Sabtu, 18 Juli 2020

Kenapa Tidak Bisa Mengirim Tugas di Google Classroom? Ini Jawabannya

 Tahun ajaran baru 2020/2021 sudah dimulai meski pandemi corona masih berlangsung. Beberapa sekolah lantas memilih menggunakan Google Classroom yang memungkinkan proses belajar masih berlangsung, tanpa pertemuan fisik.
Namun tidak semua murid, guru, dan orang tuanya terbiasa menggunakan Google Classroom. Akibatnya kerap ada masalah saat mengikuti proses belajar mengajar, salah satunya tidak bisa mengirim tugas di Google Classroom.

Kenapa tidak bisa mengirim tugas di Google Classroom?
Dikutip dari Google Support, berikut penyebab tidak bisa mengirim tugas di aplikasi tersebut:

1. Akun yang digunakan bukan bagian dari Google Classroom sehingga tugas tidak diterima

2. Menggunakan akun Google yang bukan untuk Google Classroom

3. Tugas yang dikopi dari Google Classroom lain menggunakan reuse post

4. Draft tugas yang dibuat untuk Google Classroom berpindah ke classroom lain.

5. Tugasnya sudah lewat dari batas waktu yang ditentukan

6. Dilihat kembali tugas tersebut adalah pekerjaan rumah pribadi atau kelompok.

Untuk mencegah kenapa tidak bisa mengirim tugas di Google Classroom, pastikan menggunakan akun yang memang untuk kegiatan belajar. Selain itu jangan mengirim tugas yang telah digunakan di classroom lainnya.

Selain penyebab tersebut, tentu ada hal lain yang menyebabkan kenapa tidak bisa mengirim tugas di Google Classroom. Saat kondisi itu terjadi, sebaiknya segera tanyakan pada guru yang bersangkutan sehingga bisa diantisipasi secepatnya.

Sebagai tambahan informasi disertakan juga cara mengirim tugas melalui Google Classroom. Cara mengirim tugas lewat Google Classroom ternyata mudah dipelajari dan dipraktikkan saat belajar.

Berikut cara mengirim tugas lewat Google Classroom:
1. Buka laman tugas di link https://classroom.google.com

2. Klik Tugas Kelas pada tugas yang belum dikerjakan

3. Tekan Add or Create pada tugas yang sudah selesai dikerjakan dan akan dikirim pada guru atau dosen

4. Pilih bentuk file tugas yang akan dilampirkan. Jika dalam bentuk word maka bisa langsung dilampirkan dengan mengklik file

5. Kemudian pilih file dengan select files from your device

6. Pilih dan upload dokumen yang akan dikirim

7. Jika sudah terupload pilih hand in untuk mengirim tugas lewat Google Classroom.

Pesan GrabFood Bisa Buat Ramai-ramai, Ini Caranya

Sudah tahu belum? Pesan GrabFood kini bisa buat rame-rame. Fitur terbaru ini bisa mengakomodir pengguna yang suka traktir teman, atau sering dititipi beli makanan.
Melalui fitur ini kamu bisa mengajak teman-teman kantor, kampus, atau keluarga untuk memesan makanan secara bersamaan dalam satu pesanan. Dengan fitur yang dinamakan Pesan Bareng ini nggak perlu lagi ribet menanyakan satu-satu pesanan dan menggilir ponsel.

Sekarang kamu bisa membagikan link pesanan sehingga orang lain bisa ikut memesan secara bersamaan. Jadi lebih praktis kan? Adapun cara menggunakan fitur Pesan Bareng di GrabFood adalah sebagai berikut:

1. Pilih resto yang kamu suka pada layanan GrabFood, kemudian pilih ikon Pesan Bareng.
2. Kirim tautan atau link kepada teman.
3. Nantinya dia akan mendapatkan tautan atau link Pesan Bareng. Minta dirinya untuk mengklik link tersebut.
4. Pilih join, kemudian tinggal pilih menu favorit masing-masing. Setelah selesai memilih, nantinya ada konfirmasi untuk menggabungkan pesanan tersebut.
5. Pesananmu akan otomatis bertambah, kemudian tinggal bayarkan pemesanan grup yang sudah dibuat menggunakan cash atau OVO.

