Minggu, 02 Agustus 2020

Bukan Sekadar Tren, Ini Manfaat Berkebun di Rumah Menurut Psikolog

 Berkebun kini jadi kegiatan yang disukai seiring semakin meluasnya pandemi Corona. Bercocok tanam selain bisa memanfaatkan lahan di rumah, juga bisa memenuhi kebutuhan pangan yang lebih sehat dan hemat.
Psikolog Ratih zulhaqqi, MPsi, mengatakan berkebun bisa menimbulkan efek kepuasan tersendiri karena mendapatkan hasil dari menanam. Berkebun pun dapat memberikan kebahagiaan mereka yang melakukannya.

"Ada perasaan puas ketika melihat tanamannya tumbuh cepat dan bisa dikonsumsi. Jadi merasa tahu vitamin yang kita berikan ke tanamannya, lebih sehat. Terutama buat ibu-ibu bangga aja bisa melakukan itu. Karena durasi sayuran lebih cepat. Dua minggu saja sudah bisa panen. Jadi kalau secara psikologis mungkin ada perasaan bahagia ketika melakukan itu," kata Ratih kepada Wolipop, Kamis (30/7/2020).

Psikolog yang praktik di RS Mitra Keluarga Depok dan Klinik Kancil Duren Tiga itu menambahkan bercocok tanam di rumah juga dapat menjadi pelepas stres atau kejenuhan.

"Selama #dirumahaja mau nggak mau orangtua harus mencari aktivitas yang tidak membosankan di rumah, salah satunya bercocok tanam. Jadi kayak menghijaukan. Aku sih senang aja di satu rumah banyak tanaman hijau-hijau segar. Dan itu ternyata bisa stress release atau pelepas stres lho!" ucapnya.

Bagi mereka yang memiliki anak, berkebun pun dapat menjadi alternatif kegiatan bersama mereka. Aktivitas bercocok tanam ini bisa jadi pengalihan anak yang selama di rumah saja karena Corona lebih akrab dengan gadget mereka.

"Pandemi ini kan #dirumahaja, terus ujung-ujungnya anak-anak jadi main gadget. Kalau diajak bercocok tanam mereka juga punya kegiatan baru yang lebih seru. Apalagi sekarang banyak banget yang jual peralatan tanaman khusus anak-anak, yang warnanya lucu-lucu. Jadi bisa bikin project keluarga, jadi aktivitas di dalam keluarga jadi beragam," jelas Ratih.

Bagi kamu yang lagi hobi berkebun, Ratih memperingatkan untuk tidak berlebihan dalam melakukan segala sesuatu. Karena biasanya orang yang sedang fokus pada suatu hal akan melakukan segala sesuatunya menjadi lebih ekstra.

"Belinya banyak dan budgetnya jadi keluarnya kebanyakan akhirnya mempengaruhi budget yang lain. Itu juga jadi dampak negatifkan? Terus juga jadi nggak mau melakukan hal lain karena fokusnya ke itu saja dan jadi malah cepat bosan," ucapnya.

Dan berikut pesan dari Ratih jika kamu ingin hobi berkebunmu berumur panjang. "Ingat satu hal, bahwa dalam melakukan hal yang kamu senangi seperti hobi bercocok tanam itu jangan lupa kalau kamu juga punya peran lain, jangan lupa waktu. Jadi tetap sesuai porsinya agar bahagianya everlasting," tutupnya.

Wanita Diejek, Gaun Pengantinnya Disebut Mirip 'Buntut Kuda yang Dihias'

 Pernikahan adalah momen spesial dan sakral bagi setiap orang. Tak jarang banyak orang yang menginginkan momen pernikahannya itu sempurna dan berjalan dengan lancar. Terutama dalam soal penampilan, pastinya para calon pengantin menginginkan tampilan terbaiknya di acara pernikahannya.
Seperti dikutip dari The Sun, sayangnya pengantin yang satu ini bukan mendapatkan pujian, justru diejek karena gaun pengantin yang dikenakannya. Setelah foto sang pengantin diunggah di media sosial Facebook, banyak komentar ejekan yang kemudian membanjiri postingan tersebut.

