga mengatakan hal yang serupa. Menurutnya, trip kali ini memberikan informasi spot wisata Halal di Thailand.

"Seru banget, pertama kali ikut jalan-jalan tempat Halal, ada masjidnya, Pattaya, apalagi di Thailand. Apalagi banyak makanan Halal. Spot-spotnya juga unik dan menarik," kata Annisa.

6 peserta tercatat sebagai pemenang d'Traveler of the Year 2018. Yakni Annisa, Azizah, Anni, Fadhil, Teguh dan Eddy.

detikTravel pun juga punya aneka berita informatif mengenai aneka sudut Thailand, khususnya Bangkok dan Pattaya. Tetap tunggu berbagai cerita serunya di detikTravel ya. 

Ups! Pasangan Traveler Ini Pergoki Kru Kapal Pesiar Sedang Bercinta

Wisata naik kapal pesiar memang asyik. Tapi apa jadinya kalau saat hendak masuk ke kamar tiba-tiba traveler memergoki ada kru kapal pesiar yang tengah bercinta?

Kejadian kurang menyenangkan dialami oleh pasangan traveler Bobby (64) dan Mary Jackson (62) yang hendak berwisata naik kapal pesiar. Mereka mendapati kamar yang sudah mereka pesan, ternyata sedang dipakai oleh kru kapal pesiar untuk berhubungan badan.

Dikumpulkan detikTravel dari beberapa sumber, Sabtu (26/1/2019), Bobby dan Mary diketahui naik kapal pesiar Norwegian Cruise Line. Kapal ini akan membawa Bobby dan Mary berlayar dari Singapura menuju ke Thailand selama sepekan.

Saat boarding ke kapal pesiar, Bobby dan Mary sempat diajak tur keliling kapal. Setelah kembali ke kamar 10039 yang mereka pesan, pasangan ini terkejut karena kunci mereka ternyata tidak bisa membuka pintu kamar.

Baru di percobaan ketiga, kamar bisa terbuka. Saat membuka pintu kamar, mereka langsung melihat pemandangan seorang pria dan wanita dalam kondisi telanjang bulat dan sedang berhubungan layaknya suami istri.

Jika dilihat sekilas dari bajunya, si pria terlihat seperti kru kapal pesiar, sementara si wanitanya masih misterius. Begitu menyaksikan pemandangan itu, Bobby dan Mary langsung menutup pintu kamar dan melaporkan kejadian itu ke kru kabin yang bertugas dan supervisornya.

"Saya begitu kaget, apa yang saya saksikan sangat tidak menyenangkan. Ada seorang pria dan wanita berhubungan seks di atas ranjang kami. Saya langsung menutup pintu," ujar Mary seperti ditulis media The Sun.

Atas kejadian yang kurang menyenangkan ini, Bobby dan Mary pun mengajukan komplain ke pihak kapal pesiar. Oleh pihak kapal pesiar, mereka diberikan voucher senilai sekitar Rp 1,8 juta untuk dipakai di kapal sebagai kompensasi.

Mereka Menamakan Diri: Klub Penjelajah Dunia yang Rahasia

Klub penjelajah ini sudah menjadi inspirator para tokoh dunia. Siapakah mereka dan bagaimana pergerakannya?

Melansir BBC Travel, Sabtu (26/1/2019), inilah The Explorers Club. Mereka telah menginspirasi para petualang hingga astronot selama lebih dari seabad juga sekarang berkembang untuk menginspirasi setiap orang.

Lokasi berkumpul The Explorers Club ada di sebuah rumah beralamat East 70th Street, Upper East Side, New York, Amerika Serikat. Sebuah rumah besar berlantai enam yang berusia 109 tahun ini perpaduan arsitektur Jacobean Renaissance dan Tudor.

The Explorers Club memang kurang dikenal. Namun daftar anggotanya adalah orang-orang terhormat termasuk Edmund Hillary dan Tenzing Norgay yang pertama kali menjuluki Gunung Everest, penerbang Charles Lindbergh yang melakukan penerbangan pesawat transatlantik solo pertama pada tahun 1927, penjelajah Norwegia Thor Heyerdahl yang mengarungi perairan dengan rakit buatan tangannya, Kon-Tiki dari Peru ke Polinesia, pilot terkenal Amelia Earhart yang menghilang di Pasifik.

Tak sampai di situ, ada pula astronot Apollo termasuk Buzz Aldrin dan Neil Armstrong yang pertama menginjakkan kaki di bulan, ahli paleoantropologi Inggris Mary Leakey yang menemukan 15 spesies hewan baru, CEO Amazon Jeff Bezos, Sutradara film Titanic dan penjelajah laut dalam James Cameron dan ahli primata Dame Jane Goodall yang dianggap sebagai pakar simpanse terkemuka di dunia. Tentunya daftar ini amat membingungkan juga mengejutkan.

Presiden klub Richard Wiese ingat pertama kali bergabung ke klub pada pertengahan 1980-an. Ia duduk di sebuah meja yang pernah dimiliki oleh mantan anggota dan presiden AS Theodore Roosevelt.

The Explorers Club memiliki 3.500 anggota, tersebar di 32 titik global. Kini, keanggotaannya sebagian besar diisi oleh ahli kelautan, lepidopterologis, primatologis dan konservasionis.

Satu contoh penjelajahannya, musim panas yang lalu, sekelompok paleontolognya berada di Gurun Gobi Mongolia mencari fosil dinosaurus menggunakan pemindai drone. Dan menemukan lusinan fosil.

Markas The Explorers Club, Townhouse memiliki arsitektur yang menarik. Ada balok kayu yang diambil dari HMS Daedalus (kapal perang fregat 1826).

Langit-langitnya dibeli dari biara Italia abad ke-15 ditambah jendela-jendela kaca patri asli bertatahkan mawar Tudor dari Kastil Windsor di Inggris. Pengunjung yang datang dapat melihat kepala cheetah dan singa dari ekspedisi Smithsonian, kulit kepala yeti dari Tibet, tulisan edisi pertama deskripsi Napoleon tentang Mesir, gading mamut Alaska, kepala rusa dan boneka penguin, pelt dari harimau betina Nepal hingga koleksi gading dari gajah dengan ujung empat, anomali genetik langka dari Kongo.

Anggotanya pun ada pula para penjelajah 'gila'. Penjelajah Denmark bernama Peter Freuchen, mengenakan mantel dari beruang kutub yang dibunuhnya dan pernah mengamputasi kaki mereka sendiri.

Petualangan para anggota diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi yang menggetahuinya. Kamu yang berjiwa petualang pasti tertarik bukan dan per kunjungan dikenakan biaya USD 25 atau Rp 354 ribu?