Stroke adalah penyakit pembuluh darah otak yang mengakibatkan gangguan fungsi saraf, terjadi mendadak dan bersifat progresif hingga mengakibatkan kecacatan permanen bahkan kematian, baik dalam sekala global maupun nasional.
Berdasarkan data WSO (World Stroke Organization), 13,7 juta kasus stroke baru setiap tahun dengan angka kematian mencapai 5,5 juta kasus. Di Indonesia, stoke menjadi penyebab utama kematian nomor satu dengan angka kejadian yang terus meningkat setiap tahunnya.
Di tengah hangatnya kasus virus corona baru-baru ini, penyakit tidak menular seperti stroke ini terus mengancam. Bahkan dalam situasi penuh kecemasan dan tekanan seperti ini, bisa meningkatkan stres yang berlebihan sehingga tekanan darah tidak terkontrol dan berujung terjadinya serangan jantung.
Untuk pencegahan untuk usia muda, bisa saja melakukan aktivitas fisik setidaknya 30 menit dalam sehari atau paling tidak 3 kali dalam satu minggu melakukan olahraga, agar aliran darah tetap lancar
Dr dr Al Rasyid, SpS(K) - Pakar stroke RSCM
"Stres dan tekanan yang besar bisa mengakibatkan kematian pada seseorang, dengan menahan emosi yang berlebihan maka terkanan darah tidak stabil, ditambah lagi dengan pola makan yang tidak teratur akibat stres, maka bisa terjadinya serangan jantung," jelas Dr dr Al Rasyid, SpS(K) dari Departemen Neurology Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/RS Cipto Mangunkusumo, Kamis (12/3/2020).
dr Rasyid juga nenambahkan hal ini bisa dicegah dengan menjaga pola makan yang baik seperti makan sayur dan buah-buahan, dan melakukan aktivitas fisik seperti olahraga yang teratur.
"Untuk pencegahan untuk usia muda, bisa saja melakukan aktivitas fisik setidaknya 30 menit dalam sehari atau paling tidak 3 kali dalam satu minggu melakukan olahraga, agar aliran darah tetap lancar," tutupnya.
3 Pasien Virus Corona RI Dinyatakan Sembuh, Begini Kriterianya
Juru bicara pemerintah untuk virus corona COVID-19, dr Achmad Yurianto, mengatakan tiga pasien telah sembuh dari virus corona. Tiga pasien tersebut sebelumnya dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan, Jakarta Timur.
"Kami yakin dalam waktu dekat, tidak terlalu lama pasien lain juga akan sembuh," katanya kepada media di RSUP Persahabatan, Kamis (12/3/2020).
"Ada 2 pasien lagi di RSPI Sulianti Saroso karena menunggu hasil tes kedua karena ketentuannya dua kali tes negatif," pungkasnya.
Menurut Direktur Medik dan Keperawatan RS Penyakit Infeksi Sulianti Saroso, dr Dyani Kusumo Wardani, SpA, pasien virus corona bisa dinyatakan sembuh setelah dua pemeriksaan hasilnya negatif.
"Aman dan boleh pulang kalau memang sudah pemeriksaan menyatakan negatif. Jadi dari pemeriksaan positif menjadi negatif, dua kali," jelasnya saat ditemui di RSPI Sulianti Saroso beberapa waktu lalu.
dr Dyani mengatakan, ada beberapa kriteria yang mendukung pasien dinyatakan sembuh dan aman untuk pulang ke rumah, seperti:
1. Dua kali pemeriksaan dengan hasil negatif
2. Tidak ada keluhan lain
3. Tidak ada penyakit lainnya
Selain itu, ada beberapa faktor yang bisa menunjang kondisi pasien corona untuk menjadi lebih baik. Tak hanya imunitas, faktor lainnya seperti kondisi psikis dan mental pasien.
"Ada faktor yang menyebabkan orang sakit bisa sembuh baik dari dalam diri maupun lingkungan. Kalau lingkungannya kan kita sudah jaga betul pasien terisolasi. Asupan gizi baik, tapi ada faktor X yang membuat kuman masih ada dalam tubuh yang kita belum tahu persisnya," ujarnya.
https://cinemamovie28.com/sword-art-online-alternative-gun-gale-online-episode-1/