Selasa, 10 Maret 2020

Modal Rp 1,5 Juta Bisa Liburan ke Belitung 3 Hari

Pulau Belitung bisa menjadi destinasi akhir pekan yang terjangkau bagi traveler dari Jakarta. Modal Rp 1,5 juta bisa liburan 3 hari di sana.

Panorama cantik dan banyaknya pilihan pantai batuan granit raksasa yang menjadi khas Kepulauan Belitung, patut traveler perhitungkan. Pulau yang tidak terlalu besar, juga memungkinkan traveler dapat berkeliling tanpa perlu banyak menghabiskan waktu di perjalanan.

Jangan khawatir, tak melulu harus mengeluarkan biaya banyak untuk traveling alias jalan-jalan ke luar pulau. Cukup dengan perencanaan yang pas sebelum traveler memutuskan untuk berlibur. Seperti pembelian tiket pesawat dan mengajak teman-teman traveler, sehingga dapat membagi biaya akomodasi agar lebih menghemat biaya selama berwisata. Pemilihan waktu yang pas tidak pada high season, juga dapat meminimalisir pengeluaran traveler lho.

Perjalanan kali ini akan mengajak traveler untuk berkeliling di Negeri Laskar Pelangi. Ya, Pulau Belitung, di Kepulauan Bangka Belitung. Untuk terbang ke ulau ini, traveler tidak perlu mengeluarkan biaya hingga berjuta-juta rupiah untuk tiket pulang-pergi. Pembelian tiket jauh-jauh hari dan memanfaatkan promo dari sejumlah aplikasi penyedia tiket daring, akan cukup memangkas biaya perjalanan traveler. Dengan membayar Rp 600 ribu-700 ribu, traveler dapat memperoleh tiket pulang-pergi ke Pulau Belitung. Selamat berburu tiket murah!

Jangan lupa, traveler juga harus mencari penginapan dan jasa sewa kendaraan. Keduanya juga dapat ditemukan dengan mudah melalui aplikasi-aplikasi daring. Carilah penginapan yang sesuai dengan kantong dan kebutuhan traveler. Untuk jasa penyewaan kendaraan, traveler dapat mencari tempat penyewaan dengan harga yang cukup kompetitif, sehingga biaya untuk sewa kendaraan selama di Pulau Belitung tidak membengkak.

Berdasarkan pengalaman, untuk penginapan dibutuhkan sekitar Rp 200 ribu-Rp 400 ribu per malam untuk penginapan. Jika traveler beruntung, mungkin dapat menemukan penginapan yang lebih murah. Jangan lupa juga, jika traveler mencari penginapan melalui aplikasi, carilah penginapan yang memiliki review bagus dari traveler lain, agar tidak kecewa setelah memilih penginapan.

Masalah penyewaan kendaraan, seperti di kawasan wisata lainnya, di Pulau Belitung juga banyak yang menawarkan jasa. Karena kami berjumlah 6 orang, jadi kami memutuskan memilih kendaraan roda empat agar semua dapat tertampung. Cukup dengan harga Rp 500 ribu untuk dua hari. Harga ini tentunya dapat dibagi rata untuk masing-masing orang. Lebih menghemat pengeluaran kan?

Tidak perlu menggunakan jasa agen perjalanan untuk berkeliling di Pulau Belitung. Sebagai backpacker, kami cukup menggunakan aplikasi penunjuk jalan untuk memandu selama perjalanan darat di Pulau Belitung.

Penerbagan pertama yang langsung menuju Tanjung Pandan adalah sekitar pukul 05.55 WIB. Sehingga ketika tiba di Tanjung Pandan, waktu masih menunjukan pukul 07.00 WIB.

Jangan lupa juga, sebelum menuju destinasi wisata di Pulau Belitung, siapkan baju yang nyaman untuk berkunjung ke Pulau Belitung. Pulau kecil yang dikelilingi pantai, membuat cuaca siang Pulau Belitung yang cukup terik, sehingga traveler tidak perlu menyiapkan outfit berbahan tebal, karena tentu akan membuat traveler tidak nyaman selama perjalanan.

Tujuan pertama di hari pertama adalah Replika Sekolah Laskar Pelangi. Di lokasi ini traveler dapat bernostalgia dengan film Laskar Pelangi yang dirilis 10 tahun lalu. Cukup dengan membayar biaya retribusi desa sebesar Rp 5.000 untuk memasuki area wisata sejuta pelangi yang berlokasi di Lenggang, Gantung, Belitung Timur ini. Jangan lupa, abadikan momen traveler bersama teman atau keluarga saat berkunjung ke SD Muhammadiyah Gantong ini.

Jika traveler memiliki waktu lebih, traveler juga dapat berkunjung ke Museum Kata Andrea Hirata dan Kampung Ahok yang juga berada di sekitar wilayah Belitung Timur.

