Kamis, 28 Mei 2020

AS Tembus 100 Ribu Kematian Corona, 62 Ribu Nakes Terinfeksi COVID-19

 Amerika Serikat menjadi salah satu negara yang paling terdampak akan pandemi Virus Corona. Sekitar 100 ribu orang dilaporkan meninggal dunia akibat infeksi COVID-19 dan 1,7 juta orang terinfeksi.
Di antaranya, lebih dari 62 ribu tenaga kesehatan baik dokter, perawat dan penyedia layanan kesehatan di garis depan untuk penanganan virus Corona telah terinfeksi dan setidaknya 291 orang meninggal dunia, menurut laporan CDC pada Selasa (26/5).

Terakhir kali CDC melaporkan infeksi pada petugas kesehatan adalah sekitar 6 pekan lalu, pada 17 April. Saat itu, kasus penularan COVID-19 pada tenaga kesehatan hanya 9.282 orang.

Dalam data analisis April, usia rata-rata petugas kesehatan yang sakit adalah 42 tahun. Hampir tiga perempat adalah perempuan. Data statistik ini tak tersedia dalam laporan baru.

Iahn Gonsenhauser, kepala kualitas dan petugas keselamatan pasien di Pusat Medis Wexner University Universitas Ohio di Columbus, mengatakan ia merasakan kesedihan dan kehilangan yang luar biasa setelah mengetahui begitu banyak rekannya yang jatuh sakit akibat COVID-19.

"Saya pikir hal ini memberikan penilaian serius tentang tantangan yang kami miliki, terutama soal rantai pasok (alat medis) di negara kami," kata Gonsenhauser, merujuk pada peralatan pelindung pribadi, seperti masker, dikutip dari NBC News.

CDC juga mendapat kecaman dalam beberapa pekan terakhir karena kurangnya data yang tersedia untuk umum terkait dengan penyakit ini, yang telah menewaskan lebih dari 100.000 orang di AS dalam waktu kurang dari empat bulan.

Terlebih, laporan berita yang rutin dimulai sejak pandemi tiba-tiba berhenti pada pertengahan Maret.

Ngobrol Santai Bareng Ariel Tatum Soal Kesehatan Mental dan New Normal Corona

 Wabah virus Corona tentu tak hanya membuat kondisi fisik kita terganggu, kesehatan mental juga terdampak selama masa WFH dan memasuki babak new normal di masa pandemi COVID-19.
Perasaan takut, frustasi, bingung, dan was-was selalu membayangi saat menjalani hari-hari selama masa pandemi yang tak pasti.

Belum lagi penerapan new normal yang bikin orang-orang sedikit khawatir saat keluar rumah yang tak jarang menyebabkan rasa cemas berlebihan.

Tentunya ada perubahan yang dirasakan Ariel Tatum saat melakukan aktivitasnya di masa pandemi Corona. Sebagai aktris sekaligus pejuang kesehatan mental di Indonesia, Ariel pengin nih membagikan tipsnya agar kesehatan mental tetap terjaga di kondisi seperti saat ini.

Pasti penasaran kan? Catat jadwal live-nya di Instagram @detikcom, Jumat (29/5/2020) pukul 15.00 WIB. Sudah tidak sabar ingin bertanya? Tinggalkan komentar di bawah ini.

Tips Agar Tubuh Tetap Sehat di Era New Normal

Setelah dua bulan lebih menerapkan anjuran stay at home, pemerintah akhirnya mulai memberlakukan fase new normal. Adapun fase new normal sendiri merupakan fase dimana masyarakat akan hidup berdampingan dengan virus hingga ditemukannya vaksin COVID-19. Hal ini dilakukan demi menjaga perekonomian dan bisnis di Indonesia.
Memasuki fase new normal tentunya menuntut masyarakat untuk selalu hidup sehat dan bersih. Selain mengikuti protocol kesehatan seperti cuci tangan, pakai masker, dan jaga jarak, masyarakat juga harus menjaga daya tahan tubuhnya masing-masing. Dilansir dari Business Inquirer, berikut beberapa tips untuk menjaga tubuh agar tetap sehat selama beradaptasi di era new normal.

Tingkatkan Sistem Imun

Sistem kekebalan adalah garis pertahanan pertama tubuh terhadap mikroorganisme dan virus penyebab penyakit. Itulah mengapa kamu perlu menjaga sistem imun yaitu dengan menjaga keseimbangan nutrisi dan gaya hidup yang sehat. Pasalnya, tubuh tidak dapat secara alami menghasilkan semua vitamin dan mineral yang diperlukan. Kamu bisa mulai dengan mempertahankan diet seimbang dan hindari makanan yang kaya akan pengawet atau gula gula. Jangan lupa juga untuk menjaga tubuh agar tetap terhidrasi, istirahat cukup, dan tidur di malam hari.

