Jumat, 10 April 2020

6 Kepercayaan Unik yang Dilakukan Saat Paskah

Momen Paskah bagi umat nasrani ditandai dengan banyak hal. Berikut 6 kepercayaan unik yang dilakukan di momen Paskah.
Pekan Paskah sudah di depan mata. Dalam kondisi normal, tentunya kemeriahan Paskah akan lebih tampak lewat banyak hal. Hanya saja, perayaan formal agaknya menjadi hal yang sulit dilakukan di tengah pandemi corona seperti sekarang.

Namun, tentu tak ada salahnya memaknai perayaan Paskah yang sudah di depan mata dengan mencari info dan merayakannya di rumah masing-masing. Dihimpun detikcom, Jumat (10/4/2020), berikut 6 kepercayaan unik yang kerap dilakukan saat Paskah.


1. Mancari telur Paskah
Sejak kecil, anak-anak dari umat nasrani tentu sudah mengenal tradisi yang satu ini. Ya, apalagi kalau bukan mencari telur Paskah. Kerap dihias warna-warni dan disembunyikan di sudut taman atau gereja, telur Paskah jadi hal yang tak pernah dilewatkan.

Tak jarang juga, momen menghias telur Paskah dilakukan dalam pelajaran sekolah atau di tengah keluarga. Selain itu, telur Paskah juga kerap diberikan sebagai bingkisan untuk merayakan kemeriahan Paskah.

2. Kelinci Paskah
Selain dalam media telur, Paskah juga kerap disimbolkan dengan binatang kelinci atau kelinci Paskah. Mitosnya, tradisi yang sudah ada sejak zaman pagan ini diasosiasikan dengan Dewi Kesuburan Eostre yang lekat dengan kelinci. Jadi jangan heran kalau melihat orang dalam kostum kelinci di momen Paskah.

3. Cokelat kelinci
Tak hanya telur dan kelinci, Paskah juga dimaknai dengan kudapan cokelat berbentuk kelinci yang populer disebut Leporidae. Biasanya, cokelat yang satu ini tidak memiliki isi atau kosong di bagian tengahnya.

Kabarnya, ruang kosong di dalam cokelat kelinci Paskah itu dimaksudkan agar sang anak terbiasa dengan kekecewaan. Ada juga yang mengatakan agar lebih mudah digigit.


4. Baju baru
Ada kepercayaan, kalau mengenakan baju baru di momen Paskah menjadi simbol keberuntungan di tahun tersebut. Hal itu pun berkaitan langsung dengan momen kebangkitan dan pembaharuan kembali oleh Yesus.


5. Ibadah subuh
Merujuk pada kisah Bunda Maria yang menemukan makam kosong Yesus pada momen Paskah, tak sedikit gereja yang menyelenggarakan misa subuh untuk memaknai momen tersebut.

Sejarahnya, tradisi tersebut pertama kali dilakukan tahun 1732 di Jerman oleh sekelompok anak muda. Tradisi itu pun telah menyebar ke banyak negara di dunia kini.


6. Daging ham Paskah
Di banyak negara di dunia, momen Paskah dimaknai dengan pantang dan berpuasa selama 40 hari lamanya. Di mana daging mrnjadi salah satu yang dihindari selama bulan suci.

Berkaca dari hal itu, hidangan berbahan daging juga kerap disajikan usai Jumat Agung atau saat Paskah sebagai simbol. Kabarnya, daging ham juga jadi salah satu makanan yang kerap disajikan di Jerman di momen yang sama puluhan tahun silam.

Jalanan Penuh Grafiti yang Ikonik Ini Ditutup Selamanya

Salah satu jalanan ikonik di kota ini dipenuhi oleh grafiti. Dinamai Graffiti Highway, destinasi wisata yang tak sengaja tercipta itu akhirnya ditutup untuk umum. Graffiti Highway yang berwarna-warni ada di negara bagian Pennsylvania, AS. Jalan itu sebenarnya adalah akses masuk yang terbengkalai.
Jadi daya tarik wisata tidak resmi, kini Graffiti Highway ditutup oleh truk-truk berisi tanah untuk mencegah wisatawan masuk. Jalan itu bagian dari Pennsylvania Route 61.

Graffiti Highway ditutup pada tahun 1993, karena rusak oleh kebakaran batu bara di sekitar Kota Centralia dan menyala selama lebih dari 50 tahun, menurut Departemen Perlindungan Lingkungan Pennsylvania.

Otoritas Pennsylvania mengatakan bahwa daerah itu sangat berbahaya. Tapi, wisatawan membandel dan tetap mendatanginya hanya untuk berfoto atau menambah grafiti yang menutupi 3/4 bagiannya selama satu dekade terakhir.

Kru perusahaan batu bara lokal mengangkut tanah untuk menutupi jalan raya. Afiliasi CNN, WNEP melaporkan pada hari Senin, itu terjadi ketika para wisatawan sedang ada di sana.

Ada sekitar 400 truk berisi tanah dan batu dari Fox Coal Company. Semuanya akan ditumpahkan ke Graffiti Highway dan diharap akan tumbuh tanaman kemudian.

Perusahaan membutuhkan waktu hingga empat hari untuk menutupi Graffiti Highway.

