Sabtu, 06 Juni 2020

Dampak Buruk yang Terjadi Jika Nekat Masturbasi Setiap Hari

Meski masturbasi memiliki dampak yang baik bagi kesehatan, tetap saja tidak baik untuk melakukannya setiap hari. Kamu perlu mewaspadai risiko dan bahaya yang mengintai akibat masturbasi setiap hari.
Apa saja yang bisa terjadi karena masturbasi setiap hari? Berikut efek buruk yang terjadi pada tubuh karena masturbasi setiap hari, dikutip dari Times of India.

Cedera ringan
Masturbasi setiap hari dapat meningkatkan risiko terkena penyakit peyronie atau adanya penumpukan plak di batang penis. Penyakit peyronie terjadi karena terlalu banyak gesekan pada penis.

Timbul stres
Meski masturbasi bisa meningkatkan mood, jika terlalu sering melakukannya akan mengganggu aktivitas sehari-hari. Salah satunya memicu stres dan berakibat buruk pada kesehatan mental.

Berdampak pada kehidupan seks
Secara tidak langsung kebiasaan menggosok penis bisa mensugesti otak agar terus melakukan aktivitas seksual sendirian. Hal ini bisa mempengaruhi respons tubuh yang menurun ketika sedang berhubungan seks bersama pasanganmu.

PDPI Tetap Gunakan Klorokuin untuk Pasien Corona di Indonesia, Ini Aturannya

 Ramai soal ditariknya studi yang membahas soal risiko peningkatan kematian pasien Corona yang diberikan obat anti-malaria klorokuin atau hidroksiklorokuin. Semula, WHO juga meminta negara untuk menyetop riset klinis obat tersebut karena kekhawatiran efek sampingnya.
Di Indonesia sendiri, penggunaan obat klorokuin masih diberikan namun dengan beberapa pertimbangan untuk meminimalisir risikonya. Disebutkan juga bahwa pemberian klorokuin tidak menunjukkan efek samping seperti yang ditujukkan dalam studi tersebut.

"Pemberiannya sepanjang di luar riset, PDPI juga sudah mengeluarkan edaran bahwa pasien COVID-19 atau PDP dapat menggunakan klorokuin atau hidroksiklorokuin sesuai protokol tata laksana sudah disepakati dengan dosis yang ada dengan aturan pembatasannya," kata Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dr Agus Dwi Susanto, SpP(K) saat dihubungi detikcom, Jumat (5/6/2020).

Adapun pembatasan yang dimaksud antara lain:

- Pengawasan dengan EKG
- Tidak diberikan pada pasien dengan penyakit jantung
- Tidak disarankan untuk pasien rawat jalan
- Tidak diberikan pada pasien di atas usia 50 tahun
- Pada anak, diberikan pada kondisi khusus dan dengan pengawasan ketat

Keputusan untuk tetap memberikan klorokuin pada pasien Corona dilakukan setelah analisis 500 pasien COVID-19 dari 10 provinsi di Indonesia menunjukkan tidak adanya kenaikan risiko kematian pada mereka yang diberikan klorokuin ataupun hidroksiklorokuin.

"Yang menjadi isu kemarin kan karena kematian makanya kita kejar, kita cari data. Secara statistik kan nggak berbeda bermakna, maksudnya klaim bahwa klorokuin meningkatkan risiko kematian pada yang menggunakannya di penduduk Indonesia pada 500 pasien COVID-19 tidak terbukti," tutup dr Agus.

Ada 993 Kasus Corona Baru, Ini Wilayah Indonesia yang Nol Kasus Per 6 Juni

 Indonesia kembali mencatatkan penambahan kasus virus Corona COVID-19. Ada wilayah yang melaporkan banyak kasus baru, ada juga yang sama sekali tidak ada kasus.
Hingga Sabtu (6/6/2020) setidaknya sudah ada 30.514 kasus positif virus Corona COVID-19 di Indonesia yang terkonfirmasi. Dari jumlah tersebut, 9.907 orang sembuh sementara 1.801 lainnya meninggal dunia.

Berikut wilayah yang melaporkan tidak adanya penambahan kasus baru pada 6 Juni.

1. Aceh

2. Bengkulu

3. Sulawesi Tenggara

4. Sulawesi Barat

5. Nusa Tenggara Timur

Sedangkan wilayah di Indonesia yang melaporkan peningkatan jumlah kasus terbanyak:

1. Jawa Timur = 286 kasus

2. DKI Jakarta = 104 kasus

3. Sulawesi Utara = 79 kasus

4. Papua = 87 kasus

5. Sumatera Utara = 68 kasus

6. Sulawesi Selatan = 64 kasus

7. Nusa Tenggara Barat = 41 kasus

8. Banten = 36 kasus

9. Kalimantan selatan = 34 kasus

10. Bali = 33 kasus

Perlu Tahu! Ini 5 Manfaat Orgasme Saat Bercinta

Raih orgasme tak hanya menandakan sesi bercinta berjalan mulus. Ada beragam manfaat bagi tubuh di balik orgasme saat bercinta.
Dari tidur nyenyak hingga mengurangi stres. Berikut 5 manfaat mencapai orgasme saat berhubungan seks, seperti dikutip Metro.

