Jumat, 17 April 2020

Apakah Bersin Termasuk Gejala Virus Corona?

Penularan virus Corona COVID-19 bisa terjadi melalui droplet atau tetesan air liur yang keluar dari mulut, saat batuk ataupun bersin. Tapi, apakah bersin termasuk salah satu gejalanya?
Mengutip dari The Sun, bersin bukan termasuk ke dalam salah satu dari gejala virus Corona. Meski begitu, sangat tidak diperbolehkan bersin sembarangan saat berada di lingkungan luar.

Bersin biasanya dikaitkan dengan penyakit seperti alergi terhadap sesuatu. Biasanya itu akan muncul bersamaan dengan ruam dan mata gatal.

Namun, jika seseorang tidak menyadari bahwa dirinya terinfeksi, lewat bersin itu bisa menyebarkan virus dari tetesan yang keluar. Maka dari itu, saat ini sangat dianjurkan untuk menutup hidung dan mulut saat bersin.

Berdasarkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), gejala umum yang sering muncul pada penderita COVID-19, seperti demam, batuk kering, diare, kelelahan, sesak napas, rasa nyeri di tubuh, sakit tenggorokan, sakit tenggorokan, diare, dan kehilangan indra penciuman serta perasa.

Meskipun bersin tidak termasuk salah satunya, tapi harus tetap waspada. Kunjungi dokter atau petugas kesehatan lainnya untuk memastikan tubuh jauh dari virus Corona.

China Akui Kematian di Wuhan 50 Persen Lebih Tinggi dari yang Dilaporkan

Korban kematian virus Corona di Wuhan, China, dilaporkan lebih tinggi seribu orang dari yang terdata sebelumnya. Badan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Wuhan telah mengubah jumlah kematian dari 2.579 menjadi 3.689, terdapat peningkatan sekitar 50 persen.
Disebutkan bahwa angka ini meningkat karena adanya keterlambatan pelaporan dari rumah sakit. Total kematian sebelumnya juga dipengaruhi oleh kesulitan mendapatkan informasi yang akurat dari rumah sakit swasta dan rumah sakit darurat.

Selain itu dilaporkan juga bahwa jumlah total kasus di Wuhan meningkat menjadi 50.333. Kantor berita lokal Xinhua mencantumkan ada beberapa faktor yang menyebabkan angka kematian tidak terdata dengan baik.

"Akibatnya laporan terlambat, terlewat dan keliru terjadi," ujar salah satu pejabat resmi Wuhan yang tidak disebutkan namanya.

Banyak orang, termasuk penduduk Wuhan, telah lama skeptis terhadap angka kematian resmi yang rendah di kota itu. Bukti adanya penutupan pemerintah sudah marak, dari membungkam pelapor awal hingga pengungkapan bahwa para pemimpin negara menutup-nutupi krisis selama setidaknya enam hari.

warga Wuhan telah berbicara secara terbuka tentang keyakinan mereka bahwa jumlah kasus sebenarnya dan jumlah kematian harus lebih tinggi daripada yang dilaporkan saat ini. Beberapa juga merujuk pada rumah duka dan krematorium yang beroperasi lembur sehingga menguatkan anggapan bahwa jumlah korban tewas sebenarnya jauh lebih tinggi.

Benarkah AC Berperan dalam Penyebaran Virus Corona? Ini Hasil Riset di China

Sebuah studi yang dipimpin oleh Jianyun Lu dari Guangzhou Center for Disease Control and Prevention mengatakan pendingin ruangan atau AC berperan dalam penyebaran virus Corona COVID-19. Mengapa bisa begitu?
Hal ini dikaitkan dengan 10 kasus Corona berbeda di tiga keluarga berbeda saat makan di restoran yang sama di Guangzhou. "Aliran udara yang kuat dari AC bisa menyebarkan droplet," tulis laporan studi tersebut, dikutip dari South China Morning Post pada Jumat (17/4/2020).

Kasus diketahui terjadi pada akhir Januari lalu. Pasien pertama dari 10 kasus yang dipelajari disebut kembali dari Wuhan pada 23 Januari 2020. Wuhan sendiri adalah sumber penyebaran virus Corona pertama sejak akhir Desember 2019. Pasien disebut makan malam bersama dengan tiga anggota keluarga di hari berikutnya.

Restoran tersebut dikatakan tidak memiliki jendela dan hanya menggunakan AC untuk mendapat sirkulasi udara. Dua keluarga lain duduk di meja sebelahnya dengan jarak satu meter dengan meja lainnya.

