Minum kopi memiliki segudang manfaat, salah satunya membuat aktivitasmu menjadi lebih produktif. Tidak heran, banyak pekerja yang rutin minum kopi sebagai jurus jitu menghilangkan rasa kantuk.
Meski begitu, tidak sedikit orang yang mengeluh rasa tidak nyaman di perut usai minum kopi. Hal ini bisa disebabkan karena kopi memiliki beberapa senyawa yang bisa menimbulkan sakit perut. Berikut kandungan dari kopi yang bisa bikin kamu sakit perut, dikutip dari Healthline:
1. Kafein
Kafein adalah stimulan alami dalam kopi yang membantu menghilangkan kantuk. Secangkir kopi yang berukuran 240 miligram mengandung sekitar 95 miligram kafein. Meskipun kafein adalah stimulan yang kuat, tetapi terdapat sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa kafein dapat membuat kontraksi di seluruh saluran pencernaan lebih sering terjadi.
Selain itu, beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa kafein dapat meningkatkan produksi asam lambung.
2. Asam pada kopi
Kopi mengandung banyak asam, seperti asam klorogenat dan N-alkanol-5-hydroxytryptamine untuk meningkatkan produksi asam lambung. Oleh sebab itu, banyak orang merasakan dampak meminum kopi salah satunya bisa memicu kondisi maag semakin buruk.
3. Zat aditif
Sakit perut juga bisa disebabkan karena di dalam kopi terdapat zat aditif, seperti susu, krim, pemanis, atau gula.
Penelitian menunjukkan sekitar 65 persen orang di seluruh dunia tidak dapat mencerna laktosa dengan baik, sehingga konsumsi makanan atau minuman yang mengandung gula dan susu, menimbulkan sakit diare, kembung, dan kram pada perut mereka.
Studi Baru Perkuat Bukti Virus Corona Bisa Menyebar Lewat Udara
Para peneliti di Universitas Nebraska Medical Center memberikan bukti baru terkait risiko penyebaran Corona di udara. Mereka mengumpulkan sampel udara di dalam ruangan perawatan pasien COVID-19.
Dikutip dari Medical Xpress, hasil studi yang dimuat dalam Nature Scientific Reports, melakukan pengumpulan sampel udara di setiap ruang isolasi dengan 13 pasien Corona. Sampel udara diambil dari 11 ruang isolasi.
Hasilnya ditemukan, ada kontaminasi virus pada semua permukaan yang biasa digunakan di ruang isolasi, dan jumlah virus atau viral load dilaporkan di udara sangat tinggi. Demikian pula pada sampel udara dari lorong di luar kamar pasien Corona.
Hal ini memperkuat bukti virus Corona bisa bertahan di udara dan banyak barang yang biasa digunakan terkontaminasi, termasuk fasilitas kamar mandi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien COVID-19, bahkan mereka yang hanya memiliki gejala ringan, dapat menyebarkan virus. Pada akhirnya hal ini bisa mencemari permukaan dan memicu risiko penularan Corona.
"Studi seperti ini diperlukan untuk memahami tindakan pencegahan yang tepat bagi petugas kesehatan dan orang lain yang merawat pasien," kata Joshua Santarpia, ahli patologi dan mikrobiologi dari University of Nebraska Medical Center.
"Penelitian yang sedang berlangsung ini akan terus meningkatkan pemahaman tentang penularan COVID-19 dan membantu mengidentifikasi cara untuk meningkatkan keamanan dalam perawatan pasien COVID-19," tambahnya.
Peneliti tersebut menyarankan untuk rutin melakukan pembersihan dengan hati-hati serta melakukan disinfeksi ke berbagai permukaan, termasuk kamar mandi. Mereka juga merekomendasikan untuk penggunaan alat pelindung diri yang memadai.
"Studi ini meningkatkan pengetahuan kami tentang stabilitas dan penyebaran SARS-CoV-2 di lingkungan dalam ruangan," kata Joanna Shisler, direktur program di Divisi Sistem Organisme Integratif NSF, Amerika.
"Informasi tersebut dapat membantu kami memahami cara membersihkan dan menjaga kamar serta bangunan secara umum agar mengurangi kemungkinan penyebaran virus Corona," tambahnya.
https://cinemamovie28.com/side-effects/