Baca cerita lengkapnya tentang Graffiti Highway di artikel ini: Jalanan di Kota Ini Dipenuhi Grafiti

Kabar WNI yang Tak Bisa Pulang dari India karena Sedang Lockdown

Ratusan WNI di India tak bisa pulang ke Indonesia karena negara tersebut sedang memberlakukan lockdown. Begini kabar mereka.
India mulai mengunci diri (lockdown) mulai 25 Maret-14 April 2020. Akibatnya, ratusan Warga Negara Indonesia (WNI) baik yang sedang menetap maupun yang hanya singgah di sana tak bisa kembali ke tanah air.

Salah seorang WNI yang juga merupakan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Mumbai, Agus Saptono mengatakan secara umum kondisi WNI yang berada di Mumbai sehat dan tak ada yang terinfeksi COVID-19.

"Mengenai kondisi WNI, secara umum sejauh ini dapat kami sampaikan mereka dalam kondisi yang baik. Jalur komunikasi antara WNI dengan KBRI New Delhi maupun KJRI Mumbai berjalan dengan baik dan lancar. Salah satunya melalui group whatsapp, medsos, serta nomor hotline yang telah disosialisasikan," ungkapnya pada detikcom.

Selain itu, KJRI Mumbai juga rutin berkomunikasi dengan para WNI tersebut.

"Jalur komunikasi antara WNI dengan KBRI New Delhi maupun KJRI Mumbai berjalan dengan baik dan lancar. Salah satunya melalui group whatsapp, medsos, serta nomor hotline yang telah disosialisasikan. KJRI Mumbai telah menyampaikan berbagai himbauan, edaran, dan peraturan dari pemerintah India maupun negara bagian serta pemerintah Indonesia terkait perkembangan COVID-19," imbuhnya.

Ia juga mengatakan bahwa tak ada kendala dalam fasilitas komunikasi selama lockdown.

"Sampai saat ini sambungan internet baik dan lancar / tidak ada gangguan," ujarnya.

Jumlah WNI yang menetap di Mumbai, India jumlahnya 571 orang yang terdiri atas 80 orang mahasiswa dan pelajar, 365 orang WNI yang menikah dengan Warga Negara India, dan 126 orang pekerja profesional.

Selain itu, Agus juga mengabarkan sebanyak 181 pelancong asal Indonesia saat ini juga harus mengikuti aturan lockdown.

"Sekitar 181 WNI yang tidak bisa pulang karena adanya total lockdown ini yang terdiri dari turis, urusan keluarga, urusan dinas dan jamaah tabligh," ujarnya.

Para pelancong yang datang untuk liburan dan urusan dinas saat ini menetap di hotel. Sementara yang memiliki keluarga atau kerabat, saat ini menetap bersama dengan keluarga mereka.

Mengenai layanan perpanjangan visa yang dibutuhkan pelancong selama masa lockdown, pemerintah India menyediakan situs yang memungkinkan setiap orang memperpanjang visa secara online.

Sebenarnya setiap orang yang datang ke India dan masa berlaku visanya habis saat lockdown, akan diperpanjang secara otomatis sampai lockdown berakhir, dengan terlebih dahulu melapor ke situs strandedinindia.com. Perpanjangan ini tak dipungut biaya alias gratis.

Terkait WNI yang belum bisa pulang ini, Agus mengatakan, pemerintah Indonesia sudah bekerjasama dengan pemerintah India untuk menitipkan para WNI ini.

"Menteri Luar Negeri RI sudah bicara dengan Menteri Luar Negeri India untuk menitipkan keselamatan dan kesehatan WNI di India termasuk Jamaah Tabligh,"ujarnya.

Agus menyampaikan bahwa saat ini lockdown di India berjalan baik. Kebutuhan masyarakat akan makanan dan kesehatan masih terjaga.

"Hingga saat ini stok pangan dan kebutuhan pokok tetap terjaga, hal itu juga didukung kepastian dari pemerintah India yang menjamin untuk tetap menjaga stok pangan dan kebutuhan pokok di masyarakat. Harganya pun tetap relatif stabil walaupun di beberapa tempat terdapat perbedaan harga terutama untuk bahan sayuran dan buah buahan," ia menerangkan.

"Pemerintah India menetapkan sejumlah Rumah Sakit Pemerintah sebagai pusat perawatan di masing-masing negara bagian, seperti di Mumbai terdapat Kasturba Hospital dan KEM Hospital, serta merekomendasikan sejumlah rumah sakit swasta, menambah kapasitas rumah-rumah sakit dan membuat sejumlah rumah sakit darurat, serta meningkatkan kapasitas dan fasilitas lab. Di setiap sudut kota terdapat ambulans yang mudah dijangkau warga, sehingga diharapkan mereka yang perlu pelayanan medis tidak mengalami kendala," jelasnya.

Agus pun berpesan bagi seluruh WNI di India agar tetap menjaga kesehatan dan menaati aturan lockdown dengan sebaik-baiknya.

"Ikuti aturan pemerintah setempat, yaitu diam di rumah masing-masing, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, memakai masker jika keluar rumah, sering cuci tangan dengan sabun dan hand sanitizer. Hindari tempat-tempat keramaian untuk sementara waktu sampai penyebaran virus berakhir," imbaunya.