Sabtu, 02 Mei 2020

5 Kesalahan yang Bikin Olahraga Jadi Tidak Bermanfaat

 Mewabahnya virus corona COVID-19 membuat setiap orang harus meningkatkan imunitas atau kekebalan tubuh. Ini dilakukan guna menghindarkan terinfeksi dari virus corona.
Salah satu cara untuk meningkatkan imunitas yakni dengan berolahraga. Namun kesalahan dalam berolahraga malah membuat kekebalan tubuh menurun dan meningkatkan risiko terinfeksi.

Berikut kesalahan dalam berolahraga yang malah mengakibatkan turunnya imunitas tubuh.

1. Intensitas terlalu tinggi
Olahraga dengan intensitas tinggi sangat tidak dianjurkan. Latihan fisik dengan intensitas tinggi dan dalam waktu yang lama akan memberikan efek sebaliknya, yakni menurunkan imunitas tubuh. Risiko infeksi justru akan meningkat.

2. Berlebihan
Latihan aerobik dapat dilakukan di luar maupun dalam ruangan. Namun perlu diperhatikan rentang yang tepat yakni 30-45 menit. Misalnya jalan cepat keliling rumah, atau naik turun tangga di dalam rumah selama 10-15 menit, 2-3 kali sehari. Jika memungkinkan olahraga di luar, pastikan untuk jaga jarak, hindari sentuhan dan hindari keramaian.

3. Terlalu membebani otot
Latihan dengan menggunakan beban yang berat dapat menurunkan tingkat imun seseorang. Lakukan latihan kekuatan otot ringan di tengah pandemi corona di antaranya push up, squat dan lunges.

4. Tidak melakukan peregangan
Lakukan peregangan setiap dua jam sekali, untuk menghindari duduk secara terus menerus. Anda dapat melakukan peregangan statis dengan 5-10 menit.

5. Kurang minum
Pastikan saat Anda melakukan olahraga kebutuhan cairan terpenuhi. Baik sebelum maupun sesudah berolahraga. Saat tenggorokan kering dan terasa haus saat berolahraga, segera minum.

4 Hal yang Bisa Terjadi Pada Tubuh Saat 'Puasa' Seks

Berhubungan seks yang teratur mempunyai banyak manfaat bagi kondisi tubuh. Selain dapat menjaga keharmonisan, berhubungan seks juga dapat meningkatkan kesenangan.
Lalu bagaimana jika seseorang berhenti melakukan hubungan seks?

Dilansir dari Dailystar, empat hal ini bisa terjadi pada tubuh jika berhenti berhubungan seks

1. Meningkatnya tingkat stres
Saat melakukan hubungan seks, tubuh akan mengeluarkan hormon endorfin atau hormon kebahagiaan.

Ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Universitas George Mason, yang mengatakan dengan berhubungan seks akan membuat lebih bahagia dan menghilangkan stres.

2. Kesehatan jantung dapat menurun
National Health Service (NHS) mengungkapkan, saat melakukam hubungan seks, detak jantung akan lebih tinggi dan jumlah detak per menit mencapai puncaknya selama orgasme. Ini berarti berhubungan seks sama seperti berolahraga yang dapat meningkatkan kesehatan jantung.

3. Menurunkan sistem kekebalan tubuh
Sistem kekebalan tubuh manusia mendapat dorongan besar dari seks. Karena Immunoglobulin A diproduksi selama hubungan intim yang merupakan antibodi yang melawan penyakit.

4. Pengaruhi otak
Sebuah penelitian menyebutkan dengan seks teratur, dapat menghasilkan sel otak baru setelah melakukan hububungan seks. Selain itu hubungan seks yang teratur dapat membuat Anda lebih pintar saat bertambahnya usia.

