Otoritas China mengirimkan pesan peringatan pada seluruh warganya di Kazakhstan untuk lebih waspada terhadap kejadian 'pneumonia misterius' di wilayah tersebut. Mereka menyimpulkan kondisi itu setelah melihat adanya lonjakan kasus signifikan untuk penyakit pneumonia bukan COVID-19 di Provinsi Atreyau dan Atrobe sejak awal Juni.
Meski Kementerian Kesehatan Kazakhstan dengan tegas menyatakan klaim China tidak benar, Wakil Menkes Kazakhstan, Azhar Giniyat sempat menyinggung sekitar 28 ribu pasien diidentifikasi mengidap pneumonia yang bukan merupakan virus Corona setelah dibuktikan dengan hasil tes. Saat ini pasien tengah dirawat di rumah sakit di Kazakhstan.
Dikutip dari The Sun, sebuah gambar yang beredar juga memperlihatkan banyaknya kerabat yang mengantre di luar kamar mayat di kota Almaty untuk mengambil jenazah rekannya.
Salah satu korban pneumonia yang meninggal adalah kepala dokter sanitasi wilayah Almaty, Kairat Baimukhambetov (64), yang telah menjadi tokoh kunci dalam upaya negara tersebut melawan pandemi COVID-19.
Sementara itu meski Menteri Kesehatan Kazakhstan Alexei Tsoi mengatakan klaim China atas kasus pneumonia mistrius mematikan tidak benar, ia mengakui negaranya menghadapi banyak kasus pneumonia akibat etiologi yang belum ditentukan. Hingga kini belum ada bukti kuat apakah kasus tersebut terkait dengan virus Corona atau merupakan jenis virus yang berbeda.
Otoritas Kazakhstan hingga kini masih mempercayai bahwa pasien yang mengidap 'pneumonia misterius' tersebut memiliki keterkaitan kuat dengan COVID-19.
"Sampai saat ini kami tidak melihat adanya data yang mengkonfirmasi bahwa tes (Corona-red) yang kami lakukan tidak valid atau ditemukan kesalahan," jelas ahli kesehatan masyarakat Kazakhstan, Aizhan Esmagambetova.
5 Protokol Ngegym di Era New Normal, Pakai Masker dan Bawa Handuk Sendiri
Pandemi virus Corona COVID-19 masih membayangi, namun sejumlah gym atau pusat kebugaran mulai bersiap memulai lagi aktivitasnya. Ada beberapa protokol kesehatan yang harus dipatuhi.
Penggunaan masker salah satunya, bakal jadi kewajiban bagi pengunjung pusat kebugaran. Kelengkapan ini wajib dipakai saat berada di tempat-tempat yang memungkinkan interaksi dengan sesama pengunjung lainnya.
Selain itu, jangan kaget jika pengelola mengharuskan pengunjung bawa handuk sendiri. Bukan pelit, ini dilakukan untuk menghindari risiko penularan virus Corona.
Dirangkum dari berbagai sumber, berikut beberapa protokol yang harus dipatuhi saat ngegym di era new normal.
1. Bawa handuk dan matras sendiri
Handuk dan matras yang biasanya merupakan fasilitas dari pusat kebugaran, kini tidak lagi disediakan. Handuk dan matras yang digunakan secara bersama akan berpeluang menularkan virus, termasuk virus Corona COVID-19.
2. Menjaga jarak sejauh 2 meter
Setiap peserta olahraga, diwajibkan untuk menjaga jarak sejauh dua meter dari peserta lain. Oleh karena itu, pemilik pusat kebugaran pun harus membatasi jumlah tamu yang datang untuk berolahraga. Beberapa pusat kebugaran menerapkan reservasi bagi yang akan mengikuti kelas tertentu.
3. Mandi sebelum dan sesudah latihan
Selain menjaga kebersihan, mandi sebelum dan sesudah olahraga sangat diwajibkan saat era pandemi ini. Hal ini diupayakan untuk menghilangkan virus yang menempel pada tubuh, sehingga dapat meminimalisir terpapar virus Corona.
4. Tidak boleh ngegym saat sakit
Sangat tidak dianjurkan untuk memaksakan diri pergi berolahraga apabila merasa kurang sehat. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi penularan virus terhadap orang di sekitarnya.
5. Kapan boleh lepas masker?
Masker wajib digunakan pada area pusat kebugaran dan mengganti masker yang dipakai dari luar pusat kebugaran. Masker tetap digunakan saat melakukan latihan intensitas kecil. Hanya saja, boleh dilepas saat melakukan latihan intensitas berat tetapi tetap memperhatikan aturan jaga jarak.
Selain itu, kamu juga perlu mencuci tangan baik sebelum, maupun sesudah melakukan olahraga. Harus patuh, nggak boleh bandel ya!
https://indomovie28.net/inazuma-eleven-episode-2-subtitle-indonesia/