Minggu, 19 April 2020

535 Meninggal dari 6.248 Kasus, Tingkat Kematian Corona RI 8,32 Persen

Pemerintah pada hari Sabtu (18/4/2020) mengumumkan total kasus positif virus Corona COVID-19 di Indonesia menjadi 6.248 orang. Dari jumlah tersebut sebanyak 535 di antaranya meninggal dunia sementara 631 orang lain dinyatakan sembuh.
"Sampai dengan hari ini ada 325 kasus baru sehingga total menjadi 6.248 kasus," kata juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona, Achmad Yurianto, dalam konferensi pers yang disiarkan BNPB, Sabtu (18/4/2020).

Dengan data tersebut artinya tingkat kematian atau case fatality rate (CFR) virus Corona di Indonesia saat ini ada di angka 8,32 persen. Terjadi penurunan dari hari Jumat kemarin yang angkanya 8,77 persen.

Data yang dihimpun oleh Research Center Johns Hopkins University menunjukkan rata-rata CFR wabah Corona di dunia saat ini ada di angka 6,84 persen.

Amerika Serikat (AS) masih ada di urutan pertama sebagai negara dengan jumlah kasus Corona terbanyak yaitu 706.779 kasus. Berikutnya diikuti Spanyol sebanyak 190.839 kasus dan Italia 172.434 kasus.

Sebagai perbandingan AS memiliki CFR Corona 5,24 persen, Spanyol 10,48 persen, dan Italia 13,19 persen.

Sebaran Pasien Virus Corona di Indonesia, 631 Sembuh, 535 Meninggal

Pemerintah mengumumkan jumlah kasus positif virus Corona COVID-19 di Indonesia pada Sabtu (18/4/2020) telah mencapai 6.248 kasus. Sebanyak 631 pasien dinyatakan sembuh, 535 pasien meninggal.
"Sudah seluruh provinsi terdampak. Sudah 221 kabupaten/kota yang terdampak. Provinsi yang kemudian kasus pasien sembuhnya cukup banyak kita bersyukur ada di DKI Jakarta," kata juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona COVID-19, Achmad Yurianto, Sabtu (18/4/2020).

Berikut sebaran pasien yang sembuh dan meninggal hingga saat ini.

SEMBUH
Aceh 4
Bali 36
Banten 9
DI Yogyakarta 26
DKI Jakarta 205
Jawa Barat 41
Jawa Tengah 44
Jawa Timur 96
Kalimantan Barat 5
Kalimantan Timur 11
Kalimantan Tengah 8
Kalimantan Selatan 6
Kalimantan Utara 2
Kepulauan Riau 6
Nusa Tenggara Barat 2
Sumatera Selatan 5
Sumatera Barat 13
Sumatera Utara 12
Sulawesi Utara 5
Sulawesi Tenggara 4
Sulawesi Barat 1
Sulawesi Selatan 43
Sulawesi Tengah 2
Lampung 10
Riau 9
Maluku Utara 2
Maluku 6
Papua 18

MENINGGAL
Aceh 1
Bali 3
Banten 34
Bangka Belitung 1
Bengkulu 1
DI Yogyakarta 7
DKI Jakarta 253
Jawa Barat 56
Jawa Tengah 41
Jawa Timur 49
Kalimantan Barat 3
Kalimantan Timur 1
Kalimantan Tengah 2
Kalimantan Selatan 6
Kalimantan Utara 1
Kepulauan Riau 7
Nusa Tenggara Barat 2
Sumatera Selatan 2
Sumatera Barat 7
Sumatera Utara 9
Sulawesi Utara 2
Sulawesi Tenggara 2
Sulawesi Selatan 25
Sulawesi Tengah 3
Sulawesi Barat 1
Lampung 5
Riau 4

Sebaran 325 Kasus Baru Positif Virus Corona di Indonesia 18 April

Indonesia kembali mengumumkan adanya penambahan kasus Corona di Indonesia. Saat ini sebanyak 325 kasus baru positif sehingga total 6.248 kasus.Indonesia kembali mencatatkan penambahan kasus baru virus Corona COVID-19. Total hingga Sabtu (18/4/2020) jumlah kasus positif ada 6.248 kasus, 631 sembuh, dan 535 meninggal.
"Kita sudah melakukan pemeriksaan spesimen lebih di 45 ribu spesimen,," kata juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona COVID-19, Achmad Yurianto, Sabtu (18/4/2020).

