Sabtu, 08 Agustus 2020

YouTuber Turah Parthayana Bantah Predator Seks, Ini Kriteria Kelainan Itu

 YouTuber Turah Parthayana dituding melakukan pelecehan seksual pada teman kuliahnya di Rusia. Turah melalui manajernya, Jehian Panagian Sijabat, membantah disebut predator seks.
Kasus itu bermula dari akun Twitter Libur panjang @sandi_sa119. Pada akun itu dijelaskan kasus dugaan pelecehan Turah terhadap teman perempuan satu kampus di Rusia, JA pada November 2019. Pria dari Bali itu dituduh meraba-raba dan meminta korban yang berjenis kelamin wanita itu meremas Mr P-nya.

Usai kejadian pelecehan Turah dilabrak pacar JA. Lalu mereka dimediasi Ketua PPI setempat, Gokma. Korban dikonfrontir soal kejadian pelecehan seksual oleh Turah. Saat itu, Turah yang merupakan mahasiswa Indonesia jurusan Manajemen Bisnis di Tomsk State University, Kota Tomsk, Rusia di Rusia, tidak membantahnya. Turah juga mendapat sanksi agar tinggal menjauh dari korban dan mundur dari keanggotaan PPI di Rusia.

Turah melalui Instagram Stories meminta maaf atas kejadian ini. Dia sudah mendatangi KBRI Moskow untuk klarifikasi. Turah menyerahkan masalah ini ke pihak KBRI Moskow. Manajer Turah menolak sebutan predator seks terhadap Turah Parthayana.

"Jadi sebenarnya aku kurang setuju sih kalau misalnya dibilang Turah sebagai predator seks atau pelaku seperti yang dibilang oleh Mas Sandi di twitnya gitu," kata Jehian kepada detikHot, Kamis (6/8/2020).

Lalu apa itu predator seks? Predator seks adalah orang yang melakukan kejahatan seks, seperti pemerkosaan atau pelecehan seksual.

Dilansir healthista, berikut kriteria predator seks:
1. Sangat Perhatian
Pada tahap awal hubungan, predator seks sangat perhatian. Dia kerap menelepon atau menghubungi korban. Pelaku mengharapkan menjadi orang yang sangat dibutuhkan korban. Korban akan merasa dilindungi, dicintai, dan dihormati. Namun ini semua adalah awal dari tingkah laku predator seks. Pelaku akan menggunakan loyalitas terhadap mereka di kemudian hari.

2. Memanipulasi Korban
Predator seks akan mengenalkan korban untuk mengejek jika tidak sesuai harapannya. Ketika korban menantang predator pada tahap awal, predator akan membuat korban merasa bahwa dia adalah orang yang jahat. Pada akhirnya korban akan merasa tertekan dan meminta maaf. Ini menunjukkan kepada predator bahwa ia dapat mengendalikan dan memanipulasinya, tanpa rasa takut.

3. Predator Tampak Normal
Korban telah menormalkan perilaku predator. Pola ini akan dimulai dengan pelecehan emosional, psikologis, dan akhirnya mencakup pelecehan seksual.

4. Berperan Sebagai Korban
Predator tidak pernah bertanggung jawab dan selalu mempermainkan korban. Ketidakpedulian semacam ini sangat mirip dengan narsisme, tetapi tidak semua narsisis adalah pemangsa seksual. Pelaku akan menggunakan kontrol koersif untuk membuat korban selalu merasa bersalah. Wanita yang pernah mengalami pelecehan seksual saat masih kecil mungkin lebih rentan terhadap jenis perlakuan ini dan akibatnya akan kembali mengalami trauma.

5. Predator Kerap Mengejek
Predator seksual akan membuat komentar seksual yang terkesan mengejek. Bahkan predator mengetahui setiap detail tentang pengalaman masa lalu korban. Predator kemudian mengejeknya dengan menggunakan bahasa yang merendahkan dan menggunakan kata-kata yang menghina dan meremehkannya.

6. Percaya Diri
Kriteria predator seks berikutnya yakni mereka akan meyakinkan korban bahwa perilakunya bukan kelainan. Dia akan mencoba dan menormalkan perilakunya dengan sangat percaya diri. Pelakui akan mengisolasi dia dari teman yang bisa membantunya. Mereka-mereka itulah ancaman bagi sang predator seks.
https://kamumovie28.com/closet-monster-2/

Kabar Baik! Kandidat Obat Corona Potensial Masuk Tahap Uji Akhir

Obat potensial virus Corona COVID-19 yang dikembangkan oleh perusahaan bioteknologi Tycan di Singapura akan memulai uji klinis tahap akhir. Dalam beberapa minggu ke depan, antibodi monoklonal atau protein sistem kekebalan yang dikenal sebagai TY027 akan diuji pada ratusan pasien Corona.
Uji klinis ini diperkirakan akan memakan waktu beberapa bulan sebelum akhirnya disetujui untuk pengobatan virus Corona.

Salah satu pendiri Tycan, Ooi Eng Eong, yang juga seorang profesor di Duke-NUS Medical School, mengatakan perusahaannya tidak memiliki sumber daya untu melakukan uji coba dengan melibatkan ribuan pasien. Oleh karena itu uji coba akan melibatkan 500 pasien COVID-19 yang baru didiagnosis.