Perjalanan selanjutnya adalah menuju Vihara Dewi Kwan Im. Lokasinya tidak terlalu jauh dari Replika Sekolah Laskar Pelangi. Seperti vihara pada umumnya, Vihara Dewi Kwan Im ini memiliki dominasi warna merah. Paduan dengan pepohonan yang ada di sekitarnya membuat vihara ini terlihat rindang dan sejuk. Di belakang tempat peribadahan terdapat sebuah patung Dewi Kwan Im berukuran raksasa, dengan ukiran indah di tengah tangga menuju patung.

Jelajah Asyik Korea Selatan

 Jelajah Kota Seoul dan Incheon di Korea Selatan akan memberikan pengalaman asyik untuk wisatawan. Banyak hal seru untuk dikunjungi di sana.

Korea Selatan tampaknya merupakan salah satu negara yang menarik untuk dikunjungi, banyak hal tentang Korea Selatan yang membuat para wisatawan ingin menjelajahi Negeri Gingseng tersebut, mulai dari segi budaya, sejarah, fashion, Kpop, Kdrama dan yang pasti berbagai macam kuliner lokal. Berikut beberapa rekomendasi tempat yang patut dikunjungi di Kota Seoul dan Incheon ketika Anda mengunjungi Korea Selatan.

I Seoul U, sebuah ikon dan slogan yang dibuat oleh pemerintah Korea Selatan untuk menarik para wisatawan untuk berkunjung ke Korea Selatan. Para traveler dapat menemukan ikon ini di Hangang Park, Yeuido, selain berfoto di ikon I Seoul U para traveller bisa menikmati pemandangan yang indah dan bersantai di sekitar Taman Sungai Han sambil mencicipi beberapa jajanan khas Korea seperti tteokbokki dan odeng yang dijual di sekitar lokasi tersebut, dan banyak pula warga lokal yang menyewakan karpet bagi para pengunjung untuk duduk bersantai di pinggiran Sungai Han dengan harga 1.000 Won per karpetnya. Untuk menuju Hangang Park para traveler bisa menggunakan subway line 5 kemudian berhenti di Stasiun Yeounainaru dan keluar melalui exit 2 atau 3.

Tidak afdhol rasanya apabila mengunjungi Korea Selatan tanpa menelisik sejarah dan kebudayaannya. Adalah Gyeongbokgung Palace yang merupakan istana kerajaan Korea Selatan terletak tepat di depan Gwanghwamun Square. Istana ini merupakan salah satu penginggalan sejarah yang sudah dibangun sejak tahun 1395 pada masa Dinasti Jeoson. Sebelum memasuki Gyeongbokgung Palace para traveler bisa menyewa hanbok (baju tradisional Korea) di beberapa tempat penyewaan hanbok di sekitar Gyeongbokgung Palace.

Nah, ada kabar gembira bagi para pengunjung yang datang dengan memakai hanbok, jika berkeliling Istana dengan mengenakan hanbok para pengunjung akan dibebaskan dari biaya masuk. Tak diragukan lagi pengalaman berkeliling Gyeongbokgung Palace akan terasa semakin menyenangkan jika memakai hanbok layaknya berpenampilan seperti putri dan pangeran Dinasti Jeoson. Untuk menuju Gyeongbokgung Palace para traveler bisa menggunakan subway line 3 kemudian berhenti di Stasiun Gyeongbokgung dan keluar melalui pintu exit 3.

Walaupun bukan negara dengan penduduk mayoritas Muslim tahukah Anda bahwa Korea Selatan mempunyai daerah yang ramah Muslim? Ya, Itaewon. Itaewon merupakan daerah yang ramah Muslim di Korea Selatan. Di sini para traveler bisa menemukan banyak rumah makan halal mulai dari jenis makanan Timur Tengah, Indonesia maupun makanan khas Korea Selatan itu sendiri, di Itaewon terdapat Masjid Pusat Kota Seoul sebagai salah satu tempat ibadah umat Muslim di Korea Selatan, di lingkungan masjid ini terdapat pula sekolah yang dikhususkan bagi warga Muslim yaitu Prince Sultan Islamic School. Untuk menuju Itaewon para traveller dapat menggunakan subway line 6 kemudian berhenti di Stasiun Itaewon dan keluar melalui exit 3.

Kapanpun kata Incheon disebutkan, pasti yang terpikirkan oleh para traveler adalah Bandara Korea Selatan. Namun, tahukah anda bahwa Incheon sebenarnya salah satu kota terbesar ketiga setelah Seoul dan Busan yang memiliki beberapa tempat wisata. Di daerah Incheon para traveler bisa berwisata menjelajahi Pulau Wolmido, di sini terdapat  taman hiburan dan taman pinggir laut yang disebut Wolmi Theme Park. Selain itu, traveler dapat menemukan berbagai macam jajanan khas Korea serta seafood yang dijual di sekitar Wolmido. Traveler juga dapat menikmati sunset di pinggiran laut sambil memberi makan burung laut yang berterbangan ketika mendekati waktu matahari terbenam tiba.