Rabu, 08 April 2020

Traveler, Yuk Gabung Workout Online Bareng 5 Coach Ini Saat #dirumahaja

Wabah virus Corona membuat traveler harus tinggal di rumah. Untuk menjaga stamina sebelum bisa traveling lagi, traveler bisa mengikuti kelas-kelas workout secara online bersama Tio Rosaline, Fiska Satiri, Alia Basalamah dkk.
Duo yogis asal Jakarta, Tio dan Fiska, boleh dibilang menjadi pelopor untuk kelas workout secara online di media sosial setelah pemerintah meminta karyawan untuk work from home (WFH). Mereka memulai kelas sejak WFH sebagai bagian dari di rumah saja dicanangkan, pada 17 Maret.

Aksi dua perempuan itu membuka kelas yoga via IG Live diikuti oleh sejumlah mentor lain. Di antaranya, Woro Utami dan Alia.

Selain itu, menu latihan fisik juga disuguhkan oleh mantan sprinter yang masih tercatat sebagai manusia tercepat SEA Games, Suryo Agung Wibowo. Suryo memilih membagikan video workout melalui Youtube.

Bidik Turis Lokal, China Gratiskan Tempat Wisata

China kini mulai membuka tempat-tempat wisata. Untuk menggenjot jumlah turis, pemerintah China menggratiskan tiket masuk tempat wisata di daerah.

Selama dua bulan kemarin, China menghentikan semua aktivitas pariwisata demi memutus penyebaran virus Corona. Setelah angka kasus dan terinfeksi dinyatakan menurun mendekati nol, China kembali menggairahkan sektor wisata.

Karena dunia masih mengalami pandemi Corona, China membidik wisatawan domestik. Kota Huangshan di Provinsi Anhui menggratiskan semua tempat wisata kepada warga setempat. Penduduk yang terdaftar di Provinsi Anhui bisa menikmatinya mulai tanggal 1-14 April.

Tak mau ketinggalan, Provinsi Sichuan juga melakukan hal yang sama. Penduduk setempat bisa berkunjung secara gratis ke 112 tempat wisata. Tempat-tempat tersebut bisa diakses gratis mulai 1-30 April.

Kota pelabuhan Xiamen pun memberikan bebas tiket kepada semua angkutan publik selama akhir pekan. Pemda juga menggratiskan semua tempat wisata pemandangan di Xiamen dari tanggal 7 April-30 Juni.

Ini jadi momen yang ditunggu-tunggu oleh warga setempat. Rupanya tiket masuk wisata pemandangan daerah dinilai terlalu tinggi dan tidak sebanding. Ini mengapa warga China lebih memilih wisata ke luar negeri.

Pihak berwenang kini mempertimbangkan dengan serius soal kebijakan harga tiket untuk mendorong wisata domestik. Sehingga, pariwisata daerah bisa digenjot.

Superyacht Siluman Ini Bisa Menghilang, Kok Bisa?

Superyacht ini dirancang agar bisa menghilang saat berlayar. Kapal pesiar berukuran sedang itu memiliki teknologi mimikri, apa itu?
Superyacht HIDE namanya. Memiliki panjang 50 meter, kapal pesiar ini kemungkinan tak akan keluar dari galangan kapal dalam waktu dekat karena pandemi Corona.

HIDE dirancang oleh Anna Borla. Konsep lambung superyacht ini dilapisi panel kaca reflektif.

Kamuflase ini menawarkan privasi kepada para tamu. Borla merupakan finalis dalam penghargaan Desainer Muda Tahun 2020 dari BOAT.

Superyacht HIDE dapat menampung hingga delapan orang. Dek atasnya luas dan dilengkapi dengan kolam renang, kursi berjemur hingga kanopi yang dapat dilepas.

Kabin utama, terletak di dek utama. Kamar ini memiliki balkon, kamar mandi suite, dan ruang ganti.

HIDE juga memiliki ruangan gym dan spa yang dapat diakses melalui palka di dek atas. Selain itu, masih ada lagi dua kabin tamu, dua kabin VIP, dan area buritan.

HIDE sudah dirancang ramah lingkungan dengan tambahan panel surya fotovoltaik. Sistem hibrida akan tersemat dalam kapal pesiar ini.