Mudah kan? Dengan fitur baru GrabFood ini pesan makanan ramai-ramai bisa menjadi lebih mudah, praktis, dan tentunya bisa makin akrab sob.
https://kamumovie28.com/emak-ingin-naik-haji/

Rahasia Solar Orbiter Dekati Matahari Tanpa Terpanggang

Solar Orbiter adalah satelit yang saat ini posisinya paling dekat dengan Matahari. Dioperasikan oleh NASA dan ESA (European Space Agency), Solar Orbiter telah menjepret Matahari dalam rekor jarak terdekat, 77 juta kilometer.
Wahana buatan Airbus Defence and Space ini diterbangkan pada 20 Februari 2020 menggunakan roket Atlas V dari landasan Cape Canaveral, Florida. Ia dirancang menjalankan misi selama 7 tahun.

Solar Orbiter dibekali beragam teknologi untuk meneliti Matahari serta dibuat dengan material khusus agar tak terpanggang oeh sinar sang Surya dan juga tahan terhadap suhu sangat rendah. Pada saat perjalanannya, Solar Orbiter berada di antariksa bersuhu sangat dingin, minus ratusan derajat Celcius.

Menurut NASA, Solar Orbiter punya 10 instrumen penelitian berbeda, meriset Matahari secara komprehensif. Enam instrumen untuk 'melihat' Matahari dan merekam gambarnya, kemudian empat lainnya untuk mengukur kondisi sekeliling wahana, termasuk angin Matahari.

Mendekati Matahari, tentu harus dibuat sistem pelindung yang mumpuni. Apalagi pada jarak terdekat nanti, Solar Orbiter 'hanya' akan berjarak 42 juta kilometer.

Dikutip detikINET dari Live Science, Solar Orbiter dibekali perisai penahan panas seberat 150 kilogram. Tak main-main, ia dapat bertahan menghadapi panas sampai 520 derajat Celcius.

Perisai itu terdiri dari beberapa lapisan. Bagian terluar merupakan titanium foil sangat tipis, didesain untuk memantulkan panas sebanyak mungkin. Kemudian ada alumunium untuk menyekat serta bracket dari titanium. Pada bagian tengah, ada celah sepanjang 2 cm untuk melepaskan panas dari wahana.

Kini, Solar Orbiter makin mendekati Matahari. Jepretan pertamanya merekam solar flare atau semburan Matahari ukuran kecil yang dijuluki sebagai 'api unggun' di Matahari oleh ilmuwan ESA. Solar flare adalah erupsi singkat radiasi energi tinggi di permukaan Matahari dan 'api unggun' itu jutaan kali lebih kecil dari biasanya.

"Jika kita memang sudah menemukan beberapa hal hanya dengan gambar pertama dari Solar Orbiter, coba bayangkan apa yang akan kita jumpai saat makin mendekat ke Matahari. Sangat menarik," cetus Holly Gilbert, ilmuwan di NASA.

Kenapa Tidak Bisa Mengirim Tugas di Google Classroom? Ini Jawabannya

 Tahun ajaran baru 2020/2021 sudah dimulai meski pandemi corona masih berlangsung. Beberapa sekolah lantas memilih menggunakan Google Classroom yang memungkinkan proses belajar masih berlangsung, tanpa pertemuan fisik.
Namun tidak semua murid, guru, dan orang tuanya terbiasa menggunakan Google Classroom. Akibatnya kerap ada masalah saat mengikuti proses belajar mengajar, salah satunya tidak bisa mengirim tugas di Google Classroom.

Kenapa tidak bisa mengirim tugas di Google Classroom?
Dikutip dari Google Support, berikut penyebab tidak bisa mengirim tugas di aplikasi tersebut:

1. Akun yang digunakan bukan bagian dari Google Classroom sehingga tugas tidak diterima

2. Menggunakan akun Google yang bukan untuk Google Classroom

3. Tugas yang dikopi dari Google Classroom lain menggunakan reuse post

4. Draft tugas yang dibuat untuk Google Classroom berpindah ke classroom lain.

5. Tugasnya sudah lewat dari batas waktu yang ditentukan

6. Dilihat kembali tugas tersebut adalah pekerjaan rumah pribadi atau kelompok.

Untuk mencegah kenapa tidak bisa mengirim tugas di Google Classroom, pastikan menggunakan akun yang memang untuk kegiatan belajar. Selain itu jangan mengirim tugas yang telah digunakan di classroom lainnya.

Selain penyebab tersebut, tentu ada hal lain yang menyebabkan kenapa tidak bisa mengirim tugas di Google Classroom. Saat kondisi itu terjadi, sebaiknya segera tanyakan pada guru yang bersangkutan sehingga bisa diantisipasi secepatnya.

Sebagai tambahan informasi disertakan juga cara mengirim tugas melalui Google Classroom. Cara mengirim tugas lewat Google Classroom ternyata mudah dipelajari dan dipraktikkan saat belajar.
https://kamumovie28.com/motel-acacia/