Sabtu, 04 April 2020

Malaysia Larang Bazar Ramadan karena Pandemi Corona

Bulan Ramadan tak lama lagi, namun wabah virus Corona belum mereda. Pemerintah Malaysia pun melarang adanya bazar Ramadan.
Keputusan itu diambil setelah rapat komite Kabinet khusus tentang masalah-masalah yang tidak terkait kesehatan namun masih berhubungan dengan perintah kontrol gerakan (MCO) pada Jumat (3/4/2020).

"Kami telah mengambil keputusan bahwa selama MCO berlaku, tidak akan ada bazar Ramadhan," kata Menteri Senior Datuk Seri Ismail Sabri Yaakob seperti dikutip The Star.

"Setelah itu, jika tidak ada perpanjangan perintah, Dewan Keamanan Nasional akan membuat prosedur operasi standar MCO. Ini akan, antara lain, menentukan apakah bazar Ramadan dapat beroperasi," katanya.

Fase kedua MCO itu berakhir pada 14 April dan Ramadan diperkirakan mulai 23 April. Selangor, Negri Sembilan, Melaka dan Terengganu telah membatalkan semua bazaar Ramadhan tahunan karena pandemi virus Corona Covid-19.

Menteri Besar Selangor Datuk Seri Amirudin Shari mengumumkan bahwa, sebagai wilayah dengan jumlah kasus Covid-19 tertinggi, telah melarang semua pasar dan bazar Ramadhan tahun ini. Bazar berpotensi dibuka lagi dengan pertimbangan dari Departemen Kesehatan. Kemungkinan lain, bazar tetap digelar namun hanya melayani drive-through dan online.

Karantina Corona di Hotel Mewah Swiss, Seperti Apa Rasanya Ya?

Hotel dengan fasilitas serupa apartemen mewah di Swiss menawarkan paket isolasi virus Corona. Berapa harga yang ditawarkan?
Diberitakan CNN, kamar untuk isolasi virus Corona atau COVID-19 ini dimiliki oleh Le Bijou. Semua hal yang diperlukan tamu, misal alat gym pribadi, sauna, spa, dapur, pengiriman bahan makanan yang minim kontak tersedia di sini.

Le Bijou, perusahaan perhotelan Swiss kelas atas dengan 42 unit properti di sembilan lokasi di seluruh Swiss. Tak ada pengurangan fasilitas kamar jika ada yang mencobanya.

Alexander Hübner, CEO dan salah satu pendiri Le Bijou, mengatakan bahwa perusahaannya harus selalu beroperasi. Oleh karena itu, teknologi canggih akan mengurangi layanan staf semaksimal mungkin.

"Anda tidak perlu berinteraksi dengan siapa pun yang tidak Anda inginkan," kata Hübner.

Daftar belanjaan para tamu akan dibelikan oleh staf dan bisa meminta persediaan pembersih ruangan. Sehingga, mereka dapat memelihara rumah sementara itu sendiri.

Rumah mewah sementara ini adalah cara terbaik bagi yang berduit melakukan isolasi mandiri. Masa inapnya saat ini berkisar dari 14 hari hingga dua bulan dengan sebelum adanya Corona hanya sekitar dua atau tiga malam.

Le Bijou langsung bergerak dan menawarkan pilihan menginap ini para tamunya ketika pertama kali Corona diberitakan keberadaanya di Eropa. Dia dan timnya memperhatikan penyebaran coronavirus di China dan Eropa, juga mengakui bahwa orang-orang pada umumnya santai sampai virus itu melanda Italia.

Tamu yang memiliki gejala Corona dapat dites dan dirawat di kamarnya. Bermitra dengan Double Check, sebuah klinik kesehatan swasta eksklusif di Swiss, Le Bijou memiliki persediaan alat tes terbatas, yakni hanya cukup untuk orang yang menunjukkan gejala saja.

Tidak jelas berapa banyak alat tes yang mereka miliki. Atau, tak ada keterangan berapa lama Le Bijou dapat menjalankan paket karantina Corona.

Tapi, bagi mereka yang terjebak di Swiss dengan dana tak terbatas, penginapan mewah ini bisa jadi pilihan yang menarik. Apartemen berukuran sedang (100 meter persegi), seperti kamar suite hotel yang biasanya seharga sekitar USD 1.000 per malam, tarifnya turun menjadi USD 500-600.

Tes Corona adalah layanan tambahan seharga USD 500. Itu sudah termasuk biaya lab, administrasi, kunjungan dokter di dalam kamar dan hasilnya.