Konsumsi Vitamin dan Suplemen

Vitamin dan mineral merupakan kunci lain untuk hidup sehat. Tanpa vitamin, sistem kekebalan tubuh tentu tidak akan berfungsi dengan baik. Sumber vitamin terbaik adalah makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Oleh karena itu, kamu bisa dapatkan nutrisi dari makanan segar dan sehat seperti buah-buahan dan sayuran. Jangan lupa juga untuk mengkonsumsi multivitamin sebagai pelengkap.

Enak Sih, tapi 3 Makanan Khas Lebaran Ini Bikin Kolesterol Naik

Momen Lebaran identik dengan berbagai makanan dan kue-kue lezat untuk menjamu tamu serta saudara yang datang bersilaturahmi ke rumah. Setelah sebulan penuh berpuasa, banyak dari kita menjadikan momen Lebaran sebagai ajang memuaskan diri untuk memanjakan perut dan lidah.
Eits, tapi jangan sampai berlebihan makan saat Lebaran, ya. Sebab, ada beberapa makanan khas Lebaran yang mengandung kolesterol tinggi dan tidak baik bagi tubuh. Berikut beberapa makanan khas Lebaran berkolesterol tinggi yang detikHealth lansir dari berbagai sumber.

Opor Ayam

Opor ayam lengkap dengan ketupat menjadi makanan yang wajib ada di setiap momen Idul Fitri. Makanan berbahan dasar ayam dengan beragam rempah dan santan ini memang terasa lezat apalagi ketika masih hangat.

Namun, di balik kelezatannya ada bahaya yang mengancam jika dikonsumsi terlalu banyak. Untuk opor ayam, sebaiknya hindari daging yang berlemak seperti kulit ayam. Jadi jika ingin makan opor ayam, selain batasi porsinya, pilih juga bagian daging ayamnya saja.

Kue Nastar, Kastengel, Putri Salju

Meski bentuknya mungil, kue Lebaran seperti nastar, kastengel dan putri salju ternyata juga memiliki kadar kolesterol yang cukup tinggi. Bagaimana tidak? Aneka kue khas Lebaran itu pada umumnya dibuat dengan tambahan telur. Bahkan putihnya telurnya terkadang tidak digunakan, hanya kuning telurnya saja yang memang dikenal memiliki kandungan kolesterol sangat tinggi.

Rendang

Makanan khas Sumatera Barat ini masih jadi primadona kala Lebaran tiba. Rendang daging memang menjadi makanan yang pasti tersaji di meja saat momen Idul Fitri. Namun, daging merah ini juga dikenal mengandung kolesterol yang cukup tinggi, terlebih dengan tambahan santan di dalamnya.

Itu dia beberapa makanan khas Lebaran yang mengandung kolesterol tinggi. Kendati berkolesterol, kamu tetap boleh memakannya dengan catatan tidak terlalu banyak, ya.

Nah, supaya makan makanan Lebaran apapun tetap enak dan tak khawatir kolesterol naik, kamu bisa imbangi dengan sayur serta buah-buahan. Selain itu, kamu juga bisa bantu turunkan kadar kolesterol tinggi dalam tubuh dengan minum Nestle ACTICOR setelah makan makanan Lebaran.

Nestle ACTICOR merupakan minuman mengandung susu dengan serat pangan larut Beta Glucan dan Inulin. Kandungan Beta Glucan dan Inulin teruji klinis mampu menurunkan kolesterol jahat (LDL) yang merupakan faktor risiko penyakit jantung. Beta Glucan dan Inulin juga mampu memperbaiki profil LIPID dengan mempengaruhi LIPID dan asam empedu.

Nestle ACTICOR juga terbuat dari bahan alami, rendah lemak dan rasanya pun sangat enak. Ada 4 varian rasa, antara lain avocado, chocolate, green-tea latte, dan banana. Nestle ACTICOR baik dikonsumsi oleh orang dewasa yang peduli akan kesehatan tubuh.

Buat kamu yang suka minuman dingin, Nestle ACTICOR juga bisa dikonsumsi dikombinasikan dengan es batu atau diminum dalam kondisi dingin. Untuk hasil yang optimal, Nestle ACTICOR dianjurkan untuk diminum 2x sehari setelah makan.

Dengan Nestle ACTICOR, kamu bisa menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh. Jika kolesterol jahat turun, maka akan mengurangi risiko terkena penyakit kolesterol yang jadi pemicu penyakit jantung. Yuk, minum Nestle ACTICOR setiap hari!

Nestle ACTICOR, Cara Alami Turunkan Kolesterol.
http://cinemamovie28.com/shoukoku-no-altair-episode-23/