Jumat, 10 Juli 2020

Sayur dan Buah Bisa Tangkal Corona? Dokter Bilang Bisa, Tapi Ada Syaratnya

Sayur dan buah adalah makanan yang mengandung banyak antioksidan. Oleh sebab itu, kandungan yang ada dalam sayur dan buah mampu menciptakan kekebalan tubuh yang kuat.
Dr dr Inggrid Tania, M.Si. menyebut anggapan bahwa konsumsi sayur dan buah mampu memberi kekebalan pada virus COVID-19 ada benarnya. Akan tetapi tidak 100 persen benar karena tetap ada syaratnya.

"Saya jawab fakta, tapi bukan 100%. Konsumsi sayur dan buah memang memberi kekebalan yang baik tapi harus diiringi dengan protein dan lemak juga," ujar dr Inggrid dalam diskusi via Zoom, Kamis (09/07/2020)

Selain menjaga konsumsi jenis makanan, dr Inggrid pun mensosialisasikan agar masyarakat juga memperhatikan faktor lainnya. Hal tersebut dilakukan guna menjadikan tubuh lebih komprehensif.

"Tidak cuma konsumsi sayur dan buah saja. Istirahat yang cukup, hindari dehidrasi dan stress, serta rajinlah berolahraga, sehingga kita lebih kebal menghadapi virus COVID-19," ujar dr Inggrid.

5 Fakta Klaster Secapa TNI AD, Penyumbang Rekor Corona RI 9 Juli

 Indonesia mencatatkan rekor penambahan 2.657 kasus baru virus Corona pada 9 Juli 2020. Jawa Barat menyumbang 962 kasus, sebagian besar berasal dari klaster sekolah calon perwira (Secapa) TNI AD.
Beberapa fakta terkait klaster ini terangkup sebagai berikut:

1. Berjumlah 1.262 kasus
Klaster Secapa TNI AD telah menjadi perhatian dan diinvestigasi sejak 29 Juni 2020. Achmad Yurianto, juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona COVID-19 mengungkap hal itu.

"Kita dapatkan keseluruhan kasus positif dari klaster ini sebanyak 1.262 orang," kata Yuri.

2. Mayoritas OTG
Dari 1.262 kasus di klaster Secapa TNI AD, hanya 17 kasus yang mendapat perawatan dan isolasi di rumah sakit. Sisanya sebanyak 1.245 merupakan OTG atau orang tanpa gejala.

3. Menjalani isolasi
Baik yang bergejala maupun tidak, pasien virus Corona COVID-19 dari klaster secapa telah menjalani isolasi. Sebanyak 17 kasus yang bergejala dirawat dan diisolasi di RS Dustira, Cimahi, sedangkan sisanya diisolasi dan dikarantina di kompleks Secapa.

4. Demam dan gangguan pernapasan
Dari 17 kasus yang disertai gejala, sebagian besar mengeluhkan demam dan gangguan pernapasan. Di antaranya batuk dan sesak napas.

5. Diawasi ketat
Kompleks Secapa yang menjadi tempat isolasi dan karantina OTG diawasi dengan ketat oleh unsur dari Kodam III/Siliwangi. Lokasi ini dipantau secara ketat terus menerus sepanjang hari agar tidak terjadi pergerakan orang baik masuk maupun keluar kompleks.

RI Belum Terancam Gelombang Kedua Virus Corona, Ini Alasannya

- Jumlah kasus COVID-19 di Indonesia dalam setiap harinya belum menampakkan tanda-tanda penurunan. Kondisi ini memunculkan tanda tanya, akankah Indonesia menghadapi gelombang kedua virus Corona?
Menurut dokter spesialis paru-paru dari RSUP Persahabatan, dr Budhi Antariksa, Ph.D, Sp.P(K), Indonesia masih 'terjebak' dalam gelombang pertama Corona. Secara teori, untuk memasuki gelombang kedua, maka jumlah kasus COVID-19 harus turun mendekati angka nol terlebih dahulu.

"Kita sebenarnya masih belum berada pada gelombang satu yang turun secara lebih landai lagi," kata dr Budhi dalam sebuah diskusi online, Kamis (9/7/2020).

"Jadi saya masih mengingatkan mungkin ini belum ke gelombang kedua," lanjutnya.

dr Budhi menjelaskan, meski saat ini jumlah kasus Corona cenderung belum turun, tetapi tingkat kesadaran masyarakat dalam mematuhi pencegahan COVID-19 sudah cukup baik.