Sebagian besar properti bintang lima Swiss telah tutup. Tapi, Le Bijou tetap buka untuk segelintir orang yang mampu membayar sewanya.

Namun, orang yang sudah dites dan positif Corona kemungkinan akan ditransfer ke rumah sakit untuk dirawat di fasilitas medis yang tepat.

Pramugari yang Dirumahkan Kini Bantu Tim Medis Rawat Pasien Corona

Sekelompok pramugari maskapai Scandinavian Airlines yang diberhentikan sementara, saat ini membantu rumah sakit menangani pasien virus Corona.
Pada pertengahan Maret, Scandinavian Airlines (SAS) mengumumkan bahwa mereka akan memberhentikan untuk sementara 10 ribu karyawan, termasuk para pramugari. Alih-alih menganggur di rumah, ratusan pramugari tersebut telah dilatih untuk dapat membantu rumah sakit dan rumah jompo di seluruh Swedia memerangi Corona.

Transisi pekerjaan dari pramugari menjadi pengasuh atau perawat ini sebenarnya tak jauh berbeda. Sebab dalam pelatihannya, pramugari juga diajari mengenai tindakan medis dan melayani orang lain.

"Kami benar-benar punya kemampuan baik ketika berada dekat orang dan merawat orang," ujar salah satu pramugari, Mathilda Malm sebagaimana diwartakan Associated Press.

"Dan kami juga selalu siap dalam setiap situasi dan kami melayani orang-orang dengan tenang,"imbuhnya.

Program pelatihan para pramugari ini dilakukan berdasarkan inisiatif bersama antara lembaga medis Sofihemmet Stockholm, perusahaan Novare, dan Yayasan Wallenberg. Pramugari maskapai yang baru dilatih ini dapat meringankan tugas perawat dan asisten perawat melakukan berbagai tugas, termasuk tugas-tugas non-medis.

Tak hanya bermanfaat bagi pihak rumah sakit, program ini juga telah membantu 300 karyawan maskapai untuk tetap mendapatkan uang selama mereka tidak terbang.

Di Swedia, saat ini ada 5.000 kasus COVID-19 dimana 230 orang meninggal dunia.

Selain SAS, beberapa maskapai lain di seluruh dunia memiliki rencana serupa untuk mempekerjakan karyawan yang dirumahkan. Di Jerman misalnya, karyawan Luthansa mendaftarkan diri dalam program kerja jangka pendek pemerintah sehingga mereka dapat mempertahankan sebagian besar gaji mereka. Banyak dari karyawan ini diberikan prioritas untuk program pelatihan medis.

Sementara itu di Amerika Serikat (AS), pemerintah telah menjanjikan bantuan sebesar USD 50 miliar kepada maskapai yang berjanji tidak akan mengurangi pekerjaan selama 6 bulan ke depan.

Malaysia Larang Bazar Ramadan karena Pandemi Corona

Bulan Ramadan tak lama lagi, namun wabah virus Corona belum mereda. Pemerintah Malaysia pun melarang adanya bazar Ramadan.
Keputusan itu diambil setelah rapat komite Kabinet khusus tentang masalah-masalah yang tidak terkait kesehatan namun masih berhubungan dengan perintah kontrol gerakan (MCO) pada Jumat (3/4/2020).

"Kami telah mengambil keputusan bahwa selama MCO berlaku, tidak akan ada bazar Ramadhan," kata Menteri Senior Datuk Seri Ismail Sabri Yaakob seperti dikutip The Star.

"Setelah itu, jika tidak ada perpanjangan perintah, Dewan Keamanan Nasional akan membuat prosedur operasi standar MCO. Ini akan, antara lain, menentukan apakah bazar Ramadan dapat beroperasi," katanya.

Fase kedua MCO itu berakhir pada 14 April dan Ramadan diperkirakan mulai 23 April. Selangor, Negri Sembilan, Melaka dan Terengganu telah membatalkan semua bazaar Ramadhan tahunan karena pandemi virus Corona Covid-19.

Menteri Besar Selangor Datuk Seri Amirudin Shari mengumumkan bahwa, sebagai wilayah dengan jumlah kasus Covid-19 tertinggi, telah melarang semua pasar dan bazar Ramadhan tahun ini. Bazar berpotensi dibuka lagi dengan pertimbangan dari Departemen Kesehatan. Kemungkinan lain, bazar tetap digelar namun hanya melayani drive-through dan online.