Rabu, 15 Juli 2020

Dua Anggota Parlemen Madagaskar Meninggal karena Corona

Presiden Madagaskar Andry Rajoelina mengatakan dua anggota parlemen meninggal karena terinfeksi virus Corona COVID-19. Sebelumnya Rajoelina mengklaim ramuan herbal bisa melindungi dirinya dan keluarga dari virus Corona COVID-19.
Rajoelina mengumumkan ada sebelas anggota parlemen dan 14 senator yang juga dinyatakan positif Corona.

"Satu deputi meninggal. Seorang senator meninggal. Setelah tes dilakukan terhadap para deputi, 11 anggota parlemen terdeteksi positif Corona. Senat 14 orang, senator dan agen senat positif virus Corona covid-19," kata Rajoelina pada sebuah penampilan di televisi nasional Madagascar, Minggu malam.

Dia tidak mengatakan kapan anggota parlemen meninggal dan tidak menyebutkan nama mereka. Kasus Corona di Madagaskar dilaporkan setidaknya lebih dari 5 ribu kasus dengan 37 kasus kematian. Menurut data pemerintah dengan pihak berwenang, diperkirakan puncak kasus Corona di Madagaskar tidak akan tercapai hingga akhir Agustus.

Pada bulan April, Rajoelina meluncurkan ramuan herbal lokal yang dinamakan 'Covid-Organics'. Ramuan herbal ini diklaim mampu mencegah dan menyembuhkan pasien Corona, meskipun ada peringatan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahwa belum ada bukti yang menunjukkan obat tersebut manjur.

"Memang benar saya telah melakukan kontak dengan orang-orang yang positif Corona. Saya bahkan telah memasuki rumah sakit yang merawat pasien COVID-19. Saya baik-baik saja," kata Rajoelina.

"Saya sama sekali tidak dinyatakan positif Corona. Saya tidak memiliki gejala. Syukurlah. Saya mengikuti arahan yang telah saya berikan kepada diri saya sendiri. Tetapi yang terpenting, saya dan orang yang saya cintai, istri dan anak-anak saya, kami minum dan kami mengikuti pengobatan berdasarkan ramuan herbal Covid-Organics," lanjutnya.

Rajoelina mempromosikan ramuan herbal ini untuk diekspor, karena menurutnya ramuan herbal ini memiliki bermanfaat. Rajoelina menilai ramuan herbal ini berasal dari tanaman berkhasiat yang terbukti dalam pengobatan malaria, dan tumbuhan asli lainnya. Namun, belum dapat dikonfirmasi lebih lanjut oleh studi ilmiah apapun terkait efektivitasnya.

3 Risiko Tidur dengan Rambut Masih Basah

 Tidur dengan rambut yang masih basah memang tidak nyaman, tetapi ada kalanya orang tidak punya pilihan lain. Kehujanan dalam perjalanan pulang misalnya, kadang mengharuskan seseorang mandi malam dan harus tidur dalam kondisi rambut masih basah.
"Pada umumnya, tidak baik tidur dalam keadaan rambut masih basah," kata Dr George Cotsarelis, profesor dermatologi di Perelman School of Medicine University Pennsylvania, dikutip dari Time.

Banyak yang akhirnya nekat tidur dengan rambut masih basah karena butuh waktu lama untuk mengeringkannya. Padahal kantuk sudah tidak terdahankan.

Sesekali mungkin tak masalah. Tapi sebaiknya jangan dijadikan kebiasaan, karena kondisi tersebut punya risiko bagi kesehatan.

Dikutip dari Health ini beberapa risiko tidur keadaan rambut basah.

1. Infeksi jamur
Lembapnya rambut mengakibatkan kulit kepala menjadi gatal dan iritasi. Selain itu, infeksi jamur pada kulit kepala akan menyebabkan ketombe, dan rontok yang membuat tidak nyaman. Sarung bantal yang basah juga membuat tempat berkembang biaknya bakteri.

2. Kerusakan rambut
Tidur dengan rambut basah memang berdampak pada rambut itu sendiri, rambut akan menjadi rusak dan bercabang.