"Artinya sih sebenarnya dari masyarakat sudah lumayan dalam hal pencegahan, proteksinya, sehingga si virusnya dia tidak terlalu ganas," tuturnya.
https://kamumovie28.com/star/avis-marie-barnes/

Batasi Gowes Maksimal 9 Jam Seminggu Agar Mr P Tidak Kesemutan!

Saat ini, sepeda sedang menjadi tren yang sangat digemari. Hampir semua kalangan sedang senang-senangnya bersepeda.
Ada bagusnya juga sih, karena itu berarti jadi banyak yang suka olahraga. Tetapi hati-hati, bersepeda juga ada ukurannya. Berlebihan melakukannya, malah bisa memicu dampak buruk.

Pada laki-laki khususnya, terlalu lama bersepeda bisa memicu kesemutan di area Mr P. Jika berlarut-larut, keluhan ini bisa memicu gangguan prostat.

"Dekat daerah perineum terdapat prostat. Jika terlalu lama bersepeda, dapat menyebabkan nyeri dan lama-kelamaan terjadilah prostatitis (peradangan pada kelenjar prostat ditandai dengan nyeri dan susah buang air besar)," ujar praktisi kesehatan dr Dwi Iswanto, SpU.

Kecuali memang atlet profesional, dr Dwi mengingatkan agar tidak bersepeda lebih dari 9 jam dalam sepekan. Selengkapnya, saran dr Dwi bisa disimak dalam video berikut:

Sayur dan Buah Bisa Tangkal Corona? Dokter Bilang Bisa, Tapi Ada Syaratnya

Sayur dan buah adalah makanan yang mengandung banyak antioksidan. Oleh sebab itu, kandungan yang ada dalam sayur dan buah mampu menciptakan kekebalan tubuh yang kuat.
Dr dr Inggrid Tania, M.Si. menyebut anggapan bahwa konsumsi sayur dan buah mampu memberi kekebalan pada virus COVID-19 ada benarnya. Akan tetapi tidak 100 persen benar karena tetap ada syaratnya.

"Saya jawab fakta, tapi bukan 100%. Konsumsi sayur dan buah memang memberi kekebalan yang baik tapi harus diiringi dengan protein dan lemak juga," ujar dr Inggrid dalam diskusi via Zoom, Kamis (09/07/2020)

Selain menjaga konsumsi jenis makanan, dr Inggrid pun mensosialisasikan agar masyarakat juga memperhatikan faktor lainnya. Hal tersebut dilakukan guna menjadikan tubuh lebih komprehensif.

"Tidak cuma konsumsi sayur dan buah saja. Istirahat yang cukup, hindari dehidrasi dan stress, serta rajinlah berolahraga, sehingga kita lebih kebal menghadapi virus COVID-19," ujar dr Inggrid.

5 Fakta Klaster Secapa TNI AD, Penyumbang Rekor Corona RI 9 Juli

 Indonesia mencatatkan rekor penambahan 2.657 kasus baru virus Corona pada 9 Juli 2020. Jawa Barat menyumbang 962 kasus, sebagian besar berasal dari klaster sekolah calon perwira (Secapa) TNI AD.
Beberapa fakta terkait klaster ini terangkup sebagai berikut:

1. Berjumlah 1.262 kasus
Klaster Secapa TNI AD telah menjadi perhatian dan diinvestigasi sejak 29 Juni 2020. Achmad Yurianto, juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona COVID-19 mengungkap hal itu.

"Kita dapatkan keseluruhan kasus positif dari klaster ini sebanyak 1.262 orang," kata Yuri.

2. Mayoritas OTG
Dari 1.262 kasus di klaster Secapa TNI AD, hanya 17 kasus yang mendapat perawatan dan isolasi di rumah sakit. Sisanya sebanyak 1.245 merupakan OTG atau orang tanpa gejala.

3. Menjalani isolasi
Baik yang bergejala maupun tidak, pasien virus Corona COVID-19 dari klaster secapa telah menjalani isolasi. Sebanyak 17 kasus yang bergejala dirawat dan diisolasi di RS Dustira, Cimahi, sedangkan sisanya diisolasi dan dikarantina di kompleks Secapa.

4. Demam dan gangguan pernapasan
Dari 17 kasus yang disertai gejala, sebagian besar mengeluhkan demam dan gangguan pernapasan. Di antaranya batuk dan sesak napas.

5. Diawasi ketat
Kompleks Secapa yang menjadi tempat isolasi dan karantina OTG diawasi dengan ketat oleh unsur dari Kodam III/Siliwangi. Lokasi ini dipantau secara ketat terus menerus sepanjang hari agar tidak terjadi pergerakan orang baik masuk maupun keluar kompleks.
https://kamumovie28.com/cast/michelle-monaghan/