Minggu, 24 Mei 2020

4 Penyakit Ini Mendominasi Kematian Pasien Corona Indonesia

Dari total 309 kasus virus corona COVID-19 di Indonesia, tercatat sebanyak 25 kasus meninggal dunia. Dilaporkan, sebagian besar memiliki penyakit pendahulu.
"Hampir seluruhnya memiliki penyakit pendahulu dan sebagain besar adalah diabetes, hipertensi, dan jantung kronis. Beberapa penyakit paru obstruksi menahun," kata juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19, Ahmad Yurianto, Kamis (19/3/2020).

Kasus meninggal dunia mengalami penambahan di DKI Jakarta sebanyak 5 orang menjadi 17, dan di Jawa Tengah sebanyak 1 kasus menjadi 3.

"Total kematian adalah 25 orang, sekitar 8 persen dari total yang kita rawat," jelas Yuri, sapaannya.

Beberapa kasus meninggal berada dalam rentang usia 45-65 tahun. Selain itu juga ada satu kasus meninggal dengan usia 37 tahun.

Bagaimana Lockdown Bisa Bantu Perlambat Corona? Ini Penjelasannya

Seiring terus bertambahnya kasus virus corona COVID-19 di Indonesia, dorongan untuk melakukan lockdown semakin kuat. Hingga Kamis (19/3/2020) sore, dilaporkan sudah ada 227 kasus dengan 25 di antaranya meninggal dunia dan 11 sembuh.
Lockdown merupakan sebutan umum bagi upaya masif pembatasan ruang gerak dan sosialiasi manusia (social distancing). Beberapa negara menerapkan lockdown hanya untuk sebagian daerah, tapi ada juga yang memberlakukannya di seluruh negeri.

Dilihat dari sisi kesehatan, para ahli menyarankan lockdown sebagi cara menghambat penyebaran virus corona. Penyakit ini menyebar lewat droplet (percikan air liur) sehingga dengan menjaga jarak sekitar 1-2 meter dengan orang lain dapat menurunkan risiko tertular.

Lockdown dinilai lebih kuat daripada sekedar imbauan melakukan karantina sendiri karena ada tindakan tegas dari pemerintah.

"Jadi kita mengendalikan keinginan untuk berada di ruang publik dengan menutup tempat umum. Italia menutup restoran, China menutup semua, dan kita di sini juga sudah mulai menutup tempat-tempat," kata peneliti kesehatan masyarakat, Drew Harris, dari Thomas Jefferson University.

Semakin padat populasi suatu daerah, maka social distancing akan semakin efektif. Dengan angka pasien virus corona baru diperlambat, fasilitas kesehatan juga bisa menghindari risiko kolaps karena melebihi kapasitas.

13 Istilah Virus Corona dan Artinya, dari Social Distancing hingga Lockdown

 WHO telah menetapkan virus corona sebagai pandemi di dunia. Dalam kondisi tersebut, ada beberapa istilah teknis yang digunakan dalam penyampaian informasi situasi terkini.
Virus corona adalah virus yang menyerang sistem pernapasan atau paru-paru. Menurut WHO, gejala awal virus corona berupa demam, batuk, dan sesak napas.

Saat ini, virus corona telah menginfeksi lebih dari 200 ribu orang di dunia dan menyebabkan 8 ribu orang meninggal. Dalam perkembangannya, ada beberapa istilah teknis yang digunakan. Apa saja?

Istilah virus corona:
1. Pandemi
Istilah pandemi artinya persebaran virus corona telah menyebar secara global ke seluruh dunia. Penetapan istilah tersebut dilakukan usai virus corona menyebar hampir ke 100 negara di dunia.

Pandemi berbeda dengan epidemi. Level epidemi lebih rendah karena penyebaran virusnya terjadi hanya di skala daerah secara cepat.

2. Isolasi
Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) isolasi artinya pemisahan suatu hal dari hal lain. Dalam istilah penyebaran virus corona, isolasi dilakukan untuk memisahkan pasien sakit dari orang-orang yang sehat.

3. Karantina
Karantina adalah memisahkan atau membatasi pergerakan seseorang yang sempat terpapar penyakit namun tidak mengalami gejala. Misalnya, karantina diri selama 14 hari untuk seseorang yang baru pulang dari negara yang memiliki kasus virus corona.