Tidur nyenyak
Saat mencapai orgasme tubuh akan melepaskan banyak hormon, seperti oksitosin, serotonin, norepinefrin, vasopresin, dan prolaktin. Hormon-hormon inilah yang dapat membuat tubuh kamu rileks serta dapat membantu tidur lebih nyenyak.

"Prolaktin telah terbukti membuat tubuh merasa santai dan lelah, seharusnya ini dapat membantu tidur dengan mudah," kata dr Diana Gall dari Doctor 4 U, seperti dikutip Metro.

Mengurangi stres
Hormon oksitosin yang dikeluarkan tubuh saat orgasme akan membuat kamu merasa lebih tenang dan lebih bahagia. Hal ini yang dapat menjadi salah satu faktor mengurangi tingkat stres.

"Hormon ini dapat membantu orang untuk merasa lebih rileks dan menyehatkan mental," kata dr Gall.

Kurangi risiko penyakit jantung
Tak hanya membuat bahagia, mencapai orgasme saat berhubungan seks dapat meningkatkan kesehatan jantung. Karena saat orgaseme, jantung akan berdetak lebih cepat dari biasnya. Hal ini sering disamakan dengan latihan ringan, seperti jalan cepat.

Mencerahkan kulit
"Secara medis, aliran darah akan meningkat ketika mencapai orgasme saat berhubungan seks. Ini artinya lebih banyak oksigen yang dipompa ke seluruh tubuh," kata dr Gall.

Tak hanya itu, dr Gall menyebut peningkatan aliran oksigen akan merangsang produksi kolagen. Salah satu protein yang dikenal bagus untuk kulit.

Tingkatkan keharmonisan sesama pasangan
Mencapai orgasme dalam berhubungan seks dengan pasangan dapat meningkatkan keharmonisan. Karena masing-masing akan merasa puas dan bahagia melihat pasangannya mencapai orgasme dalam berhubungan seks.

Dampak Buruk yang Terjadi Jika Nekat Masturbasi Setiap Hari

Meski masturbasi memiliki dampak yang baik bagi kesehatan, tetap saja tidak baik untuk melakukannya setiap hari. Kamu perlu mewaspadai risiko dan bahaya yang mengintai akibat masturbasi setiap hari.
Apa saja yang bisa terjadi karena masturbasi setiap hari? Berikut efek buruk yang terjadi pada tubuh karena masturbasi setiap hari, dikutip dari Times of India.

Cedera ringan
Masturbasi setiap hari dapat meningkatkan risiko terkena penyakit peyronie atau adanya penumpukan plak di batang penis. Penyakit peyronie terjadi karena terlalu banyak gesekan pada penis.

Timbul stres
Meski masturbasi bisa meningkatkan mood, jika terlalu sering melakukannya akan mengganggu aktivitas sehari-hari. Salah satunya memicu stres dan berakibat buruk pada kesehatan mental.

Berdampak pada kehidupan seks
Secara tidak langsung kebiasaan menggosok penis bisa mensugesti otak agar terus melakukan aktivitas seksual sendirian. Hal ini bisa mempengaruhi respons tubuh yang menurun ketika sedang berhubungan seks bersama pasanganmu.

PDPI Tetap Gunakan Klorokuin untuk Pasien Corona di Indonesia, Ini Aturannya

 Ramai soal ditariknya studi yang membahas soal risiko peningkatan kematian pasien Corona yang diberikan obat anti-malaria klorokuin atau hidroksiklorokuin. Semula, WHO juga meminta negara untuk menyetop riset klinis obat tersebut karena kekhawatiran efek sampingnya.
Di Indonesia sendiri, penggunaan obat klorokuin masih diberikan namun dengan beberapa pertimbangan untuk meminimalisir risikonya. Disebutkan juga bahwa pemberian klorokuin tidak menunjukkan efek samping seperti yang ditujukkan dalam studi tersebut.

"Pemberiannya sepanjang di luar riset, PDPI juga sudah mengeluarkan edaran bahwa pasien COVID-19 atau PDP dapat menggunakan klorokuin atau hidroksiklorokuin sesuai protokol tata laksana sudah disepakati dengan dosis yang ada dengan aturan pembatasannya," kata Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dr Agus Dwi Susanto, SpP(K) saat dihubungi detikcom, Jumat (5/6/2020).

Adapun pembatasan yang dimaksud antara lain:

- Pengawasan dengan EKG
- Tidak diberikan pada pasien dengan penyakit jantung
- Tidak disarankan untuk pasien rawat jalan
- Tidak diberikan pada pasien di atas usia 50 tahun
- Pada anak, diberikan pada kondisi khusus dan dengan pengawasan ketat

Keputusan untuk tetap memberikan klorokuin pada pasien Corona dilakukan setelah analisis 500 pasien COVID-19 dari 10 provinsi di Indonesia menunjukkan tidak adanya kenaikan risiko kematian pada mereka yang diberikan klorokuin ataupun hidroksiklorokuin.

"Yang menjadi isu kemarin kan karena kematian makanya kita kejar, kita cari data. Secara statistik kan nggak berbeda bermakna, maksudnya klaim bahwa klorokuin meningkatkan risiko kematian pada yang menggunakannya di penduduk Indonesia pada 500 pasien COVID-19 tidak terbukti," tutup dr Agus.
http://cinemamovie28.com/uq-holder-episode-11/