Rabu, 15 Juli 2020

5 Alasan Tak Pakai Celana Dalam Saat Olahraga

 Beberapa jenis celana olahraga didesain cukup nyaman untuk dipakai tanpa dirangkap celana dalam. Desain seperti itu tentu bukan tanpa alasan, sebab kenyataannya banyak yang mengeluh kurang nyaman berolahraga pakai celana dalam biasa.
Menurut pakar, pemakaian celana dalam saat olahraga memang bukan keharusan. Yang terpenting, pastikan organ intim terlindungi dari risiko gesekan atau kelembapan yang berdampak buruk bagi kesehatan.

"Tidak ada bukti ilmiah bahwa wanita harus mengenakan pakaian dalam," Lakeisha Richardson, MD, seorang ob-gyn di Greenville, Mississippi, dikutip dari Health.

Berikut ini 5 alasan ada orang yang lebih memilih olahraga tanpa menggunakan celana dalam.

1. Tidak nyaman
Celana yang digunakan wanita saat berolahraga biasanya berbahan legging, sebagian wanita hal ini menjadi masalah karena saat wanita menggunakan legging akan terlihat garis celana dalamnya. Sehingga tidak bebas melakukan gerakan olahraga.

2. Rasa gatal pada vagina
Berkeringat setelah melakukan olahraga hal yang wajar. Namun, menggunakan celana dalam yang berkeringat selama berjam-jam mengakibatkan rasa gatal pada area vagina.

3. Gampang lecet
Menurut Dr. Scott Osmun, Bloom OB-GYN di Washington, D.C., dikutip dari Huffpost mengatakan penggunaan celana dalam berbahan sintetis seperti poliester akan membuat luka di area vagina.

"Bahan tersebut menyebabkan lebih banyak gesekan dan iritasi, dan setiap gesekan atau dapat membuat luka kecil di kulit Anda," ucap Dr Scoot.

4. Risiko infeksi jamur
Vagina merupakan area sensitif, sehingga jika menggunakan celana dalam yang ketat dan berkeringat membuat vagina menjadi lembab. Hal ini akan terjadi berkembangnya jamur atau bakteri.

"Kelembapan yang terjadi di area vagina akan meningkatkan infeksi jamur, vaginosis bakteri (infeksi pada vagina)," ucap Dr Scott Osmun, Bloom OB-GYN di Washington, D.C., dikutip dari HuffPost.

5. Risiko infeksi saluran kemih (ISK)
Penggunaan celana dlam terlalu ketat bisa memberikan risiko munculnya bakteri E. Coli karena tali tipis di belakang menjadi jalan bagi bakteri dengan melalui bokong dan menuju uterus yang membuat pipis menjadi sakit.

Jika ingin menggunakan celana dalam saat berolahraga memang tidak ada salahnya. Namun, pastikan Anda memilih bahan yang tidak terlalu ketat, dan cuci celana dalam Anda setelah berolahraga.

3 Kesalahan Pagi Hari yang Bikin Kamu Susah Kurus

 Tingkat metabolisme dipengaruhi oleh beberapa faktor termasuk usia, berat badan, dan genetika. Tak hanya itu, tingkat metabolisme juga dipengaruhi oleh aktivitas kamu di pagi hari. Tak sedikit orang yang melakukan kesalahan di pagi hari, hanya ingin menurunkan berat badan. Padahal kesalahan tersebut justru berakibat pada penurunan metabolisme tubuh,
Dikutip dari News Medical Life Science, Metabolisme tubuh sangat berkaitan erat dengan ketersediaan nutrisi. Metabolisme sendiri merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan semua reaksi kimia yang terlibat dalam mempertahankan kehidupan sel di dalam tubuh. Oleh sebab itu sangat penting untuk menjaga sistem metabolisme tubuh sejak pagi hari.

Berikut 3 kesalahan di pagi hari yang dapat memperlambat metabolisme tubuhmu seperti dikutip dari Health.com:

1. Tidak sarapan
Melewatkan sarapan adalah upaya terburuk bagimu yang ingin menurunkan berat badan karena hal itu justru memperlambat metabolisme tubuhmu. Ketika kamu tidak makan, otak mengirimkan pesan ke seluruh tubuh untuk menghemat energi, mengisyaratkannya untuk menahan lemak yang disimpan. Makan dalam satu jam setelah bangun memicu proses metabolisme yang disebut termogenesis. Proses ini bertujuan untuk mengubah makanan menjadi energi.

Kamu juga harus mengetahui bahwa secangkir kopi bukanlah bagian dari sarapan. Sarapan lah dengan kandungan protein sekitar 350 kalori. Dengan demikian, ada kalori yang dapat dibakar untuk menjadi energi.

2. Tidak olahraga
Sebuah penelitian mengatakan bahwa berolahraga di pagi hari sangat baik untuk proses pembakaran kalori karena dapat menghasilkan keringat yang jauh lebih baik ketimbang waktu lain. Lakukan kardio dengan intensitas tinggi untuk mengaktifkan gen pembakar lemak. Hal ini ampuh dalam membakar kalori sekitar 100 hingga 200 lebih banyak.

3. Mengabaikan latihan otot
Latihan beban dapat meningkatkan massa otot yang merupakan 'mesin' pembakar kalori di dalam tubuh. Sertakan strength training dalam rutinitas pagi selama sepuluh menit sebagai penambah metabolisme tubuh.