Tidak sedikit netizen yang mencela gaun pengantin pilihan sang wanita dan menyamakannya dengan buntut kuda yang dihias. Para netizen mempertanyakan bentuk bagian belakang gaun pengantin yang dinilai aneh.
https://kamumovie28.com/black-clover-episode-56-subtitle-indonesia/

Aksi Tak Biasa Dokter dan Perawat di Yogya, Fashion Show Pakai APD

Ada pemandangan berbeda saat para tenaga kesehatan (Nakes) yang merupakan dokter dan perawat menggunakan alat pelindung diri (APD) di kantor GM Production, Sleman, Sabtu (1/7/2020). Biasanya mereka menggunakan APD saat sedang bertugas merawat pasien guna melindungi diri agar tidak terpapar virus Corona.
Namun kali ini delapan nakes dari Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Sardjito justru menggunakan APD untuk tampil di atas catwalk. Mereka berlenggak-lenggok layaknya model.

Para nakes tampak memakai beragam Personal Protection Equipment atau APD yang diproduksi oleh UMKM di Yogyakarta. Beragam APD yang dipamerkan tersebut memiliki desain serta warna yang sudah sesuai standar.

CEO GM Production Indonesia, Yurry Apretto mengungkapkan fashion show itu merupakan salah satu wujud terima kasih kepada nakes. Menurut dia, selama beberapa bulan terakhir para nakes sudah berjuang di zona terdepan dalam penanggulangan COVID-19.

"Acara ini merupakan salah satu bentuk apresiasi, bentuk terima kasih kami kepada nakes yang telah berjuang di garda terdepan untuk menangani COVID-19," kata Yurry di sela acara Virtual Fashion Show Personal Protection Equipment (PPE) di studio GM Production, Caturtunggal, Depok, Sleman, Sabtu (1/7/2020).

Bagi Yurry, fashion show yang merupakan hasil kerja sama antara Relawan Sonjo, ID Photobook, dan GM Production ini disebut bisa menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Terutama UMKM yang bergelut dalam produksi APD. Sebab, seluruh APD yang dipamerkan merupakan buatan UMKM lokal.

"Ini merupakan momen bersejarah bagi Yogyakarta untuk bisa bersama-sama saling tolong untuk kembali memutar perekonomian. Seluruh APD yang dipamerkan ini semuanya produk UMKM lokal," terangnya.

Acara yang disiarkan secara virtual ini menjangkau banyak pihak. Mulai dari KBRI maupun KJRI dari banyak negara. Ada juga beberapa pejabat pemerintah pusat seperti Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, Deputy General ADB Manila Edimon Ginting yang ikut bergabung. Kemudian ada Zakki Mansoer selaku Direktur isDB Jeddah, dan banyak pejabat yang lain.

"Pak Teten juga ikut bergabung, banyak juga rekan-rekan kita di luar negeri yang ikut serta menyaksikan acara ini," ujar Yurry.

Salah satu nakes yang menjadi model, Haris Yulianto mengungkapkan pengalamannya sehari menjadi model. Dia senang bisa berpartisipasi dalam acara tersebut.

"Ya ini pengalaman pertama jadi model, biasanya pakai APD saat pas di RS saja. Kalau soal panas memang semua APD itu panas, tapi yang ini sudah lebih nyaman," katanya.

Diwawancara terpisah, Direktur RSUP Dr Sardjito Rukmono Siswishanto yang juga hadir dalam acara tersebut mengatakan jika APD yang digunakan sudah memenuhi syarat.

"Memang APD tadi memenuhi syarat untuk mencegah COVID-19. Kalau soal modisnya, warnanya, semua tidak ada masalah," kata Rukmono.

Bukan Sekadar Tren, Ini Manfaat Berkebun di Rumah Menurut Psikolog

 Berkebun kini jadi kegiatan yang disukai seiring semakin meluasnya pandemi Corona. Bercocok tanam selain bisa memanfaatkan lahan di rumah, juga bisa memenuhi kebutuhan pangan yang lebih sehat dan hemat.
Psikolog Ratih zulhaqqi, MPsi, mengatakan berkebun bisa menimbulkan efek kepuasan tersendiri karena mendapatkan hasil dari menanam. Berkebun pun dapat memberikan kebahagiaan mereka yang melakukannya.

"Ada perasaan puas ketika melihat tanamannya tumbuh cepat dan bisa dikonsumsi. Jadi merasa tahu vitamin yang kita berikan ke tanamannya, lebih sehat. Terutama buat ibu-ibu bangga aja bisa melakukan itu. Karena durasi sayuran lebih cepat. Dua minggu saja sudah bisa panen. Jadi kalau secara psikologis mungkin ada perasaan bahagia ketika melakukan itu," kata Ratih kepada Wolipop, Kamis (30/7/2020).
https://kamumovie28.com/black-clover-episode-51-subtitle-indonesia/