Sabtu, 07 Maret 2020

Curi Koper di Berbagai Negara, Maling Ini Tertangkap di Thailand

 Aksi pencurian koper ternyata terjadi juga di luar negeri. Beruntung pencuri spesialis koper ini akhirnya berhasil ditangkap di Bandara Suvarnabhumi, Thailand.

Adalah Patrick Coulier (57), pria asal Belgia yang ternyata punya profesi sampingan sebagai maling koper. Patrick ditangkap pihak kepolisian Thailand setelah beraksi di Bandara Internasional Suvarnabhumi, Thailand.

Dikumpulkan detikTravel dari beberapa sumber, Selasa (22/1/2019), Patrick ditangkap berkat aduan dari seorang turis China bernama Cai Zhe. Cai melapor ke pihak kepolisian setelah kehilangan kopernya yang berisi barang-barang senilai Rp 45 jutaan.

Setelah memeriksa rekaman CCTV, polisi akhirnya mencurigai Patrick. Gerak-gerik Patrick dinilai mencurigakan saat dia mengambil koper di area pengambilan bagasi, lalu terburu-buru keluar bandara dan naik taksi.

Lewat rekaman CCTV juga, Patrick diketahui berada di 27 lokasi yang berbeda di Bandara Suvarnabhumi untuk mengamati situasi. Setelah diinterogasi polisi, Patrick akhirnya mengakui perbuatannya.

Dalam aksinya, Patrick memilih koper yang tidak terlalu mencolok sehingga dia tidak dicurigai petugas. Dari pengakuannya juga, Patrick bukan sekali saja mencuri koper di Bandara Suvarnabhumi Thailand.

Patrick sudah melakukan aksi pencuriannya berkali-kali. Tak hanya di Thailand saja, tetapi juga di berbagai negara lainnya. Modusnya sama, berpura-pura sebagai penumpang lalu mengambil koper di area pengambilan bagasi, kemudian keluar bandara naik taksi.

Patrick ditangkap polisi Thailand setelah berusaha melarikan diri ke Vietnam. Kini Patrick harus mempertanggung jawabkan perbuatannya di depan pengadilan Thailand.

Liburan ke Korea Tahun 2019, Wajib Main ke Gyeongnam

 Traveling ke Korea Selatan tak sekadar Seoul. Ada Gyeongnam yang jadi pusat festival bunga musim semi dan memiliki beragam objek wisata memesona.

Daerah Gyeongsangnam atau Gyeongnam termasuk salah satu yang menarik masuk bucket list traveler, yang mau liburan ke Korea Selatan. Gyeongnam menjadi pusat festival cherry blossom yang digelar setiap musim semi, yaitu Jinhae Gunhangje Festival.

Kawasan ini juga memiliki wisata pantai, seperti Geoje dan Tongyeong yang jadi favorit. Selain itu, masih banyak lagi destinasi wisata menarik lainnya yang dapat traveler kunjungi. Dalam rilis Korea Tourism Organization (KTO) Jakarta, Selasa (22/1/2019), berikut ini 4 destinasi yang wajib dikunjungi di Gyeongnam:

1. Bukit Angin

Windy Hill atau Bukit Angin merupakan tempat syuting beberapa drama Korea, seperti Eve's Garden dan Merry-Go-Round. Bukit Angin ini menyuguhkan pemandangan yang eksotis dan romantis. Cocok untuk berfoto bersama orang-orang tercinta.

2. Kuil Haeinsa

Ini merupakan kuil Buddha yang menyimpan banyak peninggalan penting di Korea. Di antaranya adalah Cetakan Balok Kayu Tripitaka Koreana, yang ditetapkan sebagai Warisan Dunia oleh UNESCO.

Wisata ke kuil tak sekadar berkeliling melihat berbagai sisinya saja. Tapi ada program temple stay, di mana wisatawan dapat menginap dan merasakan langsung kehidupan di kuil.

Mengintip Kediaman Kaisar di Kelenteng Tertua China

Dai Temple di Kota Taian bukan hanya sebagai tempat berdoa tapi juga kediaman kaisar saat tiba di kota ini. Yuk intip kediaman kaisar!

Selain menjelajahi kelenteng dan tamannya yang indah, ada satu tempat lagi yang mesti traveler datangi di Dai Temple. detikTravel bersama Dwidaya Tur menjajal kediaman kaisar saat berada di Kota Taian, Provinsi Shandong, China.

Tempat tinggal kaisar berada di bagian belakang Dai Temple. Kamu akan melewati sebuah gapura dengan warna merah sebagai dominan.