4. Kluster
Istilah virus corona yang lain adalah kluster atau cluster. Istilah ini memiliki arti satu kelompok dengan satu kejadian kesehatan yang sama.

Contoh istilah yang dimaksud adalah, pasien kasus 01 dan 02 memiliki kluster yang sama, yakni Jakarta karena mereka saling berhubungan.

5. Positif
Positif diberikan kepada seseorang yang jelas terinfeksi virus corona. Kepastian tersebut didapatkan dari tes swab atau cek usapan lendir saluran pernapasan di laboratorium.
https://kamumovie28.com/cast/unique-priscilla/

Deretan Seleb Indonesia yang Galang Dana untuk Virus Corona

 Perjuangan membasmi virus corona COVID-19 terus dilakukan. Berbagai upaya dilaksanakan pemerintah. Mulai dari imbauan untuk tetap di rumah dan social distancing, hingga menyediakan layanan kesehatan berupa rumah sakit khusus penangan corona.
Tidak hanya pemerintah, kalangan public figure pun tak mau ketinggalan ambil peran dalam menanggulangi kasus COVID-19. Para artis Tanah Air melakukan perjuangannya dengan cara berbeda-beda. Dari yang mendonasikan uang, ada pula yang membagikan masker gratis.

1. Rachel Vennya
Influencer Indonesia, Rachel Vennya, menggalang dana untuk bantu tangani kasus corona COVID-19 di Indonesia. Dalam waktu 2 hari ia berhasil mengumpulkan dana hampir 3,7 miliar rupiah.

Dana yang ia kumpulkan rencananya ditujukan untuk menambah alat-alat yang dibutuhkan petugas medis. Salah satunya seperti Alat Pelindung Diri (APD).

Dalam video yang ia unggah di Instagram, ia memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada setiap orang yang sudah terlibat dalam donasi tersebut.

Dalam keterangan yang ia tulis di sosmednya, dana yang terkumpul akan langsung disalurkan ke 8 rumah sakit. Di antaranya RS Persahabatan, RS Fatmawati, RS Pasar Minggu, RSPI Sulianti Saroso, RS Gatot Soebroto, RSAL Mintoharjo, RS Bhayangkara, RSUD Cengkareng, dan membagikan juga paket sanitasi 5000 keluarga yang rentan terhadap COVID-19

2. Nikita Mirzani
Pada Selasa (17/3) kemarin, diketahui Nikita Mirzani baru saja berulang tahun. Wanita berusia 34 tahun ini turut melakukan aksi sosial dalam memerangi virus corona yang tengah menyebar di Indonesia dengan menyumbangkan uang sebanyak Rp. 100 juta.

"Niki ada sedikit rezeki, Niki akan menyumbangkan Rp100 juta uang Niki pribadi untuk membantu. Mudah-mudahan bisa mengurangi penyebaran virus Corona yang ada di Indonesia," ujar Nikita Mirzani dalam video unggahan Instagram pribadinya.

3. Atta Halilintar
Lalu selanjutnya youtuber Atta Halilintar, melakukan hal yang serupa seperti Rachel Vennya, menggalang dana lewat kitabisa.com. Atta juga mengabarkan penggalangan dana tersebut lewat akun Instagram-nya pada Rabu, 18 Maret 2020 lalu.

Atta menargetkan dana hingga Rp150 juta dalam masa 75 hari mulai Selasa, 17 Januari 2020 lalu. Atta memberikan bantuan kepada tenaga kesehatan dan masyarakat berpenghasilan rendah karena mereka yang paling berisiko tinggi tertular virus corona.

Hasil donasi ini rencananya untuk dibelikan Alat Pelindung Diri (APD) untuk tenaga kesehatan, masker, sarung tangan plastik, pelindung wajah, kacamata google, dan alat lainnya yang fungsinya melindungi diri supaya tidak tertular.

4. Uya Kuya
Presenter Uya Kuya memang tak menggalang dana atau mendonasikan uang seperti para artis di atas. Namun ia dan sang istri, Astrid, menjual masker dengan harga murah. Uya Kuya menjual masker dengan harga Rp 2 ribu per piece dengan maksimal pembelian dua buah untuk satu orang.

Padahal masker itu dibelinya dengan harga Rp 7 ribu per piece. Sebelum menjual masker, Uya sebelumnya pernah membagikan masker gratis. Ini dilakukannya kepada para orang-orang yang bekerja padanya, bahkan sebelum adanya heboh virus corona.