Jumat, 06 Maret 2020

Tempat Terbaik Menikmati Phuket

Phuket merupakan salah satu destinasi yang wajib dikunjungi saat liburan ke Thailand. Promthep Cape adalah tempat terbaik untuk menikmati panoramanya.

Menikmati pemandangan setelah berkeliling Phuket tentu menyenangkan. Datang saja ke sini, salah satu tempat terbaik menikmati indahnya di Phuket.

detikTravel berkesempatan berkunjung ke Phuket, Thailand bersama Princes Cruise dari tanggal 19-23 Januari. Kami pun berlayar dengan rute Singapura-Penang-Phuket dan balik lagi ke Singapura.

Saat di Phuket, kami pun berkunjung ke salah satu landmark favoritnya warga lokal. Jika dari Pelabuhan Phuket, spot ini berjarak sekitar 45 menit perjalanan dengan bus.

Namanya Promthep Cape, landmark dan juga tempat beribadah bagi warga setempat. Jadi di lokasi ini traveler bisa melihat seperti tempat beribadah yang dikelilingi oleh patung gajah beragam ukuran.

Non, guide yang menamani kami pun menjelaskan bahwa ada alasan kenapa tempat ibadah ini berada diketinggian dan banyak terdapat patung gajah. Ini berhubungan dengan kepercayaan orang Thailand.

"Sebenarnya ini dulu adalah tempat ibadah. Orang Thailand percaya semakin tinggi tempat ibadah semakin dekat dengan Tuhan. Namun sekarang menjadi salah satu lokasi favorit untuk menikmati indahnya pemandangan Phuket," jelas Non.

Dari atas sini, traveler bisa melihat hamparan pemandangan Pantai Naihan. Dan juga terdapat puluhan yacht yang bersandar tak jauh dari pantai. Non juga mengatakan di sini juga salah satu tempat cantik untuk melihat sunset.

"Puncak ini merupakan tempat favoritnya warga lokal menikmati sunset. Menjelang sore tempat ini selalu ramai. Di sini sunsetnya sangat cantik. Bisa dikatakan di sini salah satu tempat terbaik menikmati sunset di Phuket," tambah Non.

detikTravel datang ke Promthep Cape pada saat siang hari. Terlihat laut sangat bersih dan puluhan ycaht yang bersandar di lautan. Walau lumayan terik, namun wisatawan di sini sangat ramai. Mereka berfoto-foto dengan latar birunya lautan.

Tidak ada biaya untuk masuk ke landmark ini. Kapanpun traveler bisa datang dan tentu saja waktu terbaiknya adalah sore hari. Pengunjung hanya diminta untuk tidak membuang sampah sembarangan dan mengganggu wilayah ibadah.

Beragam ukuran patung gajah yang disusun melingkar menarik perhatian wisatawan. Mereka tidak hanya berfoto dekat dengan patung, namun juga ada yang memanjatkan doa. Traveler yang datang berfoto dilarang juga menaiki dan berfoto di atas patung gajah.

Di sini juga terdapat mercusuar dan pengunjung bisa masuk ke dalamnya. Namun kebanyakan turis menikmati pemandangan dari kawasan pinggir Promthep Cape karena bisa melihat langsung luasnya hamparan lautan.

karena keindahan pemandangannya, Promthep Cape menjadi salah satu destinasi wajib yang diadakan oleh jasa tur di Phuket. Jadi traveler jangan heran, bila melihat banyak bus dan mobil wisata datang ke sini.

Tidak jauh dari kawasan parkir, juga banyak pedagang yang menjajakan makanan dan minuman segar untuk pengunjung. Traveler yang Muslim tenang saja, ada jajanan halal juga kok.

Liburan Sambil Belajar Membatik di Blitar, Ini Tempatnya!

Liburan di Blitar, yuk mampir ke Desa Sawentar. Traveler bisa belajar membatik dengan berbagai motif di sana.

Desa wisata edukasi batik Sawentar, ada di Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Masyarakat desa sentra produsen batik motif lokal ini punya mimpi menguntai warisan budaya untuk generasi muda.

Sebanyak 15 pemuda desa setempat, berniat membagikan ilmu membatik kepada semua yang berminat. Mereka menyediakan waktu, tempat dan sarana bagi anak muda yang datang untuk belajar proses pembuatan batik dengan beragam cara. Seperti batik tulis khas Desa Sawentar berjuluk nareswari.

Batik nareswari sendiri merupakan inisiasi masyarakat Desa Sawentar yang tergabung dalam komunitas Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Sawentar. Motif dasar diambil dari kearifan lokal, yakni Candi Sawentar yang dipadu dedaunan. Keberadaan Candi Sawentar menjadi salah satu peninggalan Kerajaan Majapahit di wilayah Kabupaten Blitar.

Satu di antara pegiat batik Dusun Centong Rt 3 Rw 8 Desa Sawentar, Eko Septianto mengatakan, selain melayani pesanan, pusat edukasi Batik Nareswari juga sering dikunjungi wisatawan yang ingin belajar membatik.

"Awal wisata edukasi ini tahun 2016 lalu. Di Sawentar sudah ada dua tempat membatik. Selain produksi untuk dipasarkan, kami juga berniat membuka ruang belajar batik lokal bagi generasi muda. Mereka di sini bisa belajar batik lawang wentar sama batik mulyo sawentar secara berdampingan," ujar Eko pada detikTravel, Senin (21/1/2019).

Banyak pelajar yang datang ke tempat ini. Edukasi batik dikemas dalam paket wisata yang menawarkan tiga kegiatan. Yakni sejarah Candi Sawentar, pertunjukkan jaranan dan belajar batik. Biaya untuk satu paket wisata edukasi ini Rp 50 ribu per orang. Mereka yang berminat, bisa daftar ke FB atau IG Pokdarwis Lawangwentar.

Para pemuda ini tetap peduli untuk melestarikan budaya kearifan lokal di desanya. Walaupun sarana terkesan kurang memadai, mereka tetap semangat mengajarkan ilmu membatik yang mereka dapat turun temurun itu.

"Kalau bukan kami, siapa lagi yang akan melestarikan budaya desa ini. Dengan budaya itu, masyarakat desa ini juga bisa punya penghasilan. Baik dari kunjungan ke candi atau menjual hasil batiknya," tambah pemuda berusia 28 tahun itu.

Untuk batik tulis, warga desa menjualnya seharga Rp 500 ribu ke atas, batik jumput dihargai Rp 150 ribu-Rp 200 ribu, sedangkan untuk batik kuas dihargai Rp 200 ribu-Rp 300 ribu.

Animo para pelajar, tampak antusias saat belajar membatik. Motif batik yang diajarkan, tergantung tingkatan kelas di sekolah. Untuk siswa SD, biasanya motif sangat sederhana dan menuliskan nama mereka di kain yang telah disediakan. Sedangkan untuk siswa SMA, motif lebih rumit diajarkan dengan teknik canting yang perlu kehati-hatian.

"Saya suka belajar batik. Harus ekstra sabar dan hati-hati. Siapa tahu ini juga bisa jadi lahan penghasilan setelah saya lulus SMA," ucap Ana pelajar kelas 3 SMA yang mengisi masa liburannya di sana.