Rabu, 08 April 2020

Baru Sehari Dibuka, Tembok Besar China Sudah Kena Vandalisme

Tempat ikonik seperti Tembok Besar China kini mulai ramai setelah pandemi Corona. Namun baru hari pertama buka, sudah ada turis nakal yang melakukan vandalisme.

Mengutip dari CNN, Selasa (7/4/2020) kejadian ini viral di jejaring sosial Weibo. Diketahui seorang wisatawan ketahuan melakukan vandalisme di Area Badaling. Badaling adalah zona favorit untuk melihat lanskap The Great Wall. Wisatawan tersebut tertangkap kamera tengah merusak dinding Tembok Besar China dengan menggunakan kunci.

Netizen pun geram. Mereka meminta agar pelaku ditangkap dan diberi hukuman. Pihak pengelola Tembok Besar China pun menjawab kekhawatiran netizen. Zona Badaling telah menerapkan serangkaian pendisiplinan agar hal tersebut tidak terulang kembali. Zona Badaling juga akan memberikan hukuman administratif kepada 7 jenis aksi perusakan lainnya, termasuk vandalisme.

Nantinya nama wisatawan yang melanggar akan dimasukkan ke dalam daftar hitam dan diumumkan kepada publik. Nama-nama tersebut akan diberikan pembatasan saat membeli tiket online Tembok Besar China.

Namun Kantor Informasi Pemerintah Kota Beijing menginginkan Kabupten Yanqing untuk mempertimbangkan kebijakan tersebut. Pihak pemerintah kota ingin agar para pelanggar diserahkan kepada penegak hukum.

Daftar hitam ini sebenarnya sudah diterapkan di taman-taman Beijing. Sehingga jika seseorang yang pernah merusak taman kembali masuk akan ketahuan dari pemindai wajah dan dilarang untuk masuk.

Penginapan Gratis buat Turis yang Terdampar

Wabah virus Corona membuat banyak turis terdampar di negara asing. Kehidupan mereka pun jadi terlunta-lunta karena tidak bisa pulang ke negara masing-masing, kalau persediaan uang masih banyak sih oke, tapi bagaimana jika sudah tipis?
Sebuah penginapan di Kanazawa, Prefektur Ishikawa di Jepang berbaik hati membuka pintu mereka buat para pelancong yang terdampar di Jepang. Mereka memberikan akomodasi gratis buat turis yang terdampar.

Akomodasi gratis itu diberikan penginapan Kaname Inn Tatemachi di Kanazawa. Mengutip Japan Today, Selasa (7/4/2020), akomodasi gratis itu tersedia setidaknya sampai akhir April ini.

Presiden Kaname Inn Tatemachi, Hiroshi Hosokawa mengatakan ikhwal pemberian akomodasi gratis ini. "Seseorang menghubungi saya meminta bantuan tempat untuk seorang sahabat dari Belanda," ujarnya.

Setelah awalnya hanya membantu teman yang terdampar, banyak turis lain yang kemudian mencari bantuan tempat tinggal selama di Jepang. Hosokawa berharap para pelancong itu bisa merasakan keamanan dan bisa berbagi soal Kanazawa. Mereka yang butuh tempat tinggal bisa menghubungi Kaname lewat email r4r@kaname-japan.com.

Terus bagaimana dia mendapatkan dukungan dana untuk menampung para turis yang terdampar? Dari situlah, muncul ide untuk membuat penggalangan dana Room for Rescue. Dana yang sudah terkumpul sudah cukup banyak mencapai 1,793 juta yen dari target 7,56 juta yen, atau sudah mencapai 23 persen.

The Trans Resort Bali Sediakan Paket Karantina Mewah

Social distancing diberlakukan di seluruh Indonesia, termasuk di Bali. Sepinya kegiatan pariwisata, membuat banyak hotel Bali tutup. Namun The Trans Resort Bali masih tetap beroperasi. Untuk mendukung kampanye social distancing, The Trans Resort Bali meluncurkan paket karantina dengan nama Stay di Hotel Aja.

Paket ini akan menggunakan 16 villa dengan kolam renang pribadi. Ada 15 kamar tipe One-bedroom dan satu Presidential Suite dengan 3 bedroom.

Tak perlu khawatir soal kebersihan. The Trans Resort Bali meningkatkan frekuensi pembersihan dengan disinfektan setiap jam. Kemudian disediakan pula hand sanitizer di 37 titik di seluruh hotel.

Karyawan di area persiapan makanan dan pembersihan kamar diwajibkan untuk memakai masker, penutup rambut serta sarung tangan. Pemantauan suhu tubuh juga terus dilakukan bagi tamu, karyawan hingga pemasok yang datang ke area hotel.

