Minggu, 08 Maret 2020

Bukit Teletubbies Juga Ada di Gunungkidul, Begini Penampakannya

Bukit Teletubbies tidak hanya ada di Bromo saja. Ternyata, ada juga di Gunungkidul, DI Yogyakarta. Penasaran?

Gunungkidul memiliki banyak spot foto baru yang instagrammable. Spot tersebut berupa hamparan ladang jagung yang ditanam di perbukitan Dusun Candi, Desa Giring, Kecamatan Paliyan, Kabupaten Gunungkidul.

Karena ditanam di perbukitan, membuat bukit-bukit yang menyerupai doom itu berwarna hijau layaknya bukit di film Teletubbies. Wisatawan pun berbondong-bondong datang, baik hanya ingin melihat atau mengabadikan momen dengan latar belakang bukit tersebut.

Untuk mencapai spot foto baru itu, pengunjung hanya perlu melakukan perjalanan darat dari pusat Kota Yogyakarta menuju Kecamatan Paliyan yang berjarak 47 kilometer. Sesampainya di Paliyan, pengunjung diharap mengambil jalur ke Desa Giring, atau lebih tepatnya jalur alternatif menuju Pantai Baron, Gunungkidul.

Jalur tersebut mudah ditemukan, mengingat dari pusat Kecamatan Paliyan, pengunjung hanya perlu mengikuti jalan aspal hingga menemukan simpang tiga dengan sebuah patung orang bersila di pinggir jalan. Nantinya, dari simpang tiga itu pengunjung diharap mengambil jalur ke arah selatan.

Sekitar 5-10 menit perjalanan dari simpang tiga ke arah selatan, mata pengunjung akan disuguhi hamparan ladang jagung di pinggir jalan. Berjalan lebih jauh lagi ke arah selatan, mata pengunjung akan dimanjakan dengan pemandangan layaknya di film serial Teletubbies. Di mana beberapa bukit dengan warna hijau berseri memenuhi sebagian jalur alternatif tersebut.

Saat detikTravel berkunjung siang hari, puluhan orang tampak memadati ruas jalan tersebut, tampak pula beberapa diantaranya tampak sedang berswafoto ria dengan latar belakang bukit bak di film Teletubbies. Selain itu, terdapat pula beberapa pedagang yang sedang menjajakan dagangan berupa makanan dan minuman.

Selain berswafoto di pinggir jalan, ternyata pengunjung juga dapat berfoto ria di salah satu bukit yang berada di jalur tersebut. Tak perlu khawatir akan medan yang harus dilalui, karena warga setempat telah membuat jalur pendakian menyerupai anak tangga menuju puncak bukit.

Dari puncak salah satu bukit itu, pengunjung dapat menikmati hamparan perbukitan yang hijau nan asri.

Salah satu pengunjung, Bekti Widanta (25), warga Desa Karangasem, Kecamatan Paliyan, Kabupaten Gunungkidul mengatakan, bahwa ia sudah beberapa kali mengunjungi bukit Teletubbies. Menurutnya, pemandangan yang disuguhkan begitu indah dan jarang ditemuinya di daerah lain.

"Sudah beberapa kali ke sini (Bukit Teletubbies Desa Giring). Kalau ini tadi kebetulan mengantar teman dari Jogja, katanya penasaran dan mau foto-foto di sini," katanya saat ditemui di lokasi, Minggu (20/1/2019).

Menurut Bekti, ia menyayangkan masih banyak masyarakat yang memarkirkan kendaraannya di pinggir jalan. Padahal di beberapa titik telah disediakan kantong parkir yang dikelola warga setempat.

"Kalau bisa (Pengunjung) parkir di tempat parkir yang disediakan, jangan di pinggir jalan karena bisa bikin macet," ucapnya.

Pengunjung lain, Mila Wijayanti (24), warga Dusun Ledoksari, Desa Kepek, Kecamatan Wonosari mengaku baru pertama kali mengunjungi bukit Teletubbies di kawasan hutan Giring. Ia mengetahui adanya spot foto tersebut dari salah satu postingan akun media sosial (Medsos) Instagram.

"Ke sini (Bukit Teletubbies Desa Giring) karena lihat postingan di Instagram dan ternyata memang bagus, tapi karena banyak orang jadi sempat sulit cari spot selfie yang bagus tadi," ujarnya.

Kendati demikian, Mila mengaku cukup puas dengan hasil swafotonya di Bukit Teletubbies Desa Giring, Paliyan. Bahkan, wanita berambut pendek ini berencana untuk datang kembali ke tempat tersebut.

"Besok lagi mau ke sini (Bukit Teletubbies Desa Giring), tapi pagi-pagi atau sore sekalian biar dapat pemandangan yang lebih bagus," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Resort Polisi Hutan (KRPH) Giring, Samido menjelaskan, bahwa sebelumnya bukit-bukit tersebut tertutupi hamparan hutan jati. Namun, karena hendak ditanami tanaman jenis Jati Unggul Nusantara (JUN) maka pohon jati yang menutupi ladang jagung itu ditebang sejak beberapa bulan yang lalu.

"Jadi karena pohon jatinya ditebang, ladang jagung di bukit-bukit yang tertutup itu jadi kelihatan dan memang jadi daya tarik setiap orang yang melintas di jalan ini (Jalur alternatif ke Pantai Baron)," kata Samido.

"Tapi kalau sudah tidak ditanami jagung juga tetap menarik kok, karena akan ditanami JUN di situ (Bukit) secara rapi, apalagi JUN itu tumbuhnya cepat," sambungnya.