"Kami harus lebih ketat dalam merekrut pasien yang kami daftarkan. Kriteria utamanya adalah pasien berada dalam tujuh hari pertama infeksi," ujarnya kepada Strait Times.

"Membatasi kriteria pasien yang kami daftarkan akan memberi kesempatan terbaik untuk menunjukkan dalam waktu yang sesingkat mungkin dan pada sesedikit mungkin pasien, bahwa obat ini bekerja untuk mencegah gejala COVID-19 yang parah," sambungnya.

Antibodi monoklonal adalah protein sistem kekebalan yang dibuat di laboratorium, dan dapat dirancang dan direkayasa secara khusus untuk menargetkan Sars-CoV-2, virus yang menyebabkan Covid-19. Keuntungannya adalah antibodi ini dapat dikembangkan selama beberapa bulan dan diproduksi dalam jumlah besar.

Saat ini perusahaan masih menunggu persetujuan dari pihak otoritas ilmu kesehatan Singapura sebelum melakukan perekrutan pasien uji coba. Idealnya, semua pasien yang akan dites berasal dari Singapura, namun pihaknya terbuka untuk peserta dari luar.

Pasien hanya akan ikut uji coba jika mereka memberikan persetujuan. Perusahaan tersebut juga akan membayar untuk tes dan kunjungan klinis jika pasien berada di luar perawatan medis standar yang diberikan.

Adapun berapa lama uji coba akan berlangsung, ini akan tergantung pada seberapa cepat 500 pasien dapat direkrut.

Pada fase pertama dan kedua, Ooi menyebut TY027 menunjukkan hasil yang baik.

"Profil keamanannya baik, efek samping minimal, dan hasilnya sangat menggembirakan," tuturnya.

Dalam skenario kasus terbaik, TY027 dapat disetujui sebagai pengobatan obat untuk Covid-19 tahun depan, atau bahkan lebih awal. TY027 sedang dieksplorasi untuk pengobatan pasien Covid-19 karena kemampuannya untuk memperlambat perkembangan penyakit dan mempercepat pemulihan, serta potensinya untuk memberikan perlindungan sementara terhadap infeksi.

YouTuber Turah Parthayana Bantah Predator Seks, Ini Kriteria Kelainan Itu

 YouTuber Turah Parthayana dituding melakukan pelecehan seksual pada teman kuliahnya di Rusia. Turah melalui manajernya, Jehian Panagian Sijabat, membantah disebut predator seks.
Kasus itu bermula dari akun Twitter Libur panjang @sandi_sa119. Pada akun itu dijelaskan kasus dugaan pelecehan Turah terhadap teman perempuan satu kampus di Rusia, JA pada November 2019. Pria dari Bali itu dituduh meraba-raba dan meminta korban yang berjenis kelamin wanita itu meremas Mr P-nya.

Usai kejadian pelecehan Turah dilabrak pacar JA. Lalu mereka dimediasi Ketua PPI setempat, Gokma. Korban dikonfrontir soal kejadian pelecehan seksual oleh Turah. Saat itu, Turah yang merupakan mahasiswa Indonesia jurusan Manajemen Bisnis di Tomsk State University, Kota Tomsk, Rusia di Rusia, tidak membantahnya. Turah juga mendapat sanksi agar tinggal menjauh dari korban dan mundur dari keanggotaan PPI di Rusia.

Turah melalui Instagram Stories meminta maaf atas kejadian ini. Dia sudah mendatangi KBRI Moskow untuk klarifikasi. Turah menyerahkan masalah ini ke pihak KBRI Moskow. Manajer Turah menolak sebutan predator seks terhadap Turah Parthayana.

"Jadi sebenarnya aku kurang setuju sih kalau misalnya dibilang Turah sebagai predator seks atau pelaku seperti yang dibilang oleh Mas Sandi di twitnya gitu," kata Jehian kepada detikHot, Kamis (6/8/2020).

Lalu apa itu predator seks? Predator seks adalah orang yang melakukan kejahatan seks, seperti pemerkosaan atau pelecehan seksual.

Dilansir healthista, berikut kriteria predator seks:
1. Sangat Perhatian
Pada tahap awal hubungan, predator seks sangat perhatian. Dia kerap menelepon atau menghubungi korban. Pelaku mengharapkan menjadi orang yang sangat dibutuhkan korban. Korban akan merasa dilindungi, dicintai, dan dihormati. Namun ini semua adalah awal dari tingkah laku predator seks. Pelaku akan menggunakan loyalitas terhadap mereka di kemudian hari.

2. Memanipulasi Korban
Predator seks akan mengenalkan korban untuk mengejek jika tidak sesuai harapannya. Ketika korban menantang predator pada tahap awal, predator akan membuat korban merasa bahwa dia adalah orang yang jahat. Pada akhirnya korban akan merasa tertekan dan meminta maaf. Ini menunjukkan kepada predator bahwa ia dapat mengendalikan dan memanipulasinya, tanpa rasa takut.
https://kamumovie28.com/side-effects-2/