Hari berikutnya, pasien tersebut mengalami gejala Corona seperti demam dan batuk sehingga memeriksakan diri ke rumah sakit. Dalam kisaran waktu dua minggu, sebanyak 9 anggota keluarga yang saat itu berada di restoran yang sama dinyatakan terinfeksi Corona.

"Dari hasil pemeriksaan rute potensial penyebaran, kami menyimpulkan penyebab paling memungkinkan adalah transmisi droplet. Kami menyimpulkan bahwa outbreak ini, penyebaran droplet didukung oleh AC. Faktor kunci dari infeksi adalah arah aliran udara," ungkap peneliti.

"Untuk mencegah penyebaran virus Corona di restoran, kami merekomendasikan melebihkan jarak meja satu dengan yang lain, dan menyediakan ventilasi," tutup keterangan studi tersebut.

Kenali Sistem Imun yang Disebut Bisa Usir Jauh Corona (2)

"Jika daya tahan seseorang dalam kondisi baik maka mikroorganisme yang masuk akan mati dan gejala akibat infeksi ini tidak dirasakan. Namun jika kekebalan tubuh kalah maka timbul berbagai gejala seperti demam, dan lain-lain," tambahnya.

2. Bakteri Usus Jadi Kunci Sistem Kekebalan Tubuh yang Sehat

Tubuh manusia adalah rumah bagi triliunan bakteri, yang melebihi jumlah sel kita sendiri 10 banding 1. Dalam saluran pencernaan, mikroba ini sering bermanfaat, membantu pencernaan dan mensintesis vitamin B dan K. Tetapi penelitian juga menunjukkan bakteri usus kita membantu sistem kekebalan tubuh kita dan menjaga kita tetap sehat dalam berbagai cara.

Seperti bakteri 'baik' yang dapat mempengaruhi sensitivitas sistem kekebalan terhadap antigen, yang berpotensi membantu mencegah penyakit autoimun, kondisi di mana sistem kekebalan menyerang jaringan tubuh sendiri. Bakteri juga menghasilkan antibodi yang berguna dan memicu ekspresi protein usus, yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh untuk memperbaiki cedera internal.

"Saluran cerna merupakan organ pertahanan tubuh yang menghasilkan antibodi karena di sana tinggal sekitar 400-500 spesies mikroba. Ekosistem yang dibentuk oleh mikroba tersebut memiliki peran besar dalam perkembangan serta fungsi sistem imun saluran cerna dan mempunyai dampak besar terhadap kesehatan secara umum, termasuk aspek kesehatan di luar sistem pencernaan," jelas dr Helmin.

3. Sel Darah Putih hanya Presentasi Kecil dari Darah Anda

Sistem kekebalan terus bekerja untuk melindungi Anda dari penyakit dan melawan infeksi. Anda mungkin berharap bahwa tentara sistem imunitas ini, yaitu sel darah putih, merupakan sebagian besar dari darah Anda. Tapi ternyata, jumlah sel darah putih hanya 1 persen dari sel yang mencapai 5 liter darah pada tubuh orang dewasa.

Tapi jangan khawatir, ada lebih dari cukup sel darah putih untuk menyelesaikan pekerjaan untuk kekebalan tubuh. Dalam setiap mikroliter darah, Anda memiliki antara 5.000 dan 10.000 sel darah putih.

Perlu diingat, agar sistem kekebalan tubuh tetap berfungsi baik, jangan lupa menjaga gaya hidup yang sehat. Kemudian, selain menjaga asupan dengan vitamin C, ada beberapa vitamin lain juga yang ternyata dapat berperan menjaga sistem imun tubuh.

Seperti vitamin B12 membantu pembentukan Sel B dan Sel T dan vitamin E untuk menghambat radikal bebas dan meningkatkan Sel T. Nah apa itu Sel B dan Sel T? Ternyata 2 sel ini berperan penting untuk imunitas tubuh khususnya di tengah pandemi COVID-19 ini.

"Sel T dan sel B mampu untuk mengenali struktur spesifik dari kuman yang masuk, dan membuat sistem imun mampu merespons lebih cepat dan efektif ketika terpapar kembali dengan bahan patogen/kuman tersebut. Artinya tubuh tidak akan sakit walaupun terpapar dengan kuman tersebut karena tubuh sudah mengenali dan memiliki kemampuan untuk membunuhnya," beber dr Helmin.

Untuk memenuhi kebutuhan vitamin tersebut, Anda bisa mengonsumsi Fatigon Multivitamin. Suplemen ini mengandung multivitamin B1, B6, B12, Vitamin E dan mineral, Kalium, dan Magnesium Aspartat yang digunakan untuk memulihkan kesehatan tubuh, hingga menghilangkan capek dan pegal setelah beraktivitas.