Sabtu, 04 Juli 2020

Produksi iPhone di India Terhambat karena Bentrok dengan China

 Konflik antara China dan India masih terus berlanjut dan berdampak ke industri teknologi. Kali ini produksi iPhone di India yang terdampak akibat komponen dari China yang ditahan di pelabuhan India.
Dikutip detikINET dari Reuters, Jumat (3/7/2020) Foxconn selaku pabrik manufaktur iPhone di India terpaksa menghentikan operasinya untuk sementara.

Pasalnya petugas bea cukai di pelabuhan India menahan komponen yang dikapalkan dari China dan meminta izin masuk tambahan, padahal tidak ada aturan resmi dari pemerintah. Pengecekan tambahan ini datang setelah bentrok di perbatasan Himalaya yang terjadi pada bulan lalu dan menewaskan 20 tentara India.

Lebih dari 150 kargo milik Foxconn yang sebagian besar terdiri dari komponen ponsel dan elektronik ditahan di pelabuhan Chennai. Tapi beberapa kargo telah berhasil diloloskan.

Foxconn sendiri memiliki dua pabrik di negara bagian Tamil Nadu dan Andhra Pradesh yang digunakan untuk memproduksi iPhone dan ponsel Xiaomi. Karena tidak ada komponen yang bisa digarap, ribuan pegawai Foxconn akhirnya hanya berdiam di akomodasi yang disediakan perusahaan.

"Foxconn berada dalam kondisi yang sangat buruk ... banyak pekerja yang tinggal di asrama karena tidak ada pekerjaan yang bisa dilakukan," kata seorang sumber anonim kepada Reuters.

Dua petinggi di Kementerian Keuangan India yang mengawasi departemen bea cukai mengatakan kebijakan inspeksi dan pengecekan ini hanya sementara dan akan segera dilonggarkan.

"Kami tidak bisa terus mengecek 100% pengapalan selamanya. Kargo dari perusahaan non-China yang terdampak akan menjadi prioritas untuk diloloskan," kata seorang petinggi.

Belum diketahui seberapa besar dampak dari gangguan produksi ini. Tapi pabrik Foxconn di India digunakan Apple untuk memproduksi banyak seri ponsel mulai dari iPhone SE original sampai iPhone XR.

Gangguan ini juga semakin memperparah masalah produksi dan supply chain di beberapa perusahaan teknologi di India akibat virus Corona. Aktivitas bisnis di Negara Bollywood memang baru dimulai belakangan ini.

Terhambatnya produksi iPhone di pabrik Foxconn India hanya satu dari banyak efek yang muncul setelah hubungan China-India yang memanas. Pada awal pekan ini, India melarang 59 aplikasi asal China karena dianggap sebagai ancaman terhadap keamanan nasional.

Begini Performa Perangkat Mac Berprosesor ARM Pertama

 Apple sudah mulai menyebar perangkat pertamanya yang menggunakan prosesor ARM, yang ditujukan untuk para developer agar bisa mengembangkan atau memporting aplikasi untuk macOS versi Apple Silicon.
Perangkat tersebut punya bentuk mirip Mac Mini namun dengan system on a chip (SoC) A12Z berkecepatan 2,4 GHz, sama seperti yang dipakai di iPad Pro 2020. Kapasitas RAM-nya 16GB dengan storage 512GB, demikian dikutip detikINET dari Techspot, Jumat (3/7/2020).

Para developer sudah menerima perangkat ini, dan satu di antaranya sudah memposting hasil benchmark dari perangkat tersebut menggunakan Geekbench. Dari uji sintetis tersebut, 'Mac Mini' dengan prosesor ARM tersebut mendapat skor 811 untuk single core dan 2781 untuk multi core.

Perlu diingat, skor ini didapat dari virtualisasi menggunakan Apple Rosetta 2. Artinya sistem dipaksa menjalankan aplikasi untuk macOS menggunakan teknik emulasi, karena Geekbench belum diporting untuk berfungsi di platform baru tersebut. Maka hasilnya pun sebenarnya tak bisa dijadikan patokan kinerja dari SoC Apple Silicon tersebut.

Karena itulah skor yang didapat itu masih jauh dibandingkan MacBook Air 2020 varian paling rendah yang memakai prosesor Intel Core i3-100NG4 dual core, yang mendapat skor 1005 untuk single core dan 2016 untuk multi core.

Sementara perangkat dengan prosesor core i7-1060NG7 -- paling kencang untuk MacBook -- mendapat skor 1133 untuk single core dan 2990 untuk multi core. Sebuah PC desktop yang menggunakan prosesor AMD 3950X bisa mendapat skor 7500an di single core dan 15 ribu untuk multi core.