"Rambut mudah rapuh saat keadaan basah. Risiko utama kerusakan rambut ketika adanya gesekan rambut saat tidur," kata Dr Adarsh Vijay Mudgil, MD, ahli dermatologi di New York, dikutip dari Healthline.
https://kamumovie28.com/kambing-jantan-the-movie/feed/

WHO Khawatirkan Banyaknya Tenaga Medis Terinfeksi Virus Corona

Setiap hari semakin banyak tenaga medis yang gugur karena terinfeksi virus Corona COVID-19. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengaku ini jadi tren yang mengkhawatirkan karena artinya seluruh populasi akan semakin rentan terhadap infeksi.
"Kami khawatir dengan laporan banyaknya kasus infeksi pada tenaga medis. Di beberapa negara, bahkan laporannya bisa sampai 10 persen tenaga medis terinfeksi," kata Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, seperti dikutip dari akun Twitter resmi WHO pada Selasa (14/7/2020).

"Ini adalah tren yang mengkhawatirkan. Saat tenaga medis dalam risiko bahaya, kita semua berisiko," lanjutnya.

Menurut Tedros, tren tenaga medis terinfeksi COVID-19 bisa disebabkan karena masalah kurangnya kesiapan. Bisa karena tenaga medis terlambat menyadari COVID-19 hingga kurangnya pelatihan dan pengalaman menghadapi penyakit pernapasan.

Selain itu bisa juga tenaga medis rentan terinfeksi karena terlalu lama menghadapi pasien sakit. Waktu kerja yang panjang membuat mereka kelelahan.

"Oleh karena itu sangat penting bagi para tenaga medis bisa mendapatkan masker, sarung tangan, gaun, dan alat pelindung diri lainnya yang dibutuhkan demi bisa bekerja dengan aman," ungkap Tedros.

Direktur Eksekutif Program Darurat WHO, Mike Ryan, menyebut butuh waktu lama untuk membangun sumber daya tenaga medis. Sangat disayangkan bila sampai ada yang menjadi korban virus.

"Kita berutang besar pada para tenaga medis di garda terdepan. Mereka tidak meminta banyak, hanya pelatihan dan peralatan pelindung untuk melakukan pekerjaannya," pungkas Mike.

Dua Anggota Parlemen Madagaskar Meninggal karena Corona

 Presiden Madagaskar Andry Rajoelina mengatakan dua anggota parlemen meninggal karena terinfeksi virus Corona COVID-19. Sebelumnya Rajoelina mengklaim ramuan herbal bisa melindungi dirinya dan keluarga dari virus Corona COVID-19.
Rajoelina mengumumkan ada sebelas anggota parlemen dan 14 senator yang juga dinyatakan positif Corona.

"Satu deputi meninggal. Seorang senator meninggal. Setelah tes dilakukan terhadap para deputi, 11 anggota parlemen terdeteksi positif Corona. Senat 14 orang, senator dan agen senat positif virus Corona covid-19," kata Rajoelina pada sebuah penampilan di televisi nasional Madagascar, Minggu malam.

Dia tidak mengatakan kapan anggota parlemen meninggal dan tidak menyebutkan nama mereka. Kasus Corona di Madagaskar dilaporkan setidaknya lebih dari 5 ribu kasus dengan 37 kasus kematian. Menurut data pemerintah dengan pihak berwenang, diperkirakan puncak kasus Corona di Madagaskar tidak akan tercapai hingga akhir Agustus.

Pada bulan April, Rajoelina meluncurkan ramuan herbal lokal yang dinamakan 'Covid-Organics'. Ramuan herbal ini diklaim mampu mencegah dan menyembuhkan pasien Corona, meskipun ada peringatan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahwa belum ada bukti yang menunjukkan obat tersebut manjur.

"Memang benar saya telah melakukan kontak dengan orang-orang yang positif Corona. Saya bahkan telah memasuki rumah sakit yang merawat pasien COVID-19. Saya baik-baik saja," kata Rajoelina.

"Saya sama sekali tidak dinyatakan positif Corona. Saya tidak memiliki gejala. Syukurlah. Saya mengikuti arahan yang telah saya berikan kepada diri saya sendiri. Tetapi yang terpenting, saya dan orang yang saya cintai, istri dan anak-anak saya, kami minum dan kami mengikuti pengobatan berdasarkan ramuan herbal Covid-Organics," lanjutnya.
https://kamumovie28.com/vengeance-a-love-story/feed/