Perkiraan kecepatan jelajah superyacht HIDE sekitar 14 knot dan kecepatan maksimalnya 18 knot. Furnitur kapal pesiar ini dibuat dari bahan tekstil daur ulang dan mungkin bakal ada ruang penyimpanan baterai lithium.

Banyak pecinta kapal pesiar yang telah menyatakan minatnya pada kapal pesiar ciptaan Borla ini. Jika berlanjut hingga ke galangan, waktu pembangunannya sekitar dua tahun.

UEA Kirim Pesawat Angkut Bantuan Alat Medis 10 Ton ke Italia

Untuk meringankan beban Italia dalam menghadapi virus Corona, Uni Emirat Arab mengirimkan pesawat medis. Menteri Luar Negeri Italia mengucapkan terima kasih yang mengharukan.
Seperti dilansir Gulfnews, Rabu (8/4/2020) sebuah pesawat bantuan Uni Emirat Arab membawa sekitar 10 ton pasokan medis dikirim ke Italia. Hal ini membantu lebih dari 10.000 ahli kesehatan.

Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen UEA untuk bekerja sama dengan negara-negara yang terkena wabah COVID-19. Harapannya, langkah itu dapat meningkatkan upaya global untuk mengurangi penyebaran virus.

"Sejak didirikan menjadi sebuah negara, UEA telah berkomitmen untuk memperluas bantuan kepada negara-negara dan orang-orang dalam kesulitan," kata Duta Besar UEA untuk Republik Italia, Omar Obaid Al Shamsi.

Menurut Omar Obaid Al Shamsi, UEA membuktikan dengan membantu sejumlah negara saat pandemi virus Corona telah menyebar. UEA telah melakukan pendekatan kemanusiaan dengan memprioritaskan dukungan bagi negara-negara yang sedang berperang menghadapi Corona.

"Bantuan ini datang dalam bentuk berbagai inisiatif lain yang dilakukan oleh Pemerintah UEA untuk memerangi penyebaran COVID-19," kata Omar

UEA berkolaborasi dengan organisasi kesehatan dunia, WHO. Selain itu, UEA menyediakan bantuan ke berbagai negara, termasuk China, Iran, Afghanistan, Pakistan, dan Seychelles untuk membantu negara-negara mengatasi krisis ini.

Duta Besar UEA mengatakan bahwa bantuan UEA ke Italia akan memungkinkan staf medis dalam melakukan tugas profesional mereka dengan aman dalam memerangi penyebaran virus. Dia menunjukkan bahwa kepemimpinan dan masyarakat UEA berpihak kepada Italia dan negara-negara yang mengalami penyebaran COVID-19.

Menteri Luar Negeri Italia, Luigi Di Maio, mengapresiasi bantuan yang diberikan dari UEA. Menurutnya, bantuan itu melambangkan solidaritas antara kedua negara dan merupakan bantuan yang sangat dibutuhkan oleh dokter, perawat dan staf medis Italia.

Dia pun mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah dan warga UEA. Bantuan yang diberikan memungkinkan bagi ribuan orang Italia untuk bisa melindungi diri mereka sendiri dan bekerja dalam melindungi nyawa orang lain.

"Kami saat ini mengalami fase yang hanya dapat digambarkan sebagai perang melawan musuh tak terlihat yang dilakukan oleh personel medis kami. Dan peralatan pelindung pribadi yang diberikan hari ini dari UEA ke Italia adalah senjata kami dalam pertempuran itu. Kami menganggap gerakan ini akan mewujudkan solidaritas dalam praktik dan bantuan di lapangan," kata Menteri Luar Negeri Italia, Luigi Di Maio.

Dalam situasi yang sulit bagi Italia, tak hanya kesehatan yang terkena dampak dari virus Corona. Namun, ekonomi negara.

"Italia tidak akan pernah melupakan negara-negara yang mendukungnya selama periode yang sulit ini yang bukan hanya krisis kesehatan tetapi juga ekonomi dan masyarakat," tambah Di Maio.

Menurut data John Hopkins Coronavirus Resources Center, Italia telah mencapai 135.586 kasus virus Corona dengan 17.127 kematian serta 24.392 warga yang sembuh. Kasus virus Corona di UAE sendiri telah mencapai 2.359 orang.