Jumat, 10 Juli 2020

Pria Lebih Sering Orgasme, Ternyata Ini yang Bikin Timpang

 Kepuasan berhubungan seks di atas ranjang ternyata masih belum dirasakan oleh setiap pasangan. Studi terbaru menunjukkan pria lebih sering mencapai orgasme dibandingkan perempuan saat berhubungan seksual.
Dikutip dari laman Metro Uk, studi yang dilakukan perusahaan mainan seks Lelo, telah mensurvei 4.000 pria dan wanita di Inggris. Orgasme sendiri diartikan sebagai perasaan senang yang intens dan hanya terjadi saat aktivitas seksual. Orgasme sering pula disebut dengan klimaks.

Hasilnya, survei ini mengungkapkan bahwa pria mencapai klimaks lebih sering, dengan persentase 66 persen dibandingkan wanita 43 persen.

Selain itu, satu dari 20 wanita bahkan tidak pernah merasakan orgasme saat berhubungan seksual. Mayoritas pria tidak mengetahui bahwa pasangannya tidak mengalami orgasme saat berhubungan seksual.

Sekitar tiga dari 10 orang juga berpura-pura orgasme dan wanita lebih sering melakukannya. Dikatakan pria juga lebih mungkin berbicara mengenai orgasme, dengan persentase 73 persen dibandingkan wanita 56 persen.

Perbedaan tingkat kepuasan seksual ini terjadi karena berbagai faktor seperti kurangnya pendidikan, perbedaan budaya, dan organ yang difokuskan saat berhubungan seksual.

Pakar seks, Kate Moyle menjelaskan, saat berhubungan seksual pasangan sering kali hanya fokus pada penetrasi dan tidak fokus pada organ yang membuat wanita terstimulasi seperti klitoris. Klitoris merupakan sumber stimulasi atau kesenangan wanita karena terdapat 8 ribu saraf di area tersebut.

Umumnya, wanita akan lebih mudah terangsang pada klitoris dibandingkan hanya dengan penetrasi semata. Moyle menyarankan agar pasangan juga bisa fokus memberikan rangsangan pada area klitoris saat berhubungan seksual.

"Ini bukan berarti menghilangkan fokus dari penetrasi, tetapi memastikan bahwa orang-orang sadar saat wanita terangsang," kata Moyle.

Penting! Penderita Diabetes Harus Selalu Pakai Alas Kaki

 Banyak orang yang mengira bahwa berjalan tanpa menggunakan alas kaki di permukaan yang kasar baik untuk kesehatan penderita diabetes. Padahal faktanya diabetes justru rentan mengalami berbagai masalah pada bagian telapak kaki.
Salah satunya yaitu gangguan sistem saraf akibat komplikasi diabetes dapat menyebabkan hilangnya rasa pada bagian telapak kaki. Akibatnya, luka yang timbul sering tidak disadari sehingga berujung pada infeksi.

Ditambah lagi, terganggunya sistem peredaran darah pada diabetesi menyebabkan luka lebih sulit sembuh dan menurunnya kemampuan tubuh melawan infeksi. Komplikasi-komplikasi ini menyebabkan diabetesi lebih berisiko mengalami amputasi.

Oleh karena itu, bagi para penderita diabetesi disarankan untuk selalu menggunakan alas kaki yang tepat baik di dalam maupun luar ruangan. Berikut ini beberapa tips lain yang dapat diikuti untuk mencegah gangguan pada kaki pada penderita diabetes.

1. Rutin memeriksa kondisi telapak kaki setiap hari. Hal ini penting mendeteksi adanya luka sedini mungkin sehingga dapat segera diatasi dengan baik.
2. Bersihkan kaki setiap hari dan keringkan dengan baik.
3. Pilih jenis alas kaki dengan ukuran yang tepat dan bentuk yang sesuai dengan telapak kaki.
4. Gunakan kaos kaki sebelum mengenakan alas kaki untuk mengurangi tingkat gesekan dengan kulit.
5. Selalu periksa alas kaki sebelum digunakan untuk memastikan kondisi alas kaki baik dan tidak ada benda asing di dalam alas kaki yang dapat melukai telapak kaki.
6. Jaga peredaran darah ke bagian kaki dengan mengangkat kaki lurus ke depan saat duduk, menggerakkan ibu jari kaki selama beberapa menit setiap hari, menghindari penggunaan kaos kaki yang terlalu ketat, lebih aktif bergerak setiap hari, serta hindari merokok.

Sebelum sampai jadi diabetes, lebih baik jaga gula darah Anda dari sekarang. Tropicana Slim memiliki berbagai varian produk bebas gula. Salah satunya yaitu Topping Kental Manis Tropicana Slim yang bebas gula, untuk Anda tambahkan ke makanan-minuman favorit Anda seperti es campur, sop buah, buah alpukat, roti panggang, dan lain-lain. Santapan jadi lebih sehat, dengan rasa yang tetap nikmat!
https://kamumovie28.com/cast/mat-solar/

3 Presiden di Amerika Latin Ini Terinfeksi Virus Corona, Siapa Saja?

Pandemi virus Corona masih berlangsung, bahkan kasus di belahan dunia terus melonjak tinggi, salah satunya di Benua Amerika. Selain China, Benua Amerika juga disebut menjadi daerah episentrum COVID-19 karena jumlah kasusnya yang terus meningkat.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada akhir Mei 2020 lalu, menyebutkan kasus di kawasan Amerika Tengah dan Amerika Selatan meningkat secara signifikan. Pandemi ini pun tak hanya menginfeksi orang-orang biasa dan petugas medis, para petinggi negara pun juga terinfeksi virus Corona ini.