Sebaran 325 kasus baru positif virus Corona COVID-19 adalah sebagai berikut:

Aceh 1

Bali 7

Banten 10

DI Yogyakarta 3

DKI Jakarta 109

Jawa Barat 9

Jawa Tengah 25

Jawa Timur 33

Kalimantan Timur 10

Kalimantan Tengah 6

Kalimantan Selatan 18

Kalimantan Utara 3

Kepulauan Riau 21

Nusa Tenggara Barat 4

Sumatera Selatan 30

Sumatera Barat 9

Sulawesi Utara 2

Sulawesi Tenggara 1

Sulawesi Selatan 11

Riau 4

Maluku 3

Papua 6

Waspada Batuk Terus-menerus, Bisa Jadi Pertanda Penyakit Ini

Batuk terus-menerus yang berkepanjangan dan tak kunjung sembuh tentu sangat menyusahkan. Tidak hanya itu, batuk terus-menerus juga bisa mengganggu tidur malam dan membuat kelelahan.
Batuk terus-menerus yang berlangsung lebih dari delapan minggu pada orang dewasa, atau lebih dari tiga minggu pada anak-anak dikategorikan sebagai batuk kronis.

"Batuk sesekali dan tidak berlarut-larut adalah sesuatu yang wajar, karena batuk adalah mekanisme pertahanan saluran napas untuk mengeluarkan benda asing. Jika sudah berhari-hari bahkan berbulan-bulan sudah harus segera dicari penyebabnya dan diobati," ujar Medical Manager Consumer Health Division PT Kalbe Farma, dr Helmin Agustina Silalahi kepada detikHealth, Sabtu (18/4/2020).

Batuk yang tak kunjung sembuh setelah beberapa minggu bisa menjadi serius. Meski memang biasanya kita mengenali penyebabnya seperti demam, infeksi virus, atau flu, namun juga ada hal-hal tak biasa yang bisa menyebabkan kita batuk tanpa henti.

"Batuk berkepanjangan dapat akibat alergi yang tidak dilakukan pencegahan terhadap pencetusnya. Selain itu, batuk karena peradangan saluran napas dan infeksi yang tidak diobati juga dapat menjadikan batuk berkepanjangan," ujar dr Helmin.

Selain itu, batuk berkepanjangan juga bisa menjadi tanda penyakit GERD. Penyakit ini terjadi karena asam lambung yang naik ke kerongkongan dan mengiritasi hingga menyebabkan terjadinya batuk. Di sisi lain, batuk terus-menerus yang tidak kunjung sembuh juga dapat memperberat penyakit asam lambung.

"Pada GERD isi lambung naik ke kerongkongan bahkan sampai ke rongga mulut. Ssi lambung yang asam tersebut dapat mengiritasi rongga THT tersebut dan menimbulkan batuk. Jika GERD tidak segera diatasi maka akan terjadi batuk yang berkepanjangan atau sering kambuh," tambahnya.

Kemudian, batuk terus-menerus juga dapat terjadi pada batuk rejan yang merupakan infeksi bakteri pada paru-paru dan saluran pernapasan. Penyakit ini ditandai dengan batuk keras yang terjadi secara terus-menerus dapat berlangsung selama tiga bulan.

"Sehingga sering disebut juga sebagai batuk seratus hari," ucap dr Adeline.

Oleh sebab itu, jangan abaikan batuk yang terus menerus, terutama jika diikuti dengan gejala lain. Untuk mengantisipasi batuk berkepanjangan, lanjut dr Helmin, salah satunya dengan memenuhi nutrisi yang baik untuk dapat menunjang mekanisme pertahanan tubuh berfungsi dengan baik, termasuk mengatasi batuk.

Selain itu, jika Anda penderita asam lambung, disarankan untuk menghindari makanan dan minuman pemicu asam lambung, seperti makanan pedas, asam, dan kafein. Hindari pula merokok dan lingkungan perokok agar asap tidak mengendap di paru-paru.

Selain mengobati batuk dengan cara yang tepat sesuai penyebabnya, saat pertama mengalami batuk Anda bisa segera minum obat batuk agar gejala batuk bisa langsung reda seperti dengan Woods. Apabila Anda mengalami batuk kering atau tidak berdahak, Anda bisa mengonsumsi Woods Antitusive. Sedangkan, jika Anda mengalami batuk berdahak bisa mengonsumsi Woods Expectorant.