Jumat, 10 April 2020

5 Tradisi Paskah di Indonesia

Pekan suci Paskah bagi umat nasrani sudah di depan mata. Terlepas dari pandemi corona, Indonesia juga punya 5 tradisi paskah yang dibalut kearifan lokal.
Mulai dari hari Kamis hingga Minggu pekan ini, umat nasrani di Indonesia akan merayakan pekan Paskah yang dimaknai dengan kematian dan kebangkitan Yesus. Di Indonesia, perayaan suci umat nasrani itu pun biasanya tak jarang dibalut dengan kearifan budaya setempat.

Pengaruh budaya setempat itu pun kian memperkaya perayaan Paskah umat nasrani di Indonesia, sekaligus menjadi daya tarik bagi wisatawan. Dihimpun detikcom dari berbagai sumber, Kamis (9/4/2020) setidaknya ada 5 tradisi Paskah berbeda di nusantara.

1. Semana Santa Larantuka
Tak perlu jauh-jauh ziarah ke Vatikan, Kota Larantuka di Flrose Timur punya tradisi Semana Santa yang telah dimulai sejak momen Rabu Abu lalu. Setelah perayaan Minggu Palma pekan kemarin, kemeriahan akan kembali berlanjut pada hari Kamis ini.

Tepat hari Kamis, masyarakat nasrani di Larantuka akan berpartisipasi dalam ritual Tikam Turo yang ditandai dengan peletakan dan pembawaan lilin di sepanjang rute yang telah ditetapkan. Di mana perayaan akan dimaknai di Kapel Tuan Ma (Bunda Maria), lewat pemandian patung serta penyelimutan patung dengan kain 3 warna sebagai tanda duka.

Prosesi Laut Semana Santa di Larantuka, Flores, NTTProsesi Laut Semana Santa di Larantuka, Flores, NTT (Petrus Ola/detikcom)
Perayaan pun akan mencapai puncaknya pada hari Jumat Agung atau Sesta Vera, yang dimaknai dengan penyaliban Yesus. Pada Jumat Agung, patung Yesus akan diarak dan ditaruh di pusat prosesi keagamaan di samping patung Bunda Maria. Akan ada juga proses pengarakan lewat laut.

Setelah proses ritual dilakukan, kegiatan ibadah akan ditutup dengan misa pada Sabtu Santo (Sabtu Suci) serta Hari Minggu Paskah (hari kebangkitan) di Katedral Reinha Rosary di pusat Kota Larantuka.

2. Prosesi Penyaliban Yesus di Wonogiri
Momen Paskah kerap ditandai dengan kegiatan Jalan Salib yang jadi lambang penderitaan Yesus di Bukit Golgota. Tak hanya di Yerusalem, momen serupa juga dimaknai oleh warga Wonogiri di Gunung Gandul, Jawa Tengah.

Pada momen tersebut, para umat nasrani di Wonogiri akan melakukan reka ulang momen sengsara Yesus di pekan Paskah. Layaknya berjalan ke Bukit Golgota, umat nasrani di Wonogiri akan melakukan perjalanan ke atas bukit bersama pemeran Yesus lengkap dengan salib kayu. Hal itu sekaligus jadi pengingat akan penderitaan Yesus.


3. Ziarah ke Gua Maria Sendangsono

Bagi umat nasrani, momen Paskah tidaklah lengkap tanpa kegiatan ziarah ke tempat keagamaan. Salah satu yang cukup populer adalah Gua Maria Sendangsono di Kulon Progo, DI Yogyakarta.

Dalam bahasa Jawa, Sendang Sono berarti sumber air dan pohon yang tumbuh di atasnya. Di mana air yang bersumber dari gua itu dipercaya memiliki keajaiban bagi umat nasrani. Di tahun 1904, Romo Van Lith diketahui memakai airnya untuk membaptis 173 warga Kalibawang.

Untuk informasi, Gua Maria Sendangsono dirancang oleh sosok Romo YB Mangunwijaya atau yang dikenal dengan Romo Mangun. Di mana gua tersebut juga memenangkan penghargaan bergengsi Aga Khan di tahun 1991. Gua ini juga disebut Lourdes ala Indonesia.

4. Memento Mori di Palangkaraya

Bergeser ke Palangkaraya di Kalimantan Tengah, masyarakat nasrani di sana memaknai Paskah dengan tradisi Memento Mori. Dalam bahasa latin, Memento Mori berarti ingatlah akan kematian.