Berikut deretan presiden di beberapa negara di Benua Amerika yang terkonfirmasi positif terinfeksi virus Corona, yang telah dirangkum detikcom.

1. Jair Bolsonaro, Presiden Brasil
Setelah menjalani tes COVID-19 pada Senin (6/7/2020), Presiden Brasil Jair Bolsonaro terkonfirmasi terinfeksi virus Corona. Hal ini pun disampaikannya melalui siaran televisi nasional setempat.

Bolsonaro mengatakan, sebelum terinfeksi ia mengalami demam dan hingga sampai saat ini masih dirawat di rumah sakit untuk mendapatkan perawatan yang intensif.

Sebelumnya, Bolsonaro dikenal sebagai sosok yang kontroversial karena ucapannya yang menganggap COVID-19 ini sekedar flu ringan. Bahkan dirinya juga sering mengabaikan protokol kesehatan untuk mencegah penularan, seperti melanggar jaga jarak sosial.

2. Juan Orlando Hernandez, Presiden Honduras
Pada Juni 2020 lalu, satu presiden di Benua Amerika kembali dikabarkan dirawat di rumah sakit karena pneumonia. Ia adalah Juan Orlando Hernandez, Presiden Honduras.

Setelah diperiksa lebih lanjut, Hernandez ternyata juga terinfeksi virus Corona. Setelah mengetahui hal itu, ia langsung dirawat di rumah sakit yang terletak di Ibu Kota Tegucigalpa.

Saat beberapa hari dirawat, Hernandez mengaku sempat kesulitan dalam bernapas sampai mengharuskannya menggunakan alat bantu napas yaitu ventilator. Ia pun dikabarkan telah keluar dari rumah sakit pekan lalu, tetapi masih belum dipastikan apakah ia sudah pulih atau belum.

3. Jeanine Anez, Presiden Bolivia
Beberapa waktu lalu Menteri Kesehatan Bolivia, Eidy Roca, dinyatakan positif terinfeksi virus Corona. Tetapi, kini hanya berselang beberapa hari Presiden Bolivia Jeanine Anez, juga positif terinfeksi COVID-19.

Hal ini diungkapkannya setelah menjalani serangkaian pemeriksaan pada Kamis (9/7/2020) lalu. Melalui akun Twitter miliknya, Anez mengabarkan bahwa kondisinya saat ini dinyatakan baik dan sedang menjalani isolasi.

Masih dalam Tweetnya yang dikutip dari Reuters, Presiden Bolivia ini mengaku masih tetap bekerja meskipun tengah menjalani prosedur isolasi. Selain Anez, ada tujuh menteri lainnya di Bolivia yang juga terinfeksi virus Corona ini.

Pria Lebih Sering Orgasme, Ternyata Ini yang Bikin Timpang

 Kepuasan berhubungan seks di atas ranjang ternyata masih belum dirasakan oleh setiap pasangan. Studi terbaru menunjukkan pria lebih sering mencapai orgasme dibandingkan perempuan saat berhubungan seksual.
Dikutip dari laman Metro Uk, studi yang dilakukan perusahaan mainan seks Lelo, telah mensurvei 4.000 pria dan wanita di Inggris. Orgasme sendiri diartikan sebagai perasaan senang yang intens dan hanya terjadi saat aktivitas seksual. Orgasme sering pula disebut dengan klimaks.

Hasilnya, survei ini mengungkapkan bahwa pria mencapai klimaks lebih sering, dengan persentase 66 persen dibandingkan wanita 43 persen.

Selain itu, satu dari 20 wanita bahkan tidak pernah merasakan orgasme saat berhubungan seksual. Mayoritas pria tidak mengetahui bahwa pasangannya tidak mengalami orgasme saat berhubungan seksual.

Sekitar tiga dari 10 orang juga berpura-pura orgasme dan wanita lebih sering melakukannya. Dikatakan pria juga lebih mungkin berbicara mengenai orgasme, dengan persentase 73 persen dibandingkan wanita 56 persen.

Perbedaan tingkat kepuasan seksual ini terjadi karena berbagai faktor seperti kurangnya pendidikan, perbedaan budaya, dan organ yang difokuskan saat berhubungan seksual.

Pakar seks, Kate Moyle menjelaskan, saat berhubungan seksual pasangan sering kali hanya fokus pada penetrasi dan tidak fokus pada organ yang membuat wanita terstimulasi seperti klitoris. Klitoris merupakan sumber stimulasi atau kesenangan wanita karena terdapat 8 ribu saraf di area tersebut.

Umumnya, wanita akan lebih mudah terangsang pada klitoris dibandingkan hanya dengan penetrasi semata. Moyle menyarankan agar pasangan juga bisa fokus memberikan rangsangan pada area klitoris saat berhubungan seksual.

"Ini bukan berarti menghilangkan fokus dari penetrasi, tetapi memastikan bahwa orang-orang sadar saat wanita terangsang," kata Moyle.
https://kamumovie28.com/cast/zachary-quinto/