Meski masturbasi memiliki dampak yang baik bagi kesehatan, tetap saja tidak baik untuk melakukannya setiap hari. Kamu perlu mewaspadai risiko dan bahaya yang mengintai akibat masturbasi setiap hari.
Apa saja yang bisa terjadi karena masturbasi setiap hari? Berikut efek buruk yang terjadi pada tubuh karena masturbasi setiap hari, dikutip dari Times of India.
Cedera ringan
Masturbasi setiap hari dapat meningkatkan risiko terkena penyakit peyronie atau adanya penumpukan plak di batang penis. Penyakit peyronie terjadi karena terlalu banyak gesekan pada penis.
Timbul stres
Meski masturbasi bisa meningkatkan mood, jika terlalu sering melakukannya akan mengganggu aktivitas sehari-hari. Salah satunya memicu stres dan berakibat buruk pada kesehatan mental.
Berdampak pada kehidupan seks
Secara tidak langsung kebiasaan menggosok penis bisa mensugesti otak agar terus melakukan aktivitas seksual sendirian. Hal ini bisa mempengaruhi respons tubuh yang menurun ketika sedang berhubungan seks bersama pasanganmu.
PDPI Tetap Gunakan Klorokuin untuk Pasien Corona di Indonesia, Ini Aturannya
Ramai soal ditariknya studi yang membahas soal risiko peningkatan kematian pasien Corona yang diberikan obat anti-malaria klorokuin atau hidroksiklorokuin. Semula, WHO juga meminta negara untuk menyetop riset klinis obat tersebut karena kekhawatiran efek sampingnya.
Di Indonesia sendiri, penggunaan obat klorokuin masih diberikan namun dengan beberapa pertimbangan untuk meminimalisir risikonya. Disebutkan juga bahwa pemberian klorokuin tidak menunjukkan efek samping seperti yang ditujukkan dalam studi tersebut.
"Pemberiannya sepanjang di luar riset, PDPI juga sudah mengeluarkan edaran bahwa pasien COVID-19 atau PDP dapat menggunakan klorokuin atau hidroksiklorokuin sesuai protokol tata laksana sudah disepakati dengan dosis yang ada dengan aturan pembatasannya," kata Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dr Agus Dwi Susanto, SpP(K) saat dihubungi detikcom, Jumat (5/6/2020).
Adapun pembatasan yang dimaksud antara lain:
- Pengawasan dengan EKG
- Tidak diberikan pada pasien dengan penyakit jantung
- Tidak disarankan untuk pasien rawat jalan
- Tidak diberikan pada pasien di atas usia 50 tahun
- Pada anak, diberikan pada kondisi khusus dan dengan pengawasan ketat
Keputusan untuk tetap memberikan klorokuin pada pasien Corona dilakukan setelah analisis 500 pasien COVID-19 dari 10 provinsi di Indonesia menunjukkan tidak adanya kenaikan risiko kematian pada mereka yang diberikan klorokuin ataupun hidroksiklorokuin.
"Yang menjadi isu kemarin kan karena kematian makanya kita kejar, kita cari data. Secara statistik kan nggak berbeda bermakna, maksudnya klaim bahwa klorokuin meningkatkan risiko kematian pada yang menggunakannya di penduduk Indonesia pada 500 pasien COVID-19 tidak terbukti," tutup dr Agus.
Ada 993 Kasus Corona Baru, Ini Wilayah Indonesia yang Nol Kasus Per 6 Juni
Indonesia kembali mencatatkan penambahan kasus virus Corona COVID-19. Ada wilayah yang melaporkan banyak kasus baru, ada juga yang sama sekali tidak ada kasus.
Hingga Sabtu (6/6/2020) setidaknya sudah ada 30.514 kasus positif virus Corona COVID-19 di Indonesia yang terkonfirmasi. Dari jumlah tersebut, 9.907 orang sembuh sementara 1.801 lainnya meninggal dunia.
Berikut wilayah yang melaporkan tidak adanya penambahan kasus baru pada 6 Juni.
1. Aceh
2. Bengkulu
3. Sulawesi Tenggara
4. Sulawesi Barat
5. Nusa Tenggara Timur
Sedangkan wilayah di Indonesia yang melaporkan peningkatan jumlah kasus terbanyak:
1. Jawa Timur = 286 kasus
2. DKI Jakarta = 104 kasus
3. Sulawesi Utara = 79 kasus
4. Papua = 87 kasus
5. Sumatera Utara = 68 kasus
6. Sulawesi Selatan = 64 kasus
7. Nusa Tenggara Barat = 41 kasus
8. Banten = 36 kasus
9. Kalimantan selatan = 34 kasus
10. Bali = 33 kasus