Sebagai perbandingan, Microsoft Surface Pro X yang menggunakan chip Qualcomm Snapdragon SQ1 dengan kecepatan 3 GHz dan menjalankan Geekbench versi ARM mendapat skor 726 untuk single core dan 2831 untuk multi core.

Sementara jika dibandingkan dengan iPad Pro 2018 yang memakai A12X Bionic -- yang menjadi basis untuk A12Z -- bisa mendapat skor 1100 untuk single core dan 4600 untuk multi core. Tentunya menggunakan Geekbench versi iOS yang memang dioptimasi untuk perangkat ARM.
https://kamumovie28.com/cast/andre-dussollier/

Biar Maknyos, XL Perkuat Jaringan di Calon Ibu Kota Negara

 XL Axiata memperkuat jaringan telekomunikasi miliknya ke calon ibu kota negara Indonesia, yakni di Kalimantan Timur.
Sepanjang jalan tol Balikpapan - Samarinda (Tol Balsam) yang telah diresmikan Presiden RI Joko Widodo pada akhir tahun lalu, jadi pilihan XL Axiata dalam memperkuat jaringan telekomunikasinya. Tercatat, lebih dari 190 Base Transceiver Station (BTS) telah beroperasi untuk melayani pengguna tol pertama di Kalimantan ini yang membentang sejauh 99,35 km ini.

Menurut Plt Chief Technology Officer XL Axiata I Gede Darmayusa, keberadaan Tol Balsam itu dinilai sangat vital sebagai mobilitas masyarakat di sana.

"Sejak Pemerintah RI resmi menetapkan calon ibu kota negara yang baru akan berada di Kalimantan Timur, kami fokus mempersiapkan infrastruktur dan ekosistem dan jaringan telekomunikasi di wilayah Kalimantan Timur," ujarnya seperti dalam keterangan tertulisnya, Jumat (3/7/2020).

Saat ini, pengguna jalan Tol Balsam bisa menikmati layanan XL Axiata yang didukung lebih dari 190 BTS termasuk lebih dari 80 BTS di antaranya adalah BTS 4G LTE. Kata I Gede Darmayusa, pembangunan jaringan masih akan terus dilakukan seiring dengan kebutuhan pelanggan yang menggunakan jalan bebas hambatan tersebut, serta masyarakat yang bermukim di sekitarnya.

Selain tersedia di Tol Balsam, jaringan data XL Axiata ini juga telah menyelimuti sembilan kota/kabupaten di Kalimantan Timur dengan dukungan total lebih dari 2.200 BTS, termasuk lebih dari 890 BTS merupakan BTS 4G LTE.

Selain itu, operator seluler ini menyatakan kesiapannya dalam membangun infrastruktur jaringan telekomunikasi sesuai dengan rencana pemerintah yang akan membangun jalan tol baru terusan dari Samarinda-Bontang sepanjang 60 km, di mana nantinya akan menghubungkan wilayah ibukota negara baru di Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara serta juga akan terkoneksi dengan jalan Tol Balsam.

Fiberisasi Jaringan Kalimantan

Kalimantan turut jadi target proyek fiberisasi jaringan yang digencar oleh XL Axiata. Hingga saat ini jaringan fiber optik sudah mencapai lebih dari 5.000 km dan mencakup 212 BTS. Sementara itu, hingga akhir tahun 2020 XL Axiata menargetkan penambahan jaringan fiber optik sepanjang sekitar 4.500 km yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.

Secara teknis, fiberisasi merupakan upaya modernisasi jaringan dengan cara menghubungkan BTS melalui jalur fiber, termasuk sekaligus melakukan regenerasi perangkat-perangkat BTS, seperti mengganti perangkat yang selama ini memakai microwave menjadi perangkat fiber.

Fiberisasi yang dilakukan XL Axiata ini sebagai langkah persiapan perusahaan dalam menggelar jaringan 5G di masa mendatang. Seperti diketahui, 5G menghadirkan kecepatan data yang tinggi, jumlah pemakai yang lebih banyak, dan delay atau latency yang rendah.

Berdasarkan data per Maret 2020, XL Axiata memiliki lebih dari 133 ribu BTS, sebanyak lebih dari 43 ribu BTS adalah 4G yang melayani pelanggan di 449 kota/kabupaten di seluruh Indonesia.

Sedangkan untuk proyek fiberisasi, perusahaan menyebutkan telah melakukannya di semua ibu kota provinsi dan kota-kota besar, terutama di kota atau area yang memang secara pertumbuhan data memerlukan upgrade ke jaringan fiber. Saat ini fiberisasi XL telah mencapai 53% dari total target di tahun 2020, menjangkau sekitar 200 kota/kabupaten.
https://kamumovie28.com/cast/satsuki-mochida/