WHO Tak Sarankan Semprot Disinfektan, Bahaya Jika Kena Selaput Lendir

Keberadaan bilik atau chamber disinfektan belakangan ini makin mudah ditemukan. Bilik-bilik penyemprotan disinfektan untuk seluruh badan tersebut ada di gedung-gedung perkantoran dan bahkan mudah ditemukan di pintu-pintu masuk perumahan. Amankah bila disinfektan disemprotkan langsung ke tubuh manusia?
Lewat akun resminya di media sosial, WHO Indonesia mengatakan hal itu sebaiknya tidak dilakukan. Menyemprotkan bahan-bahan kimia disinfektan langsung ke tubuh manusia bisa membahayakan jika terkena pakaian dan selaput lendir seperti mata dan mulut.

Bahan-bahan seperti alkohol dan klorin, menurut WHO bisa berguna sebagai disinfektan untuk permukaan benda mati. Itu pun harus sesuai petunjuk penggunaannya.


WHO Indonesia
@WHOIndonesia
#Indonesia, jgn menyemprot disinfektan langsung ke badan seseorang, karena hal ini bisa membahayakan. Gunakan disinfektan hanya pd permukaan benda-benda. Ayo #LawanCOVID19 dgn tepat! https://twitter.com/NParanietharan/status/1244143374803726341 …

Lihat gambar di Twitter
N. Paranietharan
@NParanietharan
#Indonesia Please do not spray disinfectants on people #COVID19 #CoronaVirusIndonesia , it may be harmful ⁦@KemenkesRI⁩ ⁦@BNPB_Indonesia⁩ #JakartaTanggapCorona #Jakarta #LawanCovid19 ⁦@kemenkopmk⁩ ⁦@Menlu_RI⁩ ⁦@dinkesJKT⁩ ⁦@WHOIndonesia⁩

Lihat gambar di Twitter
9.765
15.47 - 29 Mar 2020
Info dan privasi Iklan Twitter
14,8 rb orang memperbincangkan tentang ini

Inhalasi gas klorin (Cl2) dan klorin dioksida (ClO2) dapat mengakibatkan iritasi parah pada saluran pernapasan
Sekolah Farmasi ITB
Para pakar dari Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung mempertegas pendapat tersebut dengan mengatakan tidak ada data ilmiah yang menunjukkan seberapa efektif bilik disinfektan bisa membunuh virus. Penggunaan bahan-bahan kimia tertentu sebagai disinfektan juga punya risiko bagi kesehatan.

"Inhalasi gas klorin (Cl2) dan klorin dioksida (ClO2) dapat mengakibatkan iritasi parah pada saluran pernapasan," tulis para pakar ITB dalam rilisnya baru-baru ini.

Beberapa bahan kimia yang sering dipakai sebagai disinfektan dalam bilik-bilik penyemprotan antara lain:

Larutan hipoklorit: Berisiko memicu iritasi dan kerusakan kulit pada paparan terus menerus dalam jangka waktu lama. Inhalasi bisa memicu iritasi ringan pada pernapasan.
Electrolyzed Salt Water: berisiko memicu iritasi.
Kloroksilenol (bahan aktif cairan antiseptik komersial): berisiko memicu iritasi kulit dan mata, berisiko keracunan bila tertelan.
Hidrogen peroksida (H2O2): pada kadar tertentu bisa memicu iritasi kulit.

Cara yang paling aman untuk menghindari infeksi virus corona COVID-19 sejauh ini adalah dengan saling menjaga jarak (phisycal distancing) dan sering-sering mencuci tangan dengan sabun selama 20-30 detik. Sabun atau detergen secara ilmiah efektif merusak selubung virus corona.

Kalaupun harus melewati bilik atau chamber disinfektan, pastikan tahu betul jenis bahan kimia yang digunakan dan konsentrasinya. Dan jangan kaget jika terkadang petugas yang mengoperasikan bilik-bilik tersebut juga tidak tahu disinfektan jenis apa yang mereka gunakan.

Punya pendapat tentang penggunaan bilik-bilik disinfektan? Tuliskan di kolom komentar.