Pelayan villa juga akan menyesuaikan standar kebersihan dan sanitasi. Mereka akan menyediakan makan secara pribadi di dalam villa dengan kebersihan dan jarak dengan tamu.
----

Pekerja Hotel dan Restoran Bisa Dapat Kartu Pra Kerja

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (kemenparekraf) bersama Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) dikejar waktu untuk mengamankan kartu pra kerja bagi pekerja sektor tersebut. Pengelola hotel dan restoran diminta segera mengirimkan data akurat.
Sektor pariwisata disebut sebagai sektor paling terdampak setelah virus Corona mewabah. PHRI sih menjamin tak akan memberikan pemutusan hubungan kerja (PHK), namun memberikan unpaid leave, cuti yang tidak dibayarkan kepada pegawainya.

Kemenparekraf mengupayakan agar karyawan hotel dan restoran itu bisa menerima kartu pra kerja, yang diluncurkan 6 April. Saat ini, bersama PHRI, Kemenparekraf sedang mendata hotel dan restoran yang terdampak COVID-19.

"Tim Krisis Kemenparekraf yang dibentuk ini sedang membantu mengumpulkan data. Kami kesulitan dalam mengumpulkan data makanya salah satu fungsi Satgas adalah mendata dan jangan sampai terjadi tumpang tindih," kata Menparekraf Wishnutama Kusubandio dalam konferensi pers virtual, Selasa (7/4/2020).

"Informasi dari pelaku yang didapat lebih komprehensif, yang paling utama harus sangat akurat, dari data inilah maka bisa mengusulkan ke lembaga terkait dalam mengatasi dampak pandemi COVID-19," Wishnutama menambahkan.

Deputi Industri dan Investasi Kemenparekraf Fajar Utomo menambahkan saat ini pendataan kartu pra kerja dari Kemenparekraf menjaring 55 ribu hingga 80 ribu tambahan orang. Dia optimistis bisa segera menambah 120 ribu orang lagi untuk bisa didaftarkan ke dalam kartu pra kerja.

"Itu campuran ya, tenaga kerja informal, yang di-PHK ataupun dirumahkan," kata Fajar.

Sementara itu, PHRI melaporkan hingga 6 April sebanyak 1.266 hotel di 31 provinsi tutup. Tapi, baru 844 hotel dengan 74.100 karyawan yang didaftarkan oleh pengelola hotel sebagai penerima kartu pra kerja.

"Kami terkendala dengan laporan yang diberikan oleh pengelola hotel. Kami kerepotan dengan pendataan. Kami meminta tolong kepada media agar hotel dan restoran segera mengumpulkan data. Saya khawatir ada hotel dan restoran tidak mendaftarkan pegawainya," ujar Ketua PHRI, Haryadi Sukamdani.

"Ayo dong segera mendaftar, takutnya dipakai sektor lain yang belum perlu-perlu amat mendapatkan kartu pra kerja," dia menambahkan.

Selain itu pemerintah juga diharapkan untuk memberikan insentif kepada industri hotel dan restoran dalam hal:

- Pembebasan iuran BPJS (Ketenagakerjaan dan Kesehatan) tanpa pengurangan manfaat untuk jangka waktu 1 (satu) tahun ke depan.
- Pembebasan kewajiban pelaporan bulanan BPJS (Ketenagakerjaan dan Kesehatan).
- Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada Pekerja.
- Pelatihan bagi karyawan pada program kartu pra kerja sebaiknya ditiadakan dan diganti dengan dengan uang tunai, karena karyawan lebih membutuhkannya.
- Pencairan tabungan tunjangan hari tua, agar dapat dimanfaatkan dalam situasi dirumahkan.
- THR disubsidi oleh Pemerintah, atau pembayaran THR dapat dilakukan setelah adanya recovery dari wabah Corona.

Sebelumnya pemerintah meningkatkan anggaran program Kartu Pra Kerja menjadi Rp 20 triliun dengan target jumlah peserta 5,6 juta, orang. Program tersebut diberikan kepada pekerja yang mengalami penurunan pendapatan dan kehilangan pekerjaan, pelaku usaha yang mengalami kesulitan usaha, salah satunya yang disebabkan wabah virus Corona (COVID-19).

Adanya Kartu Pra Kerja diharapkan dapat meningkatkan daya beli dan mengurangi beban biaya hidup, dan membantu pekerja dan pelaku usaha yangterdampakCOVID-19.

Dengan memiliki kartu Pra Kerja, akan mendapatkan manfaat sebesar Rp 3.550.000 yang terdiri dari bantuan pelatihan sebesar Rp 1.000.000, insentif penuntasan pelatihan Rp 600.000 per bulan selama empat bulan, dan insentif survei kebekerjaan Rp 150.000