Lebih dari 1 juta tenaga kesehatan di Filipina menyatakan kewalahan hadapi pandemi virus Corona COVID-19. Mereka mendesak Presiden Filipina Rodrigo Duterte untuk memberlakukan kembali aturan pembatasan atau lockdown di sekitar ibukota Manila.
Desakan kepada Presiden Duterte ini berasal dari 80 kelompok yang mewakili 80.000 dokter dan perawat. Melonjaknya kasus virus Corona COVID-19 dalam tiga hari berturut-turut yang tidak terkontrol membuat sistem kesehatan di Filipina terancam kolaps. Inilah alasan yang membuat para tenaga kesehatan menyerukan untuk pengawasan lebih ketat di ibu kota dan provinsi terdekat.
"Petugas kesehatan kami kelelahan dengan jumlah pasien yang tampaknya tak berujung dan berbondong-bondong ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan darurat," jelas kelompok yang dipimpin oleh Fakultas Kedokteran Filipina dalam surat kepada presiden, dilansir dari laman Reuters, Senin (3/8/2020).
"Kami kalah melakukan pertarungan dengan virus Corona COVID-19," tambah surat tersebut.
Filipina pada hari Jumat (31/7/2020), mencatat 4.063 kasus baru. Sedangkan pada Sabtu (1/8/2020), ada sekitar 4.963 kasus baru dan hari Minggu ada penambahan sekitar 4.884. Pada Senin (3/8/2020), Filipina mencatat penambahan kasus harian terbesar dengan 5.032 kasus.
Ahli kesehatan di Filipina pun menyarankan untuk memberlakukan lockdown selama dua minggu di Manila dan di provinsi selatan hingga pertengahan bulan Agustus.
Sementara itu, Duterte bereaksi memerintahkan lembaganya untuk segera menangani masalah ini.
"Istana memahami harus ada tindakan keseimbangan antara kesehatan masyarakat dan kesehatan ekonomi negara," kata juru bicara Duterte, Harry Roque dalam sebuah pernyataan.
Dikutip dari Worldometers, Filipina kini mencatat sekitar 103.185 kasus positif yang konfirmasi, dan sekitar 2.059 kasus kematian akibat virus Corona.
Intip Rahasia Royal Jelly yang Jarang Diketahui Orang
Madu sering sekali dikenal sebagai obat dari berbagai penyakit, bahkan disebut mampu meningkatkan daya tahan tubuh. Tak kalah dari madu, ternyata royal jelly juga mampu memberikan banyak manfaat termasuk untuk sistem pencernaan. Namun, manfaat royal jelly sepertinya belum diketahui banyak orang.
Melansir Healthline, royal jelly merupakan zat yang diproduksi lebah yang nantinya diberikan untuk makanan sang ratu lebah. Umumnya, royal jelly lebih sering digunakan sebagai obat tradisional untuk berbagai penyakit fisik dan kronis seperti berikut.
Mengurangi Risiko Sakit Jantung
Royal jelly disebut mampu mengurangi risiko penyakit jantung dengan mempengaruhi tingkat kolesterol dalam tubuh. Sebuah studi selama 12 minggu menemukan kelinci yang diberi royal jelly secara signifikan mengurangi kadar kolesterol total dan kolesterol buruk masing-masing sebanyak 28 persen dan 23 persen.
Menurunkan Tekanan Darah
Royal jelly dapat melindungi jantung dan sistem peredaran darah dengan mengurangi tekanan darah. Beberapa penelitian menunjukkan protein spesifik yang terkandung dalam royal jelly dapat mengendurkan sel otot polos di pembuluh darah dan arteri. Hal inilah yang kemudian membuat tekanan darah dalam tubuh Anda menurun.
Mengatur Gula Darah
Bagi Anda yang memiliki gula darah yang tinggi, mungkin Anda bisa coba dengan mengonsumsi royal jelly mulai saat ini. Royal jelly dikatakan bisa meningkatkan kontrol gula darah serta sensitivitas insulin dalam tubuh. Hal ini didukung dengan adanya beberapa penelitian pada hewan yang menunjukkan peningkatan sensitivitas insulin dan efek perlindungan pada pankreas, hati, serta jaringan reproduksi pada tikus diabetes dan gemuk yang diobati dengan royal jelly. Mengonsumsi royal jelly secara teratur disebut mampu mengurangi stress oksidatif dan peradangan.
https://nonton08.com/neerja/