Apa yang Boleh & Tidak Boleh Dilakukan di Hotel Kapsul?

 Banyak traveler yang mungkin belum familiar dengan hotel kapsul. Sebenarnya, apa saja hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan di hotel ini?

Hotel kapsul mulai banyak dibangun di Indonesia. Menggunakan teknologi dari Jepang, hotel ini jadi solusi bagi traveler yang butuh akomodasi praktis dengan harga yang terjangkau.

Hotel kapsul sedikit berbeda dengan hotel konvensional yang biasa kita inapi. Yang perlu traveler ingat, satu kapsul hotel hanya diperuntukkan untuk satu individu, tidak bisa untuk berdua. Meski datang berpasangan, traveler pria dan wanita harus tidur di kapsul yang terpisah, pria dan wanita.

"Satu kapsul untuk satu orang. Sementara ini, untuk suami istri tidak bisa satu kapsul. Yang satu kapsul cukup luas bisa untuk berdua, hanya diperuntukkan untuk wanita," jelas Rudy Josano, Direktur Capsule Indonesia kepada detikTravel, Senin (21/1/2019).

Untuk barang bawaan, hotel kapsul tidak membatasi. Traveler boleh membawa apapun dari mulai handbag, backpack, koper sampai carrier sekali pun. Itu karena hotel kapsul menyediakan loker untuk menyimpan barang traveler.

Masalah keamanan, traveler tidak perlu khawatir karena loker ini dilengkapi kunci yang bisa juga untuk membuka kapsul dan kamar. Satu kunci bisa untuk membuka semuanya.

Untuk ibu yang datang dengan bayi atau balita, hotel kapsul ini juga terjamin keamanannya. Itu karena di dalam kapsul sistem ventilasinya sudah berjalan dengan sangat baik. Kecuali jika tamu punya trauma terhadap ruangan sempit dan tertutup.

"Kami memperbolehkan ibu membawa anak-anak di bawah 5 tahun. Kami punya sistem ventilasi yang benar-benar aman, sekalipun untuk bayi. Sirkulasi udaranya lancar," imbuh Yanto Suherman, Direktur Operasional Jakpod Capsule Hotel Jakarta.

Terakhir, Yanto menambahkan di dalam kapsul tidak diperkenankan untuk makan dan minum. Apabila traveler mau makan dan minum disediakan kafe dan area lounge yang bisa digunakan.

"Yang gak boleh itu makan di dalam kapsul. Nggak boleh membawa minuman juga. Di dalam kamar juga nggak boleh. Kalau mau makan harus keluar kapsul. Tidak boleh juga membawa makanan berbau tajam. Semua demi kenyamanan bersama," tutup Yanto.

Bukit Teletubbies Juga Ada di Gunungkidul, Begini Penampakannya

Bukit Teletubbies tidak hanya ada di Bromo saja. Ternyata, ada juga di Gunungkidul, DI Yogyakarta. Penasaran?

Gunungkidul memiliki banyak spot foto baru yang instagrammable. Spot tersebut berupa hamparan ladang jagung yang ditanam di perbukitan Dusun Candi, Desa Giring, Kecamatan Paliyan, Kabupaten Gunungkidul.

Karena ditanam di perbukitan, membuat bukit-bukit yang menyerupai doom itu berwarna hijau layaknya bukit di film Teletubbies. Wisatawan pun berbondong-bondong datang, baik hanya ingin melihat atau mengabadikan momen dengan latar belakang bukit tersebut.

Untuk mencapai spot foto baru itu, pengunjung hanya perlu melakukan perjalanan darat dari pusat Kota Yogyakarta menuju Kecamatan Paliyan yang berjarak 47 kilometer. Sesampainya di Paliyan, pengunjung diharap mengambil jalur ke Desa Giring, atau lebih tepatnya jalur alternatif menuju Pantai Baron, Gunungkidul.

Jalur tersebut mudah ditemukan, mengingat dari pusat Kecamatan Paliyan, pengunjung hanya perlu mengikuti jalan aspal hingga menemukan simpang tiga dengan sebuah patung orang bersila di pinggir jalan. Nantinya, dari simpang tiga itu pengunjung diharap mengambil jalur ke arah selatan.

Sekitar 5-10 menit perjalanan dari simpang tiga ke arah selatan, mata pengunjung akan disuguhi hamparan ladang jagung di pinggir jalan. Berjalan lebih jauh lagi ke arah selatan, mata pengunjung akan dimanjakan dengan pemandangan layaknya di film serial Teletubbies. Di mana beberapa bukit dengan warna hijau berseri memenuhi sebagian jalur alternatif tersebut.

Saat detikTravel berkunjung siang hari, puluhan orang tampak memadati ruas jalan tersebut, tampak pula beberapa diantaranya tampak sedang berswafoto ria dengan latar belakang bukit bak di film Teletubbies. Selain itu, terdapat pula beberapa pedagang yang sedang menjajakan dagangan berupa makanan dan minuman.

Selain berswafoto di pinggir jalan, ternyata pengunjung juga dapat berfoto ria di salah satu bukit yang berada di jalur tersebut. Tak perlu khawatir akan medan yang harus dilalui, karena warga setempat telah membuat jalur pendakian menyerupai anak tangga menuju puncak bukit.

Dari puncak salah satu bukit itu, pengunjung dapat menikmati hamparan perbukitan yang hijau nan asri.