Kediaman kaisar dibuat memanjang ke samping. Lampu dengan bentuk lampion dipajang di depan pavilun.

Di bagian tengah paviliun terdapat ruang tamu kaisar. Di ruang ini ada singgasana kaisar yang lengkap dengan tirai dan bantal.

Singgasana ini hanya dibatasi dengan beberapa undakan tangga saja. Di bawahnya terdapat kursi dan meja. Bagian ini diberi pembatas agar barang-barang peninggalan kaisar tetap terjaga.

Lampu berbentuk lampion menjadi ciri khas dari paviliun ini. Bukan berwarna merah dan bulat, tapi dibuat dari ukiran kayu dengan 5 segi dan ilustrasi kehidupan kerajaan sebagai pelapis.

Di kanan dan kiri adalah tempat kaisar beristirahat. Walau dibuka untuk umum, paviliun ini tetap dijaga dengan ketat. Di dalamnya saja ada seorang penjaga yang akan mengawasi wisatawan.

Wisatawan yang mau berfoto dengan pakaian kerajaan bisa menyewakannya di dalam pavilun. Namun pilihan kostumnya tak begitu banyak.

Kaisar Qianlong yang jadi kesayangan masyarakat China pun pernah tinggal di paviliun ini. Sebagai penghormatan, masyarakat memberikan keterangan tentang Kaisar Qianlong di bagian depan paviliun.

Sebagaimana dikisahkan, Kaisar Qianlong sangatlah dicintai rakyatnya. Kaisar Qianlong menjadi satu-satunya raja yang pensiun.

Saat itu kakek dari Kaisar Qianlong berkuasa sampai umur 63 tahun. Kaisar Qianlong tak berniat untuk berkuasa lebih lama dari kakeknya.

"Dia satu-satunya kaisar yang pensiun, karena tak mau menyaingi kakeknya," ujar Dennis, pemandu dari China International Travel Service.

Setelah pensiun, kedudukan kaisar diberikan kepada anaknya. Namun demikian, 3-5 tahun setelah masa pensiunnya, Kaisar Qianlong tetap diberikan penghormatan tertinggi.

Sehingga Qianlong masih mendapatkan kekuasaan dan diberikan hak layaknya kaisar. Keputusan pun masih diberikan kepada Qianlong.

Jauh setelah masa baktinya, nama Qianlong masih terus dikagumi karena kebaikan hatinya. Bahkan sampai sekarang. 

Curi Koper di Berbagai Negara, Maling Ini Tertangkap di Thailand

 Aksi pencurian koper ternyata terjadi juga di luar negeri. Beruntung pencuri spesialis koper ini akhirnya berhasil ditangkap di Bandara Suvarnabhumi, Thailand.

Adalah Patrick Coulier (57), pria asal Belgia yang ternyata punya profesi sampingan sebagai maling koper. Patrick ditangkap pihak kepolisian Thailand setelah beraksi di Bandara Internasional Suvarnabhumi, Thailand.

Dikumpulkan detikTravel dari beberapa sumber, Selasa (22/1/2019), Patrick ditangkap berkat aduan dari seorang turis China bernama Cai Zhe. Cai melapor ke pihak kepolisian setelah kehilangan kopernya yang berisi barang-barang senilai Rp 45 jutaan.

Setelah memeriksa rekaman CCTV, polisi akhirnya mencurigai Patrick. Gerak-gerik Patrick dinilai mencurigakan saat dia mengambil koper di area pengambilan bagasi, lalu terburu-buru keluar bandara dan naik taksi.

Lewat rekaman CCTV juga, Patrick diketahui berada di 27 lokasi yang berbeda di Bandara Suvarnabhumi untuk mengamati situasi. Setelah diinterogasi polisi, Patrick akhirnya mengakui perbuatannya.

Dalam aksinya, Patrick memilih koper yang tidak terlalu mencolok sehingga dia tidak dicurigai petugas. Dari pengakuannya juga, Patrick bukan sekali saja mencuri koper di Bandara Suvarnabhumi Thailand.

Patrick sudah melakukan aksi pencuriannya berkali-kali. Tak hanya di Thailand saja, tetapi juga di berbagai negara lainnya. Modusnya sama, berpura-pura sebagai penumpang lalu mengambil koper di area pengambilan bagasi, kemudian keluar bandara naik taksi.

Patrick ditangkap polisi Thailand setelah berusaha melarikan diri ke Vietnam. Kini Patrick harus mempertanggung jawabkan perbuatannya di depan pengadilan Thailand.