Oleh sebab itu, kamu tidak boleh melewatkan ketiga rutinitas tersebut setiap pagi hari karena rupanya sangat mempengaruhi metabolisme tubuhmu. Semoga bermanfaat!
https://kamumovie28.com/cast/vince-offer/feed/

50 Hari Tak Ada Kasus, Kini Thailand Hadapi Risiko Gelombang Kedua Corona

 Pemerintah Thailand kini memperketat aturan masuknya orang asing ke negaranya setelah muncul dua kasus virus Corona impor atau imported case. Hal ini meningkatkan kekhawatiran tentang gelombang kedua infeksi COVID-19.
Thailand sempat menyatakan 'merdeka' dari virus Corona setelah 50 hari tanpa kasus baru baik transmisi lokal atau kasus impor. Tetapi baru-baru ini ada dua kasus impor namun menyebabkan sekitar 400 warga harus menjalani karantina mandiri karena adanya risiko penularan.

Mereka yang diisolasi disebut akibat terpapar COVID-19 dari awak pesawat militer Mesir berusia 43 tahun di Provinsi Rayong Timur, dan dari seorang anak perempuan anggota keluarga diplomat berusia 9 tahun di Bangkok. Kedua kasus ini sempat dikecualikan dari karantina wajib 14 hari.

Pemerintah mengakui bahwa peraturan untuk diplomat dan awak pesawat, yang termasuk di antara beberapa kategori orang asing yang diizinkan masuk sejak Maret dengan persyaratan isolasi diri, terlalu longgar.

"Ini harusnya tidak terjadi, saya benar-benar minta maaf karena itu dan saya ingin meminta maaf kepada publik," kata Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha, dikutip dari Reuters.

Kekhawatiran kini menyebar di antara warga Thailand bahwa gelombang kedua Corona akan terjadi dan lockdown bisa kembali diberlakukan.

Saat ini dua sekolah di Bangkok ditutup dan setidaknya 10 sekolah di Provinsi Rayong. Satu pusat perbelanjaan juga ditutup sebab warga Mesir tersebut diketahui sempat menghabiskan waktu di sana sebelum bertolak ke negara lain.

Semua diplomat dan anggota keluarga, yang sebelumnya diizinkan untuk menyendiri di tempat tinggal mereka, sekarang harus dikarantina di bawah pengawasan pemerintah.

5 Alasan Tak Pakai Celana Dalam Saat Olahraga

 Beberapa jenis celana olahraga didesain cukup nyaman untuk dipakai tanpa dirangkap celana dalam. Desain seperti itu tentu bukan tanpa alasan, sebab kenyataannya banyak yang mengeluh kurang nyaman berolahraga pakai celana dalam biasa.
Menurut pakar, pemakaian celana dalam saat olahraga memang bukan keharusan. Yang terpenting, pastikan organ intim terlindungi dari risiko gesekan atau kelembapan yang berdampak buruk bagi kesehatan.

"Tidak ada bukti ilmiah bahwa wanita harus mengenakan pakaian dalam," Lakeisha Richardson, MD, seorang ob-gyn di Greenville, Mississippi, dikutip dari Health.

Berikut ini 5 alasan ada orang yang lebih memilih olahraga tanpa menggunakan celana dalam.

1. Tidak nyaman
Celana yang digunakan wanita saat berolahraga biasanya berbahan legging, sebagian wanita hal ini menjadi masalah karena saat wanita menggunakan legging akan terlihat garis celana dalamnya. Sehingga tidak bebas melakukan gerakan olahraga.

2. Rasa gatal pada vagina
Berkeringat setelah melakukan olahraga hal yang wajar. Namun, menggunakan celana dalam yang berkeringat selama berjam-jam mengakibatkan rasa gatal pada area vagina.

3. Gampang lecet
Menurut Dr. Scott Osmun, Bloom OB-GYN di Washington, D.C., dikutip dari Huffpost mengatakan penggunaan celana dalam berbahan sintetis seperti poliester akan membuat luka di area vagina.

"Bahan tersebut menyebabkan lebih banyak gesekan dan iritasi, dan setiap gesekan atau dapat membuat luka kecil di kulit Anda," ucap Dr Scoot.

4. Risiko infeksi jamur
Vagina merupakan area sensitif, sehingga jika menggunakan celana dalam yang ketat dan berkeringat membuat vagina menjadi lembab. Hal ini akan terjadi berkembangnya jamur atau bakteri.

"Kelembapan yang terjadi di area vagina akan meningkatkan infeksi jamur, vaginosis bakteri (infeksi pada vagina)," ucap Dr Scott Osmun, Bloom OB-GYN di Washington, D.C., dikutip dari HuffPost.

5. Risiko infeksi saluran kemih (ISK)
Penggunaan celana dlam terlalu ketat bisa memberikan risiko munculnya bakteri E. Coli karena tali tipis di belakang menjadi jalan bagi bakteri dengan melalui bokong dan menuju uterus yang membuat pipis menjadi sakit.

Jika ingin menggunakan celana dalam saat berolahraga memang tidak ada salahnya. Namun, pastikan Anda memilih bahan yang tidak terlalu ketat, dan cuci celana dalam Anda setelah berolahraga.
https://kamumovie28.com/cast/jack-fulton/feed/