Tradisi itu pun dilakukan pada momen Sabtu Suci dengan cara mengunjungi makam kerabat yang telah meninggal oleh anggota keluarga. Ritual akan dimaknai dengan menyalakan lilin serta menaruh karangan bunga di malam dari sore hingga malam. Dipercaya kalau tradisi itu telah dikenalkan sejak masa penjajahan Belanda abad 19 silam.

India Lockdown, Satwa Liar Keluyuran di Jalan Cari Makan

Ratusan satwa kelaparan tampak mengambil alih jalanan di India yang saat ini sedang menerapkan lockdown untuk mencegah penyebaran Corona.
Sebagai negara terpadat kedua di dunia yang populasi penduduknya mencapai 1,3 miliar, tak heran bila India selalu ramai dengan manusia dan kendaraan sebelum adanya serangan Corona. Namun kondisi berubah ketika negara tersebut memberlakukan lockdown mulai 25 Maret-14 April 2020.

Jalanan yang saat ini sepi manusia justru ramai dengan hewan peliharaan dan satwa liar yang sedang mencari makan.

Dilansir dari Channel News Asia, Kamis (9/4/2020) salah satu satwa yang meramaikan jalanan India adalah burung-burung merak yang tampak bertengger di atas mobil-mobil yang diparkir di Kota Mumbai. Sementara itu di New Delhi, kawanan monyet berlarian kencang melewati tembok kompleks kepresidenan Rashtrapati Bhawan. Mereka dengan santai melewati penjaga militer dan masuk ke halaman kementerian serta bangunan resmi lainnya.

"Mereka mencuri (barang) lebih banyak tapi belum mengancam bagi manusia,"kata petugas yang bertugas di pintu masuk istana.

Monyet yang berkeliaran ini adalah Monyet Rhesus yang sering mengambil makanan dari tas milik orang. Monyet-monyet ini sebenarnya telah lama membuat masalah di ibu kota India namun kali ini beberapa dari mereka sudah sampai masuk dalam gedung kantor selama lockdown.

Selain monyet, seorang petugas Dinas Kehutanan India juga sempat membagikan video di media sosial yang menggambarkan aksi gajah berjalan melewati toko-toko yang tutup di sepanjang jalanan sepi.

Momen lockdown ini rupanya tak hanya mempengaruhi kehidupan manusia. Kondisi ini bahkan dapat mematikan bagi beberapa satwa.

Menurut aktivis hak-hak hewan, sejak lockdown diberlakukan, sudah ada 4 ekor kuda yang mati. Mereka biasanya dipekerjakan untuk menarik kereta wisata di Kolkata Victoria Memorial. Karena tempat itu tutup, mereka menjadi kelaparan dan mati dalam beberapa hari.

"Mereka menjadi sakit. Kami khawatir ada banyak lagi yang akan mati dalam beberapa hari mendatang jika mereka tidak mendapatkan makanan," kata juru bicara organisasi pecinta hewan Love and Care for Animals, Sushmita Roy.

Di sisi lain, pemilik kuda-kuda ini mengatakan bahwa ia sudah tak punya uang untuk memberi makan kuda-kuda tersebut.

"Kami kesulitan memberi makan keluarga kami. Bagaimana kami bisa memberi makan kuda kami?" kata salah satu pemilik, Sunny.

Sementara itu satwa lain yang juga mengambil alih jalanan adalah kawanan sapi dan anjing liar. Mereka mengais-ngais tempat sampah untuk mendapatkan makanan meskipun tak ada makanan tersisa di sana karena restoran tutup.

Pemilik Posh Foundation, yayasan yang peduli pada hewan terlantar, Aditi Badam mengatakan tempat perlindungannya kini sedang kerepotan dan berjuang memberi makan hewan di yayasan tersebut dan hewan lainnya selama lockdown.

Yayasannya menerima peningkatan jumlah laporan dari orang-orang yang melihat anjing atau hewan peliharaan lainnya yang terlantar. Menurutnya, kondisi seperti ini telah menjadi masalah besar.

"Semakin hari semakin sulit di sini,"kata Badam sebagaimana diwartakan AFP. Sangat sulit untuk dapat menjamin terpenuhinya makanan untuk para satwa ini karena semua tempat tutup.